http://massandry.blogspot.com
Angke
Merupakan sebutan sebuah kampung yang terkenal dengan mesjid tua yang bernama Mesjid Al – Anwar, yang dibangun sekitar tahun 1714. Sekarang kampung Angke, Kecamatan Tambora Jakarta Barat.
Asal – usul kata angke berasal dari bahasa Cina dengan dua suku kata, yaitu ang yang artinya darah dan Ke yang artinya bangkai. Kampung ini dinamakan Angke karena adanya peristiwa sejarah yang sangat berhubungan dengan sejarah kota Batavia. Pada tahun 1740 ketika terjadi pemberontakan orang – orang Cina di Batavia, ribuan orang Cina dibantai oleh Belanda.
Mayat orang – orang Cina yang bergelimpangan dibawa dan dihanyutkan ke kali yang ada didekat peristiwa tersebut, sehingga kampung dan kali yang penuh dengan mayat itu diganti penduduk dengan nama Kali Angke dan kampung Angke. Sebelum peristiwa itu terjadi, kampung itu namanya adalah kampung Bebek, hal ini karena orang Cina yang tinggal dikampung itu banyak yang berternak bebek.
Lokasi kampung bebek sangat strategis untuk memelihara bebek karena dekat dengan sungai.
ANGKE : berasal dari nama pahlawan juga, yang beasal dari Banten yaitu PANGERAN TUBAGUS ANGKE, yang sekarang menjadi salah satu nama jalan di daerah tersebut. Tubagus Angke juga salah satu Saudagar kaya dan juga menentang Belanda pada jamannya.
Betawi
Merupakan sebutan lain untuk kota Jakarta dan sekaligus sebutan untuk masyarakat pribumi yang berdiam di Jakarta Asal – usul penyebutan nama Betawi ini ada beberapa versi.
Versi pertama menyebutkan bahwa nama Betawi berasal dari pelesetan nama Batavia. Nama Batavia berasal dari nama yang diberikan oleh J.P Coen untuk kota yang harus dibangunnya pada awal kekuasaan VOC di Jakarta. Kota Batavia yang dibangun Coen itu sekarang disebut Kota atau Kota lama Jakarta. Karena asing bagi masyarakat pribumi dengan kata Batavia, maka sering dibaca dengan Betawi.
Versi kedua menyebutkan bahwa nama Betawi mempunyai sastra lisan yang berawal dari peristiwa sejarah yang bermula dari penyerangan Sultan Agung (Mataram) ke Kota berbenteng , Batavia. Karena dikepung berhari – hari dan sudah kehabisan amunisi, maka anak buah (serdadu) J.P. Coen terpaksa membuat peluru meriam dari kotoran manusia
Kotoran manusia yang ditembakkan kepasukan Mataram itu mendatangkan bau yang tidak sedap, secara spontan pasukan Mataram yang umumnya adalah orang Jawa berteriak menyebut mambu tai….., mambu tai. Kemudian dalam percakapan sehari – hari sering disebut Kota Batavia dengan kota bau tai dan selanjutnya berubah dengan sebutan Betawi.
Bidaracina
Bidaracina dewasa ini menjadi nama sebuah kelurahan, kelurahan Bidaracina, Kecamatan Jatinegara, Kotamadya Jakarta Timur.
Menurut beberapa informasi, kawasan tersebut dikenal dengan nama Bidaracina, karena pada waktu terjadi pemberontakan orang – orang Cina di Batavia dan sekitarnya terhadap Kompeni pada tahun 1740, ribuan dari mereka terbunuh mati, bermandi darah. Di antaranya di tempat yang kemudian disebut Bidaracina itu.
Informasi tersebut tidak mustahil mengandung kebenaran walaupun mengundang beberapa pertanyaan, kenapa hanya dikawasan itu yang disebut Bidaracina, karena banyak orang Cina mati bermandikan darah?. Padahal peristiwa pembunuhan itu konon terjadi di pelosok Kota Batavia dan sekitarnya. Kenapa tidak di sebut Cina berdarah, sesuai dengan kaidah bahasa Melayu, yang kemudian berubah menjadi cinabedara, selanjutnya menjadi cinabidara?
Perkiraan lainnya, asal nama kawasan tersebut dari bidara yang ditanam oleh orang Cina di situ. Bidara, atau bahasa ilmiahnya Zizyphus jujube Lam, famili Rhanneae, adalah pohon yang kayunya cukup baik untuk bahan bangunan,. Akar dan kulitnya yang rasanya pahit, mengandung obat penyembuh beberapa macam penyakit, termasuk sesak nafas. Di ketiak dahannya biasa timbul gumpalan getah. Buahnya dapat dimakan (Fillet 1888:52)
Ada kaitannya dengan perkiraan tersebut, yaitu keterangan tentang adanya seorang Cina yang mengikat kontrak yang aktanya dibuat oleh Notaris Reguleth tertanggal 9 Oktober 1684, untuk menanami kawasan sekitar benteng Noordwijk dengan pohon buah – buahan, termasuk pohon Bidara (De Haan 1911, (11):613). Walaupun di luar kontrak tersebut, mungkin saja seorang Cina menanam bidara di tempat yang kini dikenal dengan sebutan Bidaracina itu.
Cawang
Kawasan Cawang dewasa ini menjadi sebuah kelurahan Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramatjati, Kotamadya Jakarta Timur.
Nama kawasan tersebut berasal dari nama seorang Letnan Melayu yang mengabdi kepada Kompeni, yang bermukim disitu bersama pasukan yang dipimpinnya, bernama Enci Awang.(Awang, mungkin panggilan dari Anwar). Lama – kelamaan sebutan Enci Awang berubah menjadi Cawang. Letnan Enci Awang adalah bawahan dari Kapten Wan Abdul Bagus, yang bersama pasukannya bermukim dikawasan yang sekarang dikenal dengan nama Kampung Melayu, sebelah selatan Jatinegara.
Kurang jelas, apakah sebagian atau seluruhnya, pada tahun 1759 Cawang sudah menjadi milik Pieter van den Velde, di samping tanah – tanah miliknya yang lain seperti Tanjungtimur atau Groeneveld, Cikeas, Pondokterong, Tanjungpriuk dan Cililitan (De Haan, 1910:50).
Pada awal abad ke-20 Cawang pernah menjadi buah bibir, karena disana bermukim seorang pesilat beraliran kebatinan, bernama Sairin, alias Bapak Cungok. Sairin dituduh oleh pemerintah kolonial Belanda sebagai dalang kerusuhan di Tangerang pada tahun 1924. Di samping itu. Ia pun dinyatakan terlibat dalam pemberontakan Entong Gendut, di Condet tahun 1916. Condet pada waktu itu termasuk bagian tanah partikelir Tanjung Oost (Poesponegoro 1984, (IV):299 – 300).
Cililitan
Kawasan Cililitan dahulu terbentang dari sungai Ci Liwung di sebelah barat, sampai sungai Ci Pinang di sebelah timur. Sebelah selatan berbatasan dengan kawasan Kampung Makasar dan Condet. Di sebelah utara berbatasan dengan kawasan Cawang . Bagian sebelah barat Jalan Dewi Sartika sekarang sebatas simpangan Jalan Kalibata, biasa disebut Cililitan Kecil, sedangkan yang terletak disebelah timur Jalan Raya Bogor, dikenal dengan nama Cililitan Besar. Dewasa ini nama Cililitan dijadikan nama kelurahan, Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramatjati, Kotamadya Jakarta Timur.
Nama Cililitan diambil dari nama salah satu anak sungai Ci Cipinang. Dewasa ini anak sungai tersebut sudah tidak ada lagi bekas – bekasnya. Kata ci, adalah bahasa Sunda, mengandung arti “air sungai” Lilitan lengkapnya lilitan – kutu, adalah nama semacam perdu yang bahasa ilmiahnya Pipturus velutinus Wedd., termasuk famili Urticeae (Fillet 1888:201).
Pada pertengahan abad ke- 17 kawasan Cililitan merupakan bagian dari tanah partikelir Tandjoeng Oost, ketika masih dimiliki oleh Pieter van der Velde (De Haan 1910:50). Kemudian beberapa kali berpindah pindah tangan. Sampai diganti namanya menjadi lapangan Udara Halim Perdanakusumah. Lapangan udara tersebut biasa disebut Lapangan Udara (vliegveld, kata orang Belanda) Cililitan.
Condet
Kawasan Condet meliputi tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Batuampar, Kampung Tengah (dahulu disebut Kampung Gedong), dan Balekambang termasuk wilayah Kecamatan Kramatjati, Kotamadya Jakarta Timur.
Nama Condet berasal dari nama sebuah anak sungai Ci Liwung, yaitu Ci Ondet. Ondet, atau ondeh, atau ondeh – ondeh, adalah nama pohon yang nama ilmiahnya Antidesma diandrum Sprg.,termasuk famili Antidesmaeae (Fillet, 1888:128), semacam pohon buni, yang buahnya biasa dimakan.
Data tertulis pertama yang menyinggung – nyinggung Condet adalah catatan perjalanan Abraham van Riebeeck, waktu masih menjadi Direktur Jenderal VOC di Batavia ( sebelum menjadi Gubernur Jendral ). Dalam catatan tersebut, pada tanggal 24 September 1709 Van Riebeck beserta rombongannya berjalan melalui anak sungai Ci Ondet “Over mijin lant Paroeng Combale, Ratudjaja, Depok, Sringsing naar het hooft van de spruijt Tsji Ondet”,..(De Haan 1911: 320).
Keterangan kedua terdapat dalam surat wasiat Pangeran Purbaya (tentang tokoh ini dapat dilihat dalam tulisan ini pada entri: Kebantenan), yang dibuat sebelum berangkat ke pembuangan di Nagapatman, disahkan oleh Notaris Reguleth tertanggal 25 April 1716. Dalam surat wasiat itu antara lain tertulis, bahwa Pangeran Purbaya menghibahkan beberapa rumah dan sejumlah kerbau di Condet kepada anak – anak dan istrinya yang ditinggalkan (De Haan, 1920:250).
Keterangan ketiga adalah Resolusi pimpinan Kompeni di Batavia tertanggal 8 Juni 1753, yaitu keputusan tentang penjualan tanah di Condet seluas 816 morgen (52.530 ha), seharga 800 ringgit kepada frederik willem Freijer. Kemudian kawasan Condet menjadi bagian dari tanah partikelir Tandjoeng, Oost, atau Groeneveld (De Haan 1910:51).
Wednesday, December 7, 2011
Kisah Jakarta "MAJALAH KOMUNITAS LINTAS TEBET"
SELAMA LEBIH dari enam bulan, dari Oktober 2002 sampai April 2003, warga Tebet di Jakarta Selatan bisa dibilang beruntung karena pernah memiliki Lintas Tebet. Majalah komunitas ini membahas isu-isu yang terjadi di Tebet saat itu, seperti sejarah Tebet, kebakaran, keamanan, banjir, dan kenaikan harga. Semua interaksi langsung Lintas Tebet, selalu mengangkat warga sebagai narasumber utama, termasuk menampilkan profil warga dengan berbagai profesi unik mereka, dan segala informasi menarik lain seputar Tebet. Berikut adalah wawancara bersama Nugroho Nurdikiawan, salah satu editor Lintas Tebet yang akhirnya saya temukan setelah pencarian panjang melalui internet.
Mengapa majalah komunitas?
Di tahun 2002 itu, kami semua kebetulan ingin melakukan sesuatu yang berguna sekaligus unik, entah mengapa, keluarlah ide majalah komunitas. Saat itu referensi kami adalah majalah komunitas lain yang berdasarkan lokasi, tapi kami tidak mau seperti majalah komunitas di Kelapa Gading atau Kemang yang terlalu komersial dengan orientasi iklannya. Kami ingin sesuatu yang bermanfaat dengan informasi yang benar. Wilayah komunitas itu sendiri, sebenarnya hanya faktor tambahan, namun karena kebetulan saya lahir dan tinggal di Tebet sampai sekarang, dan teman-teman lain seperti Yusuf, Intan, Riana, Ika, dan Yoyok, pernah kos cukup lama di Tebet, kami akhirnya memutuskan Tebet sebagai lokasi. Saat itu sudah terbayang, kami bisa bicara tentang air, keamanan, yang memang akan lebih baik kalau terkait dengan permasalahan di Jakarta secara umum, tapi kalau pun tidak, yang jelas isu-isu sosial itu benar-benar terjadi di Tebet.
Berarti Lintas Tebet sebenarnya bisa dibuat di mana saja? Dan selain karena memang akrab dengan wilayahnya, mengapa kalian memilih Tebet?
Bisa saja, selama kamu tahu bagaimana mengemas isi majalah yang tidak membosankan, dan itu hanya bisa terjadi kalau kamu memang mengenal daerahnya. Karena kami menetapkan wilayah secara legal berdasarkan Kecamatan, kami juga sempat melihat kemungkinan lain seperti Menteng atau Kelapa Gading, tapi keduanya terlalu homogen secara sosial. Kalau pun ada ketimpangan, tidak seperti di Tebet yang memang heterogen. Baik secara ekonomi, sosial, keamanan, atau pekerjaan warganya, akan lebih menarik kalau belang-belang seperti di Tebet, hal yang juga membuat kami tidak pernah khawatir akan kehabisan ide. Tebet itu macam-macam, dari yang kaya sampai miskin, yang kebanjiran dan yang tidak. Kamu mau bicara tentang fasilitas olahraga, dari usaha pom bensin sampai servis Bajaj, semuanya ada di Tebet.
Begitu banyak pendapat warga di sini, apakah itu termasuk pendekatan sosial yang dimaksud?
Lintas Tebet memang tentang komunitas. Kami bertanya langsung pada warga, termasuk usul mereka tentang tema mendatang. Salah satu alasan mengapa Lintas Tebet harus gratis, agar terjadi pemerataan informasi, dan yang paling penting, semua warga benar-benar bersuara. Jadi narasumbernya itu orang-orang biasa, dari tukang sayur, ibu rumahtangga, sampai anak kecil yang lagi main bola. Profil warga kami juga aneh-aneh, dari tukang gali kubur, petugas Gawat Darurat di Puskesmas, pelatih tari, mereka yang sebenarnya berperan untuk orang banyak, dan harus unik, kalau pun tidak, isinya kami buat menarik.
Seperti apa kalian waktu pertama kali mencari berita?
Sejak awal, kami memang tidak punya bayangan Lintas Tebet akan sampai berapa lama, satu edisi saja, itu bahkan sudah pencapaian buat kami, dan kami juga sudah meramalkan hal itu akan terjadi. Coba bayangkan, saat itu kami belum punya contoh majalah apapun. Siapa kami? Datang ke kampung, masuk-masuk rumah orang, sok wawancara, berburu orang tua yang mungkin tahu tentang sejarah Tebet, dan tak ada satu pun yang kami kenal. Untungnya, orang-orang akhirnya percaya, bahkan di edisi pertama tentang sejarah Tebet itu, ada tulisan dari orang Dewan Kelurahan Menteng Dalam.
Apa tanggapan warga setelah Lintas Tebet terbit?
Senang, ya. Isinya tentang mereka, yang bicara mereka, gratis (selalu menarik, kan kalau gratis?) Dua ribu eksemplar itu kami distribusikan di tempat-tempat aneh yang ramai. Tak lama, ada beberapa sukarelawan yang membantu mencari narasumber, ada beberapa donatur, bahkan di Tebet Barat, ada Pak RW yang membeli 20 eksemplar untuk dibagikan ke RT-nya. Bahkan kami pernah wawancara sampai 1,5 jam, orangnya cerita macam-macam, kami diajak makan, sampai bingung, “Pulangnya bagaimana, ini?”
Ada beberapa ulasan yang dibahas secara luas dalam konteks umum Jakarta, seperti tentang ‘utang najis’ negara dalam tema kenaikan harga, atau warga Senayan yang digusur ke Tebet di akhir tahun 50-an dalam tema sejarah Tebet…
Untuk setiap laporan, kami berusaha mencari referensi lain, standar, dari google.com, dan terkadang kami cukup beruntung, seperti ‘utang najis’ itu. Namun suara warga tetap harus lebih dominan, walau terkadang suka tidak jelas, seperti asal nama Tebet itu. Mulai dari cerita tentang adanya suami orang kaya dari Tibet, atau karena dulu Tebet itu hutan lebat, semua kami tulis. Selain itu, menjaga sifat heterogennya, bagaimana warga dari berbagai tempat harus terwakili semua, misalnya kami tetap bertanya pada mereka yang tidak mengalami kekeringan air, karena pasti tetap ada komentar dan solusi. Sekaligus melakukan pemetaan, kami jadi tahu daerah mana yang rawan, misalnya, juga potensi-potensi menarik lain untuk menjadi berita.
Termasuk menjadi mediator antara warga dengan pemerintahannya, juga antara sesama warga?
Kami jadi terbiasa masuk Kantor Polisi, bahkan kami pernah diminta untuk melihat daerah-daerah rawan Narkoba, juga mencarikan orang Cina yang mau jadi polisi, mungkin demi belang-belang itu juga (tertawa). Orang-orang Kecamatan juga sangat terbuka dengan skema kerja, transparansi dana banjir, dan rencana pembangunan Tebet. Yang pasti, kami harus sopan, cerdas, dan selalu konfirmasi. Setiap wawancara terekam kami anggap valid. Setiap ada hal sensitif, kami selalu bertanya, “Bagian itu nanti boleh saya tulis, ya, Pak?” Entah mengapa mereka sangat terbuka, mungkin karena isi Lintas Tebet itu sendiri. Tentang tulisan dari warga, awalnya sepertinya meringankan pekerjaan, padahal khawatir setengah mati, dari tulisan Pemadam Kebakaran yang cuma lima paragraf sampai dari LSM yang sudah tidak sabar dengan 1500 katanya (tertawa).
Pernah ada tema yang sulit?
Tema Kenaikan Harga itu susah. Kami sulit menggali jawaban dari wawancara warga. Mungkin edisi itu harus ada orang ekonominya, ya. Untung ada artikel tentang ‘hutang najis’ itu, dan kebetulan bertepatan dengan isu anggaran belanja DKI Jakarta (tertawa).
Mengapa Lintas Tebet hanya sampai 6 edisi?
Di saat bersamaan, kami mulai sibuk dengan aktivitas masing-masing, mulai pekerjaan lain dan ujian kuliah. Akhirnya kami memutuskan untuk berhenti terbit. Kami kembalikan uang dari pemasang iklan untuk edisi mendatang. Tentu ada yang bertanya, seperti dari Puskesmas dan beberapa sekolah, juga dokter yang berniat menjadi donatur.
Padahal, di edisi terakhir, Lintas Tebet pernah menyalurkan bantuan untuk korban kebakaran, ya?
Ya. Di bulan Maret 2003 itu, ada kebakaran besar di Manggarai, sampai kami mengganti tema yang semula tentang kesehatan. Sebelumnya, memang banyak usul untuk mengadakan acara warga, karena ternyata banyak dari warga yang berniat baik tapi tidak tahu bagaimana caranya. Karena itu, ketika ada kebakaran, kami membantu menyalurkan sumbangan ke 4 SD di Manggarai, agar murid yang rumahnya terbakar bisa membayar uang sekolah sampai akhir tahun ajaran, dengan kekurangan sumbangan dibantu oleh Rotary Club, klub filantropis yang langsung menghubungi kami.
Apa yang terjadi kalau Lintas Tebet masih ada?
Mungkin kami akan membuat acara warga yang lain, atau menulis tema hiburan, kehidupan ABG, misalnya, atau hiburan yang dicari orang luar Tebet kalau datang ke Tebet, atau sejarah bioskop Wira, kenapa filmnya mesum semua…
Pernah ada tanggapan dari luar Tebet?
Sempat ada yang datang dari Malang dan Depok, karena mereka juga ingin membuat majalah komunitas. Komentar lain kebanyakan positif, termasuk heran kenapa saya mau capek-capek membuat Lintas Tebet (tertawa). Kritik paling banyak itu soal valid atau tidaknya informasi kami. Mungkin karena mereka belum terbiasa dengan media seperti ini, yang sebenarnya tidak masalah untuk – dan memang bisa – diragukan. Bagi kami, semuanya valid, karena ada proses diskusi dan penyuntingan, kami juga tahu siapa narasumber kami, tempat tinggal mereka, dan semuanya sesuai dengan niat awal kami untuk menjadikan warga biasa sebagai narasumber, siapapun mereka.
Bagaimana hubungan Lintas Tebet dengan pembaca? Terutama karena faktor gratis yang mudah menghilangkan tanggungjawab media, seperti yang marak terjadi pada majalah-majalah gratis saat ini?
Yang membuat kami berbeda, karena ada interaksi langsung dengan warga, tanpa itu, isi Lintas Tebet juga tidak ada. Itu yang membuat kami selalu hati-hati. Warga tahu siapa kami, tinggal di mana, terkadang juga nomor telepon genggam kami, kami juga selalu keliling kampung. Kehadiran itu yang ‘menjaga’ kami. “Kalau kutipan ini salah, bisa mati ini, dia orang situ!” (tertawa). Pak Camat tahu kami. Apalagi polisi; mereka punya foto kami, tahu rumah kami, apalagi di tiap Kelurahan memang ada mata-mata polisi. “Kamu tinggal di situ, kan? Nanti saya mampir, ya?” “Iya, Pak. Iya, Pak.” (tertawa).
Apa pendapatmu tentang Tebet?
Sebagai kecamatan, Tebet itu punya wajah yang berbeda-beda. Kalau ada yang bilang, Tebet itu biang nyasar, di Tebet Timur atau Barat masih lebih baik. Coba kamu pergi ke Manggarai Selatan, deh. Ya ampun. Kamu masuk dari Jembatan Merah, maju sedikit, ke dalam lagi sampai ada masjid, lalu Menara Air – jalannya memang besar, tapi tetap saja kamu bisa nyasar. Sebelum Lintas Tebet ini, saya bahkan tidak tahu apa-apa tentang MarSela (Manggarai Selatan) itu… Namun Tebet itu nyaman. Berada di Jakarta Selatan tapi termasuk di tengah kota. Jalan kaki dan bersepeda lumayan nyaman. Walau ada beberapa tempat yang tidak terjangkau tranportasi umum, seperti di jalur hijau, transportasinya masih termasuk mudah. Tempat makan minta ampun banyaknya, keamanan juga tidak terlalu bermasalah. Kalau pun ada kekurangan, wajar ya, namanya juga Jakarta. Dibandingkan tempat lain, tinggal di Tebet itu lebih enak, terutama karena belang-belang-nya itu.
Setelah menjalani Lintas Tebet, apa pendapatmu sekarang tentang warga Tebet?
Kalau ternyata masalah mereka, dalam skala lebih kecil, tidak kalah banyak dengan masalah di tingkat nasiopnal. Selain itu, mereka yang terkena musibah banjir atau kebakaran, masih bisa tersenyum. Orang-orang di bantaran Ciliwung pernah berkata, kalau mereka tidak begitu pusing dengan banjir, karena mereka lahir, besar, berkeluarga, mencari uang di sana – tanpa mengecilkan kesulitan mereka – mereka tidak terlalu sedih karena sudah biasa, daya juang mereka sangat tinggi. Warga Tebet itu juga cukup terbuka. Bayangkan, mereka sampai mengajak kami, orang yang tidak mereka kenal, masuk rumah mereka untuk mengobrol dan wawancara dengan ramah.
Kalau ternyata masalah mereka, dalam skala lebih kecil, tidak kalah banyak dengan masalah di tingkat nasiopnal. Selain itu, mereka yang terkena musibah banjir atau kebakaran, masih bisa tersenyum. Orang-orang di bantaran Ciliwung pernah berkata, kalau mereka tidak begitu pusing dengan banjir, karena mereka lahir, besar, berkeluarga, mencari uang di sana – tanpa mengecilkan kesulitan mereka – mereka tidak terlalu sedih karena sudah biasa, daya juang mereka sangat tinggi. Warga Tebet itu juga cukup terbuka. Bayangkan, mereka sampai mengajak kami, orang yang tidak mereka kenal, masuk rumah mereka untuk mengobrol dan wawancara dengan ramah.
Nugroho Nurdikiawan , Editor Majalah Komunitas "LINTAS TEBET"
http://massandry.blogspot.com
http://massandry.blogspot.com
Kisah Jakarta "ASAL USUL WARTEG WARMO"
http://massandry.blogspot.com
CIKAL BAKAL WARTEG DI JAKARTA
Warmo (kanan), tempat nongkrong para artis yang kebetulan sempat tinggal di Tebet. Jalan di sebelah kiri itu merupakan jalan menuju ke Tebet Timur Dalam, dimana di lokasi itu terdapat Hutan Kota Tebet. Jalan ini bisa nembus sampai ke jalan MT Haryono.
CIKAL BAKAL WARTEG DI JAKARTA
Rawa-rawa dan persawahan masih banyak sampai dengan tahun 1962. Kalo Anda pernah melancong ke Tebet dan mengetahui ada hutan kota Tebet yang terletak di Tebet Timur, dahulu lokasi itu adalah persawahan. Dari hutan kota Tebet sampai dengan pasar darurat yang menuju ke arah Tebet Utara, semuanya masih sawah.
Di ujung pasar darurat, persis di pojok perlintasan antara Tebet Utara, Tebet Barat, dan Tebet Timur, ada sebuah warung yang sampai sekarang masih ngetop, yakni warung makan bernama Warmo. Kata ‘Warmo’ sebenarnya kependekatan dari Warung Mojok. Seperti yang saya sudah jelaskan, maksud ‘warung mojok’ ya karena warungnya memang lokasinya di pojok jalan.
Seperti juga warung-warung makan lain, Warmo juga menjual makanan rumahan ala warung Tegal biasa. Barangkali yang membedakan, kalo kebetulan makan di situ dan beruntung, Anda bisa bertemu dengan sejumlah artis ibukota. Maklumlah, dahulu warung ini seringkali menjadi tempat gaul para artis ibukota, yang sebagaian besar berdomisili di kawasan Tebet dan sekitarnya. Hingga sekarang, sekelompok artis itu sesekali masih sering mangkal di Warung ini. Yang istimewa lagi, warung berukuran 10x7 m2 ini buka 24 jam non-stop.
Warmo (kanan), tempat nongkrong para artis yang kebetulan sempat tinggal di Tebet. Jalan di sebelah kiri itu merupakan jalan menuju ke Tebet Timur Dalam, dimana di lokasi itu terdapat Hutan Kota Tebet. Jalan ini bisa nembus sampai ke jalan MT Haryono.
Warmo termasuk salah satu pelopor warung tegal di Jakarta. Warteg ini didirikan Darsyid dan adiknya, Tumuh. Kedua pria ini berasal kota pesisir, Tegal, Jawa Tengah. Mereka merantau ke Jakarta pada tahun 1955. Di Jakarta, Darsyid berganti-ganti pekerjaan. Awalnya ia menjadi jadi pembantu rumah tangga. Lalu ia pernah berjualan es podeng. Setelah menikah dengan wanita sekampungnya, Tarina, pada tahun 1970, Darsyid nekad membuka warung nasi.
“Waktu ada uang saya mikir, daripada dibeliin radio lebih baik buka warung nasi,” kata Darsyid.
Di tahun 1970-an belum ada nama brand bernama ‘warteg’ atau warung tegal di Jakarta. Dulu namanya masih warung nasi saja. Suatu ketika masih di tahun 1970-an, Darsyid mengajak rekan anggota arisan pengusaha warung nasi asal Tegal untuk mengubah nama warung-warung mereka menjadi warung Tegal. Usulan tersebut kemudian disepakati. Inilah cikal bakal kata ‘warteg’.
Sebelum menetap di Tebet, Darsyid dan Tumuh membuka warteg di pinggir gang Kober, Jatinegara, Jakarta Timur. Namun wartegnya digusur, karena pelebaran gang menjadi jalan besar. Ia kemudian pindah ke Tebet. Ia mendirikan warteg dengan bilik bambu di atas tanah negara di tempat yang bertahan hingga kini.
Awalnya Darsyid menamai warungnya dengan warteg. Namun Raja Dangdut Rhoma Irama, yang kebetulan sempat tinggal di jalan Gudang Peluru yang tidak jauh dari Tebet, memberi nama Warmo. Warmo singkatan dari warung mojok. Nama itu dipilih karena lokasinya di pojokan. Kebetulan juga salah seorang karyawan Darsyid bernama Warmo. Karena Darsyid sering memanggilnya, nama Warmo menjadi akrab di telinga pelanggan. Bahkan nama itu lebih terkenal daripada namanya pemiliknya, Darsyid dan Tumuh.
Anak muda seperti Rhoma Irama tadi lebih suka menyebutnya Warmo daripada warteg. Darsyid pun terpaksa mengubah nama warungnya menjadi Warmo. Kini namanya Warteg Warmo Jadi Mulya.
Oh iya, entah benar atau tidak, ada yang bilang kalo makan di Warmo jangan dibawa pulang. Kalo dibawa pulang, makanannya jadi tidak sedap lagi. Mending makan di tempat. Kenapa? Konon menurut kabar, ada 'jimat' yang diletakkan di salah satu sudut warung itu, dimana 'jimat' itu mensyaratkan makanan cuma enak kalo makan di situ. Biasalah, di warteg mana pun pasti ada hal-hal yang dimiliki oleh si pemilik. Kalo bukan centong nasinya yang harus centong tertentu yang sudah dibacakan oleh 'dukun' atau yang paling banyak huruf Arab yang biasanya diambil dari petikan dari Al-Qur'an yang diletakkan di atas pintu masuk warteg. Kutipan Al-Qur'an itu membungkus beberapa butir biji padi.
Kisah Jakarta "ASAL USUL DAERAH TEBET BARAT"
TEBET: ‘KAMPUNG BARU’ GUSURAN SENAYAN
Mengenang Tebet seperti mengingat masa saya pacaran dahulu. Kalo saja tidak punya pacar orang Tebet, barangkali saya tidak begitu mengenal Tebet. Memang sih pengetahuan saya tetang wilayah yang berada di Jakarta Selatan ini masih seujung kuku alias cetek. Masih kalah dengan mereka yang sudah lebih dulu lahir dan besar di Tebet. Meski begitu, kurang lebih tujuh tahun tinggal di Tebet, cukup buat saya tahu tempat-tempat di Tebet.
Mengenang Tebet seperti mengingat masa saya pacaran dahulu. Kalo saja tidak punya pacar orang Tebet, barangkali saya tidak begitu mengenal Tebet. Memang sih pengetahuan saya tetang wilayah yang berada di Jakarta Selatan ini masih seujung kuku alias cetek. Masih kalah dengan mereka yang sudah lebih dulu lahir dan besar di Tebet. Meski begitu, kurang lebih tujuh tahun tinggal di Tebet, cukup buat saya tahu tempat-tempat di Tebet.
Saya menginjakkan kaki pertama kali di Tebet sejak awal tahun 1997. Saat itu, saya sering bolak-balik Tebet-Cempaka Putih. Tidak dalam rangka bisnis, tetapi PDKT alias pendekatan pada seorang gadis yang tinggal di Tebet Timur Dalam. Gadis berdarah Magelang, Jawa Tengah ini lahir dan dibesarkan di Tebet.
Gadis yang kelak bersuamikan saya ini bernama Sindhi. Kebetulan orangtuanya adalah salah satu keluarga yang sempat tinggal di Senayan. Oleh karena pada tahun 1963 akan didakan penyelenggaraan Games of New Emerging Forces (Ganefo), maka warga penduduk di Senayan dan sekitarnya terpaksa dibebaskan.
PERHELATAN PERTAMA DAN TERAKHIR
Kisah Tebet menjadi sebuah pemukiman yang berkembang, memang tidak bisa lepas dari kisah Ganefo pada tahun 1963 itu. Adalah Presiden Republik Indonesia ke-1, Ir. Sukarno berhasil mengguncang dunia dengan membuat tandingan dari Olimpiade Tokyo dengan menyelenggarakan Ganefo ini.
Penyelenggaraan Ganefo ini dipicu oleh kemarahan Soekarno marah gara-gara Komite Olimpiade Internasional (KOI) menskorsing Indonesia buat ikutan Olimpiade Tokyo. Pasalnya, Soekarno melarang Israel dan Taiwan ikut Asian Games tahun 1962 di Jakarta. Larangan tersebut merupakan bentuk dukungan Indonesia pada Republik Rakyat China (RRC) dan negara-negara Arab yang sedang konflik dengan Taiwan dan Israel, padahal Taiwan dan Israel adalah anggota resmi PBB.
Bayangkan Tebet di tahun 60-an, ketika belum ada warga gusuran Senayan, asri dan rimbunnya hampir mirip kayak begini. Ada pepohonan yang rimbun dan anak sungai Ciliwung yang mengalir membelah hutan, meski sungainya masih alami alias tidak ditembok kayak begini.
Meski ada larangan dari KOI, Ganefo berlangsung dengan sukses. Penyelenggaraan olahraga ini dihadiri oleh 2.200 atlet dari 48 negara Asia, Afrika, Amerika Latin dan Eropa. Sementara itu, nggak kurang dari 450 wartawan dari berbagai belahan dunia, datang ke Senayan. Ganefo ternyata menjadi perhelatan pertama dan terakhir, karena penyelenggaraan berikutnya gagal akibat persoalan politik.
Saya memang tidak mengalami Ganefo. Maklumlah, saat itu saya belum lahir. Namun saya bisa membayangkan berapa jumlah kampung yang dibebaskan pada tahun 1960-an. Data statistik menunjukkan, luas wilayah Tebet sekitar 3.00-an km2, dimana terdapat Tebet Barat, Tebet Timur, dan Tebet Utara. Kalo ditambah wilayah lain, yakni Kebon Baru, Bukit Duri, Manggarai, Manggarai Selatan dan Menteng Dalam, dimana wilayah tersebut masuk ke dalam Kecamatan Tebet, maka luas Tebet mencapai 9.53 km2.
BEKAS RAWA DAN EMPANG
Gara-gara proyek pembangunan kompleks olahraga Gelora Bung Karno dan perkampungan atlet, memang terjadi eksodus besar-besaran warga kampung Betawi ke wilayah ‘baru’ di Tebet. Sementara di Tebet sudah bermukim beberapa etnis lain. Tidak heran setelah tahun 1963, Tebet dihuni oleh multietnis. Selain etnis Tionghoa dan Arab, ada pula orang Belanda maupun Portugis yang masih bermukim di Tebet pada tahun 1960-an.
“Setidaknya ada dua kampung Betawi asal Semanggi yang pindah ke Tebet. Nama kampung itu adalah kampung Tunduan,” jelas pak Soetono, warga asli Tebet yang sekrang bermukim di Cipondoh, Tanggerang, Banten. “Kayaknya warga kampung Tunduan sudah nggak ada, deh. Yang pasti dulu, kampung ini mendiami wilayah yang sekarang dikenal dengan Semanggi sampai Parkir Timur Senayan.”
Belakangan ketika ada perluasan di sekitar Senayan, ada kampung lain yang juga dibebaskan. Kampung yang kena gusur ini dikenal dengan kampung Kemandoran yang sebelum tahun 1970-an mendiami wilayah sekitar stasiun kereta api Palmerah.
“Warga yang di Semanggi punya tanah ribuan meter persegi, begitu di Tebet diganti jadi beberapa kavling,” jelas pak Soetono.
Kalo menggali sejarahnya, sebelum terjadi eksodus besar-besaran warga Betawi dari Senayan, wilayah Tebet sebenarnya memang sudah ada. Namun Tebet belum menjadi pemukiman yang ‘asyik’. Maklumlah, Tebet masih dianggap sebagai ‘jin buang anak’, karena mayoritas lokasi masih berupa rawa, semak belukar, pepohonan yang besar-besar, serta anak-anak sungai yang mengalir di beberapa wilayah itu.
Kata ‘Tebet’ sendiri berasal dari kata ‘Tebat’. Arti ‘Tebat’ adalah sebuah tambak di tengah rawa-rawa, dimana air yang ada di tambak itu berasal dari aliran sungai. Tambak di sini bisa difungsikan sebagai tempat menampung air hujan agar tidak menggenangi daerah sekeliling. Kalo bahasa Betawi, dikenal dengan sebutan ‘Empang’. Arti kedua, adalah tambak yang dibuat di sungai dan juga di rawa, dimana tempat itu dijadikan tambak ikan.
Kalo melihat arti kata pertama, bahwa ketika zaman Belanda, Tebet dijadikan salah satu wilayah resapan air, karena terdapat banyak rawa dan dilewati oleh aliran anak sungai cabang dari sungai Ciliwung yang memang dekat dari wilayah Tebet. Kebetulan pula Tebet dianggap sebagai dataran rendah. Idenya, ketika Hindia Belanda mendirikan Verenigde Oost Indische Compagnie (VOC), Batavia kemudian berkembang, Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels menjadikan Kota sebagai pusat pemerintahan. Sementara itu, wilayah di luar itu dijadikan sebagai daerah pemukiman serta dearah resapan air.
Dengan mencontoh negara asalnya, tata ruang di Batavia dibentuk sedemikain rupa sehingga mirip seperti di Belanda. Ada kanal yang dibangun untuk menanggulangi masalah banjir atau genangan air, salah satunya pendirian Banjir Kanal Barat pada tahun 1930-an, dimana pintu kanalnya berada di Manggarai. Sementara itu, daerah-daerah yang memang secara alamiah telah berfungsi sebagai daerah resapan dan tangkapan air, tetap dibiarkan begitu saja. Artinya, pihak Belanda tidak mengizinkan orang bermukim di lokasi tersebut. Kisah yang beredar, agar penduduk tidak berani mendirikan rumah di daerah resapan air, dibuatlah legenda untuk menakut-nakuti warga, bahwa lokasi yang rawa-rawa sebagai tempat jin buang anak.
“Wah kalo dulu setiap sore mancing di sungai dekat rumah,” kata pak Soetono, mengingat kenangan masa kanak dengan orangtuanya yang sejak tahun 1962 mendiami Tebet Timur Dalam ini.
Seiring dengan waktu, dimana sudah tidak banyak lagi rawa maupun tambak, nama ‘Tebat’ berubah menjadi Tebet. Maklumlah, Tebet kemudian menjadi salah satu wilayah pemukiman kelas menengah ke atas. Belakangan malah berdiri apartemen, perkantoran, dan pusat jajan.
Sebenarnya bukan cuma Tebet yang dahulu bekas rawa-rawa. Banyak daerah yang jelas-jelas menggunakan kata ‘rawa’. Sebut saja Rawa Badak, Rawa Jati, Rawasari, dan sebagainya. Sudah pasti, penamaan itu ada kaitannya dengan fungsi daerah tersebut pada masa silam, yakni daerah rawa-rawa juga. Sekarang, rawa-rawa itu sudah lenyap, tinggal namanya saja.
Begitu pula dengan Empang. Di Jakarta ini dahulu banyak sekali Empang. Emang-Empang di Jakarta kini sudah ‘almarhum’. Sekarang kita mengenal Empang sekadar kata yang dijadikan nama jalan. Salah satunya jalan Empang Tiga di daerah Kalibata, Jakarta Selatan.
TANAH LAPAN TEMPAT MAIN BOLA
Tiap kali ngapel ke rumah calon istri, saya selalu naik Metromini S-60. Rute S-60 adalah Manggarai-Kampung Melayu. Baik dari Manggarai menuju Kampung Melayu atau sebaliknya, S-60 pasti akan melewati Tebet. Kalo dari Manggarai, S-60 akan melewati Tebet Barat Dalam. Metromini ini pasti akan ngetem di samping Kecamatan Tebet, tepatnya di samping McDonnald, jalan Prof. Dr. Soepomo. Setelah mendapatkan ‘sewa’ yang biasanya mereka yang habis mengurus sesuatu di Kecamatan atau mengirim surat di kantor pos yang ada di situ. Saya sendiri pada saat mengurus surat menikah, di Kantor Urusan Agama (KUA) yang ada di kompleks Kecamaten Tebet situ.
Metromini kemudian bergerak ke Pasar Tebet Barat. Nah, di Pasar Tebet Barat ini Metromini ngetem lagi untuk yang kedua kali. Tentang Pasar Tebet Barat, Anda harus sedikit mengetahuinya, karena pasar ini cukup bersejarah. Kenapa? Sebab, sebelum eksodus besar-besaran warga kampung Betawi asal Semanggi tahun 1960-an, pasar Tebet Barat sudah ada.
Sebelum menjadi gedung dan dikelola oleh PD Pasar Jaya, pasar Tebet Barat hanya sebuah tanah lapang yang luas. Bayangkan sebuah lapangan sepakbola yang ada di tengah-tengah rawa maupun persawahan. Dahulu belum banyak perumahan yang bermukim di sekitar Tebet Barat. Meski begitu, lapangan yang luas ini menjadi tempat berkumpulnya para pedagang dari berbagai daerah, termasuk dari Manggarai, Cililitan, maupun Pasar Minggu. Yang paling banyak berdagang pada saat itu adalah etnis Tionghoa. Literatur menyebutkan, etnis Tionghoa menguasai perdagangan di beberapa wilayah Batavia sejak abad 19.
Rawa yang tumbuh di sekitar mulai ditebang. Munculah beberapa rumah di sekitar pasar. Penghuni rumah tidak hanya dari etnis Tionghoa, tetapi juga dari etnis lain. Begitu eksodus, banyak warga Betawi asal Senayan yang memilih tinggal di dekat Tebet BaratMereka yang memilih Tebet Barat sebagai pemukiman ini lumrah. Setidaknya ada dua alasan. Alasan pertama, lokasi perumahan mereka dekat dengan jalan utama. Kalo mereka ingin ke Pasar Minggu cukup jalan kaki ke Pancoran lalu naik oplet atau delman dari Pancoran. Alasan kedua, biasanya warga Betawi yang memilih Tebet Barat adalah ingin ikut berdagang. Orang-orang Betawi yang terakhir ini biasanya bukan sebagai pegawai, tetapi memang wiraswasta, entah itu menjadi pedagang ayam potong atau pedagang makanan seperti gado-gado, soto Betawi, nasi uduk, dan makanan lain khas Betawi.
Lapangan sepakbola PSPT di Tebet Timur. Dahulu Pasar Tebet Barat cuma tanah lapang kayak lapangan sepakbola ini. Di tanah lapang ini berdiri gubuk-gubuk para pedagang. Lambat lain dibuatkan bedeng semi permanen, permanen, dan akhirnya dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta di jaman Ali Sadikin.
Ketika menjelang sore, tanah lapang itu difungsikan untuk main sepakbola. Di tahun 1960-an memang belum ada lapangan sepakbola PSPT seperti sekarang ini. Warga Tebet masih main sepakbola di Tebet Barat. Namun ketika jumlah pedagang semakin banyak, apalagi ketika terjadinya eksodus, lapangan bola terpaksa digusur, dialihkan ke lapangan sepakbola di Tebet Timur.
Agar supaya lokasi dagang aman, teduh, dan tidak terkena hujan, maka lapangan tersebut ‘disulap’ menjadi kios-kios permanen. Kios-kios tersebut dibuat dari kayu. Baru pada zaman Gubernur Ali Sadikin, Pasar Tebet Barat dikomersilkan dengan dikelola langsung oleh Pemda DKI Jakarta.
SEKOLAH DARI ATAP RUMBIA
Kalo sedang tidak naik kendaraan pribadi, biasanya kalo ngapel ke rumah calon istri saya naik Metromini S-60 dan turun di daerah yang ngetop dengan sebutan ‘bedeng’. Kata ‘bedeng’ sebenarnya merujuk pada sebuah sekolah yang dikenal dengan nama SD Bedeng yang berdiri sekitar tahun 1962. Padahal nama SD-nya sendiri bukan SD Bedeng.
Asal muasal dinamakan SD Bedeng, karena dahulu bangunan sekolah ini menggunakan bahan dari tripleks, mirip bedeng tempat para kuli biasa tinggal untuk sementara waktu selama bekerja di sebuah proyek. Kalo seluruh bangunannya menggunakan tripleks, atapnya menggunakan rumbia. Tahu kan rumbia? Yakni dari daun kelapa yang sudah kering.
Asal muasal dinamakan SD Bedeng, karena dahulu bangunan sekolah ini menggunakan bahan dari tripleks, mirip bedeng tempat para kuli biasa tinggal untuk sementara waktu selama bekerja di sebuah proyek. Kalo seluruh bangunannya menggunakan tripleks, atapnya menggunakan rumbia. Tahu kan rumbia? Yakni dari daun kelapa yang sudah kering.
SD Bedeng ternyata berhubungan erat dengan SD BO yang ada di Pisangan Baru I, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur. Huruf BO di depan kata SD, kependekan dari Boedi Oetomo. Sejak tahun 80-an, SD BO diganti namanya menjadi SD Pisangan Timur.
Ketika SD BO direnovasi, sisa bahan bangunannya dikirim ke SD Bedeng. Namun sayang, bahan bangunan yang dikririm, dikorupsi oleh warga sekitar SD Bedeng. Bukan hanya pasir, tetapi bata maupun ubin diambil. Kebetulan pada saat pembangunan SD Bedeng dari tripleks menjadi tembok dan dari atap rumbiah menjadi genteng, warga sekitar yang melaksanakan. Tahun itu belum banyak kuli bangunan atau kontraktor yang dibayar untuk membangun gedung.
“Target sepuluh kelas, eh jadi cuma tiga kelas,” ujar pak Soetono, warga Tebet Timur Dalam, dimana rumanya dekat sekali dengan SD Bedeng. “Habis bahan bangunannya dikorupsi. Sebagian dari mereka yang ikut membangun SD Bedeng membawa bahan bakunya ke rumah masing-masing.”
Di samping SD BO sebenarnya ada SD lain yang kini sudah almarhum, yakni SD Gotong Royong. SD swasta ini didirikan oleh Sitti Rohaya sekitar tahun 1972. Wanita ini pula yang menjadi Kepala Sekolah.
Sitti Rohaya (duduk) bersama sang suami, Raden Saleh Sastrawinata, dan putra pertama mereka.
Nama Sitti Rohaya memang nggak bisa dilepaskan dari SD Gotong Royong. Sebelum mendirikan sekolah swasta ini, Sitti adalah seorang guru di SD Kemajuan Istri pada tahun 1962. Murid sekolah ini khusus wanita.
Suatu hari, seorang pengusaha ingin menjual tanahnya yang berhektar-hektar di jalan Pisangan. Nama pengusaha ini adalah Mr. Hadi. Beliau pengusaha dari Yogya. Untuk mewujudkan cita-cita memiliki sekolah, akhirnya Sitti Rohaya membeli sedikit tanah, yakni sekitar 250 m2 di samping SD BO. Inilah cikal bakal berdirinya SD Gotong Royong.
Menurut ibu Sitti Saudari, Sitti Rohaya adalah salah seorang wanita pintar di Indonesia. Kenapa? Wanita asal Sindang Laut, Jawa Barat ini berhasil disekolahkan oleh orang Belanda gara-gara jago matematika.
“Setelah ibu Dewi Sartika, ya ibu Sitti Rohaya ini yang disekolahkan oleh orang Belanda,” kata ibu Sitti Saundari, yang merupakan menantu ibu Sitti Rohaya ini dari anak kedua.
Sitti Rohaya menikah dengan Raden Saleh Sastrawinata. Pria keturunan ningkrat ini asli Cianjur lalu pindah ke Bandung. Di kota Bandung inilah Sitti Rohaya dan Raden Saleh berjumpa. Mereka dikarunai dua orang putra. Yang pertama bernama Raden Didi Sunardi. Anak kedua bernama Raden Dundi Djunaedi. Ibu Sitti Saundari adalah istri Raden Dundi Djunaedi.
Raden Saleh juga orang pintar. Menurut ibu Raden Saundari, Raden Saleh adalah salah seorang yang membangun stasiun kereta api Pasar Minggu. Ia pun sempat menjadi Kepala Stasiun di zaman Belanda yang dikenal dengan istilah ‘OO’ atau offsetter.
Sepeninggal Raden Saleh, Sitti Rohaya membangun sekolah di atas tanah yang dahulu adalah rawa-rawa di Pisangan Baru. Selain siswa yang mampu bayar, wanita ini juga menampung anak-anak yang nggak mampu. SD Gotong Royong ini memang punya misi sosial, padahal sekolah ini adalah sekolah swasta. Beda dengan SD sebelahnya, yakni SD BO.
“Ibu Sitti Rohaya sendiri pindah ke Jakarta dari Bandung sebelum Gestapo,” ujar ibu Sitti Saundari.
“Ibu Sitti Rohaya sendiri pindah ke Jakarta dari Bandung sebelum Gestapo,” ujar ibu Sitti Saundari.
Begitu Ali Sadikin menjadi Gubernur DKI Jakarta, wilayah DKI berubah, termasuk di daerah Pisangan. Bersamaan dengan perubahan ini, tumbuh beberapa SD Inpres. Nggak cuma SD BO dan SD Gotong Royong lagi. Ada SD 01 di Bypass atau jalan Ahmad Yani, Jakarta Pusat. Lalu SD 03 Gang Skip, Jakarta Timur. Ada pula SD Domis yang didirikan oleh orang Belanda bernama Domispar.
SD BO yang sekarang masih gagah berdiri.
Munculnya SD-SD baru membuat SD Gotong Royong kekurangan murid. Sejumlah orangtua murid memasukkan anak-anak ke SD-SD baru itu. Padahal SD swasta ini nggak terlalu cari untung. Seperti yang sudah dijelaskan ibu Sitti Saundari, bahwa SD Gotong Royong juga menampung murid-murid yang orangtuanya nggak mampu.
“Bahkan ibu Sitti Rohaya senang banget kalo mendapatkan murid pintar tapi miskin dan nggak mampu bayar,” jelas ibu Sitti Saundari yang kini hidup menjanda, karena suaminya sudah meninggal.
Meski sudah dibuka sekolah SMP dan SMA, SD Gotong Royong tetap nggak mampu bertahan. Bahkan operasional sekolah SMA cuma bertahan sampai 5 tahun. Walhasil, sekolah Gotong Royong ditutup, karena mengalami kebangkrutan. Ini terjadi sekitar tahun 80-an.
“Bekas bangunan sekolah Gotong Royong kemudian kami jadikan kos-kosan,” ujar ibu Sitti Saundari. “Habis darimana kami bisa mendapatkan uang kalo nggak membuat kos-kosan?”
Menurut ibu Sitti, kos-kosan di rumah bekas sekolah Gotong Royong ini menjadi cikal bakal tumbuhnya kos-kosan di wilayah Pisangan. Seperti juga sekolah yang dikelola almarhum Sitti Rohaya yang sangat peduli pada orang miskin, kos-kosan ibu Sitti ini juga menampung para pedagang dan orang-orang kelas bawah. Gara-gara menampung orang miskin, harga kos-kosan pun jauh lebih murah.
“Kalo di kos-kosan lain harganya sudah 500 ribuan, di kos-kosan kami cuma 200 ribuan,” ujar ibu Sitti Saundari. “Bahkan dengan harga segitu, masih ada yang ngicil bayar 50 ribuan segala.”
Ada bahkan penghuni kos seorang janda yang profesinya pencuci pakaian. Saking kasihan, ibu Sitti Saundari memberikan keringanan sampai dengan harga kos-kosan per bulannya Rp 100 ribu. Padahal penghuni yang lain bayar Rp 200 ribu.
Saat ini jumlah kamar kos-kosan di rumah ibu Sitti berjumlah 15 kamar. Sepuluh kamar di bawah, 5 kamar di atas. Kalo melihat jumlah kamar, beberapa orang sekitar situ menganggap ibu Sitti banyak duitnya. Padahal, ya itu tadi, bahwa penghuni kos-kosannya banyak yang nyicil. Bahkan sering ada penghuni kos yang melupakan cicilan bulan lalu yang kurang.
“Saya sih nggak cerewet, paling-paling anak saya yang marah-marah,” ungkap ibu Sitti. “Biasanya kalo ada penghuni yang nakal, anak saya mengunci pintu kos atau mengusir mereka yang nggak bayar-bayar. Kasihan juga sih. Habis gimana lagi?”
RUMAH SAKIT TEBET
Rumah Sakit (RS) Tebet ini merupakan salah satu RS swasta di DKI Jakarta yang dikelola oleh Yayasan Bina Sehat Internal. Lokasi RS Tebet di jalan Letnan Jenderal MT Haryono No. 8, Tebet, Jakarta Selatan.
Sejarah Rumah Sakit Tebet Rumah Sakit Tebet berdiri pada 2 April 1982. Setelah setahun berdiri, RS Tebet masih merupakan klinik praktek bersama Dokter Spesialis. Dengan alat penunjang yang minim (Radiologi dan USG), jumlah karyawan yang minim, dan pengembangan sumber daya manusia belum ada, RS Tebet tetap melayani pasien. Maklumlah, selain nggak banyak RS yang dekat di Tebet, RS Tebet ini relatif murah dibanding dengan RS-RS yang ada pada tahun itu.
SENAYAN SEKARANG
Wilayah Tebet sekarang ini sudah berubah wujud menjadi pemukiman. Meski jadi pemukiman, namun Tebet masih tetap banyak jalur-jalur hijaunya. Maklumlah, di tiap RW, masih ada taman bermain. Yang paling asyik kalo sempat berkunjung ke Tebet Timur Dalam, Anda akan menjumpai Hutan Kota Tebet.
Kalo Tebet masih menjaga keasrian wilayah, gimana dengan Senayan? Seperti kita tahu, Senayan kan mantan daerah warga Tebet yang tergusur? Senayan adalah daerah yang parah! Pemerintah Kota (Pemkot) DKI Jakarta dan juga pemerintah nggak bisa menjaga wilayah Senayan sebagai salah satu jantung Jakarta.
Sebagaimana saya kutip dari buku Alam Jakarta karya Ady Kristanto dan Frank Momberg (penerbit PT. Rajagrafindo Persada, 2008, hal 124), menurut Rencana Induk Jakarta tahun 1965-1985, areal seluas 279 hektar di Senayan itu, 80%-nya akan dibuat Ruang Terbuka Hijau (RTH). Namun apa yang terjadi? Senayan dialihfungsikan menjadi Gedung DPR, Mal Senayan, hotel, dan JCC.
Meski separuh wilayah Senayan sudah jadi 'hutan beton', Senayan tetap menjadi andalan buat paru-paru kota. Maklumlah, masih ada beberapa pohon tumbuh di sekitar situ. Kalo beruntung, di pohon-pohon yang tumbuh di Senayan itu ada beberapa satwa liar, antara lain cecak terbang (Draco volans), cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster), burung kacamata biasa (Zosterops palpebrosus), betet biasa (Psittacula alexandri), walet linchi, dan kapinis. Bayangkan kalo dahulu Senayan nggak dialihfungsikan, saya yakin banyak satwa liar lain yang 'bergentayangan' di situ.
Tuesday, December 6, 2011
Today is A BIRTHDAY !
Todai is A BIRTHDAY !
Farrel atau Kaka, sekarang sudah duduk di bangku kelas satu SD Negeri 18 Pagi Tebet Timur atau sama dengan tempat ayahnya dulu bersekolah dasar. Selain bersekolah formal, Kaka juga mengikuti aktivitas Mengaji rutin yang setiap hari diadakan bada waktu ashar hingga menjelang bada waktu maghrib disekitar rumah yang diasuh oleh Ustadz musholla dekat rumah kami berada. Memang tidak seperti sekolah agama yang mengajarkan banyak sekali pelajaran tentang agama pada umumnya, ditempat kaka mengaji juga diajarkan nilai nilai agama islam meski dengan porsi yang lebih sedikit. Tak terasa juga waktu 2 tahun berlalu sejak mulai mengikuti aktivitas mengaji rutin, hingga saat ini Kaka sudah dapat membaca ayat suci Al-Quran dengan baik, sebuah pencapaian yang membanggakan untuk masa depannya nanti.
Tentunya sebagai orang tua, saya juga tidak mau membebani anak berusia tujuh tahun tersebut untuk bisa mengikuti banyak kegiatan di luar waktu sekolah formalnya, perlu tahapan tahapan yang sesuai dengan usianya seperti sekarang ini hanya mengikuti ktivitas mengaji rutin. Tentu aktivitas diluar waktu sekolah akan ditambah seiring dengan bertambahnya usia dan kemampuan yang mulai berkembang.
Doa dari Ayah dan Bunda
Ya Allah.. Berikanlah anugerah kepadaku dan istriku untuk kelangsungan hidup anakku, panjangkan usianya, sehatkan badannya, akhlaknya, agamanya, sejahterakan jiwa dan raganya serta alirkan rezekinya melalui tanganku, Berikanlah anugerah kepadanya kecerdasan akal fikiran dan kebeningan hati dan selalu mendoakan kepada kedua orang tuanya.
Ya Allah.. Bantulah aku, mendidiknya, berbuat baik kepadanya dari sisiMu serta jadikan anakku, mendekatiku,menyayangiku dan mencintaiku. Bantulah aku menjadikan anakku, orang yang baik dan bertakwa, yang mencintai dan setia kepada kekasih Mu, Muhammad SAW.
Ya Allah.. Berikan semua itu dengan petunjuk dan rahmatMu, berikan kepada kami apa yang terbaik di dunia dan akhirat. Amien
Selamat ulang tahun anakku, Farrel Mohammad Massandry
Bacaan Ringan "KULINER PLACE IN JOGYA"
http://massandry.blogspot.com
GUDEG
Gudeg Geneng Mbah Marto, Mangut Lele, Desa Sewon, Bantul belakang kampus ISI | Gudeg Batas Kota Jl Solo & Jl Wates | Gudeg Bu Amat, Kampung Mbarek | Gudeg Bu Hendro, spesial manggar, Jl. Hayam Wuruk, Lempuyangan | Gudeg Kendil Bu Tjitro, depan Jogja Expo Center, di Jalan Janti 330 | Gudeg Pawon, Jl.Dr.Soepomo (Jl.Janturan) | Gudeg Permata (Bu Pujo) Barat bioskop Permata Jl. Sultan Agung | Gudeg Tugu, Utara Perempatan Tugu Jogja | Gudeg Wijilan Jl. Wijilan sebelah timur Kraton, ada bermacam-macam warung | Gudeg Bu Sri, Jl. HOS Cokroaminoto, Wirobrajan | Gudeg Yu Djum, Kampung Mbarek 2
GUDEG
Gudeg Geneng Mbah Marto, Mangut Lele, Desa Sewon, Bantul belakang kampus ISI | Gudeg Batas Kota Jl Solo & Jl Wates | Gudeg Bu Amat, Kampung Mbarek | Gudeg Bu Hendro, spesial manggar, Jl. Hayam Wuruk, Lempuyangan | Gudeg Kendil Bu Tjitro, depan Jogja Expo Center, di Jalan Janti 330 | Gudeg Pawon, Jl.Dr.Soepomo (Jl.Janturan) | Gudeg Permata (Bu Pujo) Barat bioskop Permata Jl. Sultan Agung | Gudeg Tugu, Utara Perempatan Tugu Jogja | Gudeg Wijilan Jl. Wijilan sebelah timur Kraton, ada bermacam-macam warung | Gudeg Bu Sri, Jl. HOS Cokroaminoto, Wirobrajan | Gudeg Yu Djum, Kampung Mbarek 2
AYAM GORENG
Ayam Goreng Mbok Sabar, Jl. Jagalan | Ayam Goreng Ninit, Jl. C. Simanjuntak – Terban | Ayam Goreng Ny Suharti, Bawah Janti fly over | Ayam Goreng Suharti, Utara perepatan Gedong Kuning | Ayam Goreng Suka – Suka, Jl. Kaliurang Km 6 | Ayam Goreng Kukuruyuk, Demangan | Ayam Goreng, bebek goreng, iso babat Cak Koting, depan bioskop Mataram | Ayam Hong gowok depan SMA UII | Ayam Tohjoyo Jl. Solo sebelah barat TJ’s | Ayam Betutu Jimbaran, Jl. Palagan Tentara Pelajar | Yogya Chicken, Pelem Kecut, Selatan ex empire 21, Jl. Ibu Ruswo, Jl. Sisingamangaraja | Bebek Goreng H. Slamet, Jl. Gejayan & Jl. Mangkubumi | Bebek Suroboyonan, Warung Gobek, Jl. Nusa Indah 2, Condong Catur, Jogja, utara Pasar Condong Catur | Entok Betutu, Nologaten, Selokan Mataram
Ayam Goreng Mbok Sabar, Jl. Jagalan | Ayam Goreng Ninit, Jl. C. Simanjuntak – Terban | Ayam Goreng Ny Suharti, Bawah Janti fly over | Ayam Goreng Suharti, Utara perepatan Gedong Kuning | Ayam Goreng Suka – Suka, Jl. Kaliurang Km 6 | Ayam Goreng Kukuruyuk, Demangan | Ayam Goreng, bebek goreng, iso babat Cak Koting, depan bioskop Mataram | Ayam Hong gowok depan SMA UII | Ayam Tohjoyo Jl. Solo sebelah barat TJ’s | Ayam Betutu Jimbaran, Jl. Palagan Tentara Pelajar | Yogya Chicken, Pelem Kecut, Selatan ex empire 21, Jl. Ibu Ruswo, Jl. Sisingamangaraja | Bebek Goreng H. Slamet, Jl. Gejayan & Jl. Mangkubumi | Bebek Suroboyonan, Warung Gobek, Jl. Nusa Indah 2, Condong Catur, Jogja, utara Pasar Condong Catur | Entok Betutu, Nologaten, Selokan Mataram
IKAN BAKAR / GORENG
Jimbaran, Jl. Palagan Tentara Pelajar | Boyong Kalegan, Cangkringan, Sleman | Gubug Penceng, Cangkringan, Sleman | Ikan bakar, SGM (Belakang Kebun Binatang Gembiroloko) | Kangen Desa, Cangkringan, Sleman | Kangen Laut, Cangkringan, Sleman | Moro Lejar, Cangkringan, Sleman | Pari-pari, Cangkringan, Sleman | Mang Engking, Godean Sleman, special udang galah | Bebaqaran, Selatan jembatan Layang Lempuyangan | Warung Tenda Jalan Kaliurang Km. 4, Kawasan UGM | Sendang Ayu, Jl Solo, Kalasan depan sebrang POM bensin sebelum prambanan | Numani, Jl. Parangtritis (500m Selatan Ring Road Selatan) | Ikan Laut Bakar di Pantai Depok Bantul
Jimbaran, Jl. Palagan Tentara Pelajar | Boyong Kalegan, Cangkringan, Sleman | Gubug Penceng, Cangkringan, Sleman | Ikan bakar, SGM (Belakang Kebun Binatang Gembiroloko) | Kangen Desa, Cangkringan, Sleman | Kangen Laut, Cangkringan, Sleman | Moro Lejar, Cangkringan, Sleman | Pari-pari, Cangkringan, Sleman | Mang Engking, Godean Sleman, special udang galah | Bebaqaran, Selatan jembatan Layang Lempuyangan | Warung Tenda Jalan Kaliurang Km. 4, Kawasan UGM | Sendang Ayu, Jl Solo, Kalasan depan sebrang POM bensin sebelum prambanan | Numani, Jl. Parangtritis (500m Selatan Ring Road Selatan) | Ikan Laut Bakar di Pantai Depok Bantul
BAKMI DAN NASI GORENG
Bakmi Jawa Mbah Mo, Code, Bantul | Bakmi Pele, Pojokan Alun-alun Lor | Bakmi Depan Pasar Kolombo, Jl. Kaliurang Km 7.5 | Bakmi Batas Kota, Depan Gedung Wanitatama | Nasi Goreng Stiawan (koki) jl. Wonosari | Bakmi Kadin, Depan Bioskop Permata | Bakmi Terminal Terban | Bakmi Pak Kribo, Depan Hotel Sri Manganti, Rahayu | Bakmi Utara Tugu (Timur jalan & barat Jalan) | Bakmi Pak Tris, Jl. Kemetiran Kidul, Ngebuk | Mie Goreng Doring, perempatan pojok beteng kulon ke Utara. | Bakmi Depan Melia Purosani | Bakmi Pak Rebo, dekat fotokopi Sambas. Nasi goreng Depan SMA 7,Jl. MT Haryono,Nasi goreng Miroso, Timur Galeria | Miramen, Jakal KM 10,9, barat jalan, porsinya benar-benar jumbo | Mie Goreng Wirosaban sebelah Timur perempatan sebelum rumah sakit Wirosaban (Murah & enak) | Nasi Goreng kambing jalan Magelang | Mie Jakarta, depan RS. Bethesda, Jl. Sudirman | Bakmi Shibishu, Jl. Raya Bantul No.106. Beroperasi sejak 25 tahun lalu. | Nasi Goreng Beringharjo, Jl. Bringharjo 5
Bakmi Jawa Mbah Mo, Code, Bantul | Bakmi Pele, Pojokan Alun-alun Lor | Bakmi Depan Pasar Kolombo, Jl. Kaliurang Km 7.5 | Bakmi Batas Kota, Depan Gedung Wanitatama | Nasi Goreng Stiawan (koki) jl. Wonosari | Bakmi Kadin, Depan Bioskop Permata | Bakmi Terminal Terban | Bakmi Pak Kribo, Depan Hotel Sri Manganti, Rahayu | Bakmi Utara Tugu (Timur jalan & barat Jalan) | Bakmi Pak Tris, Jl. Kemetiran Kidul, Ngebuk | Mie Goreng Doring, perempatan pojok beteng kulon ke Utara. | Bakmi Depan Melia Purosani | Bakmi Pak Rebo, dekat fotokopi Sambas. Nasi goreng Depan SMA 7,Jl. MT Haryono,Nasi goreng Miroso, Timur Galeria | Miramen, Jakal KM 10,9, barat jalan, porsinya benar-benar jumbo | Mie Goreng Wirosaban sebelah Timur perempatan sebelum rumah sakit Wirosaban (Murah & enak) | Nasi Goreng kambing jalan Magelang | Mie Jakarta, depan RS. Bethesda, Jl. Sudirman | Bakmi Shibishu, Jl. Raya Bantul No.106. Beroperasi sejak 25 tahun lalu. | Nasi Goreng Beringharjo, Jl. Bringharjo 5
SATE & TONGSENG
Sate Kambing, Tongseng, Kekek, Jl Parangtritis, 200 m selatan Hotel Matahari | Sate Samirono, cabangnya banyak, ada di Colombo, Jalan kaliurang, Katamso, dll | Sate Klathak, Kenikmatan Kala Kambing & Sepeda Berkolaborasi | Sate Djono, Jl. Sagan Baru | Sate Kambing Sor Ringin, Utara Terminal Jombor | Sate Mlati (Lapangan Mlati ke Barat) | Sate Cak Kowie (Depan Gedung Wanitatama | Sate Ayam Depan Dolog, Kota Baru | Sate Kere, (Sapi) Jl. Godean Depan SPBU Sidoarum | Sate Ngaglik (kambing), Jalan Kaliurang Km. 9, Depan Kantor Kecamatan Ngaglik | Sate Pak Udin, depan Pabrik Cerutu Tarumartani | Sate Pak Udin, Taman Garuda, seberang Hotel Garuda | Sate Pak Amat, Jl. Sultan Agung | Sate Padang, depan Hotel Century, Jl Kaliurang (depan MIPA), Jl Sultan Agung | Lidah Kambing Goreng, (baceman kepala kambing) Jl. Kaliurang Km 7, Pasar Colombo | Sate Karang (Sapi), Lapangan Karang Kotagede | Sate Kuda Gondolayu (Bu Suparti) lokasinya di Jl. Jend. Sudirman No. 25 Jogja
Sate Kambing, Tongseng, Kekek, Jl Parangtritis, 200 m selatan Hotel Matahari | Sate Samirono, cabangnya banyak, ada di Colombo, Jalan kaliurang, Katamso, dll | Sate Klathak, Kenikmatan Kala Kambing & Sepeda Berkolaborasi | Sate Djono, Jl. Sagan Baru | Sate Kambing Sor Ringin, Utara Terminal Jombor | Sate Mlati (Lapangan Mlati ke Barat) | Sate Cak Kowie (Depan Gedung Wanitatama | Sate Ayam Depan Dolog, Kota Baru | Sate Kere, (Sapi) Jl. Godean Depan SPBU Sidoarum | Sate Ngaglik (kambing), Jalan Kaliurang Km. 9, Depan Kantor Kecamatan Ngaglik | Sate Pak Udin, depan Pabrik Cerutu Tarumartani | Sate Pak Udin, Taman Garuda, seberang Hotel Garuda | Sate Pak Amat, Jl. Sultan Agung | Sate Padang, depan Hotel Century, Jl Kaliurang (depan MIPA), Jl Sultan Agung | Lidah Kambing Goreng, (baceman kepala kambing) Jl. Kaliurang Km 7, Pasar Colombo | Sate Karang (Sapi), Lapangan Karang Kotagede | Sate Kuda Gondolayu (Bu Suparti) lokasinya di Jl. Jend. Sudirman No. 25 Jogja
SOTO
Soto Pasar, bu Pujo, pasar Bringharjo lantai 2, daging sapi | Soto Bu Cip, Tamansari, barat soto pak Marto, daging sapi | Soto Kudus Mandala Krida | Soto Kudus Depan Gedung Wanitatama | Soto Kudus Jl. Sultan Agung | Soto Kudus Jl Mojali, Utara Pom Bensin Mojali | Soto Pak Soleh, Jl. Gampingan, Tegal rejo daging sapi | Soto Pak Slamet Sidoarum Gamping, daging ayam | Soto Kadipiro, ada banyak di Jalan Wates, recommended yang sebelah Pom Benzin daging ayam dan sapi | Soto Gamping (Pertigaan Gamping – Ring Road Barat ke Barat, daging ayam | Soto Sawah, Mirota Godean ke Selatan, daging sapi | Soto Pak Marto, Dekat perempatan Tamansari , daging sapi | Soto Pak Tembong, perempatan Apotik Hayam Wuruk (Bausasran), daging ayam | Soto Pasar Kembang, daging ayam | Soto Toni, Sagan, daging ayam | Soto Sulung Cak H. Kowie, Depan Gedung Wanitatama • Soto Sulung Umbulharjo
Soto Pasar, bu Pujo, pasar Bringharjo lantai 2, daging sapi | Soto Bu Cip, Tamansari, barat soto pak Marto, daging sapi | Soto Kudus Mandala Krida | Soto Kudus Depan Gedung Wanitatama | Soto Kudus Jl. Sultan Agung | Soto Kudus Jl Mojali, Utara Pom Bensin Mojali | Soto Pak Soleh, Jl. Gampingan, Tegal rejo daging sapi | Soto Pak Slamet Sidoarum Gamping, daging ayam | Soto Kadipiro, ada banyak di Jalan Wates, recommended yang sebelah Pom Benzin daging ayam dan sapi | Soto Gamping (Pertigaan Gamping – Ring Road Barat ke Barat, daging ayam | Soto Sawah, Mirota Godean ke Selatan, daging sapi | Soto Pak Marto, Dekat perempatan Tamansari , daging sapi | Soto Pak Tembong, perempatan Apotik Hayam Wuruk (Bausasran), daging ayam | Soto Pasar Kembang, daging ayam | Soto Toni, Sagan, daging ayam | Soto Sulung Cak H. Kowie, Depan Gedung Wanitatama • Soto Sulung Umbulharjo
MASAKAN OLAHAN DAGING
Steak Waroeng, Demangan, Jl. Taman Siswa, Jl. Kaliurang, Jl. HOS. Cokroaminoto | Steak Obong | Steak Atap, barat samsat bumijo pas jalan turun | Iga Bakar, Jl. Gejayan, utara Selokan Mataram • Sop kambing Bang Udin Depan SMP N 1, Jl Cik Di Tiro | Sop kambing 3 Saudara, depan Bethesda | Steak Waroeng, Demangan, Jl. Taman Siswa, Jl. Kaliurang, Jl. HOS. Cokroaminoto
Steak Waroeng, Demangan, Jl. Taman Siswa, Jl. Kaliurang, Jl. HOS. Cokroaminoto | Steak Obong | Steak Atap, barat samsat bumijo pas jalan turun | Iga Bakar, Jl. Gejayan, utara Selokan Mataram • Sop kambing Bang Udin Depan SMP N 1, Jl Cik Di Tiro | Sop kambing 3 Saudara, depan Bethesda | Steak Waroeng, Demangan, Jl. Taman Siswa, Jl. Kaliurang, Jl. HOS. Cokroaminoto
RESTAURAN
Restauran Superman Jl. Sosrowijayan belakang Jl. Malioboro | Restauran Bale Raos, Selatan Kraton, timur Pasar Ngasem | Sekar Kedhaton, Jl. Tegal Gendu 28, Kotagede | Restauran Gajah Wong, Jl Gejayan, utara Jembatan Merah | Restauran Omah Duwur Jl Nyi Pembayun, Kotagede | Restauran Arirang, Jl Palagan Tentara Pelajar | Restauran Pandan Perak, timur monumen Jogja Kembali | Restauran Dixi easy dining, Jl Gejayan | Gabah Resto, Sagan | Sagan Resto, Perempatan Sagan, sebelah Utara Timur | Seven Resto, Jl. C Simanjuntak, selatan mirota kampus
Restauran Superman Jl. Sosrowijayan belakang Jl. Malioboro | Restauran Bale Raos, Selatan Kraton, timur Pasar Ngasem | Sekar Kedhaton, Jl. Tegal Gendu 28, Kotagede | Restauran Gajah Wong, Jl Gejayan, utara Jembatan Merah | Restauran Omah Duwur Jl Nyi Pembayun, Kotagede | Restauran Arirang, Jl Palagan Tentara Pelajar | Restauran Pandan Perak, timur monumen Jogja Kembali | Restauran Dixi easy dining, Jl Gejayan | Gabah Resto, Sagan | Sagan Resto, Perempatan Sagan, sebelah Utara Timur | Seven Resto, Jl. C Simanjuntak, selatan mirota kampus
BAKSO
Bakso Bakar Malang, Jl. Prof. Yohanes, Utara Gelleria Mall (menurutku yang paling enak bakso bakarnya, kalo kuah baksonya lebih mak nyus bawor) | Bakso & Mie Ayam Bawor, Samirono | Bakso Bethesda (Barat RS bethesda) | Bakso BOM Mas Aris ( perempatan janabadra timoho ke timur) | Bakso Cak Karno Sosrowijayan | Bakso Cak Karno, Pugeran (antara Pojok Beteng Kulon & Plengkung Gading) | Bakso Cak Mahmud Jl. Sultan Agung Bakso Gress Galeria mall | Bakso Kauman, dekat perempatan Kauman – Gggerjen, | Bakso Cak Narto Jl. Gejayan, Jl Kaliurang Km 9 & Colombo | Bakso Pak Kintel depan McD sudirman & bawah Janti fly over, ada paru plus tetelan | Bakso Pak Kumis Jl. Tamansiswa Bakso Ragil, Jl. Bantul | Bakso senayan, Jl. Kaliurang | Bakso Telkom, perempatan Timoho | Bakso urat Pak Brewok, Jl. AM Sangaji | Bakso Urat Pak Tembong, Jl. Juminahan, jagalan | Bakso Sak Kayange, Selatan dealer suzuki godean masuk sekitar 1km, | Bakso Kobis, lokasi di dalam parkiran stadion kridosono… enak & mumer
Bakso Bakar Malang, Jl. Prof. Yohanes, Utara Gelleria Mall (menurutku yang paling enak bakso bakarnya, kalo kuah baksonya lebih mak nyus bawor) | Bakso & Mie Ayam Bawor, Samirono | Bakso Bethesda (Barat RS bethesda) | Bakso BOM Mas Aris ( perempatan janabadra timoho ke timur) | Bakso Cak Karno Sosrowijayan | Bakso Cak Karno, Pugeran (antara Pojok Beteng Kulon & Plengkung Gading) | Bakso Cak Mahmud Jl. Sultan Agung Bakso Gress Galeria mall | Bakso Kauman, dekat perempatan Kauman – Gggerjen, | Bakso Cak Narto Jl. Gejayan, Jl Kaliurang Km 9 & Colombo | Bakso Pak Kintel depan McD sudirman & bawah Janti fly over, ada paru plus tetelan | Bakso Pak Kumis Jl. Tamansiswa Bakso Ragil, Jl. Bantul | Bakso senayan, Jl. Kaliurang | Bakso Telkom, perempatan Timoho | Bakso urat Pak Brewok, Jl. AM Sangaji | Bakso Urat Pak Tembong, Jl. Juminahan, jagalan | Bakso Sak Kayange, Selatan dealer suzuki godean masuk sekitar 1km, | Bakso Kobis, lokasi di dalam parkiran stadion kridosono… enak & mumer
SIOMAY, BATAGOR, PEMPEK
Siomay Telkom, samping SD Serayu | Siomay Mang Mudi, Ringroad Utara | Siomay Mang Mudi, utara Galeria Siomay ikan hiu, Candi Gebang | Siomay Mang ….., utara pasar Ngasem | Siomay Mang Cepot – Jl. Kaliurang KM.8, daerah Dayu, utara pom bensi prujakan | Siomai, Batagor Canthel, Timur Stadion Mandala Krida | Batagor Sampurna – lokasi perempatan pom bensin sagan | Pempek Ny Kamto Junaedi, selatan Toko Ramai, Amplaz BG Floor, Jl. Palagan Tentara Pelajar | Pempek Jl Tamam Siswa | Pempek Jl. Kaliurang KM. 5, depan Toko Merah
Siomay Telkom, samping SD Serayu | Siomay Mang Mudi, Ringroad Utara | Siomay Mang Mudi, utara Galeria Siomay ikan hiu, Candi Gebang | Siomay Mang ….., utara pasar Ngasem | Siomay Mang Cepot – Jl. Kaliurang KM.8, daerah Dayu, utara pom bensi prujakan | Siomai, Batagor Canthel, Timur Stadion Mandala Krida | Batagor Sampurna – lokasi perempatan pom bensin sagan | Pempek Ny Kamto Junaedi, selatan Toko Ramai, Amplaz BG Floor, Jl. Palagan Tentara Pelajar | Pempek Jl Tamam Siswa | Pempek Jl. Kaliurang KM. 5, depan Toko Merah
WARUNG MAKAN SERBA ADA & MAKANAN LAIN
Sego Abang Mbah Jirak, Wonosari Gunungkidul, Kota Wonosari ke timur (antara jarak yang di tempuh dan kenikmatan yang didapatkan sangat sepadan, top tenan rasane) SGPC Bu Wiryo, Selokan mataram utara Fakultas Kedokteran Hewan UGM | Masakan Thailand Phuket, utara jembatan layang Lempuyangan, utara rel kereta HOS Cokroaminoto | Angkringan Lik Man Lor Tugu | kopi Joss & Sego KucingAngkringan Lik Min, SMSR, Jl Bantul | Angkringan Lik Adi, Nganggo Suwe, perempatan Tegal Gendu Kota Gede | Kopi Jawa Timuran Blandongan, Sorowajan, Gowok ke selatan | Pecel Kembang Turi Mbah Warno, terletak di daerah Kasongan, tepatnya berada di jalan menuju Gunung Sempu. | Brongkos Warung Ijo, tempatnya di dekat pasar di bawah Jembatan Kali Krasak | Sego Penyetan khas Banyuwangi Jl Kaliurang sekitar Km 10. | Gado Gado Teteg, daerah lempuyangan, bawah jembatan layang ke arah timur RM SS (spesial Sambal) Puyuh & burung Dara bacem, Kauman Barat, Ndalem Notoprajan, perempatan kauman ke barat masuk sebelah kanan | Oseng-oseng mercon, Jl. Ahmad Dahlan | Oseng-oseng mercon, Jl. Letjend Suprapto, Patok, Selatan EF Mangut Welut, parkir sepeda, samping toko DSM, seberang jalan depan regol pintu gerbang Pasar Godean Jejamuran, Kuliner Jamur, Niron, Pandowoharjo, Sleman, Jogja. Namanya Jejamuran
Sego Abang Mbah Jirak, Wonosari Gunungkidul, Kota Wonosari ke timur (antara jarak yang di tempuh dan kenikmatan yang didapatkan sangat sepadan, top tenan rasane) SGPC Bu Wiryo, Selokan mataram utara Fakultas Kedokteran Hewan UGM | Masakan Thailand Phuket, utara jembatan layang Lempuyangan, utara rel kereta HOS Cokroaminoto | Angkringan Lik Man Lor Tugu | kopi Joss & Sego KucingAngkringan Lik Min, SMSR, Jl Bantul | Angkringan Lik Adi, Nganggo Suwe, perempatan Tegal Gendu Kota Gede | Kopi Jawa Timuran Blandongan, Sorowajan, Gowok ke selatan | Pecel Kembang Turi Mbah Warno, terletak di daerah Kasongan, tepatnya berada di jalan menuju Gunung Sempu. | Brongkos Warung Ijo, tempatnya di dekat pasar di bawah Jembatan Kali Krasak | Sego Penyetan khas Banyuwangi Jl Kaliurang sekitar Km 10. | Gado Gado Teteg, daerah lempuyangan, bawah jembatan layang ke arah timur RM SS (spesial Sambal) Puyuh & burung Dara bacem, Kauman Barat, Ndalem Notoprajan, perempatan kauman ke barat masuk sebelah kanan | Oseng-oseng mercon, Jl. Ahmad Dahlan | Oseng-oseng mercon, Jl. Letjend Suprapto, Patok, Selatan EF Mangut Welut, parkir sepeda, samping toko DSM, seberang jalan depan regol pintu gerbang Pasar Godean Jejamuran, Kuliner Jamur, Niron, Pandowoharjo, Sleman, Jogja. Namanya Jejamuran
ES BUAH
Es Eny, Utara Galleria Mall | Es Murni, Utara Galleria Mall | Es Buah Pak Latif, Kauman | Es Buah PK, Jl.Godean, Jetis, Jl.Moses Gatotkaca Es Buah telkom (perempatan Timoho jadi satu ama bakso ada es telernya) Es Dawet Ayu, depan pintu masuk korem 403 lubang buaya (depan perumahan korem) | Es Juice Canthel, Timur Stadion Mandala Krida
Es Eny, Utara Galleria Mall | Es Murni, Utara Galleria Mall | Es Buah Pak Latif, Kauman | Es Buah PK, Jl.Godean, Jetis, Jl.Moses Gatotkaca Es Buah telkom (perempatan Timoho jadi satu ama bakso ada es telernya) Es Dawet Ayu, depan pintu masuk korem 403 lubang buaya (depan perumahan korem) | Es Juice Canthel, Timur Stadion Mandala Krida
Bacaan Ringan "KULINER PLACE IN JAKARTA"
http://massandry.blogspot.com
BUBUR AYAM
Bubur Ayam Cikini, depan KFC (malam) | Bubur Ayam Jl. Tanjung, Menteng | Bubur Ayam Cideng, Ps. Cideng Tanah Abang (malam) | Bubur Ayam Sukabumi, Tebet | Bubur Ayam Senayan, yang enak yang di depan Istora, Mobil Ijo (Minggu pagi) | Bubur Ayam Sukabumi, Jl. Radio Dalam, pas tikungan | Bubur Ayam depan RS Pondok Indah (pagi) Bubur Ayam Sawangan, depan Polsek Sawangan, Cinere (pagi) | Bubur Ayam Barito, depan makam jl. Barito
BUBUR AYAM
Bubur Ayam Cikini, depan KFC (malam) | Bubur Ayam Jl. Tanjung, Menteng | Bubur Ayam Cideng, Ps. Cideng Tanah Abang (malam) | Bubur Ayam Sukabumi, Tebet | Bubur Ayam Senayan, yang enak yang di depan Istora, Mobil Ijo (Minggu pagi) | Bubur Ayam Sukabumi, Jl. Radio Dalam, pas tikungan | Bubur Ayam depan RS Pondok Indah (pagi) Bubur Ayam Sawangan, depan Polsek Sawangan, Cinere (pagi) | Bubur Ayam Barito, depan makam jl. Barito
NASI GORENG
Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih (malam) | Nasi Goreng Jl. Lembang, Menteng: jangan salah pilih cari yang rame Nasi Goreng Jl. Lombok, | Menteng Nasi Goreng Sosis, seberang Lippo Menteng depan Nanaban Tei | Nasi Goreng Sea Food Cikini, dekat KFC | Nasi Goreng Kambing Bakti, dekat Senopati, masuk dari Pom Bensin Senopati | Nasi Goreng Pekalongan, Jl. Fatmawati, Pondok Labu, depannya ex. Circle K Nasi Goreng Jl. Daksa: (tau deh sekarang masih buka apa ngga…?)
Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih (malam) | Nasi Goreng Jl. Lembang, Menteng: jangan salah pilih cari yang rame Nasi Goreng Jl. Lombok, | Menteng Nasi Goreng Sosis, seberang Lippo Menteng depan Nanaban Tei | Nasi Goreng Sea Food Cikini, dekat KFC | Nasi Goreng Kambing Bakti, dekat Senopati, masuk dari Pom Bensin Senopati | Nasi Goreng Pekalongan, Jl. Fatmawati, Pondok Labu, depannya ex. Circle K Nasi Goreng Jl. Daksa: (tau deh sekarang masih buka apa ngga…?)
NASI UDUK / WARTEG
Nasi Uduk Mas Miskun, Jl. Kramat Raya, dekat Hotel Acacia | Nasi Uduk Gondangdia, di bawahnya Fly Over Kereta Jl. Gondangdia Lama | Nasi Uduk Babe Saman, Jl. Kebon Kacang II, kalau nggak salah | Nasi Uduk Rawa Mangun, dekat Terminal Rawamangun | Nasi Uduk Spesial Jl. Kali Malang, deket terminal, dekat perempatan Jati Bening | Warteg Warmo, Tebet: setiap orang pasti tahu | Nasi Uduk Dikun, depan Komp. Pertanian, Ps. Minggu | Warteg Setia, Jl. Fatmawati, depan Ps. Mede: tempat makan selebriti
Nasi Uduk Mas Miskun, Jl. Kramat Raya, dekat Hotel Acacia | Nasi Uduk Gondangdia, di bawahnya Fly Over Kereta Jl. Gondangdia Lama | Nasi Uduk Babe Saman, Jl. Kebon Kacang II, kalau nggak salah | Nasi Uduk Rawa Mangun, dekat Terminal Rawamangun | Nasi Uduk Spesial Jl. Kali Malang, deket terminal, dekat perempatan Jati Bening | Warteg Warmo, Tebet: setiap orang pasti tahu | Nasi Uduk Dikun, depan Komp. Pertanian, Ps. Minggu | Warteg Setia, Jl. Fatmawati, depan Ps. Mede: tempat makan selebriti
BAKMI / BAKSO / YAMIN
Bakmi Udin, Jl. Besuki, deket SD Besuki, Menteng | Bakso / Mie Bakso Jl. Tanjung | Mie Ayam Gang Kelinci: katanya sih yang enak di Gang Kelinci Ps. Baru | Bakmi Ps. Cikini Bakso Komplek IKJ, deket Bioskop 21:tongkrongannya anak-anak IKJ | Bakso / Siomay LIA Pramuka | Bakso Matraman, di Jl. Matraman Raya, sebelahnya SD Marsudirini: Es Durennya | Mie deket gereja, depan PARKIT, Sabang | Bakmi Tropik, Ambassador Mall, Jl. Casablanca Mie Lomie, Karet: hati-hati ada *****-nya | Baso Lapangan Tembak, Senayan | Mie Ayam Buncit, di Jl. Warung Buncit Mie Engkoh, depan Komp. Pertanian Ps. Minggu | Bakso Titoti, dari Pancoran kira2 400m dari Goro sebelah kiri jalan | Bakmi Boy, Ps. Mayestik, Jl. Cikajang | Bakso Bola Tenis, dekat Lapangan Blok S (malam) | Bakso/Siomay Blok S, depannya RS Kebayoran: eh..Es Podengnya enak juga Bakmi Pangsit depan RSB Asih, Melawai (BARU) | Bakmi Permata, Permata Hijau, dekat Tops Supermarket | Cwie Mie Malang (HCM) di Arteri Simatupang Baso Tirta Marta Pondok Indah, depannya Sekolah Tirta Marta: | Mie Ayam dpn gardu juga enak | Mie Yamin Tri-M Pondok Indah, pdi pertokoan dekat Ora et Labora PI Bakmi Villa, belakang Villa Cinere Mas, Jl.Karang Tengah, Cinere | mie ceker bandung JL. Sambas pesen mi ceker yamin hummm…enakkkkkkk
Bakmi Udin, Jl. Besuki, deket SD Besuki, Menteng | Bakso / Mie Bakso Jl. Tanjung | Mie Ayam Gang Kelinci: katanya sih yang enak di Gang Kelinci Ps. Baru | Bakmi Ps. Cikini Bakso Komplek IKJ, deket Bioskop 21:tongkrongannya anak-anak IKJ | Bakso / Siomay LIA Pramuka | Bakso Matraman, di Jl. Matraman Raya, sebelahnya SD Marsudirini: Es Durennya | Mie deket gereja, depan PARKIT, Sabang | Bakmi Tropik, Ambassador Mall, Jl. Casablanca Mie Lomie, Karet: hati-hati ada *****-nya | Baso Lapangan Tembak, Senayan | Mie Ayam Buncit, di Jl. Warung Buncit Mie Engkoh, depan Komp. Pertanian Ps. Minggu | Bakso Titoti, dari Pancoran kira2 400m dari Goro sebelah kiri jalan | Bakmi Boy, Ps. Mayestik, Jl. Cikajang | Bakso Bola Tenis, dekat Lapangan Blok S (malam) | Bakso/Siomay Blok S, depannya RS Kebayoran: eh..Es Podengnya enak juga Bakmi Pangsit depan RSB Asih, Melawai (BARU) | Bakmi Permata, Permata Hijau, dekat Tops Supermarket | Cwie Mie Malang (HCM) di Arteri Simatupang Baso Tirta Marta Pondok Indah, depannya Sekolah Tirta Marta: | Mie Ayam dpn gardu juga enak | Mie Yamin Tri-M Pondok Indah, pdi pertokoan dekat Ora et Labora PI Bakmi Villa, belakang Villa Cinere Mas, Jl.Karang Tengah, Cinere | mie ceker bandung JL. Sambas pesen mi ceker yamin hummm…enakkkkkkk
AYAM GORENG / BAKAR
Ayam Goreng Pemuda, Jl. Surabaya, Menteng;Casblanca | Ayam Bakar Menteng, seberang Menteng Plaza | Pecel Ayam Bu Bambang, Ps. Benhil | Ayam Bakar Jl. Denpasar, Kuningan, dari Casablanca sebelah kanan jalan (BARU) | Ayam Berkah, Blok M belakangnya SMP 56: yang enak yang tenda kuning, | Ayam Taliwang, Tebet; Jl Wolter Monginsidi; Jl. P. Polim samping Apotik Jaya | Ayam Bakar SoGO (Somay Gope’) sebelum Hero Kalimalang, kiri. Dari arah Halim | Ayam Bakar Gantari, sebelah Blok M plaza adannya di pinggir jalan. | Ayam Bakar di Bioskop Metrropol, deket RSCM, sambelnya enak.
Ayam Goreng Pemuda, Jl. Surabaya, Menteng;Casblanca | Ayam Bakar Menteng, seberang Menteng Plaza | Pecel Ayam Bu Bambang, Ps. Benhil | Ayam Bakar Jl. Denpasar, Kuningan, dari Casablanca sebelah kanan jalan (BARU) | Ayam Berkah, Blok M belakangnya SMP 56: yang enak yang tenda kuning, | Ayam Taliwang, Tebet; Jl Wolter Monginsidi; Jl. P. Polim samping Apotik Jaya | Ayam Bakar SoGO (Somay Gope’) sebelum Hero Kalimalang, kiri. Dari arah Halim | Ayam Bakar Gantari, sebelah Blok M plaza adannya di pinggir jalan. | Ayam Bakar di Bioskop Metrropol, deket RSCM, sambelnya enak.
SEA FOOD
Sea Food Rawamangun, deket Ps. Rawamangun Sea Food 99, Kp. Melayu, dekat RS Mitra Keluarga | Ikan Tude, Jl. Blora | Sea Food di Pertokoan Bintaro Sektor 9, belakang Mc Donald Sektor 9 | Sea Food depannya Bunderan PSKD IV Blok M | Sea Food Baruna, pojokan depannya Balemang Café Sea Food Muara Angke: bisa beli Ikan (milih sendiri) dan minta bakarin disana.
Sea Food Rawamangun, deket Ps. Rawamangun Sea Food 99, Kp. Melayu, dekat RS Mitra Keluarga | Ikan Tude, Jl. Blora | Sea Food di Pertokoan Bintaro Sektor 9, belakang Mc Donald Sektor 9 | Sea Food depannya Bunderan PSKD IV Blok M | Sea Food Baruna, pojokan depannya Balemang Café Sea Food Muara Angke: bisa beli Ikan (milih sendiri) dan minta bakarin disana.
SATE
Sate Kambing Muda, bintaro (perempatan bintaro, gerbang bintaro) top banget | Sate Kambing Jalan Karawang (makan siang) kalo bingung cari teriak Buyung ..aja | Sate Ayam bunderan Kolam Lembang | Sate Kambing pojokan jalan Sabang, depan kantor Polisi: ngantri selalu | Sate Kambing Ny. Semarang, Megaria/Metropole | Sate Kambing Jono, Jl. Pejompongan | Sate Pancoran, Jl Raya Ps. Minggu, deketnya ILP | Sate Kambing Bu Yanti, Duren Tiga Sate Blok S, tetanggaan ama | Baso Blok S, depan RS Kebayoran Sate Cikajang, Ps. Santa Sate Apotik Jaya, Panglima Polim | Sate Ayam Jl. Samba Sate Ayam depan RS Pertamina: uenakk! | Sate Hadori, Jl. Bangka, cabangnya Bandung: | Sate Ayam di pertokoan Pondok Indah Plaza (Pertok), (malam) Sate Tri-M Pondok Indah, di pertokoan deket Ora et Labora Pondok Indah (siang) | Sate Kambing Pak Haji Jl. Karang Tengah, dekat perempatan Lb. Bulus (Hero Lb. Bulus) – Kr.Tengah
Sate Kambing Muda, bintaro (perempatan bintaro, gerbang bintaro) top banget | Sate Kambing Jalan Karawang (makan siang) kalo bingung cari teriak Buyung ..aja | Sate Ayam bunderan Kolam Lembang | Sate Kambing pojokan jalan Sabang, depan kantor Polisi: ngantri selalu | Sate Kambing Ny. Semarang, Megaria/Metropole | Sate Kambing Jono, Jl. Pejompongan | Sate Pancoran, Jl Raya Ps. Minggu, deketnya ILP | Sate Kambing Bu Yanti, Duren Tiga Sate Blok S, tetanggaan ama | Baso Blok S, depan RS Kebayoran Sate Cikajang, Ps. Santa Sate Apotik Jaya, Panglima Polim | Sate Ayam Jl. Samba Sate Ayam depan RS Pertamina: uenakk! | Sate Hadori, Jl. Bangka, cabangnya Bandung: | Sate Ayam di pertokoan Pondok Indah Plaza (Pertok), (malam) Sate Tri-M Pondok Indah, di pertokoan deket Ora et Labora Pondok Indah (siang) | Sate Kambing Pak Haji Jl. Karang Tengah, dekat perempatan Lb. Bulus (Hero Lb. Bulus) – Kr.Tengah
STEAK
Steak Cemara Art & Curio, Jl. Cemara Steak di dalam pelataran Komplek Taman Ismail Marzuki IKJ Steak 41, Jl Tendean, sebelahnya Golden Truly | Steak Rollies, di Kampung Tenda Semanggi: | Chicken Steak nya enak, murah lagi | Bebek Balap, di Tenda Bis Tingkat Semanggi Abuba (Abu Bakar), Cipete: awas banyak asep! | Kemang Steak, Jl. H. Nawi Steak Lokananta Terrace Resto, Panglima Polim II / 2. Samping RS Bersalin Asih.
Steak Cemara Art & Curio, Jl. Cemara Steak di dalam pelataran Komplek Taman Ismail Marzuki IKJ Steak 41, Jl Tendean, sebelahnya Golden Truly | Steak Rollies, di Kampung Tenda Semanggi: | Chicken Steak nya enak, murah lagi | Bebek Balap, di Tenda Bis Tingkat Semanggi Abuba (Abu Bakar), Cipete: awas banyak asep! | Kemang Steak, Jl. H. Nawi Steak Lokananta Terrace Resto, Panglima Polim II / 2. Samping RS Bersalin Asih.
GULAI / TONGSENG
Deket Mesjid Sunda Kelapa banyak yang gerobaknya Sepanjang Jalan Karawang, hati-hati dikerubutin calo makanan (Hub. Buyung) Jl. Mendut, deketnya Prambors, pas tikungan deket KONTRAS
Deket Mesjid Sunda Kelapa banyak yang gerobaknya Sepanjang Jalan Karawang, hati-hati dikerubutin calo makanan (Hub. Buyung) Jl. Mendut, deketnya Prambors, pas tikungan deket KONTRAS
SOTO / SOP
Sop Buntut, deket Mesjid Cut Mutiah, siang doank, kadang-2 jam 13.00 udah abis Soto Mie Jl. Cilacap, Menteng | Soto Mie YPK, depan RSB YPK, Jl. Gereja Theresia M. Soleh | Kumis 999, Jalan Blora | Soto Madura Ps. Baru, di pojokan seberang jalannya Mesjid Istiqlal | Soto Mie Jl. Lautze, Ps. Baru | Soto Madura Gubeng, Jl. Juanda, Sebelah Bank Mandiri (d/h Bank Exim) | Sop Buntut-nya Hotel Borobudur Coto Makassar Kelapa Gading, Jl. Boulevard | Soto Betawi, tembusannya jalan Minangkabau Soto Gebrak, di Lapangan Ros Tebet, yang enak tikungan, deketnya tukang Ban | Sop Konro, Makasar, di Jl. Lap Ros Tebet, awas ngantri | Sop Kambing Irwan, seberang RSB Asih, Melawai Soto Kudus Blok A Soto Ayam UKI Cawang letaknya di tengah lapang, agak terperosok ke dalam | Soto/Sop Ayam By Pass, di prempatan depannya Samsat Cipinang, yang ke arah tembusan Otista, sebelah kiri setelah lampu merah | Soto Ayam Ambengan Surabaya, Jl. Walter Monginsidi Soto Kudus Blok M, Jl. Radio Dalam | Soto kambing di roxy, namanya ganda rasa, itu enak juga, soto mie di lautze itu enak loe.
Sop Buntut, deket Mesjid Cut Mutiah, siang doank, kadang-2 jam 13.00 udah abis Soto Mie Jl. Cilacap, Menteng | Soto Mie YPK, depan RSB YPK, Jl. Gereja Theresia M. Soleh | Kumis 999, Jalan Blora | Soto Madura Ps. Baru, di pojokan seberang jalannya Mesjid Istiqlal | Soto Mie Jl. Lautze, Ps. Baru | Soto Madura Gubeng, Jl. Juanda, Sebelah Bank Mandiri (d/h Bank Exim) | Sop Buntut-nya Hotel Borobudur Coto Makassar Kelapa Gading, Jl. Boulevard | Soto Betawi, tembusannya jalan Minangkabau Soto Gebrak, di Lapangan Ros Tebet, yang enak tikungan, deketnya tukang Ban | Sop Konro, Makasar, di Jl. Lap Ros Tebet, awas ngantri | Sop Kambing Irwan, seberang RSB Asih, Melawai Soto Kudus Blok A Soto Ayam UKI Cawang letaknya di tengah lapang, agak terperosok ke dalam | Soto/Sop Ayam By Pass, di prempatan depannya Samsat Cipinang, yang ke arah tembusan Otista, sebelah kiri setelah lampu merah | Soto Ayam Ambengan Surabaya, Jl. Walter Monginsidi Soto Kudus Blok M, Jl. Radio Dalam | Soto kambing di roxy, namanya ganda rasa, itu enak juga, soto mie di lautze itu enak loe.
JAWA / SUNDA
Pecel Lele, Jl. Juanda depan Bank DKI Dapsun (Dapur Sunda), (1) Jl Cipete 200m dari Golden Truly; (2) Jl. Gatot Subroto ex MBAU RM. | Nikmat Nusantara, jl. Kebon bawang 6/68, tg priok. deketnya kantor pajak jak-ut. Adanya siangdoang. Cobain sop buntutnya deh…. top banget!! | Dapur Sunda Laksana, sebelah Bakmie GM Melawai | Gudeg di dalam Ps. Cikini | Gudeg Mbak Trie, depannya Lintas Melawai Club | Gudeg Lesehan Blok M, deketnya 5 a sec Blok M, Jl. Panglima Polim | Gudeg Lesehan deketnya Hotel Melawai: Sorry disini juga banyak PE..*#%..K nya SUMATERA Jalan Kramat deket Fly Over Senen, aneka masakan Padang di jual disana | Sate Padang depan supermarket Tip Top, Rawamangun | Sate Padang seberang Lippo Menteng | Sate Padang Goyang Lidah depan C0inere Mall | Sate Padang Mak Syukur, Food Court Pasaraya Blok M Sate Padang, Plaza Pondok Indah, Soto Padang Jl. Pintu Air, Ps. Baru Restoran Aceh di Ps. Baru, deketnya Antara: Masakannya dicampur pake rempah-rempah, termasuk Ganja, tapi ueenaakk Rumah Makan Medan Jaya, Gule Kepala Ikan sama Asam: ganja (?) nya Ok banget Ayam Pop RM Sederhana: paling enak sih yang di Sabang
Pecel Lele, Jl. Juanda depan Bank DKI Dapsun (Dapur Sunda), (1) Jl Cipete 200m dari Golden Truly; (2) Jl. Gatot Subroto ex MBAU RM. | Nikmat Nusantara, jl. Kebon bawang 6/68, tg priok. deketnya kantor pajak jak-ut. Adanya siangdoang. Cobain sop buntutnya deh…. top banget!! | Dapur Sunda Laksana, sebelah Bakmie GM Melawai | Gudeg di dalam Ps. Cikini | Gudeg Mbak Trie, depannya Lintas Melawai Club | Gudeg Lesehan Blok M, deketnya 5 a sec Blok M, Jl. Panglima Polim | Gudeg Lesehan deketnya Hotel Melawai: Sorry disini juga banyak PE..*#%..K nya SUMATERA Jalan Kramat deket Fly Over Senen, aneka masakan Padang di jual disana | Sate Padang depan supermarket Tip Top, Rawamangun | Sate Padang seberang Lippo Menteng | Sate Padang Goyang Lidah depan C0inere Mall | Sate Padang Mak Syukur, Food Court Pasaraya Blok M Sate Padang, Plaza Pondok Indah, Soto Padang Jl. Pintu Air, Ps. Baru Restoran Aceh di Ps. Baru, deketnya Antara: Masakannya dicampur pake rempah-rempah, termasuk Ganja, tapi ueenaakk Rumah Makan Medan Jaya, Gule Kepala Ikan sama Asam: ganja (?) nya Ok banget Ayam Pop RM Sederhana: paling enak sih yang di Sabang
ASIA
Remaja (Chineese), Komp. Mal Kelapa Gading Tanpa Nama (Jepang), Jl. Kebun Binatang, Cikini Roku-roku (Jepang), sepanjang Jl. Fatmawati (dekat 5 a sec) | Restoran Trio Jl. Gondangdia Lama sudah top dari jaman opa oma
Remaja (Chineese), Komp. Mal Kelapa Gading Tanpa Nama (Jepang), Jl. Kebun Binatang, Cikini Roku-roku (Jepang), sepanjang Jl. Fatmawati (dekat 5 a sec) | Restoran Trio Jl. Gondangdia Lama sudah top dari jaman opa oma
GADO-GADO / KETOPRAK
Gado-gado Jl. Cemara (dekat Ps. Boplo), bumbunya pake kacang mede | Gado-gado Jl. Kertajaya, jejeran Jl. Adityawarman | Gado-gado Jl. Kertanegara | Gado-gado Jl. Daksa Ketoprak Jl. Sunda (dekat Sarinah), deketnya GM sama Inter Studi | Ketoprak Jl. Borobudur kalo ini deket kantor Divisi Tehnik Masima Ketoprak di Lapangan Parkir Pacuan Kuda Pulo Mas Ketoprak Atma Jaya, didalem Kantin Kampus Unika Atma Jaya Ketoprak STEKPI, dekat lapangan parkir STEKPI Ketoprak Jl. Ciragil Ketoprak Jl. Cikajang Gado-gado Jl. Tanjung
Gado-gado Jl. Cemara (dekat Ps. Boplo), bumbunya pake kacang mede | Gado-gado Jl. Kertajaya, jejeran Jl. Adityawarman | Gado-gado Jl. Kertanegara | Gado-gado Jl. Daksa Ketoprak Jl. Sunda (dekat Sarinah), deketnya GM sama Inter Studi | Ketoprak Jl. Borobudur kalo ini deket kantor Divisi Tehnik Masima Ketoprak di Lapangan Parkir Pacuan Kuda Pulo Mas Ketoprak Atma Jaya, didalem Kantin Kampus Unika Atma Jaya Ketoprak STEKPI, dekat lapangan parkir STEKPI Ketoprak Jl. Ciragil Ketoprak Jl. Cikajang Gado-gado Jl. Tanjung
SIOMAY / BAKPAU / LUMPIA
Siomay Dorongan Borobudur | Siomay Bulungan, depan GOR Bulungan | Siomay Bandung, Jl Cipete. | Siomay Senayan, Plaza Senayan Lt. Dasar, dekat Hero Bakpau Theresia, dekat kompleks Gereja Theresia Lumpia Jakarta, Jl. Pecenongan Siomay pas depan Menteng Plaza
Siomay Dorongan Borobudur | Siomay Bulungan, depan GOR Bulungan | Siomay Bandung, Jl Cipete. | Siomay Senayan, Plaza Senayan Lt. Dasar, dekat Hero Bakpau Theresia, dekat kompleks Gereja Theresia Lumpia Jakarta, Jl. Pecenongan Siomay pas depan Menteng Plaza
PEMPEK / OTAK-OTAK
Pempek Jl. Garuda, Kemayoran Pempek Jl. Radio Dalam Pempek di depan Lapangan Blok S, sebelah salon: Top!! | Otak – otak Jl. Sangaji, Tanah Abang:mahal oi…tapi es kelapa + kopyornya enak Otak-otak deketnya Mesjid Istiqlal: yang jualan pake dorongan
Pempek Jl. Garuda, Kemayoran Pempek Jl. Radio Dalam Pempek di depan Lapangan Blok S, sebelah salon: Top!! | Otak – otak Jl. Sangaji, Tanah Abang:mahal oi…tapi es kelapa + kopyornya enak Otak-otak deketnya Mesjid Istiqlal: yang jualan pake dorongan
MARTABAK / KERAK TELOR
Martabak Favorit Rawamangun, depannya Apotik Rini Rawamangun / Tiptop | Martabak Mesir Kubang, Jl. Sahardjo | Martabak Bandung, di Manggarai Jl. Minangkabau (3A kalau nggak salah mereknya) | Martabak Tendean, di Restoran Mbok Berek Tendean | Martabak Bandung Fatmawati, dkt Perempatan Cipete, sebelahnya Toko Karpet Martabak Spotlite, (1) Jl. Fatmawati; (2) Jl. Cinere Raya | Martabak Bandung Blok M, deketnya Duta, Barito Martabak Pela, cabangnya martabak Barito | Martabak Bangka yang deket RCTI, deket toko buah Kerak Telor PRJ, pokoknya kalo yang jual orang Betawi pasti enak
Martabak Favorit Rawamangun, depannya Apotik Rini Rawamangun / Tiptop | Martabak Mesir Kubang, Jl. Sahardjo | Martabak Bandung, di Manggarai Jl. Minangkabau (3A kalau nggak salah mereknya) | Martabak Tendean, di Restoran Mbok Berek Tendean | Martabak Bandung Fatmawati, dkt Perempatan Cipete, sebelahnya Toko Karpet Martabak Spotlite, (1) Jl. Fatmawati; (2) Jl. Cinere Raya | Martabak Bandung Blok M, deketnya Duta, Barito Martabak Pela, cabangnya martabak Barito | Martabak Bangka yang deket RCTI, deket toko buah Kerak Telor PRJ, pokoknya kalo yang jual orang Betawi pasti enak
TAHU / TOGE GORENG
Toge Goreng PLN Bogor, Top Banget, depannya Restoran Bogor Permai, Bogor yang di gubuk sebelah tukang sate | Tahu Isi Tiptop, Rawamangun Toge Goreng Ps. Baru, belakang Metro, Gg. Tua Pek Kong Di Jalan Ateri Pondok Indah, sebelon perempatan Komplek KOSTRAD (sore-malam) Di pelataran RuKo Pondok Indah Plaza, biasanya mangkal deket Mc Donald
Toge Goreng PLN Bogor, Top Banget, depannya Restoran Bogor Permai, Bogor yang di gubuk sebelah tukang sate | Tahu Isi Tiptop, Rawamangun Toge Goreng Ps. Baru, belakang Metro, Gg. Tua Pek Kong Di Jalan Ateri Pondok Indah, sebelon perempatan Komplek KOSTRAD (sore-malam) Di pelataran RuKo Pondok Indah Plaza, biasanya mangkal deket Mc Donald
ES / JUICE
Juice Duren Ps. Cikini | Es Doger Jl Besuki Es Krim Ragusa (Italia), Jl Veteran | Es Duren Matraman, Jl Matraman Raya Es Kelapa / Kopyor – Otak-otak Jl. Sangaji | Es Doger / Es Kelapa Jl. Karawang Es Palu Butung, jualannya di Sop Konro, atau restoran Makasar | Es Podeng Blok S, temenannya Sate Blok S
Juice Duren Ps. Cikini | Es Doger Jl Besuki Es Krim Ragusa (Italia), Jl Veteran | Es Duren Matraman, Jl Matraman Raya Es Kelapa / Kopyor – Otak-otak Jl. Sangaji | Es Doger / Es Kelapa Jl. Karawang Es Palu Butung, jualannya di Sop Konro, atau restoran Makasar | Es Podeng Blok S, temenannya Sate Blok S
ASINAN / RUJAK
Asinan Jl. Kamboja, depan Tiptop Rawamangun, terkenal dari dulu. | Rujak Ulek/Serut/Juhi di Jl. Sabang depan Robinson Di depan Markas KODAM JAK-SEL , dari Jl. Arteri Pondok Indah, yang mo ke PI, pas di perempatan KOSTRAD, belok kiri, * 100 meter sebelah kiri (ada pas siang doank) | Rujak Aceh di Pasaraya Blok M
Asinan Jl. Kamboja, depan Tiptop Rawamangun, terkenal dari dulu. | Rujak Ulek/Serut/Juhi di Jl. Sabang depan Robinson Di depan Markas KODAM JAK-SEL , dari Jl. Arteri Pondok Indah, yang mo ke PI, pas di perempatan KOSTRAD, belok kiri, * 100 meter sebelah kiri (ada pas siang doank) | Rujak Aceh di Pasaraya Blok M
KUE
Kue coklat Maison Benny, Jl. Cikini, dekat TIM Pistales SMA III, Jl. Setia Budi | Kue Tradisional Ny. Ali, Jl. Kramat Pela Toko Kue TV Jl. Cikajang: enak!!!
Kue coklat Maison Benny, Jl. Cikini, dekat TIM Pistales SMA III, Jl. Setia Budi | Kue Tradisional Ny. Ali, Jl. Kramat Pela Toko Kue TV Jl. Cikajang: enak!!!
ROTI BAKAR
Roti Bakar Edi, terkenal sejak jaman taon 80′an, Jln Daksa, ada | Nasi Uduk + Ayam, kalo pesen bilang aja, | Nasi Uduk | Ayam Injek-2 Roti Bakar Wiwied, Jl Fatmawati, dpnnya ATM BCA Fatmawati, deket Komp.Keu. | Roti Bakar Pondok Indah, deket RS Pondok Indah Roti Bakar di Bunderan PSKD IV Blok M
Roti Bakar Edi, terkenal sejak jaman taon 80′an, Jln Daksa, ada | Nasi Uduk + Ayam, kalo pesen bilang aja, | Nasi Uduk | Ayam Injek-2 Roti Bakar Wiwied, Jl Fatmawati, dpnnya ATM BCA Fatmawati, deket Komp.Keu. | Roti Bakar Pondok Indah, deket RS Pondok Indah Roti Bakar di Bunderan PSKD IV Blok M
Lain-lain : Bebek Balap, di Tenda Bis Tingkat Semanggi. Mau tau K-5 CFood yang murah meriah: Sea food ‘AYU’ letaknya si samping Makro Kelapa Gading, depannya RS Mitra Kelapa Gading Martabak yang enak: Jl. Kemurnian, depan Bakmi Aheng-Kemurnian, Nah depannya martabak juga ada Sop Kambing (enak rek…) Rujak Juhi & Rujak Shanghai: di Pancoran-Glodok-Kota dengan Pos Hansip (cuma 1) Ikan Tim : Proyek Pasar Pagi lantai 1 Bakmi & Chinese food 24jam: Bakmi Kemurnian Sinar Garut : ada dimana2… nasi tim – pasar pagi deket pasarnya THE BEST roku2 – di deket pom bensin
Subscribe to:
Posts (Atom)
Tokoh Islami "HABIB ABDURRAHMAN BIN ZEIN BIN ALI BIN AHMAD AL JUFRY"
http://massandry.blogspot.com Sayyidy al-Habib Abdurrohman bin Zein bin Ali bin Ahmad al-Jufri dilahirkan tahun 1938 di Semarang. Ayahand...
My Pageviews
Search This Blog
Popular Posts
-
http://massandry.blogspot.com Codex Alimentarius adalah sebuah program dari puluhan atau bahkan ratusan program yang terdapat dalam ...
-
Selamat Malam, Temans !! Percayakah anda pada kekuatan dibalik sebuah tulisan pada sebuah blog yang di dalamnya memiliki arti dan sugesti ya...
-
http://massandry.blogspot.com Zaman Perang Dunia1904 - 1905 Russo-Japanese War 1905 - Revolution of 1905 in Russia 1911 - 1912 Turco-...
