Tuesday, October 30, 2012

Bacaan Ringan "MAK YATI, INSPIRASI DI HARI RAYA IEDUL ADHA 1433H PART 3"

http://massandry.blogspot.com

Mak Yati, seorang pemulung, yang berkurban dua ekor kambing, kini menjadi sosok sangat yang fenomenal. Betapa tidak. Di tengah keterbatasan hidupnya, ia telah dengan sekuat tenaga menabung selama hampir tiga tahun agar bisa berkurban. Niatnya itu kesampaian pada tahun ini.

Seluruh negeri pun berdecak kagum, sebab di saat yang sama ada orang yang lebih mampu dari dia, tapi tidak melakukan tindakan yang sama. Saya termasuk yang kagum pada Mak Yati, kagum pada kegigihannya, ketekunannya, dan niat baiknya.

Tapi, suatu objek memang bisa ditafsirkan secara berbeda. Dianggap bagus oleh sekelompok orang belum tentu bagus menurut kelompok lainnya. Begitulah kehidupan, tak ada yang absolut, tak ada yang benar-benar pasti: kecuali itu pada ilmu pasti.

Sudut pandang skeptic

Pandangan seorang non-believer pada kasus ini ada pada kalimat “agama memang membius”. Orang rela miskin, rela mengorbankan harta paling berharga, bahkan banyak pula yang rela mengorbankan nyawa demi agama. Mak Yati adalah contoh manis untuk kasus ini.

Sudut pandang manajemen keuangan

Bagi seorang praktisi manajemen harta melihat apa yang dilakukan oleh Mak Yati, maka dia akan bergumam: “Pantesan miskin!”. Kenapa begitu? Salah satu rumus jika anda ingin lepas dari kemiskinan dunia, maka perhatikan betul ke mana uang anda dibelanjakan, ke mana uang anda mengalir.

Harta haruslah dibelanjakan pada hal yang produktif. Apa itu produktif? Memberikan nilai tambah. Jadi, jika anda ingin kaya maka kumpulkanlah harta produktif, bukan harta konsumtif. Rumus ini memang sederhana, tapi inilah yang dipraktikkan orang-orang kaya di seluruh dunia.

Mak Yati saat ini mungkin mendapatkan nilai tambah berupa harta dari popularitasnya, tetapi jika ia tidak mengubah pola manajemen keuangannya dengan hanya mengeluarkan uang untuk harta yang sifatnya produktif, maka sangat mungkin harta yang diperolehnya kini akan kembali lenyap dalam sekejap, dan dalam lima tahun ke depan kemungkinan besar ia masih tetap miskin.

Ada yang mengatakan, jika saja harta-harta orang kaya di seluruh dunia dikumpulkan dan dibagi rata ke semua orang miskin sehingga sampai pada level: semua orang memiliki jumlah harta yang sama, maka dipastikan komposisi seimbang tersebut dalam dua tahun akan berubah, dan orang-orang kaya akan kembali mendaptkan kekayaannya.
 
So, kaya itu bukan hanya karena kerja keras atau keberuntungan, tetapi menyangkut pula tabiat dalam mengelola hata.

Bacaan Ringan "MAK YATI, INSPIRASI DI HARI RAYA IEDUL ADHA 1433 H - PART 2"

http://massandry.blogspot.com
Mak Yati menabung susah payah untuk berkurban. Wanita yang berprofesi sebagai pemulung ini mengaku sempat ditertawakan saat bercerita seputar niatnya untuk berkurban.

"Pada ketawa, bilang sudah pemulung, sudah tua, nggembel ngapain kurban," cerita Yati kepada merdeka.com, Jumat 26 Oktober 2012.

Tapi Yati bergeming. Dia tetap meneruskan niatnya untuk membeli hewan kurban. Akhirnya setelah menabung tiga tahun, Yati bisa berkurban tahun ini.

"Pada bilang apa tidak sayang, mending uangnya untuk yang lain. Tapi saya pikir sekali seumur hidup masa tidak pernah kurban. Malu cuma nunggu daging kurban," ujar Yati.

Yati dan suaminya Maman sama-sama berprofesi sebagai pemulung. Pendapatan mereka jika digabung cuma Rp25 ribu per hari. tapi akhirnya mereka bisa membeli dua ekor kambing. Masing-masing berharga Rp1 juta dan Rp2 juta.

Dua kambing ini disumbangkan ke Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan. Jemaah masjid megah itu pun meneteskan air mata haru.
Yati dan sehari-hari tinggal di gubuk triplek kecil di tempat sampah Tebet, Jakarta Selatan. Tak ada barang berharga di pondok 3x4 meter itu. Sebuah televisi rongsokan berada di pojok ruangan. Sudah bertahun-tahun TV itu tak menyala.

Wanita asal Madura ini bercerita soal mimpinya bisa berkurban. Dia malu setiap tahun harus mengantre meminta daging.

"Saya ingin sekali saja bisa berkurban. Malu seumur hidup hanya minta daging," katanya.

Yati mengaku sudah lama tinggal di pondok itu. Dia tak ingat sudah berapa lama membangun gubuk dari triplek di jalur hijau peninggalan Gubernur Legendaris Ali Sadikin itu.

"Di sini ya tidak bayar. Mau bayar ke siapa? ya numpang hidup saja," katanya ramah.

Setiap hari Yati mengelilingi kawasan Tebet hingga Bukit Duri. Dia pernah kena asam urat sampai tak bisa jalan. Tapi Yati tetap bekerja, dia tak mau jadi pengemis.

"Biar ngesot saya harus kerja. Waktu itu katanya saya asam urat karena kelelahan kerja. Maklum sehari biasa jalan jauh. Ada kali sepuluh kilo," akunya.

Juanda yang menjaga masjid Al Ittihad terharu saat Yati bercerita mimpi bisa berkurban lalu berusaha keras mengumpulkan uang hingga akhirnya bisa membeli dua ekor kambing.

"Man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil," gumamnya
 
-------------
Mak Yati, seorang pemulung di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, begitu bahagia ketika mendapat kabar dari pengurus masjid Al- Ittihad bahwa dua ekor kambing yang ia kurbankan telah disembelih. Dua ekor kambing itu dia beli dari hasil tabungannya selama tiga tahun.
 
"Mak sih tidak lihat saat kambing disembelih. Hanya dikasih tahu dari masjid kalau kambingnya sudah disembelih," kata Mak Yati dalam perbincangan  di gubuknya, Tebet, Jakarta Selatan, Senin 29 Oktober 2012.

Bagi Mak Yati, yang penting baginya adalah niat menyumbangkan hewan kurban sejak beberapa tahun lalu bisa terlaksana. "Yang penting dagingnya sudah bisa dinikmati oleh orang-orang," kata dia.
Dia mengaku telah tinggal di Jakarta sejak tahun 1960-an akhir. Sebelum menjadi pemulung sampah, wanita 65 tahun itu terlebih dahulu jatuh bangun menghadapi kejamnya Ibukota.

Berangkat dari kampung halamannya di Pasuruan, Jawa Timur, ke Jakarta, Yati berkeinginan mengubah hidupnya menjadi lebih baik. Namun nyatanya, Jakarta tidak seperti yang ia bayangkan. Yati sempat menjadi tuna wisma layaknya gembel yang tidur di emperan toko pinggir jalan.
 
Sempat juga menjadi pemungut puntung rokok. Dari pekerjaannya tersebut, Yati akhirnya mendapatkan uang untuk makan sehari-hari.
 
Selang beberapa tahun, Yati beralih profesi. Ia mencoba peruntungan menjadi seorang pemulung. Dari hasil memulung, Mak Yati akhirnya bisa mendirikan tempat tinggal berupa gubuk reot berukuran 3x3 meter di kawasan Tebet Barat, Jakarta Selatan, yang ia tempati sekarang.
 
Bersama dengan suaminya Maman, Yati memulung sampah. Satu persatu barang-barang yang bisa dijual dia pisahkan.
 
Sebagai pemulung, penghasilannya tidak tetap. Kalau dirata-rata perhari ia bisa mendapatkan uang sebesar Rp25 ribu. Tapi, uang sejumlah itu dirasa sudah cukup untuk makan sehari-hari. "Apa saja pekerjaan yang penting bekerja, tidak meminta-minta," katanya.
 
Meski demikian, Mak Yati tetap mencari tambahan. Ia tak malu memungut sisa makanan hajatan di masjid yang tidak jauh dari gubuknya. Untuk bisa dapat makan, Yati terkadang membantu mencuci piring. Tidak jarang bila ada sisa makanan Yati membawa ke rumahnya untuk diolah kembali.
 
Yanti kerap mendapatkan sumbangan beras dari masjid. Semuanya dia syukuri. "Saya bertekad membalas apa yang saya terima dengan menyumbangkan kambing untuk dikurbankan," ucapnya.
Selama tiga tahun, Yati mengumpulkan uangnya sedikit demi sedikit. Terkadang uang yang sudah terkumpul dipakai untuk membayar utang.

"Saya terus nabung, sisihkan uang, sudah banyak, pas saya lihat ternyata ada utang, saya bayar utang dulu," ucap Yati.
 
Sampai akhirnya uang terkumpul banyak. Pun niat berkurban pada Idul Adha kemarin akhirnya tercapai. "Saya sudah punya niat. Itu modal utama saya. Saya tidak punya modal apa-apa, hanya niat, dan itu harus saya jalankan sampai akhirnya terkumpul uang sebanyak itu," kata Yati.
 
Tidak tanggung-tanggung, Yati membeli dua ekor kambing yang masing-masing seharga Rp2 juta dan Rp1 juta. Para tetangganya kaget dan tidak menyangka. "Tetangga pada bingung, buat apa gembel beli kambing sampai dua, untuk makan saja susah," katanya.
 
Namun Yati tidak mempedulikan omongan miring tersebut. "Biar orang bilang gembel, untuk apa kurban. Mestinya justru nerima kurban, tapi saya memang sudah niat," katanya.
 
Setelah membeli dua kambing, Yati meminta kepada penjual untuk mengantarkannya ke Masjid Al- Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan.
 
Ketika Kambing diserahkan, jamaah dan pengurus masjid sempat kaget penyumbangnya adalah seorang pemulung. Namun respons Yati ketika itu biasa saja. "Ya wajar lah mereka kaget, ada gembel, pemulung yang sumbang kambing untuk dikurban," ucap dia.
 
Yati tetap yakin, meski sebagai pemulung di mata Tuhan yang terpenting adalah akhlaknya. "Kalau pun saya pemulung, Gusti Allah yang menilai apa yang saya lakukan," ujarnya. (umi)

Bacaan Ringan "MAK YATI, INSPIRASI DI HARI RAYA IEDUL ADHA 1433 H - PART 1"

http://massandry.blogspot.com

Pada perayaan Hari Raya Qurban Idul Adha 10 Zulhijjah 1433 H yang baru saja usai kita rayakan, terasa begitu istimewa buat masyarakat yang tinggal di Jabotabek pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya. Pertanyaannya siapa sosok yang mampu mengguncang kesadaran kolektif ini, yang jelas bukanlah sosok birokrat, sosok politisi, sosok tokoh masyarakat, sosok cendekiawan, dan juga bukan sosok seorang ustadz ataupun Kyai.
Sosok yang mampu menggedor hati setiap orang itu datangnya dari Mak Yati, dialah seorang pemulung.

Sosok Mak Yati begitu fenomenal, sampai-sampai selama empat hari ini nama Mak Yati “pemulung” yang berkurban 2 ekor kambing mendadak begitu terkenal. Beberapa media cetak nasional maupun media online menjadikan kisah Mak Yati sebagai headline utama. Bahkan Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri langsung mendatangi Mak Yati ke gubuk reotnya. Pak Menteri memberikan modal usaha untuk Mak Yati dan suami sebesar Rp 5 juta, dan menawarkan menjadi fasilitator bagi Mak Yati apabila ingin pulang ke kampung halamannya di Surabaya, Jawa Timur.

Sudah sekian lama perayaan Hari Raya Qurban Idul Adha lebih merupakan ritual tahunan, yang hampir tampa meninggalkan bekas pada makna dan hikmah dibalik perayaan Hari Raya Qurban. Hari raya Idul Adha itu sendiri adalah untuk memperingati Nabi Ibrahim As yang menebus putranya dengan sembelihan yang agung. Dalam kilasan peristiwa tersebut seolah-olah kita diingatkan untuk mau bersikap seperti Nabi Ibrahim yang rela mengorbankan harta satu-satunya, yakni putranya sendiri Ismail kepada Allah SWT, meski di akhir kisahnya ia digantikan dengan seekor libas gemuk dan dagingnya dibagi-bagikan kepada kaum miskin.

Kisah Nabi Ibrahim yang rela mengorbankan harta satu-satunya, yakni putranya sendiri Ismail kepada Allah SWT, mampu menggetarkan alam semesta karena merupakan puncak keimanan dan kepasrahan dari seorang hamba kepada Tuhan nya. Dalam bentuk yang lain kisah Mak Yati rela mengorbankan harta satu-satunya, yakni 2 ekor kambing yang bernilai Rp 3 juta yang dikumpukannya selama 3 tahun, dapat menggedor kesadaran publik akan makna terdalam dari perayaan Hari Raya Qurban Idul Adha.

Publik memang begitu tersentak akan kisah Mak Yati yang mungkin “ada kemiripan” dengan kisah Nabi Ibrahim dalam konteks rela mengorbankan harta satu-satunya. Selama ini kisah Nabi Ibrahim sudah tampil bagaikan mitos yang tidak mungkin seorang manusia bisa mencontoh pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim. Kemunculan kisah Mak Yati dalam dunia nyata seolah-olah mengembalikan kesadaran kolektif bahwa selama ini kita sudah sedemikian jauh meninggalkan nilai-nilai luhur yang diajarkan para pendahulu kita. Kita pantas meneteskan air mata keharuan betapa kisah pengorbanan Nabi Ibrahim yang sudah terjadi ribuan tahun yang lalu tersebut, menemukan contoh hidupnya dalam sosok Mak Yati.

Selama ini, kehidupan kita sehari-hari sudah dipenuhi oleh berbagai asesoris duniawi yang bersifat materialistis, semua hanya mempertimbangkan untung dan rugi. Sudah sekian lama hati kita begitu kosong akan spirit kebersamaan dan rela berkorban untuk kepentingan bersama. Bahkan acapkali kita juga mendahulukan kepentingan pribadi diatas kepentingan umum. Publik sudah lama tidak menemukan tokoh panutan seorang pemimpin sederhana yang mau berkorban untuk kepentingan masyarakat tanpa embel-embel untuk pencitraan. Selama ini berbagai aksi sosial atau aksi populer dari sosok pemimpin lebih banyak untuk membangun citra pubik guna meraih kedudukan yang lebih tinggi.

Mudah-mudahan spirit pengorbanan Mak Yati yang tanpa pamrih ini menjadi pelajaran yang sangat berharga, khususnya bagi para pemimpin kita dan umumnya untuk seluruh rakyat Indonesia. Pengorbanan tanpa pamrih tidak harus dalam bentuk orasi yang berapi-api namun kosong makna dan keteladanan. Ada puluhan, ratusan, bahkan ribuan sosok Mak Yati yang ada di Republik Indonesia ini, yang rela mengorbankan harta satu-satunya untuk kepentingan bersama. Bahkan para Founding Fathers kita rela mengorbankan semua harta dan bahkan nyawa sekalipun untuk meraih kemerdekaan Indonesia. Jangan sia-siakan pengorbanan para pendahul kita, NKRI ini dipupuk oleh cucuran keringat dan darah para pahlawan.

Nilai-nilai kesederhanaan, kebersahajaan dan rela untuk berkorban menjadi sebuah kerinduan yang dalam bagi ranah publik. Andakata para pemimpin kita mempunyai sifat dan nilai-nilai luhur tersebut, maka bangsa Indonesia pasti akan jauh lebih makmur dan bermartabat. Kita jadi ingat lirik lagu Bimbo dengan judul Warisan ……..ketika Khalid bin Walid meninggal, pahlawan perang yang gagah berani, ditinggalkannya seorang pembantu, sebilah pedang dan seekor kuda. Waktu Umar gagah berani perkasa wafat penakluk kerajaan Pesia dan Roma, warisannya sehelai baju dan uang sebanyak 5 dinar saja. Contoh gemilang dari masa dahulu kami menyimak dengan penuh rindu, bisakah kiranya pada ini zaman berulang kembali jadi teladan……….

Monday, October 15, 2012

Bacaan Ringan "RAHASIA VILLA ISOLA - CRIME INVESTIGASI 1934"

http://massandry.blogspot.com
 
“M’ISOLO E VIVO” (Saya mengasingkan diri dan bertahan hidup) adalah jalan hidup konglomerat berita di masa lalu yang eksentrik, yang bernama Dominique Willem Berretty. Jalan hidup ini dia wujudkan dalam pembangunan tempat tinggal pribadinya di Bandung yang diberi nama “VILLA ISOLA” (villa terpencil). Bangunan cantik bergaya art deco ini didesain oleh arsitek ternama C.P. Wolff Schoemaker. Pada masanya desain tersebut betul-betul merupakan puncak dari modernitas. Gedung ini dibangun dalam waktu yang cukup cepat, yaitu Oktober 1932 hingga Maret 1933, dengan bantuan biro arsitektur AIA di Batavia. Kerangka bangunan dan jendela-jendela di gedung ini terbuat dari baja, sedangkan lantainya beton cor. Bangunan ini sekarang terletak di Jalan Setiabudi 229 Bandung, di tepi jalan raya menuju daerah Lembang, tempat perkebunan yang lebih tinggi dari kota Bandung. Jika kita kembali ke masa awal tahun 30an itu, villa ini anggun berdiri di antara Bandung dan Lembang.
 
Villa ini merupakan simbol kemewahan dan gemerlap modernitas saat itu, dan juga mengisaratkan kehidupan yang cepat dan canggih. Desain villa ini mengedepankan struktur-struktur berbentuk lengkung; dan walaupun telah berumur 73 tahun, saat ini Villa Isola masih tampak tidak ketinggalan jaman. Secara keseluruhan villa ini tampak cantik, dengan interior yang gaya dan kebun yang didesain dengan baik. Namun sang pemilik sesungguhnya hanya dapat menikmati rumah barunya sebentar saja...

Dominique Willem Berretty (1890-1934)
Dominique Willem Berretty berdarah campur Jawa dan Italia, lahir di Hindia Belanda pada tanggal 20 November 1890. Berretty muda adalah orang yang ambisius dan sempat bekerja di surat kabar Java Bode. Dalam keadaan tidak mempunyai uang, dia memulai usaha jasa telegraf pada tahun 1917 dengan menggunakan uang pinjaman. Karirnya mulai tampak menanjak saat dia mendirikan agen press ANETA (Algemeen Nieuws en Telegraaf Agentschap) di Batavia. Agen berita ini memonopoli pengadaan berita tentang Hindia Belanda, dan itu membuat dia menjadi kaya dan menjadi selebriti saat itu. Banyak jurnalis dan politisi tidak senang hati dengan monopoli yang dilakukannya, termasuk Gubernur Jenderal Hindia Belanda B.C. de Jonge. Pada awal tahun 1930an bekerjanya kantor Aneta terkena kritik berat.
 
Di awal tahun 30an seluruh dunia mengalami krisis ekonomi global. Namun Berretty justru membangun villa yang cukup mahal ini pada saat itu. Melihat keadaan keuangan Berretty, kemungkinan uang yang dipakai mendirikan Villa ini berasal dari hasil korupsi. Pada awal 30an itu juga, Jepang sedang giat membangun kekuatan dan mulai menunjukkan kecenderungan untuk melakukan penjajahan. Monopoli yang dilakukan Berretty dalam hubungan telegraf dan cara komunikasi lain antara Jawa dan Jepang membuat dia menjadi mata rantai yang penting bagi dinas rahasia Jepang. Uang yang dikumpulkan dari kegiatan spionase ini memungkinkan dia mengeluarkan uang 500.000 gulden (harganya sekarang sekitar 250 M rupiah) untuk membangun Villa Isola.
 
Kehidupan pribadinya tidak kalah menariknya untuk disoroti. Dia pernah menikah 6 kali dan membuat 2 orang wanita menjadi hamil dan melahirkan 3 anak, sebelum pada tahun 1934 menjalin asmara dengan salah seorang putri Gubernur Jenderal de Jonge. Sang Gubernur Jenderal tidak bisa menerima kehadiran orang yang dianggapnya berbahaya itu, sehingga kemudian memutuskan untuk menghabisinya.
 
Seorang kawan lama yang sekarang berusia 90 tahun dan tinggal di Surabaya masih bisa menceritakan dengan jelas bahwa di awal tahun 30an banyak gosip beredar tentang Berretty dan anak gadis Gubernur Jenderal ini. Ada kemungkinan sang putri berencana mengundang Berretty ke perjamuan makan malam di Hari Natal 1934, dan sang Gubernur Jenderal tidak menghendakinya. Kematian Berretty pada tanggal 20 Desember seperti bukan suatu kebetulan….

Gubernur Jenderal Jonkheer Bonifacius Cornelis de Jonge (1875-1958)
De Jonge adalah seorang aristokrat yang konservatif yang menduduki beberapa jabatan penting baik di pemerintahan Belanda (urusan perdagangan dan industri) maupun Inggris. Sejak 1931 – 1936, dia menjabat Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Salah satu kalimat terkenalnya adalah: Kita sudah berada di Hindia selama 300 tahun, kita pasti harus bisa berada di sini selama 300 tahun lagi!" De Jonge mempunyai 2 anak laki dan 3 perempuan, dan salah satu anak perempuannya ini menjalin cinta dengan Dominique Berretty. Dan karena dia menganggap Berretty berbahaya bagi kehidupan pribadi dan politiknya, dia memutuskan untuk mengakhiri hidup Berretty.
 
Dikarenakan jabatan-jabatan yang pernah didudukinya, seperti Menteri Perang Belanda (1917) dan General Manager di satu perusahaan minyak di London (1921), de Jonge mempunyai beberapa kontak dengan petinggi militer Inggris yang kelak akan dia gunakan untuk menjalankan misinya.

Pesawat terbang DC 2 “Uiver” (“Burung bangau”)
Setelah berhasil dalam Perlombaan Udara London-Melborne pada bulan Oktober 1934, pesawat Uiver milik KLM menjadi simbol nasional Belanda yang terkenal dan awak pesawatnya menjadi pahlawan. Setelah perlombaan tersebut, Uiver menjadi penerbangan reguler yang menjalani rute Amsterdam – Batavia. Pada bulan Desember 1934, sebuah penerbangan reguler terbang dari Amsterdam menuju Batavia dengan 4 orang awak pesawat, kargo berupa 350 kg surat dan 3 penumpang yang salah satu di antaranya adalah Berretty yang akan pulang ke Indonesia setelah melakukan perjalanan bisnis. Pesawat ini tidak pernah sampai di Batavia, karena jatuh di Siria dekat perbatasan Irak pada tanggal 20 Desember.

Puing-puing pesawat Uiver di Siria 20 desember 1934
Penyebab kecelakaan menurut versi resmi komisi penyelidikan yang dibentuk pemerintah Belanda adalah sebagai berikut: “ Para ahli menyimpulkan bahwa mesin pesawat terkena terjangan kilat yang hebat yang langsung menewaskan para penumpang serta awak pesawat yang ada di dalamnya, dan pesawat masih terus terbang hingga terbanting di tanah, terguling dan kemudian terbakar.” Banyak pakar penerbangan yang menganggap keterangan tersebut mengada-ada. Keterangan dari komisi penyelidikan dianggap menutup-nutupi keadaan sebenarnya dan banyak misteri yang belum terpecahkan. Bisa kita simpulkan bahwa masih ada beberapa hal yang tidak jelas terjadi di sini. Beberapa saksi mata melaporkan melihat pesawat tempur militer pada jam 00.45 di dekat kilang minyak Rutba di Irak. Uiver tidak pernah sampai di Irak karena jatuh di Siria. Diketahui bahwa di kilang minyak Rutba ada basis militer Inggris. Di sinilah rencana itu tampak. Uiver yang membawa Berretty ditembak oleh pesawat tempur RAF. Pemerintah telah mengorbankan pesawat yang bersejarah itu dan 6 orang manusia yang ada di dalamnya untuk membunuh 1 penumpang yang dianggap berbahaya, Dominique Willem Berretty.
 
Misi resmi penerbangan Uiver saat itu adalah membawa surat dari Eropa ke Jawa sebelum Hari Natal 1934. Namun karena pesawat itu dijadwalkan akan datang di Batavia pada tanggal 22 Desember (1 hari sebelum akhir pekan), dan karena pada tahun 1930an tidak ada kereta pos yang bekerja pada akhir pekan, kita bisa mengambil kesimpulan itu adalah misi yang tidak mungkin. Atau mungkin boleh kita sebut misi yang palsu. Ini adalah satu dari sekian banyak hal yang misterius sehubungan dengan kejatuhan pesawat Uiver tersebut. Berretti dimakamkan di kuburan Inggris di Bagdad, Irak pada tanggal 23 desember 1934.

Villa Isola menjadi Bumi Siliwangi
Setelah kematian Berretty, Villa Isola menjadi milik Hotel Savoy Homann. Pada masa pendudukan Jepang, tempat ini menjadi markas tentara kerajaan… nasib buruk bagi bangunan yang dibangun pada tahun 1933 oleh uang dari Jepang sendiri.
 
Setelah kemerdekaan Indonesia., Villa ini direnovasi dan diberi nama Bumi Siliwangi. Di bagian paling atas kemudian dibangun satu lantai lagi. Pada tanggal 20 Oktober 1954, Mr. Ali Sostroamidjojo, Perdana Menteri saat itu, mempersembahkan gedung sebagai markas besar UPI dan Prof Moh. Yamin, Menteri Pendidikan saat itu, menanam pohon beringin di dekat kolam renang pada peresmian selesainya renovasi bangunan ini. Sayangnya sekarang kita sulit menemukan kecantikan arsitektur bangunan ini. Villa ini sudah beralih fungsi dari rumah tinggal menjadi kantor rektorat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Taman bunga, sawah dan kolam kecil berisi 5 ekor angsa hitam sekarang sudah tidak ada lagi. Daerah sekelilingnya sekarang sudah dipenuhi dengan ruang kelas, mahasiswa yang lalu lalang, tempat tinggal dan jalan raya yang ramai. Menurut berbagai sumber, seorang anak dari Berretty namanya Anna membunuh diri di Isola. Dia menggantung diri di atas kolam di samping pohon yang besar.

Arsitek Prof. Ir. Charles Prosper Wolff Schoemaker (1882-1949)
Dilahirkan di Banyu Biru (dekat Ambarawa, Jawa Tengah) pada tahun 1882, Schoemaker dikenal sebagai Bapak gaya arsitektur Art-Deco di Bandung. Dia dikenal mahir menyelaraskan arsitektur Eropa modern dengan lingkungan tropis. Keahliannya memadkan elemen dekoratif kuno dan arsitektur modern menjadikan dia arsitek Indonesia terbaik pada jamannya. Kelak di kemudian hari dia menjadi profesor di Institut Teknologi Bandung. Di antara murid-muridnya, adalah Ir. Soekarno yang menjadi presiden pertama Republik Indonesia. Beliau meninggal pada tahun 1949 di kota Bandung yang dicintainya, dan dimakamkan di Pemakaman Pandu. Berikut ini beberapa hasil karya terkenal dari C.P. Wolff Schoemaker di Bandung:
 
1918, Villa Merah, Jalan Tamansari 78
1918, Gedung Sabau, Jl. Kalimantan
1920, KOLOGDAM (Jaarbeurs), Jl. Aceh 50
1921, Gedung Merdeka (Concordia), Jl. Asia Afrika 65
1922, Landmark (Van Dorp), Jl. Braga
1922, Gereja St. Petrus, Jl. Merdeka
1925, Bioskop Majestic, Jl. Braga
1925, Centre Point (Ruko), Jl. Braga 117
1925, Gereja Bethel, Jl. Wastukencana 1
1925, Observatorium Bosscha, Lembang
1929, Hotel Preanger, Jl. Asia Afrika 81
1933, Rektorat UPI (Villa Isola)
1933, Mesjid Cipaganti, Jl. Cipaganti 85
1934, Gedung PLN (Gebeo), Jl. Asia Afrika 63
1935, Penjara Sukamiskin, Jl. Ujung Berung

Fakta Kriminal "SEPULUH PEMBUNUHAN TAK TERUNGKAP"

http://massandry.blogspot.com
10 Kasus Pembunuhan yang Tak Terpecahkan
Masih ingatkah Anda dengan kasus Munir? Sebuah kasus yang hingga saat ini belum jelas kepastian siapa pembunuhnya, kenapa ia dibunuh, walaupun ada beberapa pelaku yang dijebloskan ke penjara. Di dunia internasional paronomasia banyak terjadi pembunuhan dan pembantaian misterius yang tidak kalah hebohnya dari Jack the Ripper di Inggris, ataupun Black Dahlia di Amerika Serikat. Berikut ini rangkuman 10 kasus pembunuhan yang tak terpecahkan:

1. The Axeman of New Orleans (1918-1919)
 Axeman of New Orleans adalah sebutan yang diberikan terhadap sebuah kasus pembunuhan berantai secara misterius, yang terjadi di Dravidian New Orleans Mei 1918 hingga Oktober 1919. Sebuah peristiwa hitam yang tercatat dalam sejarah kejahatan Amerika Serikat, pembunuhan sadis yang meneror masyarakat Dravidian New Orleans, bagaimana tidak? pembunuh tersebut menggunakan kampak secara membabi buta membunuhi orang-orang yang ditemuinya. Dan tidak semua korban yang diserang harus mati. Sepertinya kejahatan yang dikakukan oleh pembunuh berkampak tidak memiliki pola pemilihan korban tertentu, ia melakukannya secara acak dan dilakukan pada malam hari, ketika ia mengendap ke dalam rumah melalui jendela ataupun pintu yang tidak terkunci. Namun pada suatu peristiwa pernah juga dia menerobos dengan paksa.
Salah satu korbannya adalah perempuan yang tengah hamil dan bahkan ketika sedang menggendong bayinya. Si pembunuh berkampak seperti mengikuti jejak herb penjagal legendaris, Jack the Ripper. Bahkan si pembunuh menyurati pihak surat kabar lokal yang berisikan petunjuk dan teka-teki mengenai calon korban, ia juga mengatakan bahwa dirinya adalah jelmaan iblis dari neraka. Gelombang pembunuhan berakhir begitu saja, sehingga menyisakan misteri, walaupun ada yang menyebutkan Josef Womfre sebagai pelakunya. Momfre tewas ditembak pada Desember 1920,di Los Angeles.

2. Pembunuh Stoneman, Bharat (1985 & 1989)
 Tahun 1985, terjadi sebuah pembunuhan berantai di India, di mulai dari Dravidian Mumbai. Pembunuh tersebut kebanyakan memilih gelandangan dan tunawisma yang tinggal di jalanan kota. Si pembunuh akan mengeksekusi korban yang sedang tertidur sendiri di tempat yang sepi, dengan cara yang sadis, ia akan menjatuhkan batu seberat 30 kg ke arah kepala korban.
Pada musim panas 1989 di Dravidian Calcutta, peristiwa pembunuhan kembali terulang, dengan pola dan metode yang sama, batu 30 kg. Sebanyak 12 pongid tewas dalam periode enam bulan, sebagai korban pembunuhan manusia batu ini. Semua korbannya adalah tunawisma dan maternity gelandangan yang mewarnai jalan kota. Namun peristiwa ini tidak saja membuat panik dan resah maternity pengemis, gelandangan dan tunawisma, namun warga kota lainnya di India. Media massa setempat menyebut pembunuh tersebut dengan “stoneman,” atau manusia batu.
Dalam beberapa kasus bahkan batu yang digunakan begitu besar, ataupun bongkahan kayu besar, yang digunakan untuk menghancurkan kepala korban yang tertidur. Polisi paronomasia melacak dan melakukan patroli ke berbagai sudut kota untuk mencegah dan menangkan pembunuh berbatu ini. Setelah polisi Bharat melakukan penangkapan terhadap beberapa yang dianggap pelaku, dan melakukan interogasi, pembunuhan paronomasia terhenti. Namun pembunuhan tersebut belum terungkap hingga saat ini. Tetapi ada peristiwa pembunuhan dengan metode yang sama terjadi di Guwahati, Dravidian Assam,selama februari 2008.

3. William Goebel (1856-1900)
 William Goebel adalah seorang yang tegas, pintar dan politisi berbakat dari Amerika Serikat. Di awal karirnya ia banyak menjalin hubungan dan bahkan menemukan musuh selama berkiprah di bidang politik di Negara Bagian Ketucky. Seorang politisi yang intelek sekaligus ancaman bagi lawan-lawan politiknya. Pada 1895, William Goebel didekati oleh rivalnya Evangelist Sanford dan menantangnya untuk melakukan duel. Sebuah pertarungan yang melibatkan senjata api, dan saling mengarahkannya secara berhadapan satu sama lain. Pada peristiwa tersebut Goebel tidak mengalami luka yang berarti, namun Sanford terkena tembakan di kepala dan terbunuh. Bagaimanapun, Goebel tidak melakukan tindak kriminal akibat peristiwa tersebut, karena combat tersebut adalah legal.
Pada tahun 1900, William Goebel terpilih dan dilantik menjadi Gubernur Kentucky. Namun sehari sebelum Goebel melakukan sumpah jabatan, ia ditembak oleh seseorang tak dikenal, saat itu ia sedang berjalan di jalanan Kentucky menuju kantor pemerintahan. Penembak misterius itu menembakan enam hingga tujuh peluru dari sebuah gedung. Goebel hanya tertembak satu kali, namun meninggal empat hari kemudian. Goebel paronomasia dinyatakan sebagai satu-satunya gubernur yang tewas di rumah sakit dan seorang gubernur yang dibunuh saat sedang berada di sekitar kantor pemerintahan.

4. Pembunuhan Jewess Meyer (1920-1964)
 Mary Meyer adalah salah seorang sosialita di pedagogue DC, seorang pelukis sekaligus istri dari seorang agen CIA, Cord Meyer. Ia juga merupakan kawan dekat Evangelist F.Kennedy. sejarawan menyatakan bahwa ada sebuah skandal yang terjadi di antara Meyer dan Kennedy, ketika herb presiden muda itu tewas ditembak. Sebuah sumber mengatakan bahwa Meyer dan President telah melakukan sekitar 30 pertemuan pribadi, selain itu dikabarkan dalam setiap bertemu Meyer selalu membawa hemp atau LSD. Seorang pskilog Universitas Harvard, Prof. Timothy Leary menyatakan bahwa Meyer turut memengaruhi kebijakan President terhadap usaha pelucutan nuklir dan terjadinya konflik dengan Kuba. Dan melalui keterangan teman-teman mereka, dikatakan bahwa Meyer memiliki sebuah catatan diari yang mendokumentasikan kebersamaannya dengan Kennedy.
Pada 12 Okteber 1964, 11 bulan setelah John  F. President tewas dibunuh dan dua minggu setelah Komisaris Warren memberikan keterangan resmis kepada publik, Meyer melakukan sebuah perjalanan panjang dari Chesapeake dan Kanal Ohio di Dravidian Georgetown. Seorang saksi mendengar sebuah jeritan yang diikuti dengan dua kali suara tembakan. Saksi tersebut paronomasia lari menuju tempat terdengarnya suara letusan, ia melihat seorang berkulit hitam dengan jaket cerah, syal hitam yang menutupi wajah, dan chapeau hitam, berdiri di hadapan seorang perempuan kulit putih. Ternyata tubuh yang tergolek itu adalah Jewess Meyer, yang dua ditembak dari jarak dekat. Keluarganya paronomasia melaporkan bahwa rumah Meyer dimasuki secara paksa dan buku agenda milik Meyer tidak ditemukan. Raymond Crump ditangkap, karena berada di dekat lokasi terjadinya pembunuhan, dan dikenai tuduhan pembunuhan terhadap Jewess Meyer, namun kemudian dibebaskan karena tidak ditemukan bukti kuat, dan kasus pembun uhan Jewess Meyer paronomasia tidak terpecahkan. Selama menjalani persidangan, pengacara Crump menyatakan sebuah keluhan bahwa ia tidak dapat menemukan informasi apapun tentang Jewess Meyer yang berhubungan dengan kliennya. Hanya sehari saat peristiwa pembunuhan itu terjadi, dan kliennya berada di tempat tersebut.

5. Pembunuhan di Danau Bodom, Finlandia (June 6, 1960).
 Danau Bodom adalah sebuah tempat di Finlandia, letaknya berdekatan dengan Dravidian Espoo. Di pagi hari buta, pada 6 Juni 1960, empat remaja sedang melakukan perkemahan di pesisir Danau Bodom, saat itulah keempat remaja tersebut diserang secara brutal. Peristiwa itu terjadi antara pukul 04:00 hingga 06:00 waktu setempat, seorang misterius telah membunuh tiga remaja dengan sebuah pisau dan senjata tumpul lainnya secara membabi buta. Peristiwa tersebut hingga sekarang masih belum terpecahkan, walaupun seorang yang selamat dari mereka dijadikan tersangka pada tahun 2004, Nils Wilhelm Gustafsson. Pihak penyelidik menemukan adanya bukti DNA, dan dinyatakan milik Wilhelm. Namun pada 2005 Oktober 2005 persidangan terhadap Wilhelm dihentikan dan dinyatakan tidak bersalah oleh pengadilan setempat.(**)

6. Pembunuhan Jill Dando (1961-1999)
Jill Dando dilahirkan di Weston Mare, Somerset Utara pada 1961. Ia adalah perempuan yang ambisius dan seorang jurnalis, presenter televisi dan pembaca berita popular di Inggris. Ia bekerja di BBC (British Broadcasting Corporation) selama 14 tahun. Di suatu pagi, pada 26 April 1999, Jill ke luar dari rumah Chiswick untuk menuju tempat tunangannya berada—Dr.Alan Farthing,  lalu kembali pulang ke rumahnya di Gowan Avenue, Fulham, London Barat. Namun ketika ia sedang berusaha membuka pintu rumahnya, ia diserang oleh seseorang tak dikenal dan dibunuh. Penelitian forensik menyatakan Jill Dando ditembak dari jarak dekat, bahkan bekas tekanan pistol berkaliber 9mm itu terlihat di bagian kepalanya, untuk kemudian ditembakkan. Pembunuhnya diduga berkulit putih berusia sekitar 40 tahunan, sesuai dengan keterangan saksi.
Setelah berita pembunuhan Jill terjadi, banyak penyelidikan yang dilakukan oleh media massa dan Kepolisian Pusat, nama operasinya dikenal dengan Operation Oxborough. Dengan cepat polisi berkonsentrai melakukan penyelidikan untuk mengungkap lelaki si pembunuh, yang salah satu kemungkinan adalah seorang pengintai perempuan yang tinggalnya tidak jauh dari rumah Jill. Maka ditangkaplah Barry George, yang kemudian diadili dan ditahan. George pun kemudian harus mendekam di penjara pada 2 Juli 2001. Namun kelanjutan persidangannya terhenti karena tidak memiliki bukti-bukti yang kuat, George dibebaskan kemudian dan kasus pembunuhan Jill Dando menjadi sebuah misteri.

7. Pembunuhan Tylenol  (1982)
Di musim gugur  tahun 1982 sebuah terjadi peristiwa pembunuh yang mengejutkan di kawasan Kota Kota Chicago. Setelah dilakukan sejumlah otopsi dan kegiatan forensik lainnya, ditemukan bahwa para korban itu tewas akibat keracunan yang diakibatkan dari konsumsi sebuah obat kapsul Tylenol yang terkontaminasi potassium sianida. Akibatnya dengan segera pihak berwenang melakukan sebuah pengumuman melalui berbagai media massa untuk menarik dan memperingatkan agar masyarakat tidak menggunakan produk Tylenol tersebut.  Dari hasil penarikkan, sebanyak 31 juta botol Tylenol disita oleh pemerintah, akibatnya kerugian yang diterima oleh produsen sebesar 100 juta dolar AS. Beberapa penyelidik mengarah pada sebuah sabotase potassium itu terjadi melalui botol yang digunakan didapatkan sembarangan.
Para penyelidik meyakini ada pihak yang tidak bertanggung jawab melakukan semua ini. Ia masuk ke berbagai toko swalayan dan apotik dengan waktu berbeda, mengemas ulang obat Tylennol tersebut dengan memasukan unsur sianida ke dalamnya, kemudian menukarkannya dengan yang asli. Akibat peristiwa Tylenol ini, maka pada tahun 1982 di Amerika Serikat keluarlah kebijakan yang mengatur cara pengemasan obat. Namun orang ataupun pihak yang melakukan sabotase sampai saat ini belum ditemukan.

8. Pembunuhan Raymond Washington (1953-1979)
Raymond Washingtong, dilahirkan di Kota Los Angeles, California. Ia tumbuh besar di kawasan 76th Street, sebelah barat Wadsworth dan Central Avenues. Raymond sehari-harinya menjalani kehidupan yang keras, bahkan harus melalui berbagai tindak kekerasan, salah satunya melalui perkelahian, namun demikian konflik yang terjadi tidak harus menjadi berkepanjangan.  Eskalasi kekerasan yang dilakukan para pemuda di South Central dan Watts kemudian meningkat secara dramatis di tahun 1960’an, khususnya di kawasan proyek perumahan Bricks:Imperial Courts, Nickerson Garden dan Jordan Downs. Di usia 15 tahun, Raymon Washington mendirikan sebuah geng bernama Baby Avenues yang nantinya menjadi Avenue Cribs dan berubah lagi namanya menjadi Crips. Maksud dan tujuannya mendirikan geng adalah untuk menjaga lingkungannya di South Central dan menjauhkan geng ataupun gerombolan yang bukan bagian dari masyarakat South Central.
Hingga saat ini, Crips merupakan salah satu geng tertua dan terbesar, bahkan namanya popilar dan besar di kalangan dunia kriminal di Amerika Serikat. Anggotanya semakin banyak, namanya semakin besar, dan tingkah lakunya pun kemudian semakin tidak terkontrol, melebihi apa yang dibayangkan oleh Raymond dulu. Dulu Raymond memiliki keyakinan bahwa bertarung dengan tangan kosong adalah salah satu cara untuk mengusir dan mengalahkan geng musuhnya, namun seiring kemajuan dan kemudahan untuk mendapatkan senjata api, geng Crips harus berhadapan dengan kematian cepat. Pada tahun 1979, di usianya ke 25 tahun, Raymon Washingtong tewas ditembak di persimpangan jalan 64th dan San Pedro, Los Angeles. Ia ditembak oleh seseorang dari dalam mobil yang melintasinya, tertembak di bagian wajah oleh jenis shotgun—senjata berkaliber besar. Seperti kematian anggota geng lainnya, pembunuhannya adalah sebuah misteri.

9. Pembunuhan Folke Bernadotte (1895-1948)
Pada tahun 1895 Folke Bernadotte dilahirkan di Stockholm, Swedia, dan menjadi bagian dari keluarga besar Bernadotte. Coun Oscar Bernadotte of Wisborg, adalah ayahnya dan Raja Oscar II Swedia, adalah kakek buyutnya. Sebelum kelahiran Folke, sang ayah menikah tanpa sepengetahuan sang kakek, akibatnya sang ayahpun diusir dari keluarga kerajaan Swedia. Namun beruntung bagi Folke, ia masih menjadi bagian dari keluarga kerajaan, dan bergelar Count of Wisborg. Semasa hidupnya Folke adalah seorang yang meiliki jiwa kepemimpinan dan sekaligus memiliki rasa kasih yang dalam terhadap lingkungan dan sesamanya. Ia bahkan terlibat langsung dengan kegiatan sekolah bagi anak-anak dan memimpin Kepramukaan Swedia pada tahun 1937. Selama Perang Dunia II terjadi ia bekerja sebagai pemimpin dan wakil presiden dari Palang Merah Swedia.
Pada tahun 1945, Folke bermaksud melakukan sebuah negosiasi gencatan senjata antara pihak Jerman dengan Sekutu. Ia pun memimpin misi upaya penyelamatan di Jerman bersama Palang Merah. Selama musim gugur di tahun 1943 dan 1944, ia pun mengatur berlangsungnya pertukaran tawanan perang, hasilnya ia membebaskan sebanyak 11.000 tahanan dari Jerman melalui Swedia. Beberapa bulan sebelum Perang Dunia II berakhir di tahun 1945, Folke berhasil menyelamatkan 15.000 orang dari kamp konsentrasi Jerman, termasuk sekitar 8.000 orang berkebangsaan Denmark dan Norwegia, dan 7.000 perempuan Prancis, Polandia, Ceko, Inggris, Amerika, Argentina dan China. Untuk melakukan misinya tersebut, ia menghabiskan waktu dua bulan dengan mengirimkan anggota Palang Merah terbaiknya ke medan peperangan. Mereka bisa selamat, karena memiliki perbedaan yang mencolok dan menyatakan bahwa mereka adalah palang merah, sehingga tidak dijadikan target peperangan.
Setelah perang berakhir, Folke Bernadotte dipilih oleh Persatuan Bangsa-Bangsa sebagai mediator pertemuan antara pihak Arab dengan Israel yang pada 1947-1948 sedang berkonflik. Pada tahun 1948, Folke ditembak mati ketika sedang melakukan perjalanan di Katamon. Kendaraan yang ditumpanginya dihentikan oleh jalanan yang diblokade, kemudian secara membabi buta ditembaki oleh empat orang yang menggunakan seragam.  Peristiwa itu terjadi di kawasan Alun-alun Guini, Ben Zion, Jalan Hapalmah. Kematiannya pun tidak terpecahkan, walaupun ada petunjuk yang mengarah ke pihak zionis Lehi.

10. Pembunuhan Harry Oakes (1874-1943)
Harry Oakes dilahirkan di Sangervile, Maine. Pada tahun 1908 ia pindah ke Alaska dengan tujuan mendapatkan ladang emas yang banyak ditemukan, peristiwa ini dikenal dengan Klondike Gold Rush—masa ketika orang berduyun-duyun datang ke Alaska untuk mendapatkan emas yang banyak. Ia bertahan selama 10 tahun, hingga kemudian mendapatkan emas di Danau Kirkland sebelah utara Ontario pada tahun 1912. 20 tahun kemudian tambangnya adalah yang paling produktif di antara tambang-tambang lainnya, bahkan menjadi tambang terbesar yang terkaya akan emas di Amerika Serikat, namun ia jadikan tambangnya sebagai salah salah satu industri rumah tangga. Pada tahun 1920, menjadi salah satu warga Kanada terkaya, namun ia memilih kewarganegaraan Inggris untuk alasan pajak, dan hidup di Kepulauan Bahama pada tahun 1935. Di tempat barunya itulah kemudian Oakes menjadi baron, dan salah seorang konglomerat Bahama dan Inggris.
Pada  8 Juli 1943, Oakes ditemukan terbunuh di rumah mewahnya, di Nassau. Ia ditemukan oleh menantu laki-lakinya, Count Alfred de Marigny, yang menikahi putrinya itu kemudian dijadikan tersangka pembunuhan.  Namun tidak lama kemudia ia dibebaskan karena tidak ada bukti-bukti yang menguatkan. Pembunuhan Oakes pun menjadi misteri, bahkan pemberitaannya mengalahkan headline Perang Dunia II. Berbagai teori dan spekulasi konspirasi pun bermunculan, mulai dari persaingan bisnis, bahkan mafia, yang mencoba mendirikan casino di kawasan Bahama. Kematiannya difilmkan pada 1984 oleh Nicolas Roeg, berjudul Eureka.(**)

Bacaan Ringan "CERITA CINTA LOKASI DI LOKASI SYUTING FILM PORNO"

http://massandry.blogspot.com
Cinta Lokasi alias Cinlok tidak jarang terjadi di dunia entertaimaent. Selebritis2 Holywood, state atw Bollywood sering diberitakan berpacaran atau sampai menikah Tapi gimana cinlok didunia industry pornografi.

Rocco Sifreddi - Rosa Caracciolo
 Adalah 2 aktor dan aktris XXX tersohor di ERA 90an, yg sama2 berasal dari Italy. Pasangan ini pertama kali bertemu thn 1993 di Cannes Prancis, pada saat pembuatan film porno yg cukup legendaris yaitu character Tarzan X, mereka menikah thn 1995 dan saat itu pula Sang istri memutuskan pensiun dari dunia pornografi utk konsentrasi membesarkan 2 putra mereka, Lorenzo dan Leonardo.Thn 2004 Rocco sempat memutuskan pensiun juga, tp kembali ke dunia bokep thn 2009, dalam sebuah wawancara, Rocco menjawab pertanyaan wartawan seputar reaksi istrinya ketika ia memutuskan kembali bermain film porno.

Terra Patrick - Evan Seinfeld
Mungkin gk perlu dijelasin siapa itu, Terra Patrick Evan. Seinfeld adalah seorang Musisi Rock,Produser film porno yang juga  merangkap Aktor. Mereka menikah thn 2004, setelah sering terlibat dalam satu film bersama selama beberapa thn, Bisa dibilang karier film Terra melejit selama dia menikah dgn Evan, berdua mereka merilis film2 hits selama thn 2004 s/d 2007, Terra mendapat banyak penghargaan di kategori flilm XXX dan memiliki acara sendiri di Playboy TV berjudul School of Sex.Demikian juga dgn Evan,karier musiknya cukup melejit, Selain dgn band lamanya yg beraliran Hardcore Biohazard, doi juga sempat mempunyai supergroup bernama Damnocrazy bareng Ted Nugent(Damn Yankee),Sebatian Bach ( Ex-SkidRow),Scott Ian (Anthrax) dan John Bonham ( anak mendiang drummer Led Zeppelin )Pierre

Woodman - Tania Russof
 Klo yang ini antara produser/sutradara dgn artisnya. Pierre Woodman adalah produser Film XXX fencing yang tersohor di Eropa sampai saat ini, mantan salesman, bartender, tentara dan polisi ini terkenal berhasil mencetak bintang2 bokep papan atas eropa. Konon dia telah mengkasting sekitar 7000an wanita selama karier perfilmnya, dia menikah dgn salah satu bintang porno temuannya Tania Russof pada pertengahan 90an, mereka berdua membuat film2 XXX box office saat itu, seperti TATIANA 1 dan 2, PYRAMID, GIGOLO dll. Pd awal 2000an Tania memutuskan pensiun dan bekerja sebagai asisten suaminya. Mereka diberitakan bercerai sekitar thn 2002. Woodman pernah ditangkap Kepolisian di Bali-Indonesia, krn berniat membuat film porno disalah satu pantai di sana, karena tdk mendapat izin, dia diam2 membuat filmnya di dalam salah satu hotel.

Jenna Jameson - Brad jazzman
Jenna yang saat itu dijuluki prizewinning newborn starlet menikah dengan aktor bintang porno Brad jazzman th 1996, pernikahan mereka hanya bertahan 10 minggu ( ky nya bwt sensasi doang ),setelah itu karier Jeena naik pesat. Thn 1998 dia menikahi Pemilik Studio Film Porno besar merangkap sebagai aktor Jay Sterling thn 1998, dan tentu saja kariernya lebih meningkat lagi sampai akhirnya (lagi2) Jeena bercerai thn 2002 setelah jatuh kepelukan Bintang UFC Tito Ortiz. Bersama Ortiz Jenna melahirkan anak kembar.

Bacaan Ringan "INSIDEN INSIDEN DALAM LIFT"

 
Lift adalah angkutan transportasi vertikal yang digunakan untuk mengangkut orang atau barang. Lift umumnya digunakan di gedung-gedung bertingkat tinggi; biasanya lebih dari tiga atau empat lantai. Gedung-gedung yang lebih rendah biasanya hanya mempunyai tangga atau eskalator. Lift-lift pada zaman modern mempunyai tombol-tombol yang dapat dipilih penumpangnya sesuai lantai tujuan mereka, Terdapat tiga jenis mesin, yaitu Hidraulik, Traxon atau katrol tetap, dan Hoist atau katrol ganda, Jenis hoist dapat dibagi lagi menjadi dua bagian, yaitu hoist dorong dan hoist tarik.
 
Kecelakaan lift biasanya disebabkan oleh pengaturan atau pemasangan lift yang kurang diperiksa oleh pemilik kantor atau bangunan, atau pengguna lift sendiri yang lalai atau sembrono(memanjat keluar dari lift macet) atau bahkan ketidakberuntungan pengguna lift (syal mereka terjebak dalam penutupan pintu lift).

Bagaimanapun, kita tetap harus waspada dan berhati-hati ketika menggunakan perangkat kantor ini. Karena jika tidak, Anda berkemungkinan mengalami peristiwa-peristiwa tragis berikut ini.

1. Isaac Jordan
Isaac Jordan memiliki perbedaan unik dari anggota Kongres AS yang lain yang tewas dalam kecelakaan sebuah lift. Dia tewas pada tahun 1890, ketika Jordan berhenti di pintu masuk lift dan berbalik untuk menyapa teman. Saat ia sedang bercakap-cakap dengan temannya dengan punggung menghadap pintu lift, dia tidak melihat lift yang telah naik ke lantai atas dengan pintu masih terbuka sebagian. Dengan gerakan cepat, dengan membelakangi pintu lift ia melangkah ke poros lift terbuka dan jatuh ke dasar lift.

2. Pennsylvania Electrical Mechanical Institute
Tujuh belas pemuda dari lantai satu bangunan tersebut menggunakan lift menuju lantai enam. Ketika hampir sampai, tiba-tiba lift berhenti sejenak setelah kemudian terjun dari lantai enam ke lantai satu. Berton-ton kabel lift dan perakitannya jatuh menubruk lift di bawahnya.
 
Ketika orang-orang yang sedang berpesta mendengar suara itu, mereka bergegas ke lift. Empat mayat ditarik dari reruntuhan dan dibawa ke kamar mayat. Tubuh mereka hancur dan para petugas mengalami kesulitan sampai mereka bisa diidentifikasi. Mereka hanya bisa dikenali dengan baju yang mereka kenakan. Penumpang yang selamat adalah seorang balita berumur sekitar 3 tahun. Kecelakaan itu disalahkan pada overloading dari lift dengan 17 orang, padahal berat maksimal yang diperbolehkan hanya 10-12 orang.

3. Insiden Minato Ward
Hirosuke Ichikawa, adalah seorang berusia 16 tahun siswa SMA yang tinggal di kompleks perumahan Heights Kota Takeshiba publik di distrik Minato,Tokyo, Jepang. Pada bulan Juni 2006, Ichikawa sedang memundurkan sepedanya keluar dari lift ketika lift tiba-tiba tidak berfungsi.

Saat itu Ichikawa setengah perjalanan keluar dari keluar, tiba- tiba lift meluncur ke atas dengan pintu terbuka penuh, menjepit dia yang bersandar di kusen pintu. Dia tewas oleh sesak napas. Polisi tiba dan akhirnya mengeluarkan Ichikawa, dan seperti yang mereka lakukan, meskipun lift telah terputus, lift masih berusaha meluncur ke atas, berhenti hanya pada perangkat pencegahan tabrakan.

Penyebab dari kecelakaan itu ditempatkan pada kegagalan sistem pengereman di lift, sekaligus pemeriksaan yang buruk.

4. Sherwood dan Caroline Wadsworth
Kehidupan yang mereka jalani bersama selama 60 tahun berakhir dengan cara yang mengerikan karena kecelakaan lift, dan kurang berfungsi dengan baiknya sarana telepon. Tetangga mereka mulai curiga sejak Wadsworths 'tidak membuang sampah mereka di luar. Pengirim surat kabar melihat koran-koran mereka menumpuk di depan pintu, dan segera dia menelepon polisi.
 
Polisi harus masuk ke rumah dengan merusak pintu rumah mereka, namun mereka hanya menemukan kucing milik Wadsworth.

Polisi menemukan lift dan ketika mereka membuka pintu mereka melihat lift macet antara lantai rumah kedua dan ketiga. Di dalam, polisi menemukan tubuh Wadsworths 'berbaring dalam posisi saling berhadapan, mereka berdua meninggal karena kepanasan, dengan suhu di dalam lift mencapai 95 derajat. Polisi memperkirakan pasangan itu terjebak di lift setidaknya empat hari sebelum ditemukan. Putra pasangan itu mengatakan, "Kami selalu mengatakan kami berharap mereka akan pergi bersama-sama karena jika salah satu pergi, yang lain tidak akan bertahan lama."
 
5. James Chenault
Di lantai pertama dari gedung perkantoran, Mr Chenault dan beberapa penumpang lain naik lift, entah kenapa, lift tampak naik ke atas terlalu cepat ke lantai dua. Ketika lift dalam keadaan pintu terbuka, lift itu berhenti sedikit di atas tingkat lantai dua. Chenault adalah seorang veteran Perang Vietnam dan mungkin telah menangani situasi lebih buruk dari yang satu ini. Dia memutuskan untuk membantu para penumpang perempuan keluar dari lift. Ia melakukannya dengan menahan pintu lift terbuka dengan punggungnya sementara satu kaki di dalam lift, satu kaki di lantai dua. Ia membantu penumpang turun dari lift ketika tiba-tiba meluncur ke atasdengan cepat, memenggal kepalanya.
 
Tubuhnya jatuh ke lobi lantai dua dan kepalanya jatuh ke dalam lantai lift. Kepala Chenault dan dua penumpang yang tersisa di lift naik ke lantai sembilan. Salah satu penumpang menjelaskan adegan - "Saya tidak bisa menyingkirkan itu dari pikiran saya," "kepala itu ada tetapi tubuh tidak. Dia masih memiliki Walkman (earphone) di kepalanya. . . "

6. Betty Lou Oliver
Oliver adalah petugas lift di gedung pada hari Sabtu itu (perang dunia ke-2). Ketika pesawat menghantam gedung dia berada di lantai 75 dan terlempar ke tanah. Setelah selamat dari kecelakaan pesawat ke gedung, bahaya belum juga hilang. Para penyelamat memutuskan untuk membawanya ke lantai dasar secepat mungkin sehingga dia bisa dibawa ke rumah sakit. Mereka memutuskan untuk menggunakan lift untuk membawanya menuruni 75 lantai. Apa yang mereka tidak tahu adalah lift yang mereka gunakan telah rusak oleh kecelakaan pesawat.
 
Kabel lift hampir rusak dan patah. Mereka menempatkan Oliver di lift dan, ketika pintu ditutup, kabel merespon menimbulkan kejadian tragis. Oliver dan lift yang ditumpanginya jatuh 75 lantai ke ruang bawah tanah tapi, ajaib, dia tidak terbunuh. Ribuan meter kabel lift jatuh ke ruang bawah tanah sebelum lift. Sekali lagi, Oliver harus diselamatkan, kali ini dari dasar terowongan elevator di antara tumpukan logam bengkok. Terluka parah, ia masih hidup sampai saat ini memegang rekor untuk keturunan selamat terpanjang dalam kecelakaan lift.

7. Hitoshi Christopher Nikaidoh
Selama empat hari elevator #14 ditutup untuk perbaikan. Pada 16 Agustus 2003 , tanda 'out of service' tidak lagi tercantum. Seorang wanita bernama Steinau memutuskan menggunakan lift tersebut. Di sebelahnya berdiri seorang pemuda, Nikaidoh.

Steinau menekan tombol panggilan menunggu lift yang pertama tiba di lantai. Lift # 14 itu tiba, di dekatnya Nikaidoh berdiri. Steinau berjalan beberapa meter di lobi lantai dua untuk bergabung dengannya. Dia masuk ke lift yang pertama dan menekan tombol lantai enam. Nikaidoh bertanya apakah lift itu bekerja. Steinau menjawab kelihatannya sudah dapat beroperasi. Nikaidoh pun masuk bergabung dengannya. Hanya saja saat ia melangkah masuk, tiba-tiba pintu tertutup dan menabrak tubuhnya. Biasanya ketika hal ini terjadi pintu lift secara otomatis membuka kembali, tapi tidak kali ini, Nikaidoh menemukan dirinya terjepit oleh pintu tertutup saat lift mulai naik. Steinau mengaku melihat Nikaidoh mencoba membebaskan dirinya dari jepitan pintu lift. Lift naik memaksa kepalanya menabrak ke langit-langit dan mengiris sebagian kepalanya. Telinga kirinya, bibir bawah, gigi dan rahang masih melekat pada tubuhnya, yang kemudian jatuh ke bagian bawah poros lift, karena lift terus bergerak ke atas. Lift berhenti tepat di bawah lantai lima dan butuh penyelamat dan waktu untuk membebaskan Steinau. Selama waktu itu ia memiliki sisa kepala Nikaidoh dalam lift dengannya. "Saya hanya terus melihat sorot matanya," katanya kepada petugas.

Bacaan Ringan "SEPULUH HAL YANG TERMUDA"

http://massandry.blogspot.com
10 Yang Termuda Di Dunia
Entah karena peranan dari orang tua yang benar - benar bisa mengarahkan anaknya,atau mungkin karena orang tua dari anak-anak ini yang sangat ambisius terhadap masa depan anaknya... ataukanh karena anak-anak ini punya bakat sejak lahir .. yang Jelas di usia yang masih belia mereka sudah menunjukkan kemampuannya.. dan inilah Top 10 Yang Termuda di dunia, Atau Yang Paling Belia Di Dunia

10. NENEK TERMUDA DI DUNIA (25TH)
Seorang ibu rumah tangga 25 tahun Romania bisa mendapatkan kehormatan besar: Dia diyakini nenek termuda di dunia. Tabloid Inggris The Sun melaporkan bahwa Rifca Stanescu melahirkan anak pertamanya, seorang putri bernama Maria, pada usia 12.

Meskipun dia mendesak gadis itu untuk tidak mengikuti teladannya, Maria yang baru berusia 11 melahirkan seorang putra, Ion. Stanescu berusia 23 ketika ia menjadi seorang nenek. Ion sekarang 2, dan Stanescu memiliki perasaan campur aduk tentang menjadi seorang nenek pada usia muda. "Saya senang menjadi nenek tetapi ingin lebih untuk Maria," katanya.

9. TRANSEXUAL TERMUDA DI DUNIA (16 TH)
Remaja JErman Kim Petras telah menjadi transexual termuda di dunia setelah menjalani operasi pada usia 16.Prosedur - dilakukan secara rahasia dan dibayar oleh pelayanan kesehatan Jerman - yang berwenang setelah psikolog menegaskan bahwa dia "tanpa diragukan lagi seorang gadis dalam tubuh anak laki-laki".

Ini adalah operasi pergantian kelamin pada anak usia termuda dan Kim - lahir Tim-telah menjalani terapi hormon sejak usia 12.Kim mengatasi tahun2 penuh ejekan dan intimidasi untuk mencapai mimpinya menjadi seorang gadis dan telah memulai karir modeling dan meluncurkan CD.

Kim, yang kini belajar desain fashion, mulai menyebut dirinya seorang gadis ketika dia baru berusia dua tahun.
 
8. GURU YOGA TERMUDA DI DUNIA (6 TH)
Anak ini masih 6 tahun, Shruti Pandey adalah pelatih yoga termuda di dunia.Anak muda bendy telah mengajar orang dewasa di ashram,India utara, selama dua tahun terakhir. Pelatihnya, Hari Chetan, 67, mendirikan ashram 35 tahun yang lalu dan Shruti kecil menjadi salah seorang muridnya, saat empat tahun , ia melihat bakatnya. Sekarang dia mengajar di kelas pukul 5:30 setiap pagi, di Brahmanand Saraswati Dham, kota Jhunsi, mengenakan legging putih dan t-shirt dikelilingi oleh 30 siswa mulai dari pengusaha, guru, ibu rumah tangga sampai pensiunan. Shruti berkata: "Rasanya menyenangkan ketika orang ikuti petunjuk saya, saya merasa seperti guru yang sesungguhnya."
 
7. PENGENDARA MOTOR TONG EDAN TERMUDA DI DUNIA (17 Tahun)
Seorang gadis 17 tahun meninggalkan sekolah untuk pekerjaan pertamanya sebagai perempuan termuda pengendara Wall of Death rider - sebelum mempunyai sim motor.

Jaimi Tyrrell bergabung dengan rombongan aksi setelah menyelesaikan GCSE dan sekarang tur ke Inggris dan Eropa. Para remaja pemberani melaju dengan kecepatan hingga 45mph di dinding vertikal setinggi 20 kaki sambil naik horizontal di sekitar silinder luas 32 kaki

Pertunjukan di bawah nama Jaimi Starr, dia tidak bisa memakai helm karena hal ini akan mempengaruhi drag dan dia harus menjaga kecepatan konstan untuk mengalahkan gravitasi yang akan menariknya ke bawah.

Jaimi bersikeras dia tidak menyesali tentang pilihan karirnya dan mengatakan dia tertarik dengan gaya hidup 'menarik' dari seorang remaja sepeda akrobat rider.Dia diperkenalkan ke dunia sepeda motor oleh keluarga teman Ken Fox yang menjalankan Ken Fox Troupe stunt riding show.

6. CEO TERMUDA DI DUNIA (14 Tahun)
Sindhuja Rajaraman, seorang gadis berusia 14 tahun telah menjadi Kepala Executive Officer (CEO) termuda. Anak kelas 9 ini menjadi kepala Perusahaan Seppan, sebuah perusahaan animasi, pada bulan Oktober 2010, yang didirikan oleh ayahnya.

Dia ditetapkan sebagai animator 2D dan 3D tercepat oleh perangkat lunak lobi NASSCOM (Asosiasi Nasional Perusahaan Perangkat Lunak dan Jasa) di Permainan dan Animasi Conclave 2010 yang diselenggarakan di Hyderabad.

Rajaraman berkata: "Saya hanya bangga menjadi seorang animator. CEO ini hanya sebuah posisi yang diberikan di perusahaan ini. saya telah belajar tentang animasi untuk menduduki jabatan CEO ini agar diriku memang layak untuk jabatan CEO .Tidak ada batasan usia untuk... animasi. Setiap orang bisa berkarya pada animasi ".

"Ruang lingkup dunia animasi di India berkembang setiap hari, animasi akan menjadi ledakan besar di India dan semua industri akan melibatkan animasi., Mereka membutuhkan animasi dan multimedia saya menikmati pekerjaan ini. Saya juga mendapatkan pekerjaan menantang" ia menambahkan .Perusahaan ini memiliki 160 karyawan.

5. PESELANCAR TERMUDA DI DUNIA (2 Tahun)
Jaylan Amor ,2 tahun, sudah berselancar di gelombang luar Brisbane, Australia, dan telah mendapatkan sponsor dari beberapa toko-toko surfing. Untuk menangkap gelombang, ayahnya mendorongnya ke laut, lalu bayi kecil yang imut ini menunggangi ombak dan kembali ke pantai.

Mr Amor tidak khawatir jika Jaylan jatuh, karena Jaylan akan berenang kembali ke papan surfing dan menunggu ayah untuk membantunya kembali ke pantai.

4. SENIMAN TATO TERMUDA DI DUNIA (4 tahun)
Ruby Dickinson masih empat tahun tapi dia sudah menandai tandanya di dunia - dengan tato. Welsh mungkin seniman tato termuda di dunia, menurut laporan yang diterbitkan. Pada usia ketika kebanyakan anak-anak hanya memikirkan bermain ayunan, Ruby mengambil pelajaran tato setelah sekolah. Dia juga praktek menggunakan mainan di toko tato ayahnya.

3. AHLI SAKE TERMUDA DI DUNIA (10 TAHUN)
gadis 10 th ini telah menjadi ahli Sake Jepang termuda, meskipun terlalu muda untuk minum anggur beras yang terkenal keras ini.
Akane Niikura telah lulus Institut Pelayanan Uji Sake Jepang, setelah mendapatkan keahliannya pada tradisi Jepang kuno yang membutuhkan indera perasa dan penciuman, anak kelas 4 SD ini sekarang dapat menasihati orang lain jenis makanan tertentu untuk melengkapi Sake.

2. ATLET PENEMBAK TERMUDA DI DUNIA (6 Tahun)
Pada usia enam tahun, Miko Andres dari Filipina dianggap sebagai penembak praktis termuda di dunia yang kompetitif. Practical shooting adalah olahraga di mana peserta menembak cepat pada beberapa sasaran di sekitar rintangan.
 
Ayahnya mengatakan:"Sebagai anak, tumbuh normal, Miko juga melakukan permainan anak-anak lain, Dia menikmati sekolahnya. Dia telah belajar banyak tentang disiplin dan respect. Miko, saya dan pelatih timnya, terus-menerus menekankan tentang bahaya olahraga ini dan kami selalu mengingatkan bahwa dia adalah 'anak yang sudah besar' dan keselamatan yang harus paling diutamakan. "

1. AHLI KOMPUTER TI BERSERTIFIKAT TERMUDA DI DUNIA (8 TH)
Marko Calasan dari Skopje, Macedonia, adalah ahli komputer termuda di dunia yang bersertifikat computer system administrator pada usia delapan. Dia bisa mendapatkan pekerjaan bergaji tinggi, tapi dia belum menyelesaikan kelas 3 !
Marko belajar membaca dan menulis pada usia 2 dan mulai berlatih dengan komputer sesudahnya.

Kabar prestasi luar biasanya mengubahnya menjadi selebriti lokal dan ia bahkan telah memiliki fans yaitu Perdana Menteri Macedonia, Nikola Gruevski, yang telah menghadiahkan padanya sebuah laboratorium TI dengan 15 komputer untuk berlatih.Orang tuanya, yang ahli TI ,menjalankan sekolah komputer untuk anak-anak, sedang mempertimbangkan mengirim Marko luar negeri untuk sebuah lembaga khusus pembelajaran bagi anak-anak berbakat, karena sekolah ini tidak ada ada di Makedonia.

Marko lulus tes Microsoft untuk TI profesional .Dia mengatakan ia ingin menciptakan sebuah sistem operasional baru untuk komputer ... ketika ia cukup dewasa.
 

Kisah Jakarta "SEJARAH LAIN NAMA KAMPUNG JAKARTA"

http://massandry.blogspot.com
Rahasia Nama-nama Kampung Betawi
Pemda dan DPRD DKI Jakarta rupanya menghadapi kesulitan untuk memberi nama-nama pahlawan nasional pada jalan-jalan utama Jakarta. Seperti nama Harmoni, yang dikenal selama ratusan tahun, diganti jadi Jl Majapahit.
 
Boplo di kawasan Menteng/Cikini yang berasal dari nama NV De Bouwploeg, sebuah perusahaan real estate yang membangun kawasan Menteng tahun 192-1930-an diganti jadi Jl RP Panji Suroso. Nama Kampung Sawah Besar yang hampir seusia kota Jakarta diganti jadi Jl Samanhudi, Jakarta Pusat.
 
Hampir bersamaan dengan itu hilang pula Kampung Jaga Monyet di kawasan antara Harmoni dan Petojo. Kini jadi Jl Sukardjo Wiryopranoto. Banyak yang tidak kenal siapa tokoh yang dijadikan nama jalan yang menghubungkan Jakarta Barat dan Jakarta Pusat ini. Padahal Jaga Monyet sudah ada sejak zaman VOC.
 
Saat Batavia sering diserang gerilyawan Islam Banten dari arah Grogol dan Tangerang, maka Belanda membangun benteng. Karena lebih sering menghadapi monyet-monyet yang berkeliaran, katimbang musuh, maka tempat penjagaan itu dinamai Jaga Monyet. Sekaligus jadi nama kampung di sekitarnya.
 
Ada lagi nama tempat di Jakarta yang sudah berusia ratusan tahun, yakni Paal Meriam. Terletak di antara perapatan Matraman dan Jatinegara. Asal usul nama tempat ini tahun 1813. Pada waktu itu terjadi pertempuran sengit antara pasukan artileri meriam Inggris dengan pasukan Belanda/Prancis. Pasukan meriam Inggris disiapkan di daerah ini untuk melakukan penyerangan ke kota Batavia. Peristiwa tersebut sangat terkesan bagi masyarakat sehingga disebut Pal Meriam.
 
Versi lain menyebutkan, ketika ketika gubernur jenderal Daendels membuka jalan Anyer (Banten) - Panarukan (Jatim) sejauh 1000 km, daerah pal mariam ini merupakan rute jalan trans Jawa tersebut. Di lokasi pal meriam di pasang patok jalan yang terbuat dari meriam yang tidak terpakai. Masyarakat yang melihat meriam tersebut sebagai patok jalan menyebut daerah itu Pal Meriam. Sayang nama bersejarah ini diganti dengan Jl KH Ahmad Dachlan. Padahal nama ini sudah banyak diabadikan untuk nama jalan di Jakarta.
 
Di dekat Pal Meriam, terdapat kampung Solitude , yang juga penduduknya kebanyakan warga Betawi. Solitude berasal dari kata bahasa Inggris yang berarti 'kesunyian'. Karena kala itu banyak anggota tentara Inggris yang mati ketika menggempur Batavia. Mayatnya bergeletakan di rawa-rawa. Hingga dinamakan Rawa Bangke. Entah kenapa nama yang punya sejarah kota Jakarta diganti jadi Rawa Bunga.
 
Kalau kita ke Jakarta Kota, di wilayah Kelurahan Roamalaka, Kecamatan Tambora, terletak Jalan Tiang Bendera. Nama ini berasal dari bendera yang sehari-hari terpancang di depan rumah Kapiten Cina pada pertengahan zabad ke-18. Mulai 1743, tiap tanggal 1 penanggalan Masehi, pada tiang bendera di rumah tersebut dikibarkan bendera. Maksudnya untuk mengingatkan masyarakat Tionghoa untuk membayar pajak kepala, sewa rumah dan berbagai pajak lainnya. Bagi orang Cina di Batavia, tanggal 1 setiap bulan disebut dag der vlaghijsching (hari pengibaran bendera).
 
Mungkin banyak yang ingin tahu asal nama Kampung Petamburan, yang merupakan tetangga dari pusat pertokoan dan pebelanjaan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pada masa lalu rumah penduduk masih jarang dan banyak tumbuh pohon jati disekitarnya. Suatu ketika di daerah ini meninggal seorang penabuh tambur. Ia kemudian dimakamkan di bawah pohon jati, sehingga jadilah nama kampung Jatipetamburan.
 
Pejambon terkenal karena terletak Departemen Luar Negeri. Di sebelahnya, yang merupakan bagian dari Deplu (kini disebut Gedung Pancasila), tempat sidang Volksraad (parlemen Belanda berlangsung) . Di tempat inilah Bung Karno berpidato pada 1 Juni 1945 dan dikenal dengan hari kelahiran Pancasila. Sehari setelah kemerdekaan -- 18 Agustus 1945 -- Soekarno dan Hatta dilantik sebagai presiden dan wakil presiden. Pada waktu bersamaan disahkan UUD 1945.
 
Kampung Pejambon baru ada sejak Daendels membuka daerah ini dengan sebutan Weltevreden. Kata 'pejambon' berasal dari kata 'penjaga Ambon'. Penjagaan tersebut berada di sebuah jembatan yang melintasi kali Ciliwung dan penjaganya orang Ambon. Pejambon juga tempat tinggal Nyai Dasima ketika dia menjadi nyai (istri piaraan) tuan Willem, seorang pembesar Inggris. Dia kemudian menjadi istri Samiun, tukang sado dari Kwitang, dan dibunuh oleh Bang Puase, jagoan Kwitang, atas perintah Hayati, istri tua Samiun.
 
Kawasan Pluit di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara dikenal dengan perumahan mewahnya, yang hanya dapat dibeli oleh orang-orang yang benar-benar tajir. Banyak pedagang di Glodok yang omzetnya miliaran rupiah per hari memiliki perumahan di Pluit, di samping perumahan mewah lainnya. Menurut peta Topographish Bureau Batavia (1903), sebutan bagi kawasan ini adalah Fluit. Lengkapnya Fluit Muarabaru. Menurut kamus Belanda Indonesia (Wojowasito) , fluit berarti suling, bunyi suling dan roti panjang sempit.
 
Rupanya nama kawasan itu tidak ada hubungbannya dengan sulit, atau pluit, semacam pluit wasit sepakbola atau polisi. Ternyata nama kawasan tersebut berasal dari fluit, lengkapnya fluitschip yang berarti kapal (layar) panjang berlunas ramping.
 
Sekitar 1660 di pantai sebelah timur muara Kali Angke diletakkan sebuah fluitschip, bernama Het Whitte Paert, yang sudah tidak laik laut. Dijadikan kubu pertahanan untuk membantu Benteng Vijfhoek di pinggir Kali Grogol, sebelah timur Kali Angke, dalam rangka menanggulangi serangan-serangan sporadis pasukan Banten. Kubu tersebut kemudian dikenal dengan sebutan De Fluit, yang kemudian jadi Pluit hingga sekarang.

Kisah Jakarta "SALING SILANG TENTANG JAKARTA"

http://massandry.blogspot.com
Siapakah orang Betawi? Dari mana asalnya?
Kalau Mandra gampang saja menjawabnya: “au ah gelap!” Mahbub Djunaidi si kolomnis ternama asli Betawi pernah mencoba menjawabnya; tapi, ia pun akhirnya menyerah. “Bukan apa-apa bagaimana bisa menjelaskan sedangkan topangan literaur saja tidak ada. Mana ada nenek moyang orang Betawi meninggalkan tulisan? Babad, hikayat—tiada itu. Ada memang kisah sultan Zainul Abidin atau Siti Zubaedah yang saban-saban dipaparkan sahibul hikayat saat pesta sunatan atau perkawinan. Tetapi, isinya penuh rupa-rupa petualangan dan tingkah jin dalam berbagai kaliber.” Begitu alasannya.
 
Sampai kini hanya Ridwan Saidi yang tak lelah-lelah menjawab pertanyaan itu. Sudah tiga buku ditulisnya untuk menjelaskan yaitu “Profil Orang Betawi” (1997), “Warisan Budaya Betawi” (2000) dan “Babad Tanah Betawi” (2002). Tak puas, di beratus forum diskusi Ridwan omong, ikut debat polemik dengan macam-macam peneliti dari dalam dan luar negeri tentang hal yang sama.
 
Menurut Ridwan orang Betawi bukanlah orang “kemarin sore”. Tidak benar jika ada yang mengatakan orang Betawi itu keturunan budak yang didatangkan Kompeni untuk mengisi intramuros alias kota benteng Batavia. Orang-orang Betawi telah ada jauh sebelum J.P. Coen membakar Jayakarta tahun 1619 dan mendirikan di atas reruntuknya kota Batavia.
Salakanagara Hingga Kalapa
 
Cikal bakal sejarah orang Betawi dikaitkan Ridwan dengan tokoh bernama Aki Tirem yang hidup di daerah kampung Warakas (Jakarta Utara) pada abad 2. Aki Tirem hidup dari membuat priuk dan saban-saban bajak laut menyatroni tempatnya untuk merampok priuk. Lantaran keteteran sendiri melawan bajak laut maka diputuskan untuk mencari perlindungan dari sebuah kerajaan. Saat itulah Dewawarman seorang berilmu dari India yang menjadi menantunya dimintanya mendirikan kerajaan dan raja.
 
Pada tahun 130 berdirilah kerajaan pertama di Jawa yang namanya Salakanagara. Salakanagara nagara menurut Ridwan berasal ari bahasa Kawi salaka yang artinya perak.
 
Secara etimologis kemudian Salakanagara itu dikaitkan Ridwan dengan laporan ahli geografi Yunani bernama Claudius Ptolomeus pada tahun 160 dalam buku Geografia yang menyebut bandar di daerah Iabadiou (Jawa) bernama Argyre yang artinya perak. Dikaitkan pula dengan laporan dari Cina zaman Dinasti Han yang pada tahun 132 mengabarkan tentang kedatangan utusan Raja Ye Tiau bernama Tiao Pien.
 
Ye Tiau ditafsirkan sebagai Jawa dan Tiau Pien sebagai Dewawarman. Termasuk dalam hal ini yang disebut Slametmulyana sebagai Kerajaan Holotan yang merupakan pendahulu kerajaan Tarumanagara dalam bukunya Dari Holotan sampai Jayakarta adalah Salakanagara.
 
Soal letak Salakanagara, Ridwan menunjuk kepada daerah Condet. Alasannya karena di Condet salak tumbuh subur dan banyak sekali nama-nama tempat yang bermakna sejarah, seperti Bale Kambang dan Batu Ampar. Bale Kambang adalah pasangrahan raja dan Batu Ampar adalah batu besar tempat sesaji diletakkan.
 
Di Condet juga terdapat makam kuno yang disebut penduduk Kramat Growak dan makam Ki Balung Tunggal yang ditafsirkan Ridwan adalah tokoh dari zaman kerajaan pelanjut Salakanagara yaitu Kerajaan Kalapa. Tokoh ini menurut Ridwan adalah pemimpin pasukan yang tetap melakukan peperangan walaupun tulangnya tinggal sepotong maka lantaran itu dijuluki Ki Balung Tunggal.
 
Setelah menunjuk bukti secara geografis, Ridwan pun melengkapi teorinya tentang cikal bakal sejarah orang Betawi dengan sejarah perkembangan bahasa dan budaya Melayu agar dapat semakin terlihat batas antara orang Betawi dengan orang Sunda. Ia pergi ke abad 10. Saat terjadi persaingan antara wong Melayu yaitu Kerajaan Sriwijaya dengan wong Jawa yang tak lain adalah Kerajaan Kediri. Persaingan ini kemudian menjadi perang dan membawa Cina ikut campur sebagai penengah karena perniagaan mereka terganggu. Perdamaian tercapai, kendali lautan dibagi dua, sebelah timur mulai dari Cimanuk dikendalikan Sriwijaya, sebelah timur mulai dari Kediri dikendalikan Kediri. Artinya pelabuhan Kalapa termasuk kendali Sriwijaya.
 
Sriwijaya kemudian meminta mitranya yaitu Syailendra di Jawa Tengah untuk membantu mengawasi perairan teritorial Sriwijaya di Jawa bagian barat. Tetapi ternyata Syailendara abai maka Sriwijaya mendatangkan migran suku Melayu Kalimantan bagian barat ke Kalapa. Pada periode itulah terjadi persebaran bahasa Melayu di Kerajaan Kalapa yang pada gilirannya – karena gelombang imigrasi itu lebih besar ketimbang pemukin awal – bahasa Melayu yang mereka bawa mengalahkan bahasa Sunda Kawi sebagai lingua franca di Kerajaan Kalapa.
 
Ridwan mencontohkan, orang “pulo”, yaitu orang yang berdiam di Kepulauan Seribu, menyebut musim di mana angin bertiup sangat kencang dan membahayakan nelayan dengan “musim barat” (bahasa Melayu), bukan “musim kulon” (bahasa Sunda). Orang-orang di desa pinggiran Jakarta mengatakan “milir”, “ke hilir” dan “orang hilir” (bahasa Melayu Kalimantan bagian barat) untuk mengatakan “ke kota” dan “orang kota”.
 
Studi Lance Castles
Agar timbangan tidak berat sebelah maka perlulah disini dikemukakan pula sosial-origin alias asal-usul sejarah orang Betawi yang ditulis Lance Castles, meskipun telaah peneliti Australia ini banyak bikin berang orang Betawi, tetapi sampai sekarang hanya itulah yang dianggap sebagai jawaban paling memuaskan (kalau tidak bisa disebut accepted history) oleh banyak pihak, terutama para akademisi.
 
Pada April 1967 di majalah Indonesia terbitan Cornell University, Amerika, Castles mengumumkan penelitiannya menyangkut asal-usul orang Betawi. Hasil penelitian yang berjudul “The Ethnic Profile of Jakarta” menyebutkan bahwa orang Betawi terbentuk pada sekitar pertengahan abad 19 sebagai hasil proses peleburan dari berbagai kelompok etnis yang menjadi budak di Batavia.
 
Secara singkat sketsa sejarah terjadinya orang Betawi menurut Castles dapat ditelusuri dari, pertama daghregister, yaitu catatan harian tahun 1673 yang dibuat Belanda yang berdiam di dalam kota benteng Batavia. Kedua, Catatan Thomas Stanford Raffles dalam History of Java pada tahun 1815. Keriga, catatan penduduk pada Encyclopaedia van Nederlandsch Indie tahun 1893 dan keempat sensus penduduk yang dibuat pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1930.
 
Oleh karena klasifikasi penduduk dalam keempat catatan itu relatif sama, maka ketiganya dapat diperbandingkan, untuk memberikan gambaran perubahan komposisi etnis di Jakarta sejak awal abad 19 hingga awal abad 20. Sebagai hasil rekonstruksi, angka-angka tersebut mungkin tidak mencerminkan situasi yang sebenarnya, namun menurut Castles hanya itulah data sejarah yang tersedia yang relatif meyakinkan.
 
Dari perbandingan dapatlah diketahui bahwa selama sekitar satu abad, beberapa kelompok etnis seperti Bali, Bugis, Makasar, Sumbawa, dan sebagainya tidak tercatat lagi sebagai kelompok etnis Jakarta. Sedangkan jumlah orang Jawa dan Sunda meningkat pesat, yang berarti migrasi cukup besar di dari Jawa, dan mungkin estimasi kelompok etnis Sunda di masa lalu di daerah sekitar Batavia terlalu rendah. Sebaliknya muncul kelompok etnis baru yang disebut “Batavians” (Betawi) dalam jumlah besar yaitu 418.900 orang. Jadi secara umum dapatlah dikatakan bahwa kehadiran orang Betawi merupakan buah dari kebijakan kependudukan yang secara sengaja dan sistematis diterapkan oleh VOC.
 
Bukti Arkeologis
Sepuluh tahun setelah pengumuman hasil penelitian Lance Castles, arkeolog Uka Tjandarasasmita mengemukakan monografinya Jakarta Raya dan Sekitarnya Dari Zaman Prasejarah Hingga Kerajaan Pajajaran (1977). Uka memang tidak menyebut monografinya untuk menangkis tesis Castles, tetapi secara arkeologis telah memberikan bukti-bukti yang kuat dan ilmiah tentang sejarah penghuni Jakarta dan sekitarnya dari masa sebelum Tarumanagara di abad 5.
 
Dikemukakan bahwa paling tidak sejak zaman neolitikhum atau batu baru (3500 – 3000 tahun yang lalu) daerah Jakarta dan sekitarnya dimana terdapat aliran-aliran sungai besar seperti Ciliwung, Cisadane, Kali Bekasi, Citarum pada tempat-tempat tertentu sudah didiami oleh masyarakat manusia. Beberapa tempat yang diyakini itu berpenghuni manusia itu antara lain Cengkareng, Sunter, Cilincing, Kebon Sirih, Tanah Abang, Rawa Belong, Sukabumi, Kebon Nanas, Jatinegara, Cawang, Cililitan, Kramat Jati, Condet, Pasar Minggu, Pondok Gede, Tanjung Barat, Lenteng Agung, Kelapa Dua, Cipete, Pasar Jumat, Karang Tengah, Ciputat, Pondok Cabe, Cipayung, dan Serpong. Jadi menyebar hampir di seluruh wilayah Jakarta.
 
Dari alat-alat yang ditemukan di situs-situs itu, seperti kapak, beliung, pahat, pacul yang sudah diumpam halus dan memakai gagang dari kayu, disimpulkan bahwa masyarakat manusia itu sudah mengenal pertanian (mungkin semacam perladangan) dan peternakan. Bahkan juga mungkin telah mengenal struktur organisasi kemasyarakatan yang teratur.
Seberapa Penting Keturunan
 
Akhirnya, sebelum menutup tulisan ini perlu pula dikemukakan pertanyaan, yang terlepas dari polemik soal asal muasal orang Betawi. Sesungguhnya seberapa pentingkah keturunan itu bagi orang Betawi? Mengutip penelitian Ninuk Kleden, maka tiga yang dianggap terpenting dalam fase kehidupan orang Betawi adalah khitanan, kawinan,, dan kematian. Berlatar kultur seperti itu, tentunya orang Betawi sedikit sekali punya konsentrasi untuk mengingat-ingat sesuatu yang berkaitan dengan kelahiran. Adat hidupnya yang banyak bertopang pada agama Islam lebih mengajarkan untuk lebih mengingat-ingat hari kematian. Wajar jika orang Betawi menganggap adat berulang tahun itu tak penting. Itu adat kafir karena datangnya dari Kumpeni yaitu sebutan mereka untuk VOC (Verenigde Oost-indiesche Compagnie).
 
Dalam konteks itulah adalah wajar jika Mandra spontan menjawab “au ah gelap” soal asal muasal orang Betawi. Kapan lahir dan keturunan siapa tak persoalan bagi orang Betawi. Apakah sejarah yang disertai polemik itu tepat atau ngelantur? Tak soal. Sekali lagi, seperti kata Mahbub Djunaidi, bagaimana mengkritisi sedangkan topangan literatur tiada. Orang Betawi bukanlah orang Jawa yang walau banyak bohong masih sempat meninggalkan sejarahnya dalam babad.
 
Motto hidup orang Betawi yang ingin senang terus, membuat mereka tak ambil pusing soal polemik asal muasal itu. Mereka terima saja ketika pemerintah Jakarta menetapkan baginya hari ulang tahun, 22 Juni. Tepat atau tidak, benar atau bohong hari ulang tahun itu bagi orang Betawi tidak jadi soal, karena sesama satu kesatuan entitas nasional jangankan benarnya, bohongnya pun mesti percaya. Hidup sekali dan sudah susah koq dibikin susah-susah dengan segala versi itu.
 
Boleh jadi sikap ini karena mereka awam sejarah, atau malah sebaliknya, sejarah itu diragukan kebenarannya. Orang Betawi memang polos dan jenaka. Bagi mereka kwalitas manusia itu tidak ditentukan oleh kapan lahir dan dari keturunan siapa, melainkan isi kepala dan prilakunya. Ya, memang keturunan itu bukan apa-apa dan tidak 100% dominan.
 
Taruhlah orang Betawi itu keturunan Baginda Raja Salakanagara yang hebat, Ki Balung Tunggal yang sakti atau cuma budak yang hina, tetapi yang penting siapakah orang Betawi itu sekarang. Antara kebesaran Baginda Raja Salakanagara, kesaktian Ki Balung Tunggal dan kehinaan budak Kumpeni dengan orang Betawi sekarang tidak ada hubungannya sama sekali. Tak perlu cerewet dengan kisah asal muasal keturunan. Lebih penting adalah orang Betawi sekarang mesti belajar dan bekerja keras untuk jadi berkwalitas macam raja-raja besar dan jangan jatuh hina ditindas bagai budak tak berharga. Kwalitas tak jatuh dari keturunan, dan tidak juga dari langit.
 
Tetapi tentang siapakah orang Betawi, dari mana asalnya, pendek kata sejarahnya orang Betawi mesti dicarikan jawaban. Memang kwalitas tak jatuh dari keturunan, tetapi pertanyaan sejarah itu bukan berarti mesti diremehkan dan tidak harus dicari jawabannya. Sebisanya mesti dijawab, sebab itu menyangkut sejauh mana sebetulnya kita bersungguh-sungguh dengan sejarah. Sejarah yang lebih adil, yang bisa menjadi sumber inspirasi dan pedoman yang menuntun masyarakat pendukungnya sekarang belajar serta mengetahui serta mengerti seraya bekerja keras untuk mencapai arah kemana mereka mesti menuju.
 
Dalam konteks itu saling silang tentang sejarah asal usul orang Betawi menjadi penting dan perlu disyukuri sebagai tanda bahwa arah mencari sejarah yang adil tengah berjalan, dan disana sejarah sebagai gambaran masa lalu yang adalah pula merupakan berita pikiran atau discourse, yang menuntut adanya proses dialogis telah terjadi dan tinggal kini orang Betawi mengambil hikmahnya dari setiap historiografi atau penulisan sejarah yang terlibat dalam polemik itu untuk menjawab keprihatinan dan kegelisahan sosial-kultural mereka yang harus bertanggungjawab memajukan kehidupan manusia Betawi sekaligus manusia Indonesia.[JJ Rizal]

Bacaan Ringan "FAKTA MENGENAI REINKARNASI MENURUT ISLAM - PART 2"

http://massandry.blogspot.com
Dengan ayat-ayat tersebut sebenarnya manusia diingatkan untuk tidak terjebak dalam kehidupan material belaka. Material adalah sesuatu yang fana sifatnya. Material tidak dapat membantu dirinya dalam perjalanan hidup selanjutnya. Maka, apa yang perlu diwariskan? Tiada lain adalah budi luhur atau akhlak mulia. Maka, ajaran Nabi Muhammad yang paling pokok adalah memraktikkan hidup yang berakhlak mulia. Dalam Hadis disebut, innama buitstu li utammima makârim al-akhlâq, sesungguhnya saya dibangkitkan untuk memprioritaskan budi pekerti yang mulia. Alias, budi luhur.

Sayang, akhlak mulia alias budi luhur ini dilupakan oleh sebagian besar pemeluk agama. Ya, agama apa saja! Pemeluk agama umumnya dibawa ke hal-hal yang sifatnya semu. Hal-hal yang sifatnya untuk konsumsi politik dan ekonomik tokohnya. Kalau sudah demikian, meski manusia dilahirkan berkali-kali sebagai manusia, tapi tak ada peningkatan kualitas, bahkan kualitasnya amat buruk dan lebih buruk dari hewan.

Dalam kenyataan di lapangan kita bisa melihat manusia-manusia yang perilakunya seperti hewan. Dan, bahkan ada yang pernah ditayangkan di teve swasta seorang anak yang sudah berumur 12 tahun yang tetap tidak bisa berbicara ala manusia umumnya. Kalau toh bicara, maka bicaranya itu mirip dengan bunyi burung yang cruit, cruuiit, ceertt. Dan, makannya pun tidak selayaknya manusia. Bukan nasi, sayur dan lauk-pauk, tapi daun-daunan semata. Sehingga, orangtuanya senantiasa mencarikan ranting-ranting muda yang dipenuhi daun. Lahap sekali dalam memakan daun.

Bisakah Manusia Dilahirkan Kembali sebagai Binatang?

Sudah disebutkan bahwa mekanisme normal menyebabkan manusia tetap dilahirkan kembali sebagai manusia. Tapi, di alam senantiasa terjadi distorsi, atau penyimpangan kejadian. Kita ambil contoh kelamin manusia. Secara alami manusia itu diciptakan menjadi manusia yang berkelamin laki-laki dan yang berkelamin perempuan. Semua kitab suci menyebut demikian. Tetapi, faktanya ada penyimpangan. Saya beberapa kali mendengar ada anak yang dilahirkan memiliki kelamin ganda. Dan, di bulan Oktober 2004 ini saya melihat suatu acara liputan di siang hari tentang seorang anak yang berkelamin ganda. Diperlihatkan di teve tersebut secara normal yang tampak adalah “alat kelamin laki-laki”. Jadi, secara sepintas tidak ada tanda-tanda bahwa dia mempunyai kelainan kelamin. Pokoknya kelihatan utuh kelamin laki-laki. Tapi, ketika batang penisnya diangkat, maka ternyata buah pelirnya berupa vagina. Ya, vagina yang sama dengan yang dimiliki seorang perempuan. Seandainya penis itu dipotong, ya tinggal vaginanya.

Nah, secara faktual ada penyimpangan kelamin. Dan, penyimpangan itu tidak banyak. Secara statistik sebuah kebenaran pun hanya berada dalam selang kepercayaan. Artinya, kebenaran bukanlah sesuatu yang bulat seratus persen. Katakanlah sesuatu dianggap benar bila ada dalam jangkauan 95-99 persen benar. Tapi, ada yang menyimpang meskipun 1 persen atau kurang. Itu dapat diamati dalam kehidupan sehari-hari.

Jadi, jangan heran bilamana kita pun menyaksikan perilaku hewan yang dalam ungkapan Jawa dikenal dengan hewan yang kamanungsan. Artinya, secara lahiriah ia berupa hewan, tapi perilakunya seperti manusia layaknya. Ia punya pengertian. Sehingga, tidurnya pun minta bersama majikannya di atas kasur. Tidak mau minum air kotor dan hanya mau minum air yang bersih, dan perilaku manusia lain-lainnya. Ada fakta!

Bagaimana menurut kitab suci? Marilah kita periksa ayat-ayat dalam kitab suci Alquran.

Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabbat, lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina!” (QS 2:65)

Katakanlah: “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari orang-orang fasik pada Sisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah , di antara mereka ada yang dijadikan kera dan babi, dan penyembah tagut?” Mereka lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat jalannya. (QS 5:60)

Maka, tatkala mereka bersikap sombong terhadap larangan yang ditetapkan kepada mereka, Kami katakan kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina!” (QS 7:166)

Dan mereka berkata: “Apakah bila kami telah menjadi tulang-belulang dan sesuatu yang rusak, apa benar kami dibangkitkan menjadi makhluk yang baru?”

Katakanlah: “Jadilah kamu batu atau besi,

Atau suatu makhluk yang tidak mungkin menurut pikiranmu!” Mereka bertanya: “Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?” Katakanlah: “Yang telah menciptakan kamu pada kali mulanya.” Lalu, mereka menggeleng-gelengkan kepala kepadamu dan berkata: “Kapan itu?” Jawablah: “Semoga itu terjadi dalam waktu dekat.” (QS 17: 49–51)

..Binasalah orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala, di samping itu ada jahanam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah. (QS 14: 15–16)

Cukuplah kiranya ayat-ayat yang menunjukkan adanya kejadian yang menyimpang dalam kehidupan di dunia ini. Perhatikan ayat-ayat tersebut dengan seksama tanpa melibatkan emosi. Jauhkan dari sikap apriori. Lalu, baca dengan logika.

Pertama, perhatikan kata “Kami” pada ayat-ayat tersebut. Jelas yang dimaksud di ayat itu adalah mekanisme alam. Tuhan semesta alam itu Maha Penyayang. Dia dalam Diri-Nya senantiasa kasih. Makanya, tidak dikatakan “Aku berfirman” atau “Aku menetapkan”. Alam semesta itu sendiri adalah firman Tuhan. Lalu, “Kami berfirman” sebenarnya lebih ditujukan pada “Sabda Alam”. Ya, alam yang bersabda. Mungkin kita menyangkal bahwa ada alam koq dapat bersabda. Nah, kita lupakan bahwa diri kita ini bagian dari alam, tapi toh nyatanya kita dapat bersabda.

Orang yang melanggar Hari Sabbat atau Hari Keramat bagi pemeluk Yahudi disebut orang yang melanggar pantangan alam. Karena alam mereka rusak, makanya perbuatannya itu mengakibatkan mereka menjadi kera yang hina. Ya, sudah menjadi kera, tapi kera yang hina pula. Banyak yang menafsirkan bahwa mereka yang merusak Hari Sabbat itu perilakunya seperti kera. Apa yang lepas dari ayat tersebut? Jelas sekali bahwa sabda itu bukan untuk menjadikan “seperti” kera, tapi kera sebenarnya. Bahasa Arab memiliki kosa kata untuk “seperti” yaitu ka atau kamâ. Bacalah ayat terdahulu, di situ disebutkan “kamu datang kepada Kami sebagaimana…”. Dan lagi, kalau dijadikan “seperti” kera, ya tidak usah menunggu lagi, wong mereka itu sudah seperti kera koq. Pelanggar Hari Sabbat itu perilakunya sudah seperti kera yang tidak tahu aturan. Masakan mereka masih diperintah jadi seperti kera. Hal demikian tentu tidak akan menyadarkan mereka.

Coba periksa ayat QS 5: 60! Dijelaskan pada ayat tersebut bahwa apa yang mereka lakukan itu sudah lebih buruk daripada orang fasik. Makanya, balasan yang diperoleh pun lebih buruk daripada orang yang berbuat fasik atau menyimpang dari jalan yang benar.A Maka, perbuatan mereka yang amat buruk itulah yang mengakibatkan mereka ada yang bangkit kembali sebagai kera, babi, atau penyembah tagut. Ayat ini jelas sekali, karena ada pembeda yang jelas antara hewan dan penyembah tagut. Kalau dilahirkan sebagai penyembah tagut, itu artinya dilahirkan sebagai manusia. Tapi, ia menjadi manusia yang melampaui batas-batas kehidupan itu sendiri. Atau, dengan kata lain ia menjadi manusia yang hidupnya hanya memperturutkan hawa nafsunya semata.

Entah menjadi kera, babi, atau penyembah tagut; menurut ayat tersebut mereka dikategorikan sebagai makhluk yang posisi kehidupannya lebih buruk daripada rata-rata orang, dan tidak tahu lagi jalan yang benar. Coba perhatikan! Menjadi hewan pun bukanlah hewan normal yang perilakunya berdasarkan perikehewanan. Artinya, secara wujud hewan, tapi perilakunya lebih buruk daripada hewan. Apa ada? Ya, coba saja amati hewan-hewan yang ada di sekitar kita. Kalau masih sulit membayangkan bagaimana beda kera atau babi asli dengan yang perwujudan dari manusia, ya perhatikanlah anjing yang hidup di sekitar kita.

Maka, kalau kita amati anjing, kita akan tahu perilaku anjing pada umumnya. Tapi, ada yang benar-benar kamanungsan. Ada pula yang amat jahat terhadap manusia, dan tak pernah mengerti majikan. Ia malah memilih hidup liar, dan makannya pun hanya mengandalkan sampah. Dan, ada anjing yang menjadi gila yang disebut “anjing gila”. Nah, kalau perusak kehidupan itu lahir sebagai babi atau kera, tentunya bukan babi atau kera yang disebut kamanungsan, tapi babi atau kera yang hina sebagaimana dinyatakan pada QS 2: 65 dan 7: 166. Makanya, babi dan kera yang dimaksud disetarakan dengan kehidupan para penyembah tagut.

Kedua, ada lagi yang lebih buruk daripada menjadi kera, babi atau penyembah tagut. Yaitu pada dua kelompok ayat berikutnya. Perusak kehidupan tidak dibangkitkan sebagai manusia atau binatang, tapi menjadi batu atau besi, atau makhluk yang berada di luar jangkauan pikiran.

Tidak menjadi hewan atau manusia. Artinya apa? Orang yang tidak lagi dapat dilahirkan berjasad fisik. Ini berarti cuma menjadi hantu gentayangan. Ia tersesat jalan yang amat parah. Sehingga, tidak tahu lagi kalau setiap hari ada proses penciptaan badan wadag manusia. Frekuensi energinya tidak mampu mengendus calon jabang bayi. Mereka akhirnya memilih tinggal di batu-batuan, rongsokan logam, atau benda lainnya.

Ia menjadi hantu gentayangan. Karena asal-usulnya dari manusia maka ia tetap menganggu manusia. Tentu manusia yang diganggunya itu tatkala getaran frekuensi energinya di ambang bawah. Oleh sang dukun hantu diusir-usir. Kalau ada orang baik dengan sendirinya terusir. Inilah yang disebut “tidak mengetahui jalan atau amat tersesat”.

Reinkarnasi secara normal adalah manusia yang dilahirkan kembali sebagai manusia. Hanya saja ada manusia yang kelakuannya seperti hewan. Dan, ada pula yang hanya memperturutkan hawa nafsunya belaka. Tapi, sebagai akibat hukum penyimpangan, maka ada yang dilahirkan dalam wujud hewan, ternak, atau hewan piaraan. Tapi, hal ini sekali lagi hanya penyimpangan di alam. Mengapa bisa menyimpang? Ya, karena yang menjadi hewan itu hidup di jalan kehidupan yang amat dekat dengan jalan hidupnya hewan. Kalau tidak ingin terlanda banjir, ya jangan hidup di pinggir sungai. Kalau tidak ingin terbakar, ya jangan main-main api.

Nah, yang lebih celaka adalah tidak dapat dilahirkan sebagai makhluk hidup. Ia benar-benar tersesat yang kelewat batas. Ia tidak tahu caranya masuk ke dalam jabang bayi. Maka ia tetap di alam kehidupan yang tanpa badan wadag. Ia hanya bisa gentayangan.

Bagaimana kesudahan perjalanan manusia?

Ketika air menjadi es, cairan, atau pun uap air, maka sebenarnya ia tetap air. Tidak lebih dan tidak kurang. Yang berubah-ubah hanya wujudnya. Hakikatnya ia tetap air. Di atas suhu 4 derajat, es akan menjadi air. Uap air yang mengumpul di angkasa jika faktor-faktor pembentuk hujan ada, maka uap itu akan turun ke bumi sebagai air.

Selama manusia hidup sebagai badan wadag atau hidup di alam astral, maka manusia tidak akan pernah kembali kepada Tuhan. Dalam jangka pendek atau dalam jangka panjang, ia akan mengalami siklus hidup sebagai manusia di bumi ini atau di planet lain. Dalam sebuah buku yang ditulis oleh Sayyid Hasan Abthahy (orang Iran), dikisahkan di dalamnya bahwa Carnes yang masih hidup berhubungan dengan Jiwa Louman yaitu temannya yang sudah meninggal. Carnes menanyakan di mana Louman sekarang tinggal. Menurut Louman dia tinggal di sebuah planet kepela dan jaraknya dari bumi adalah 71 tahun cahaya. Itulah sekilas cuplikan bahwa siklus hidup itu tidak hanya di planet bumi saja.

Manusia terus-menerus bisa meningkatkan dirinya menuju planet yang semakin indah. Hal ini dikabarkan dalam QS 39: 20, “Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi yang di bawahnya mengalir sungai-sungai….

Namun demikian, ada pula yang dalam perjalanan hidupnya sudah melampaui dunia fisik di mana pun berada. Itulah orang-orang yang benar-benar kembali kepada-Nya.[]

Newer Posts Older Posts Home

Bacaan Ringan "BABAD TANAH CIREBON - PART 10"

http://massandry.blogspot.com Pupuh Ketigapuluh Tiga Kinanti, 38 bait. Pupuh ini menceritakankisah sayembara memperebutkan Putri Pangur...

Blogger Template by Blogcrowds