Friday, January 31, 2014

Bacaan Ringan "TRAGEDI HEYSEL - SEJARAH KELAM SEPAK BOLA DUNIA"

http://massandry.blogspot.com
"Kami melihat fans Italia menangis dan mereka memukul-mukul bagian luar bis ketika kami keluar meninggalkan hotel. Ketika kami meninggalkan Brussels, sejumlah orang Italia marah-marah, dan memang bisa dipahami karena ada 39 rekannya yang meninggal dunia. Saya ingat betul ada seorang Italia yang wajahnya tepat di bawah jendela tempat saya duduk. Ia menangis dan marah. Anda bisa rasakan bagaimana ia kehilangan seseorang dalam kondisi seperti itu. Anda pastinya tidak pernah berharap hal itu berakhir demikian."

Itulah kesaksian dari Kenny Daglish, salah satu legenda Liverpool sekaligus saksi mata dalam Tragedi Heysel, sebuah tragedi kelam yang pernah terjadi dalam dunia sepak bola 28 tahun silam. Tercatat 39 orang meninggal dunia dan lebih dari 600 orang mengalami luka-luka pada tragedi tersebut. Tragedi ini juga berbuntut reaksi keras dari UEFA (United European Football Association) berupa penjatuhan sanksi larangan keikutsertaan tim-tim sepak bola asal Inggris di kompetisi Eropa selama lima tahun. Khusus untuk Liverpool, ada tambahan waktu tiga tahun, namun kemudian direvisi menjadi satu tahun saja.

Kronologi
Tragedi Heysel terjadi pada 29 Mei 1985, tepatnya pada saat digelarnya partai final Liga Champions musim 1984/85 atara Juventus VS Liverpool. Pada saat itu, puluhan ribu pendukung Liverpool dan Juventus berlomba-lomba datang ke ke Stadion Heysel, Brussels, Belgia dengan harapan dapat menyaksikan klub kesayangannya bertanding dan berhasil mengangkat trofi juara Eropa. Total jumlah penunton saat itu mencapai 60.000 penonton. Sebenarnya, kedua kelompok suporter ini sudah dipisahkan. Namun, terdapat kekacauan di zona netral. Saat itu, zona netral lebih banyak diisi oleh pendukung Juventus. Sementara pendukung Liverpool yang ada di zona yang sama, cuma dibatasi dengan pagar kawat.

Selain antisipasi keamanan yang buruk dari pihak penyelenggara, kondisi Stadion Heysel juga disebut-sebut sebagai salah satu biang keladi terjadinya tragedi ini. Saat itu, Stadion Heysel sudah berusia lebih dari separuh abad, dan banyak fasilitas kurang layak juga dituding sebagai salah satu yang memperburuk peristiwa itu. Selain tidak terawat, beberapa bagian stadion terbuat dari bahan ringkih. Para pendukung yang tidak kebagian tiket bisa menjebol tembok yang terbuat dari batako berlubang.

Pukul tujuh malam, tepat satu jam sebelum kick-off pertandingan, pemicu tragedi ini mulai meletup. Kedua pendukung yang sebagian besar sudah berada di bawah pengaruh minuman beralkohol mulai bersitegang dan saling melempar ejekan bernada provokasi yang kemudian pada akhirnya berujung pada aksi saling lempar batu. Saksi mata menyatakan, pendukung Juventus lebih dulu melempar batu ke arah tempat duduk pendukung Liverpool. Terprovokasi ulah tersebut, kubu pendukung Liverpool juga ikut melempat batu ke arah lawan. Rupanya kondisi kian memanas, pendukung Liverpool yang memang unggul jumlah orang mengubah skenario pertikaian dengan melakukan penyerangan frontal dan merusak pagar pembatas yang hanya berupa rantai berkawat.

Kalah jumlah, pendukung Juventus mulai terpojok dan berusaha mundur. Mereka mencoba menyelamatkan diri namun naasnya, mereka terhalang dengan tembok besar. Tembok stadion yang memang sudah rapuh itu akhirnya runtuh akibat dorongan dan banyak jumlah orang di satu tempat. Para korban sempat berusaha menghindar dan menyelamatkan diri, tetapi tidak sempat dan akhirnya jatuh korban akibat terinjak-injak dan tertimpa material tembok yang runtuh tersebut. 39 orang meninggal dunia, 32 di antaranya berasal dari pendukung Juventus, 4 orang Belgia, 2 dari Perancis, dan seorang warga Irlandia.

Kondisi Kerusuhan saat itu
Pasca runtuhnya tembok tersebut, suasana semakin kacau. Pendukung Juventus yang telah menyadari telah jatuhnya korban dari pihak mereka menjadi sangat beringas. Mereka turun ke lapangan, menyerang balik kubu pendukung Liverpool dan bentrok dengan aparat yang coba menghalangi aksi mereka. Namun perlu dimaklumi bahwa aksi beringas pendukung Juventus ini terjadi karena sebagian dari mereka baru saja kehilangan teman dan saudara yg dicintai.

Meskipun korban dalam Tragedi Heysel berjatuhan dan diwarnai kericuhan hebat, namun pertandingan tetap dilanjutkan. Alasannya, karena bila partai ini tidak dilanjutkan, justru dikhawatirkan emosi kedua kubu akan kembali meluap dan bisa jadi pula akan terjadi korban berikutnya.

Walaupun bertanding dalam keadaan penuh duka, Juventus akhirnya sukses mencetak kemenangan. Gol semata wayang dalam laga ini dibuat oleh sang legenda Michel Platini di menit 56 setelah mendapat hadiah penalti akibat pelanggaran yang dilakukan oleh Zbigniew Boniek.

Nasib Stadion Heysel dan Tugu Peringatan
Pasca Tragedi Heysel, selain membawa dampak dijatuhkannya sanksi larangan bertanding bagi klub-klub Inggris di kejuaraan Eropa, tragedi tersebut juga menyebabkan Stadion Heysel tidak lagi digunakan untuk menggelar ajang sepak bola hingga sepuluh tahun. Memang ada ajang olahraga yang dilangsungkan di sana, namun hanya sebatas atletik saja. Renovasi pun dilakukan untuk stadion ini. Puncaknya adalah pada 1994 ketika Heysel diberi nama baru, yaitu Stadion King Baudouin. Nama baru ini sekaligus bertujuan menutup tragedi 1985.

Stadion King Baudouin digunakan pertama kali untuk menggelar partai persahabatan antara Belgia dan Jerman, sekaligus menandakan kesiapan pemerintah Belgia dan semua orang di negeri tetangga Belanda tersebut bahwa Tragedi Heysel takkan terulang lagi. Stadion King Baudouin sendiri akhirnya berkesempatan untuk menggelar partai final kejuaraan Eropa setahun kemudian. Pada 8 Mei 1996, stadion baru ini dipakai untuk laga PSG (Prancis) melawan Rapid Wina (Austria) di final Piala Winners.

Selain berubahnya Stadion Heysel, pasca tragedi ini juga melahirkan sebuah tugu peringatan. Untuk mengenang Tragedi tersebut didirikan tugu peringatan yang dibangun dengan total biaya mencapai £140.000 dan didesain oleh seniman asal Perancis bernama Patrick Remoux. Tugu ini diresmikan 20 tahun setelah Tragedi Heysel, tepatnya pada 29 Mei 2005.

Tugu ini berbentuk jam matahari yang di sekelilingnya dihiasi dengan batu-batuan yang berasal dari Belgia dan Italia. Ada 39 lampu bersinar untuk masing-masing korban. Ada juga sebuah puisi berjudul "Funeral Blues" yang diciptakan oleh penyair Inggris, W. H. Auden.

Amicizia!
Lalu bagaimana hubungan antara Juventini (sebutan untuk pendukung Juventus) dan The Kop (sebutan untuk pendukung Liverpool) sekarang? Tragedi Heysel memang terus diingat, namun hebatnya tragedi ini tidak lantas membuat kedua belah pihak terus-menerus menjadi musuh dan menyimpan dendam.

Contohnya pada babak perempat final Liga Champions 2005 saat kedua kesebelasan kembali berhadapan. Ketika itu Liverpool menjamu Juventus di Stadion Anfield. Kenangan buruk, emosi, dan dendam dari Tragedi Heysel itu hilang sudah. The Kop menciptakan mozaik raksasa nan indah bertuliskan "Amicizia" yang berarti persahabatan. Mozaik ini menyiratkan permintaan maaf mereka sebesar-besarnya terhadap Juventini. Aksi itu dibalas oleh sebagian besar Juventini yang memadati Stadion Anfield dengan sambutan hangat dan tepuk tangan meriah.

Contoh lain bisa dilihat pada bulan Juni 2010, di situs resminya, Liverpool mengeluarkan gambar dua tangan yang saling bersalaman. Satu tangan berwarna merah dengan latar belakang merah, sementara satu lagi berwarna putih dengan latar belakang hitam, yang menggambarkan warna seragam antara Liverpool dan Juventus. Di samping kanan tangan yang bersalaman itu terdapat tulisan "In Memoria E Amicizia, May 29 1985", yang artinya "Dalam Kenangan dan Persahabatan, 25 Mei 1985".

Tragedi Heysel merupakan salah satu sejarah kelam dalam dunia sepak bola. Pihak-pihak yang terlibat di dalamnya sudah saling memaafkan, tapi tragedi ini tetap tidak boleh dilupakan. Bukan bertujuan untuk menumbuhkan dendam dan mengorek luka lama, melainkan agar menjadi pelajaran di waktu-waktu mendatang khususnya bagi para pendukung fanatik klub sepak bola dimanapun berada.

Bacaan Ringan "LIMA BELAS TRAGEDI TERPARAH DALAM DUNIA OALHRAGA - PART 3"

http://massandry.blogspot.com
5. Tragedi Guatemala
Tanggal: 16 Oktober 1996
Lokasi: Stadion Nasional Mateo Flores, Guatemala
Total meninggal: 80+ orang

Tragedi mengakibatkan lebih dari 80 orang tewas yang kebanyakan adalah remaja, dan mengakibatkan lebih dari 150 orang luka-luka. Saat perhelatan kualifikasi Piala Dunia antara timnas Guatemala dan Kosta Rika, stadion yang hanya berkapasitas 45.800 dipenuhi oleh lebih dari 60.000 orang, menurut beberapa media saat itu, dikarenakan banyak pihak yang menjual tiket palsu untuk pertandingan tersebut. Tragedi terjadi sejam sebelum pertandingan berlangsung, karena penonton semakin bertambah melebihi kapasitas stadion, banyak yang terjepit, terinjak-injak dan patah tulang, dan para ofisial akhirnya membatalkan pertandingan tersebut dan mulai mengevakuasi para korban tewas ke dalam lapangan. Banyak pihak menyalahkan para penjaga gerbang yang terus membiarkan masuk para penonton walaupun sudah melebihi kapasitas stadion.

4. Tragedi Katmandu
Tanggal: 12 Maret 1988
Lokasi: Stadion Nasional, Katmandu, Nepal
Total meninggal: 93 orang

Setidaknya 93 orang tewas dan 100 lainnya terluka saat para penonton panik menghindari hujan es di dalam stadion yang terisi lebih dari 30.000 orang saat pertandingan antara timnas Nepal dan Bangladesh. Banyak saksi mengatakan kalau kepanikan terjadi saat para penonton yang ingin keluar stadion yang menyediakan delapan pintu keluar dan ternyata hanya satu pintu yang terbuka, banyak penonton yang terinjak-injak hingga tewas. Dua polisi termasuk dari sekian banyak korban yang tewas.

3. Tragedi Hillsborough
Tanggal: 15 April 1989
Lokasi: Stadion Hillsborough, Sheffield, Inggris
Total meninggal: 96 orang

Tragedi terburuk sepanjang sejarah sepakbola Inggris ini terjadi saat semifinal FA Cup antara Liverpool dan Nottingham Forest di stadion Hillsborough (yang biasa dipakai untuk perhelatan semifinal FA Cup pada tahun 80an). Saat itu polisi khawatir dengan jumlah fans Liverpool yang begitu banyak diluar stadion, dan membuka pintu gerbang utama yang menyebabkan sedemikian banyaknya fans Liverpool yang masuk melalui gerbang itu secara bersamaan. 

Dan saat itu stadion juga sudah penuh dengan para penonton yang sudah siap menyaksikan pertandingan tersebut, akibat desakan para fans Liverpool yang masih berusaha masuk dan memaksa para polisi untuk membuka gerbang masuk lainnya, dengan tujuan para penonton di dalam bisa keluar stadion untuk menghindari kelebihan kapasitas stadion, tapi banyak yang tidak mengerti dan akhirnya para penonton mulai menyelamatkan diri dengan berusaha keluar melalui gerbang lainnya dan adapula yang memanjat keluar, tapi keadaan sudah terlambat, banyak orang yang terhimpit dan sesak nafas. 

Total korban tewas saat itu 94 orang dan mengakibatkan 766 lainnya terluka, namun 4 hari setelah kejadian itu, korban bertambah satu menjadi 95 korban, karena gadis 14 tahun yang terluka saat kejadian itu akhirnya meninggal di rumah sakit, dan 4 tahun kemudian kembali bertambah menjadi 96 korban tewas, karena akhirnya pria yang koma akibat kejadian tersebut meninggal dunia pada tahun 1993.

2. Tragedi Ghana
Tanggal: 9 Mei 2001
Lokasi: Stadion Olahraga Accra, Ghana
Total meninggal: 126 orang

Tragedi terjadi saat pertemuan kedua kesebelasan antara Hearts of Oak dan Asante Kotoko. Saatpertandingan tersisa 5 menit lagi, tim tuan rumah Hearts of Oak masih memimpin 2-1 atas tim tamu, dan para fans Asante mulai berulah dengan merusak kursi stadion dan melemparkan botol-botol ke dalam lapangan. Para polisi bereaksi dengan menembakkan lusinan gas air mata ke arah tribun yang membuat panik para penonton, dan saksi mata mengatakan saat itu semua pintu keluar stadion ditutup oleh para polisi. Para penonton semakin panik dengan banyaknya gas air mata sehingga banyak yang jatuh dan terinjak-injak. Mengakibatkan 126 orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka.

Banyak pihak yang mengatakan kalau polisi terlalu berlebihan dengan menembakkan lusinan gas air mata, karena cukup satu saja untuk membuat para penonton takut. Lagi-lagi kasus klasik para polisi yang membuat keadaan semakin parah.

1. Tragedi Stadion Nasional
Tanggal: 24 Mei 1964
Lokasi: Stadion Nasional, Lima, Peru
Total meninggal: 318 orang

Tragedi terburuk yang pernah terjadi dalam sejarah olahraga dunia, dan sangat disayangkan tidak banyak informasi yang didapat saat tragedi ini terjadi. Kejadian ini terjadi saat pertemuan timnas Peru dan Argentina dalam kualifikasi Olimpiade yang diadakan di stadion Nasional di Lima. 

Persaingan kedua negara itu memang keras saat itu.Kejadian bermula dari dianulirnya gol Peru di menit kedua oleh wasit, para fans Peru melakukan protes, protes tersebut menjadi besar dan menimbulkan kericuhan yang mengakibatkan 318 orang tewas dan melukai 500 orang lainnya. 

Saat kericuhan terjadi, banyak fans Peru yang menyalakan api dan merusak jendela-jendela stadion, dan polisi yang kalah jumlah dengan para suporter Peru ketakutan dan bereaksi dengan menembakkan gas air mata dan beberapa tembakan ke udara, yang malah menimbulkan kemarahan para suporter Peru semakin besar. Banyak penonton yang menghindari kericuhan dan mengalami kepanikan saat ingin keluar stadion dan ternyata pintu keluar stadion terkunci semua. 

Dari sekian banyak korban tewas, terdapat satu anak perempuan berumur 18 bulan yang juga tewas saat dia terlepas dari gendongan ayahnya. Kebanyakan korban tewas karena jatuh dan terinjak.

Bacaan Ringan "LIMA BELAS TRAGEDI TERPARAH DALAM DUNIA OALHRAGA - PART 2"

http://massandry.blogspot.com
10. Tragedi Stadion Kayseri Ataturk
Tanggal: 17 September 1968
Lokasi: Stadion Kayseri Ataturk, Kayseri, Turki
Total meninggal: 44 orang

Pertandingan antara Kayseri Erciyesspor dan Sivasspor dalam pertandingan Liga Utama Turki, dihadiri lebih dari 12.000 suporter dari kedua belah pihak. Pertandingan berlangsung dengan atmosfir yang sangat keras. Dan pada menit ke-20, gol tercipta oleh Oktay, striker dari Kayserispor. 

Setelah gol tersebut, para pemain dari kedua belah pihak mulai berkelahi tanpa alasan yang jelas, sang wasit mengeluarkan kartu merah kepada salah satu pemain Kayserispor, tapi setelah meminta pendapat dari para ofisial lainnya, wasit merubah keputusannya dan memperbolehkan pemain tadi bertanding kembali. Dan dari level pertandinganyang keras itu, para suporter mulai berulah dengan melemparkan batu kepada suporter lawan. 

Dan beberapa suporter Sivas mencoba melarikan diri dari lemparan batu, berlari kedalam lapangan dan mencari pintu keluar, beberapa yang lari ke lapangan dihadang para petugas kepolisian dan memutar balik sehingga para suporter Sivas terdesak di pintu keluar terdekat dan menerobos menabrak sesama para suporter Sivas yang berada diluar pintu keluar stadion. 

Saat lautan suporter Sivas tersebut bertabrakan, kejadian berikutnya sangat mengenaskan, banyak yang terinjak-injak, dan menyebakan 44 orang meninggal dan ratusan lainnya cedera.Dan para suporter Sivas yang berhasil keluar stadion membuat rusuh di sepanjang jalan di kota Kayseri, setidaknya 60 mobil pribadi dan beberapa gedung rusak akibat ulah mereka, tidak berhenti disitu, saat mereka meninggalkan kota Kayseri, di jalan bebas hambatan yang menghubungkan antara kota Kayseri dan Sivas, mereka berhenti dan mulai membakar setiap mobil, truk dan bus yang menggunakan plat nomor kota Kayseri.

9. Tragedi Kebakaran di Kota Bradford
Tanggal: 11 Mei 1985
Lokasi: Stadion Valley Parade, Bradford, England
Total meninggal: 56 orang

Kali ini api yang menjadi petaka. Pada hari dimana tim sepakbola Bradford City merayakan titel juara Liga Divisi Tiga. Kejadian terjadi saat pertemuan tim Bradford City dan Lincoln City. Disaat pertandingan berjalan, salah satu suporter berulah dengan membuang puntung rokok yang masih menyala dan melemparnya ke belakang tribun yang kebetulan terdapat bahan-bahan yang mudah terbakar seperti tumpukan koran dan kain. 

Dan hasilnya, 5 menit sebelum half time, asap putih muncul dari tribun kayu berumur 77 tahun, dan polisi mulai menginstruksikan para penonton untuk pindah dari blok G, tempat dimana api mulai terlihat. Dan 3 menit kemudian, wasit menghentikan pertandingan yang berkedudukan 0-0.

Saat penonton dievakuasi turun ke lapangan, ada beberapa yang masih terjebak di tribun blok G, parapenonton juga mencoba mendobrak pintu keluar yang dikunci untuk menghindari para penonton yang tidak diinginkan masuk saat pertandingan, dan itu benar-benar menolong banyak nyawa para penonton yang panik akibat kebakaran hebat di tribun. 

Banyak kayu dan material yang meleleh jatuh menimpa para penonton yang berusaha menyelamatkan diri. Dan total penonton yang tewas sebanyak 56 orang dan ikut mencederai lebih dari 250 lainnya. Ironisnya banyak penonton yang merayakan kejadian tersebut setelah berhasil keluar dari stadion, seperti mereka berhasil membakar orang atau sebagainya, ada beberapa video yang berhasil merekam kejadian tersebut.

8. Tragedi Ibrox Kedua
Tanggal: 2 Januari 1971
Lokasi: Stadion Ibrox, Glasgow, Skotlandia
Total meninggal: 66 orang

Tragedi terjadi saat pertandingan antara Rangers dan Celtic, hasil masih 0-0 sampai menit 89, namun Celtic berhasil membobol gawang Rangers di menit-menit akhir, sehingga kedudukan berubah menjadi 1-0 untuk Celtic, dan para pendukung Rangers mulai meninggalkan stadion. 

Kerumunan pendukung Rangers yang meninggalkan stadion secara serempak menimbulkan kepanikan tersendiri saat banyaknya pendukung yang terjepit, banyak yang terhimpit dan kehabisan napas termasuk anak-anak, dan menewaskan 66 orang serta mencederai lebih dari 200 orang lainnya.Perlu dicatat, disaat detik-detik terakhir perpanjangan waktu, Rangers berhasil menyamakan kedudukan lewat gol dari Colin Stein, dan para penonton yang sudah meninggalkan stadion kembali mencoba masuk ke dalam, sehingga bentrok dengan penonton yang ingin keluar. 

Para ofisial tidak sependapat dengan ini karena mereka mengklaim para penonton sama-sama berjalan beriringan keluar stadion. Bagaimanapun, rumor dari gol yang dibuat Colin Stein masih ramai diperbincangkan dan dipercayai hingga tahun-tahun berikutnya.

7. Tragedi Luzhniki
Tanggal: 20 Oktober 1982
Lokasi: Stadion Lenin, Moskow
Total meninggal: 66+ orang

Kejadian ini terjadi saat perhelatan UEFA Cup antara Spartak Moscow dan Haarlem pada 20 Oktober 1982. Tragedi ini sengaja ditutupi untuk kebaikan masyarakat Uni Soviet pada waktu itu. 

Tiket pertandingan ini sebenarnya hanya terjual sedikit, hanya tribun bagian Timur saja yang dipenuhi oleh penonton, dan hanya satu gerbang keluar yang terbuka.Beberapa menit sebelum pertandingan berakhir, Spartak Moscow masih memimpin 1-0, dan beberapa penonton mulai terlihat meninggalkan lapangan, tapi saat injury time, Spartak Moscow berhasil mencetak gol kedua (Sergei Shyetsov, pencetak gol kedua, mengatakan “akan lebih baik kalo saya tidak mencetak gol tersebut”) dan beberapa penonton yang sebelumnya akan meninggalkan stadion kembali kedalam dan berhadapan dengan para penonton yang ingin keluar, mengakibatkan kepanikan tersendiri yang menyebabkan 66 orang tewas, walaupun banyak saksi yang mengatakan jumlah sebenarnya adalah lebih dari 340 orang. Jika itu benar, maka kejadian ini adalah tragedy terburuk sepanjang sejarah. 

Dan menurut beberapa saksi, kepanikan saat itu menyebabkan tangga tribun yang licin ambruk sehingga menimbulkan efek domino dan banyak penonton yang terhimpit dan terinjak-injak.

6. Tragedi Puerta 12
Tanggal: 23 Juni 1968
Lokasi: Stadion Monumental, Buenos Aires, Argentina
Total meninggal: 71+ orang

Tragedi ini memiliki beberapa versi, tragedi yang terjadi saat pertandingan antara River Plate melawan Boca Juniors. Versi pertama tragedi ini adalah versi yang paling diyakini, yaitu saat para penonton mulai meninggalkan stadion melalui pintu nomor 12 dan yang ternyata pintu tersebut terkunci sehingga menyebabkan penonton yang sudah berada di dekat pintu tersebut terhimpit oleh desakan penonton dari belakang yang juga ingin keluar melalui pintu tersebut. 

Banyak yang berteriak untuk berhenti mendesak dan segera mundur, tapi banyak juga yang tidak mendengar. Versi kedua menyatakan kalau para pendukung River Plate salah memasuki tribun yang ternyata adalah tribun dari suporter Boca Juniors dan menyebabkan bentrokan. Dan ada beberapa versi lainnya dari tragedi yang telah menyebabkan lebih dari 71 orang tewasdan mengakibatkan 150 lainnya terluka. Rata-rata korban tewas berumur 19 tahun.

Bacaan Ringan "LIMA BELAS TRAGEDI TERPARAH DALAM DUNIA OALHRAGA - PART 1"

http://massandry.blogspot.com
15. Tragedi Stadion Ibrox
Tanggal: 5 April 1902
Lokasi: Stadion Ibrox, Glasgow, Skotlandia
Total meninggal: 25 orang

Pada menit ke-51 dalam pertandingan antara timnas Skotlandia dan Inggris, tribun selatan bagian belakang runtuh yang sebenarnya baru dibangun, tribun yang terbuat dari kayu ini runtuh karena hujan deras yang mengguyur pada malam sebelumnya. Para suporter jatuh dari ketinggian 12 meter kebawah tribun, 25 meninggal dan mencederai 517 lainnya.Dan sedihnya, stadion Ibrox kembali mengalami tragedi pada tahun 1961 dan 1971 (lihat peringkat 8 dibawah).

14. Tragedi Burnden Park
Tanggal: 9 Maret 1946
Lokasi: Burnden Park, Bolton, Manchester, Inggris
Total meninggal: 33 orang

Tragedi ini terjadi saat pertemuan Bolton Wanderers dan Stoke City. Tembok di tribun selatan bagian depan rubuh karena desakan para suporter yang sudah melebihi kapasitas stadion. Sebanyak 20.000 suporter yang tidak bisa masuk kedalam stadion akhirnya merusak gerbang dan memaksa masuk. 

Banyak suporter jatuh dan menimpa suporter lainnya yang berada di depannya saat tembok tribun rubuh, dan kejadian itu menyebabkan 33 suporter meninggal dan lebih dari 400 lainnya cedera.

Tragedi ini adalah yang terbesar dalam sejarah sepakbola Inggris setelah tragedi Ibrox Park di kandang Rangers pada tahun 1971 (lihat peringkat 8 dibawah).

13. Tragedi Heysel
Tanggal: 29 Mei 1985
Lokasi: Stadion Heysel, Brussels, Belgia
Total meninggal: 39 orang

Pada final Piala Eropa (Liga Champions) 1985 yang mempertemukan Liverpool dan Juventus, tembok di stadion Heysel rubuh sebelum pertandingan itu berjalan. Tembok stadion itu rubuh karena desakan dari para suporter Juventus yang mencoba menjauh dari para fans Liverpool yang mencoba mendesak dan menyerang mereka, akibatnya sebanyak 39 suporter meninggal dan 600 lainnya terluka, kebanyakan korban adalah para suporter Juventus.
Saat pertandingan berlangsung, kepolisian setempat masih mencoba untuk meredam aksi anarkis parasuporter. Dan pertandingan itu dimenangi oleh Juventus melalui penalti kontroversial Michel Platini. Dan semenjak kerusuhan ini, klub Inggris dilarang bertanding di semua ajang kompetisi UEFA, dan 
larangan ini baru dicabut pada tahun 1990-1991.
Latar belakang dari kejadian ini adalah pada tahun sebelumnya (1984) saat Liverpool juga mencapai partai final dari kejuaraan yang sama dan menghadapi AS Roma, di stadion Olympico, Roma. Liverpool menang melalui adu penalti. Dan setelah partai final itu, Suporter AS Roma menyerang suporter Liverpool, sampai-sampai suporter Liverpool harus dikawal kepolisian setempat saat kembali ke hotel dan beberapa ada yang berlindung di 
Kedutaan Inggris. Dan suporter Liverpool mencoba membalasnya kepada sesama suporter klub Italia.

12. Tragedi Orkney
Tanggal: 13 Januari 1991
Lokasi: Stadion Oppenheimer, Orkney, Afrika Selatan
Total meninggal: 42 orang

Pertandingan persahabatan antara kedua tim sepakbola Afrika Selatan Kaizer Chiefs melawan Orlando Pirates, berubah menjadi petaka saat wasit pertandingan mensahkan gol yang tercipta dari tim Chiefs, dan para suporter Pirates mulai berulah dengan melemparkan kaleng minuman dan buah-buahan kepada para suporter Chiefs yang membuat mereka panik dan mencoba kabur menerobos barisan polisi yang menjaga antara tribun penonton dan lapangan. 

Dari kepanikan itu banyak suporter Chiefs yang terinjak-injak dan bergeletakan di hampir semua tempat. Kerusuhan ini terjadi karena kedua suporter tidak ditempatkan terpisah saat pertandingan. Dan total korban meninggal adalah 42 orang.

11. Tragedi Stadion Ellis Park
Tanggal: 11 April 2001
Lokasi: Stadion Ellis Park, Johannesburg, Afrika Selatan
Total meninggal: 43 orang

Tragedi dari Orkney tidak dijadikan pelajaran, sehingga setelah 10 tahun kemudian, kembali terjadi pertemuan kedua tim sepakbola diatas, yaitu Kaizer Chiefs dan Orlando Pirates, dan kembali menjadi sebuah petaka yang memakan korban. 

Kejadian berawal saat stadion telah terisi penuh dengan sekitar 60.000 suporter kedua tim, disaat yang bersamaan 30.000 suporter yang masih diluar stadion juga mencoba menerobos masuk untuk menyaksikan tim kesayangan mereka bertanding. Tapi media setempat memperkirakan kalau ada sekitar 120.000 suporter. Dan desakan dari para kedua suporter membuat suasana semakin rusuh sehingga para aparat kepolisian berinisiatif untuk menembakkan gas air mata ke arah para suporter dengan tujuan untuk meredam kerusuhan, tapi yang terjadi gas air mata itu tambah membuat para suporter panik dan semakin berdesakan dan banyak korban yang terhimpit dan terinjak-injak. Total 43 suporter menjadi korban meninggal dari kerusuhan ini. Banyak pihak mengklaim kalau kerusuhan ini terjadi akibat gas air mata yang ditembakkan oleh kepolisian, tapi pihak kepolisian menyangkal hal tersebut.

Bacaan Ringan "KECELAKAAN PARAH PARA MUSISI DUNIA"

http://massandry.blogspot.com
Kecelakaan memang sebuah resiko dalam sebuah perjalanan. Banyak sekali penyebabnya, bisa lantaran kecerobohan si pengemudi, atau sekadar sial saja. Yang jelas, tak ada yang melakukannya dengan sengaja, apalagi melibatkan banyak orang.

Sayangnya, kecelakaan dengan transportasi darat, terutama bus, kadang terjadi kepada band-band atau penyanyi yang sedang menjalani tur. Tentu, kerugian yang ditimbulkan luar biasa besar, mengingat banyaknya barang yang dibawa serta jadwal tur yang jadi porak-poranda. Berikut 6 Kecelakaan Bus Musik yang paling parah Sepanjang Masa,dikutip dari Kapanlagi:

1. Metallica
Pada tahun 1986, Metallica sedang menjalani tur Eropa dalam rangka promo album MASTER OF PUPPETS. Ceritanya, Cliff Burton memenangkan permainan kartu dengan Kirk Hammett sehingga dia berhak untuk tidur nyaman di tempat tidur hadiah. Entah bagaimana ceritanya, bus tur kehilangan kendali dan tergelincir di jalanan Swedia. Cliff terlontar keluar dari tempat tidur, dan bus terhenti di atas tubuhnya. Kawan-kawannya menderita luka-luka ringan, namun Cliff Burton tutup usia di saat itu juga. Bisa bayangkan sedihnya seperti apa?

2. Gloria Estefan
Dalam sebuah badai salju di Pennsylvania, Amerika, tahun 1990, bus tur Gloria Estefan ditabrak dari belakang oleh sebuah truk. Akibatnya, sang penyanyi harus menjalani perawatan dan implan titanium untuk menyangga punggungnya. Setelah setahun lebih, akhirnya Gloria diperkenankan kembali menjalani tur.

3. Weezer
Band yang mengunjungi Indonesia awal 2013 lalu ini pernah mengalami kecelakaan pada tahun 2009. Berangkat dari Boston menuju Toronto di bulan Desember yang dingin dan bersalju, frontman Rivers Cuomo saat itu mengajak serta anak dan istrinya. Bus mereka lalu menabrak gundukan es, meluncur menabrak pagar pembatas jalan dan masuk selokan. Rivers menderita cedera paling banyak, tiga tulangnya patah dan ada luka dalam. Gara-gara kecelakaan ini, Weezer terpaksa membatalkan semua show sampai sang vokalis sembuh.

4. Miley Cyrus
Di tahun yang sama dengan kecelakaan Weezer, rombongan Miley Cyrus pun mengalaminya. Bukan sang bintang sendiri, melainkan tim produksi yang bertanggung jawab atas pencahayaan panggung konser Miley. Bus tur itu tergelincir dan terguling, sang supir langsung meninggal di tempat. Miley sendiri sudah berada di Nashville saat kejadian. Sembilan orang kru lainnya juga menderita luka-luka.

5. Bestival Fest
Kejadian yang satu ini sangat layak diingat, karena memang merupakan tragedi. Sebuah bus yang ditumpangi 53 penonton Bestival Fest (sebuah festival musik internasional yang digelar di Inggris), rata-rata berusia 22-28 tahun, menyimpang dari jalan dan menabrak sebatang pohon. Si pengemudi meninggal di tempat, juga dua penumpang lain. Seorang lain harus dilarikan ke rumah sakit dengan helikopter. Ke-53 orang di dalam bus, semua terluka. Mengerikan.

6. Baroness
Agustus 2012, Baroness juga mengalami kecelakaan di Inggris. Ban bus sampai terlepas, sebelum bus jatuh di semacam jurang di kedalaman puluhan kaki.  Para personel band menderita cedera cukup parah, terutama sang frontman John Baizley yang harus tahan dengan dua titanium di dalam tubuhnya, 20 mur dan sekitar 50 jahitan di kulitnya.

Sunday, January 19, 2014

Bacaan Ringan "BIOGRAPHY LENGKAP "MEGADETH - SHORT STORY"

http://massandry.blogspot.com
Ini hal yang langka ketika seorang musisi datang berhadapan dengan apa yang membuat mereka besar untuk memulai. Endgame adalah saat untuk Dave Mustaine dan Megadeth. Ini adalah catatan di mana semuanya berasal lingkaran penuh dalam suatu karier yang telah ditetapkan tidak hanya menetapkan standar di hard rock dan metal, tetapi didefinisikan mereka. Megadeth adalah marah pada ketat, seperti tepat dan indah destruktif sebagai peluru kendali laser.

"Setelah asap telah dibersihkan dari personil dan perubahan label, aku tahu bahwa mendapatkan kembali rasa hormat bagi saya dan bagi Megadeth akan menjadi usaha besar," kata Mustaine dari proses tooling Megadeth kembali setelah apa yang dianggap sebagai "klasik" line - naik. "Itu jauh seperti mencoba untuk mengubah kapal perang - tidak, lebih mirip kapal induk - di sekitar."

Misi selesai pada Endgame, yang sama ekstrem sebagai sesuatu Megadeth yang pernah direkam. Album's signature lagu "Kepala Crusher" seharusnya tidak hanya berfungsi sebagai suatu peringatan-up untuk penggemar tua tetapi juga generasi baru siap untuk menjaga Mustaine \x26 Co 's shredding gitar merek dan songsmanship suka berperang di garis depan hari ini adegan logam.

Namun, tidak mengherankan bagi orang yang telah menciptakan dan merek "Gigantour," yang selama tiga tahun telah bersatu beberapa logam yang paling melek pemain musik termasuk Dream Theater, Children of Bodom dan Opeth. Kemudian lagi, apa lagi yang akan satu harapkan dari seseorang yang dipetik suara dari The New Wave of British Heavy Metal dan logam yang kemudian menciptakan chic baru, yang mutakhir speed metal?

Megadeth mesin yang dibangun di atas sebuah cetak biru dingin, kompleks bermusik. Seiring waktu, dengan penjualan album hampir 25 juta di seluruh dunia, Mustaine telah seimbang anjing gila-agresi dengan lagu-kerajinan mengejutkan. Album Killing Is My Business ... And Business Is Good!, Peace Sells ... Tapi Who's Buying? , So Far ... So Good ... So What? dan Countdown to Extinction tetap benar klasik logam. Tidak mengherankan kemudian bahwa Mustaine dianugerahi gelar "Riff Tuhan" di 2008's Metal Hammer Golden Gods Awards di Inggris, atau bahwa ia dimahkotai "Golden Allah" pada 2009 Revolver Golden Gods Awards di Amerika.

Yang tentu saja tidak boleh meniadakan menggoda dengan sukses komersial pada Youthanasia, Cryptic Writings atau Risiko. Atau bahkan Megadeth's jalan kembali ke berdiri di puncak pemain top logam dengan World Needs a Hero, The System Has Failed dan Roadrunner mereka debut, Amerika kekejian. "Ini adalah pelajaran yang baik tentang perlunya untuk mengikuti kata hati," kata Dave dari proses kreatif dengan Endgame. "Saya bersyukur memiliki penggemar yang telah membiarkan aku meregangkan sayap musik. Tapi ini di mana aku paling nyaman. "

Pada titik ini, Dave Mustaine tidak ada untuk membuktikan. Untuk membuat catatan yang ia inginkan, Mustaine mendapati dirinya membangun sebuah full-blown studio rekaman di San Marcos, California, hanya di luar San Diego, yang dijuluki "Vic's Garage" setelah Megadeth's ikon, maskot berwajah tengkorak Vic Rattlehead. Alasan-Nya untuk membangun sebuah studio untuk Megadeth sangat sederhana: "Ketika kita masuk ke studio waktu terakhir itu terlalu mahal, terlalu berlebihan, terlalu arogan dan saya pikir itu membuat kami sedikit malas," merenung Mustaine.

Andy Sneap, logam-produser dan mixer par-excellence dan Megadeth kohort dari United kekejian, kembali bekerja bersama dari Mustaine. Hasil dari logam-mongering ini sinergi berbicara untuk dirinya sendiri. "Ini hubungan yang hebat," kata Mustaine dari terus-menerus berurusan dengan produser Inggris yang terkenal, juga dikenal untuk karyanya dengan Killswitch Engage dan Machine Head. "Kami punya beberapa intens saat, tapi itu adalah bagian dari memiliki hubungan kerja yang nyata. Saya gitaris yang lebih baik, penyanyi dan produser karena saya sangat menghormati Andy dan membuka telinga saya ketika dia sedang mendengarkan atau tidak mendengarkan pandangan saya. "

Bagian dari energi baru Megadeth pada Endgame pergi ke induksi gitaris Chris Broderick, yang bergabung Mustaine, drummer Shawn Drover dan James LoMenzo bassis di 'MB line-up ketat selama bertahun-tahun. Mustaine bahkan melanjutkan catatan untuk mengatakan, "Dengan album ini, saya juga sangat senang bisa memperkenalkan gitaris baru, Chris Broderick, kepada dunia. Saya selalu merasa beruntung memiliki Shredders atas dalam posisi itu, tetapi setelah tur dengan Chris di dukungan dari album terakhir, aku tidak sabar untuk masuk ke dalam studio dan melihat apa yang bisa lakukan. "

Tak satu untuk tetap ceria liris yang tepat sikap, Endgame Mustaine menemukan dan mengartikulasikan lebih panas dari sebelumnya. Tentu saja, ada "1.320", sebuah lagu pujian kepada thrills lucu nitro mobil balap, tapi dari sana, tumbuh lebih gelap dan lebih gelap. Edgar Allen Poe the waxing "Bagian yang paling sulit Melepaskan ... Sealed With A Kiss" entombing narator menemukan kekasihnya di dinding batu bata, sementara Broderick bergeser dari akustik ke beautific Megadeth's riffy menggeram.

Tapi pemandangan kenyataan pahit di mana Mustaine's lyrics beresonansi. "Bite The Hand That Feed" dan "The Right To Go Insane" menyelidiki secara ekonomi bangsa disenfranchised memiliki dan tidak berpunya. Mustaine sendiri tidak asing dengan politik, mengakui diri CNN junkie yang pada tahun 1992 adalah lantai MTV komentator di Konvensi Demokrat Nasional.

Endgame's judul lagu yang Mustaine di paling gelap. "Tematis, aku belum pernah dikenal sebagai pengamat yang diam di dunia yang membutuhkan partisipasi kita," katanya. "Endgame" secara khusus adalah suatu dokumen yang ditandatangani menjadi undang-undang yang lebih jauh pribadi strip hak-hak sipil. "Ini merupakan tagihan bahwa George W. Bush telah menandatangani undang-undang yang dapat menempatkan warga negara Amerika di penjara, seperti sebuah kamp konsentrasi, "negara Mustaine. Jauh-buat? Anehnya tidak.

Musik dan tetap lyrically Dave Mustaine ikonoklas benar logam yang menawarkan musik terbaru bergemuruh dengan intensitas kariernya telah dibangun di atas. Megadeth telah datang lingkaran penuh. Megadeth kembali ke pembunuhan bisnis ... dan bisnis tidak pernah lebih baik.

Bacaan Ringan "BIOGRAPHY LENGKAP "METALLICA - SHORT STORY"

http://massandry.blogspot.com
Metallica didirikan pertama kali di Los Angeles - Amerika Serikat dengan nama The Young of Metal Attack. Formasi pertama Metallica adalah Lars Ulrich (drum), James Hetfield (vokal dan gitar), Lloyd Grant (gitar) dan Ron Mc Govney (bass). Formasi inilah yang kemudian melahirkan lagu pertama berjudul Hit The Light, yang kemudian masuk album kompilasi rock Metal Massacre tahun 1981.

Beberapa bulan kemudian grup ini berganti nama dengan Metallica yang konon merupakan gabungan kata Metal dan Vodca. Nama Metallica sendiri sebenarnya adalah nama yang diusulkan untuk sebuah majalah musik yang dicuri oleh Lars Ulrich sebelum majalah tersebut mendapat nama tersebut. Setelah Metal Massacre beredar, Grant dan Ron mengundurkan diri. Posisi Grant digantikan oleh Dave Mustaine dan posisi Ron digantikan Cliff Burton. Formasi ini kemudian pada Juli 1982 mengeluarkan demo-album No Life Till Leather. Demo inilah yang kemudian mengantarkan Metallica mendapatkan agen dan kemudian hijrah ke New York. Pada 1983, Metallica berencana akan melakukan tur pendek kebeberapa kota. Sayang Hetfield dan Mustaine malah terlibat perseteruan, hingga akhirnya Mustaine keluar dan kemudian mendirikan Megadeth. Posisi Mustaine digantikan oleh Kirk Hammett , gitaris dari grup Exodus. Formasi ketiga inilah yang kemudian mengeluarkan album Kill ‘Em All pada bulan Mei 1983.

Pada tahun 1984, Metallica semakin besar dengan menerbitkan album Ride the Lightning. Album ini bertahan 50 minggu dalam Billboard Top 200. Demi memperlancar promosi mereka juga mengeluarkan mini album Jump In The Fire. September 1985, Metallica memproduksi album Master Of Puppets. Kembali Metallica masuk Billboard Top 40 selama 72 minggu. Album ini merupakan album yang meraih platinum tanpa single dan video.

Tanggal 27 September 1986, dalam perjalanan tur ke Skandinavia – bus yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan dan Cliff Burton (bass) meninggal dunia. Peristiwa ini begitu memukul seluruh anggota band. Bahkan Dave Mustaine yang telah mendirikan Megadeth, mengenang kematian Cliff dalam lagu In My Darkest Hour (album Megadeth: So far.. So Good.. So What!). Oktober 1986, posisi Cliff Burton digantikan oleh Jason Newsted, basis dari grup Floatsam And Jetsam.

Album And Justice For All beredar September 1988. Disinilah Metallica mulai mengeluarkan video klip. Video pertama mereka adalah untuk lagu One, video ini mencapai nomor 1 di MTV. Keberhasilan ini kemudian mendorong produksi video klip Cliff ‘Em All sebuah video kenangan untuk Cliff Burton. Akhir 1990 album Metallica direkam. Album ini membuat Metallica mencapai penjualan quadruple platinum dan menjadi album nomor satu di delapan negara Amerika dan Eropa. Serta meraih penghargaan Grammy Award, kategori Penampil Metal Terbaik dua tahun berturut-turut.

Basis jason Newsted mengundurkan diri dari band setelah bersitegang dengan James Hetfield. Perseteruan ini disebabkan Jason Newsted lebih menghabiskan waktu dengan proyek-nya sendiri. Anggota band yang lain menganggap Metallica harus diutamakan, meskipun pada saat itu Metallica sedang vakum. Grup ini pada saat ini beranggotakan Lars Ulrich (drums), James Hetfield (vokal dan gitar), Kirk Hammett (gitar) dan Robert Trujillo (bass). Mantan anggota lainnya termasuk Ron McGovney (bass), Dave Mustaine (gitar), Cliff Burton (bass) dan Jason Newsted (bass).

Pada tanggal 10 Agustus 2008 Metallica akhirnya telah menyelesaikan proses rekaman album studio baru mereka yang ke sembilan “Death Magnetic” yang akan diluncurkan pada tanggal 12 September 2008 di seluruh dunia. Album tersebut diproduseri oleh “Rick Rubin” dan proses rekaman dilakukan di Sound City Studios, Shangri La Studios dan di studio Metallica sendiri.
Single dan video klip pertama mereka “The Day That Never Comes” akan dirilis akhir bulan ini. Sebagai tambahan anda dapat mengunduh semua lagu dari album tersebut untuk digunakan dalam game “Guitar Hero III” pada hari saat peluncuran album “Death Magnetic” tersebut.

Discography

Album

1983 Kill ‘Em All
1984 Ride the Lightning
1986 Master of Puppets
1987 The $5.98 E.P.: Garage Days Re-Revisited (EP)
1988 …And Justice for Al
1991 Metallica
1993 Live Shit: Binge & Purge (Live boxset)
1996 Load 5
1997 ReLoad
1998 Garage Inc.
1999 S&M
2003 St. Anger
2004 Some Kind of Monsters
2008 Death Magnetic

James Alan Hetfield
James Alan Hetfield Laki-Laki, Downey, California, Amerika Serikat, 03 Agustus 1963 adalah gitaris,penulis lagu, dan vokal utama untuk band heavy metal asal Amerika, Metalica. Metalica telah memperoleh Sembilan Grammy Award, telah merilis Sembilan album, tiga album live, dan 45 single. Pada tahun 2009, Hetfield ditempatkan di posisi 8 di Joel Mclver’s Book sebagai 100 Greatest Metal Gitarist.
Masa kecil

James Hetfiled memiliki darah keturunan Jerman, Inggris, Irlandia, dan Spanyol. Ia memiliki 2 kakak laki-laki dari pernikahan pertama ibunya dan satu adik perempuan.

Ayah Hetfield, Virgil, adalah seorang supir truk yang meninggalkan keluarganya ketika Hetfield masih kecil. Ibunya, Cynthia, adalah penyanyi opera. Kedua orangtuanya bercerai pada tahun 1976. Orang tua Hetfiled adalah pemeluk agama Kristen yang taat, dan mereka sama sekali tidak menerima obat-obatan atau perawatan apapun kecuali kepercayaan mereka pada agamanya, bahkan ketika ibunya sekarat karena kanker.

Ibunya, Cyntia, meninggal karena kanker padda tahun 1979 ketika Hetfield masih berumur 16 tahun. setelah ibunya meninggal, Hetfield tinggal dengan kakaknya, David.

Karir
Pada masa-masa awal, bandnya Metalica pernah beberapa kali berganti vokalis dan gitaris.
James bermain gitar solo pada lagu Nothing Else Matters, My Friend of Misery, To Live Is to Die, dan Master of Puppets. Ia juga menulis harmoni gitar, lirik dan melodi vokal dan mengaransemen lagu Ulrich.
Pada 8 Agustus 1992, di Guns N’Roses/Metalica Stadium Tour, James menjadi salah satu korban ledakan, yang melukai tangannya, lengan, alis, wajah, dan rambut. Namun ia kembali kepanggung setelah 17 hari perawatan.

Kehidupan pribadi
Ketika ia sedang tidak menulis, bernyanyi atau bermain gitar, Hetfield melakukan kegiatan-kegiatan luar ruangan seperti, berburu, bermain skateboard, jet-ski, naik motor, dan menyaksikan pertandingan sepak bola. Ia juga pengkoleksi gitar-gitar unik.

Dalam sebuah sesi wawancara, Hetfiled mengungkapkan bahwa dirinya bahagia dengan keluarga kecilnya, istrinya Francesca dan tiga anaknya. Hetfield menikah dengan Francesca pada 17 Agustus 1997.

Lars Ulrich
Lars Ulrich lahir di Gentofte, Denmark, pada tanggal 26 Desember 1963. Ia terkenal sebagai drummer kelompok Metallica. Ayahnya adalah pemain tenis profesional dan musikus jazz Torben Ulrich yang bermain musik jazz bersama Stan Getz dan Miles Davis. Lars Ulrich mengikuti jejak ayahnya di kedua bidang tersebut Dia bermain tenis sejak kecil dan juga belajar bermain musik. Namun minatnya dalam bidang musik kemudian beralih setelah mendengar banyak kelompok musik dari the New Wave of English Heavy Metal (gelombang baru musik heavy metal dari Inggris).

Pada usia sembilan tahun ia pergi menonton konser kelompok Deep Purple dan menjadi penggemar drummer Ian Paice. Ketika berusia tigabelas tahun ia mendapat satu set drum dari neneknya dan mulai berlatih dengan serius.

Empat tahun kemudian ia pergi ke Los Angeles, California, Amerika dengan niat untuk bermain tenis. Namun kemudian ia memasang iklan baris di salah satu koran lokal untuk mencari orang yang berminat dalam bsang musik. Iklan itu mendapat jawaban dari James Hetfield. Berdua mereka kemudian menjadi inti kelompok Metallica.

Kirk Hammett
“Shredder Pelopor Gitaris Trash Metal”

Nama Asli : Kirk Lee Hammett
Tempat/Tgl Lahir : San Francisco, California / 18 November 1962
Gaya Permainan : Metal
Group Band terdahulu : Exodus
Group Band sekarang : Metallica
Pengaruh musikal : Ace Frehley, Eddie Van Halen, Jimi Hendrix
Gitar Yang Digunakan : ESP KH signature series, ESP Spider, ESP Flying-V, ESP Mummy, Jackson Randy Rhoads model,
Amply : Mesa Boogie Tremoverb 2×12 Combo Amp, Mesa Boogie Triaxis Pre-Amp, Mesa Boogie Strategy 400 Stereo power Amp, Mesa Boogie 4×12 Speaker Cabinet, Mesa Boogie 2×12 Speaker Cabinet, Mesa Boogie Dual Rectifier Amp, Marshall
Senar : Ernie Ball (010)

Kirk mulai tertarik pada musik setelah sering mendengar kakak laki-lakinya memutar musik-musik Kiss, UFO, Led Zeppeline, dan Jimi Hendrix. Setelah mendengar permainan gitar Ace Frehley, ia langsung tergila-gila dengan musik-musik Kiss dan kemudian membeli album Kiss. Hal itu membuatnya mulai mempelajari gitar pada usia 15 tahun. Ia mulai rajin mengutak-atik gitarnya untuk mendapatkan sound yang sesuai dengan keinginannya. Demam Van Halen yang melanda Amerika pada tahun 1978 rupanya berpengaruh juga terhadap Kirk. Ia menjadi semangat untuk membentuk band rock bernama Exodus. Kemudian pada bulan April 1983, Kirk mendapat telpon dari James Hetfield (gitaris sekaligus vocalis Metallica) yang menginginkan agar Kirk segera terbang ke New York untuk diaudisi menjadi gitaris baru Metallica menggantikan Dave Mustaine yang keluar (kemudian membentuk Megadeth). Kirk pun keluar dari California dan berangkat ke New York. Akhirnya Kirk bergabung dengan James Hetfield, Lars Ulrich, dan Cliff Burton dalam Metallica.
Album debut Metallica berjudul Kill ‘em All dengan cepat melambungkan nama Metallica. Album ini masih terasa pengaruh Iron Maiden dan Judas Priest. Warna Iron Maiden misalnya terdengar di lagu Hit The Lights. Namun permainan power chord yang ditampilkan James dan speed solo gitar yang ditampilkan Kirk membuat Metallica memiliki warna tersendiri.

Setelah merilis Kill ‘em All, Kirk kemudian belajar gitar dengan maestro gitar yang kemudian juga menjadi salah satu dewa gitar terkemuka dunia, Joe Satriani di Beerklee College of Music. Selain Kirk, murid-murid Joe Satriani lainnya adalah Steve Vai dan David Bryson (Counting Crows). Setelah itu ia dan Metallica merilis album Ride The Lightning pada tahun 1984.

Album berikutnya Master of Puppetts menjadi salah satu album tersukses Metallica dimana terdapat banyak hits yang makin mempertegas warna musik Metallica seperti Master of Puppetts, Sanitarium, Battery, dan sebuah lagu instrumental Orion. Setelah kemunculan album ini, bisa dibilang makin banyak gitaris muda yang mengcopy gaya permainan Kirk Hammett. Kemudian tahun 1988 sebuah album yang makin membuat Metallica mendunia, and Justice For All yang didalamnya terdapat lagu hits One.

Album-album selanjutnya, Metallica (Black Album) memperoleh angka penjualan yang fantastis. Konon terjual sebanyak 20 juta copy diseluruh dunia. Kemudian album Load (1996), Reload (1997), S&M (1999), dan St. Anger (2003) meski tak pernah sesukses album-album Metallica terdahulu (kecuali S&M) namun cukup untuk memperkuat eksistensi Kirk dan juga bandnya didunia musik. Bahkan pada tahun 2003 MTV memberi gelar MTV Icon pada Metallica atas kontribusinya terhadap dunia musik.

Dalam menggarap sebuah lagu-lagu Metallica, rata-rata Kirk menulis sampai 40 buah solo gitar. Meski dalam pembuatan lagu-lagu Metallica lebih didominasi oleh James Hetfield dan Lars Ulrich, namun kontribusi Kirk tak bisa dianggap remeh. Ia lah yang memasukkan permainan shredd kedalam musik-musik Metallica. Kirk juga berkali-kali terpilih sebagai gitaris terbaik versi majalah, dan baru-baru ini terpilih sebagai salah satu kandidat Greatest Metal Guitarist All Time di salah satu majalah terkemuka. Selain itu ia juga dibuatkan gitar signaturenya oleh pabrik gitar ESP.

Robert Trujillo
Robert Trujillo (lahir di Santa Monica, California, Amerika Serikat, 23 Oktober 1964; umur 47 tahun) adalah seorang bassis, yang telah bermain dengan Suicidal Tendencies, Infectious Grooves, Cyco Miko, Black Label Society dan Ozzy Osbourne sebelum bergabung dengan Metallica pada 2003.

Ia dibesarkan di Venice, California dan menonjol dibanding musikus lainnya. Ia bermain di beberapa band lokal sebelum bergabung dengan Suicidal Tendencies pada 1989, menggantikan bassis ketiga band itu, Stymee. Ia direkrut ke band itu oleh teman sekolahnya Rocky George, yang bermain gitar dengan Suicidal Tendencies pada saat itu. Karyanya dengan Suicidal Tendencies dianggap luar biasa, dan ia menambahkan pengaruh funk dalam musik band ini, seperti terdengar dalam album-album Lights…Camera…Revolution! dan terutama dalam Art Of Rebellion. Ia kemudian mengalihkan rekan sejawatnya Mike Muir ke musik funk, dan keduanya membentuk Infectious Grooves untuk bermain musik funk.

Bacaan Ringan "BIOGRAPHY LENGKAP "METALLICA - PART 3"

http://massandry.blogspot.com
23 mei 1996
Penayangan perdana video klip “until It Sleeps” di MTV

4 Juni 1996
Album “Load” dirilis. Cover album tersebut merupakan hasil fotografi dari Andres Serrano yang berjudul “Blood and Semen III” untuk gambar tersebut, Serrano mencampurkan darah dan spermanya sendiri diantara dua plexiglass.

27 Juni – 4 agustus 1996
Metallica mengikuti festival Lollapalooza dengan beberapa band lain seperti Soundgarden, the Ramones dan Rancid.

Pada tanggal 3 Agustus, di hari ulang tahun James, Lemmy Kilmister dari Motorhead bergabung dengan mereka di panggung untuk membawakan lagu “Overkill.”

September 1996 – Mei 1997
Tur Pooring Tour Me keliling Eropa dan Amerika. Ketika tur tersebut Kirk melakukan tes dipanggung untuk gitar-gitarnya. Sebagian dapat bertahan, sebagain lagi tidak…

14 Nopember 1996
Metallica tampil dalam MTV Europe Video Music Award, tetapi mereka kalah dari The Smashing Pumpkins untuk kategori Best Rock Video Award. Mereka berencana membawakan lagu “King nothing” tetapi pada menit-menit terakhir mereka menggantinya dengan “Last Caress” dan “So What”

26 Januari 1997
Lars menikahi Skylar Satinstein di Las Vegas, Nevada.

27 Januari 1997
Metallica tampil membawakan lagu “King nothing” pada American Music Award dan menang dalam kategori Best Metal/Hard Rock album.

17 Agustus 1997
James Hetfield menikahi Francesca Tomasi

22,23,23 Agustus 1997
Di pertengahan proses rekaman album “Reload,” Metallica mengambil kesempatan selama lima hari untuk terbang ke Eropa untuk memenuhi janji mereka untuk ikut berpartisipasi pada Summer Festival. Mereka mengadakan tiga pertunjukan secara berturut-turut di Pukkelpop Festival di Belgium,Blind’s Man Ball di German dan di Reading Festival di Inggris. Tur tersebut adalah Blitzkrieg 97.

Dalam perjalanan mereka ke Eropa, mereka melewati jadwal penerbangan mereka dan kehilangan koper-koper mereka.

18 & 19 Oktober 1997
Metallica tampil secara akustik untuk pertama kalinya di Benefit For The Bridge School program tahunan dari Neil Young untuk anak-anak dengan masalah kesulitan bicara dan ketidakseimbangan fisik. Mereka membawakan lagu Low man’s Lyric untuk pertama kalinya, Helpless, Tuesday Gone(Jerry Cantrell pada Gitar), Poor Twisted Me, Fade To Black, The Four horsemen, Nothing Else Matters dan Last Caress (John Popperpada harmonika)

11 Nopember 1997
Untuk merayakan album mereka yang baru saja diluncurkan, Metallica mengadakan konser gratis di lapangan parkir Core States Arena, Philadelphia. Tempat tersebut dipilih oleh para penggemar mereka yang dimintai saran untuk tempat akan diadakannya konser tersebut melalui situs Metallica. Pertunjukan tersebut diberinama “Million Decibel March”

18 Nopember 1997
Album Reload dirilis. Gambar yang digunaka di album tersebut juga merupakan karya dari Andres Serrano yang berjudul “Piss and blood”

6 Desember 1997
Metallica tampil di acara Saturday Night Life di stasiun tv NBC. Mereka membawakan lagu “Fuel” dan “The Memory Remains” bersama dengan Marianne Faithfull.

8 Desember 1997
Metallica mendapatkan penghargaan di Billboard Music Award sebagai Artis Rock and Roll terbaik tahun ini. Mereka tampil membawakan lagu “The Unforgiven II”

18 Desember 1997
Metallica turut ambil bagian dalam acara radio “Don’t Call Us. We’ll Call You” yang disiarkan secara langsung oleh stasiun radio KSJO di San Jose, California. Mereka menelpon fans mereka yang terpilih dan tampil full akustik. Diantara tamu-tamu musisi lain yg hadir adalah Dave Milles, Jim Martin, Gary Rosington, Peeper Keenan, Chris Issac, Les Claypool, Jerry Cantrell, Sean Kenney dan John Popper.

Lagu “Tuesday Gone” yang direkam pada saat acara tersebut belakangan diikutsertakan dalam album Garage, Inc.

30 Mei – 21 Agustus 1994
Shit Hits The Sheds 1994: Binging and Purging Across The USA tur yang didukung oleh Danzig dan Suicidal Tendencies. Pada hari terakhir tur di Miami, Rob Halford bergabung dengan Metallica untuk membawakan lagu klasik Judas Priest “Rapid Fire”

3 September 1995
Metallica menuju ke Artic Circle untuk bermain di “Polar Beach Party” konser terbesar yang pernah diadakan di belahan utara yang disponsori oleh Molson Breweries. Konser tersebut mengambil tempat di Tuktoyaktuk di wilayah Canada bagian utara dimana satu-satunya transportasi menuju kesana adalah dengan menggunaka pesawat charter.

14 Desember 1995
Metallica melakukan tribute untuk Motorhead di Whiskey A Go-Go. Mereka menyebut diri mereka sendiri dengan “The Lemmys” dan memainkan tujuh lagu Motorhead pada pesat ulang tahun Lemmy yang ke 50.

Desember 1995
Metallica kembali masuk ke studio untuk merekam album mereka yang ke enam “Load.” Mereka mempunyai materi yang cukup banyak yang cukup untuk dua cd. Mereka berpikiran untuk membuat double album.

23 mei 1996
Penayangan perdana video klip “until It Sleeps” di MTV

4 Juni 1996
Album “Load” dirilis. Cover album tersebut merupakan hasil fotografi dari Andres Serrano yang berjudul “Blood and Semen III” untuk gambar tersebut, Serrano mencampurkan darah dan spermanya sendiri diantara dua plexiglass.

27 Juni – 4 agustus 1996
Metallica mengikuti festival Lollapalooza dengan beberapa band lain seperti Soundgarden, the Ramones dan Rancid.

Pada tanggal 3 Agustus, di hari ulang tahun James, Lemmy Kilmister dari Motorhead bergabung dengan mereka di panggung untuk membawakan lagu “Overkill.”

September 1996 – Mei 1997
Tur Pooring Tour Me keliling Eropa dan Amerika. Ketika tur tersebut Kirk melakukan tes dipanggung untuk gitar-gitarnya. Sebagian dapat bertahan, sebagain lagi tidak…

14 Nopember 1996
Metallica tampil dalam MTV Europe Video Music Award, tetapi mereka kalah dari The Smashing Pumpkins untuk kategori Best Rock Video Award. Mereka berencana membawakan lagu “King nothing” tetapi pada menit-menit terakhir mereka menggantinya dengan “Last Caress” dan “So What”

26 Januari 1997
Lars menikahi Skylar Satinstein di Las Vegas, Nevada.

27 Januari 1997
Metallica tampil membawakan lagu “King nothing” pada American Music Award dan menang dalam kategori Best Metal/Hard Rock album.

17 Agustus 1997
James Hetfield menikahi Francesca Tomasi

22,23,23 Agustus 1997
Di pertengahan proses rekaman album “Reload,” Metallica mengambil kesempatan selama lima hari untuk terbang ke Eropa untuk memenuhi janji mereka untuk ikut berpartisipasi pada Summer Festival. Mereka mengadakan tiga pertunjukan secara berturut-turut di Pukkelpop Festival di Belgium,Blind’s Man Ball di German dan di Reading Festival di Inggris. Tur tersebut adalah Blitzkrieg 97.

Dalam perjalanan mereka ke Eropa, mereka melewati jadwal penerbangan mereka dan kehilangan koper-koper mereka.

18 & 19 Oktober 1997
Metallica tampil secara akustik untuk pertama kalinya di Benefit For The Bridge School program tahunan dari Neil Young untuk anak-anak dengan masalah kesulitan bicara dan ketidakseimbangan fisik. Mereka membawakan lagu Low man’s Lyric untuk pertama kalinya, Helpless, Tuesday Gone (Jerry Cantrell pada Gitar), Poor Twisted Me, Fade To Black, The Four horsemen, Nothing Else Matters dan Last Caress (John Popperpada harmonika)

11 Nopember 1997
Untuk merayakan album mereka yang baru saja diluncurkan, Metallica mengadakan konser gratis di lapangan parkir Core States Arena, Philadelphia. Tempat tersebut dipilih oleh para penggemar mereka yang dimintai saran untuk tempat akan diadakannya konser tersebut melalui situs Metallica. Pertunjukan tersebut diberinama “Million Decibel March”

18 Nopember 1997
Album Reload dirilis. Gambar yang digunaka di album tersebut juga merupakan karya dari Andres Serrano yang berjudul “Piss and blood”

6 Desember 1997
Metallica tampil di acara Saturday Night Life di stasiun tv NBC. Mereka membawakan lagu “Fuel” dan “The Memory Remains” bersama dengan Marianne Faithfull.

8 Desember 1997
Metallica mendapatkan penghargaan di Billboard Music Award sebagai Artis Rock and Roll terbaik tahun ini. Mereka tampil membawakan lagu “The Unforgiven II”

18 Desember 1997
Metallica turut ambil bagian dalam acara radio “Don’t Call Us. We’ll Call You” yang disiarkan secara langsung oleh stasiun radio KSJO di San Jose, California. Mereka menelpon fans mereka yang terpilih dan tampil full akustik. Diantara tamu-tamu musisi lain yg hadir adalah Dave Milles, Jim Martin, Gary Rosington, Peeper Keenan, Chris Issac, Les Claypool, Jerry Cantrell, Sean Kenney dan John Popper.

Lagu “Tuesday Gone” yang direkam pada saat acara tersebut belakangan diikutsertakan dalam album Garage, Inc.

3 Januari 2002
Kirk Hammett terpilih sebagi penerima penghargaan Hall Of fame Award untuk yang pertama kalinya yang diadakan oleh majalah Guitar World.

1 Mei 2002
Metallica pindah ke HQ studio rekaman mereka yang baru di wilayah kalifornia bagian selatan untuk melanjutkan proses rekaman album mereka yang ke delapan.

7 Mei 2002
Sammy Hagar & The Waboritas tampil dalam pertunjukan di The Fillmore, San Francisco. Mereka memainkan beberapa lagu Van Halen dan Sammy mengingat-ingat tur Monster Of Rock di tahun 1988. Tiba-tiba Lars dan Kirk berjalan menuju pangung bersama dengan Sammy dan Michael Anthony (Van Halen) mereka memainkan empat lagu. Sammy memperkenalkan mereka sebagai “High Maintenance” band.

Itu bukanlah pertama kalinya Sammy Hagar berjamming bareng dengan anggota Metallica, pada bulan Mei 2000 Kirk mengunjungi klub Cabo Wabo Cantina kepunyaan Sammy di Cabo, Santa Lucas, Meksiko. Mereka memainkan  lagu “Until It Sleep”

4 Juni 2002
Metallica kembali ke panggung dengan mengadakan pertunjukan kejutan di Kimo, san Francisco, California dengan Bob Rock pada posisi bass. Mereka memperkenalkan diri sebagai  “Bob’s Band.” Mereka memainkan beberapa lagu Ramones dan juga membawakan beberapa lagu mereka sendiri. Karena masih dalam proses penyembuhan dari operasi leher yang baru saja dijalani oleh James, maka pada saat itu ia tampil hanya dengan duduk dikursi saja.

Desember 2002
Metallica kembali mengadakan audisi untuk mencari bassis pengganti Jason.

19 Januari 2003
Metallica bersama dengan Bob Rock pada bass tampil di atas truk terbuka di tempat parkir stadion sebelum pertandingan Super Bowl antara Raiders dan Titans. Mereka tampil membawakan 6 lagu.

25 Februari 2003
Setelah 3 bulan mengadakan audisi, akhirnya Metallica mengumumkan bahwa pengganti Jason Newsted adalah Rob Trujillo

30 April 2003
Metallica melakukan pengambilan gambar untuk video klik pertama mereka dalam album yang baru saja mereka keluarkan. St. Anger dari album dengan nama yang sama di dalam penjara San Quentin. Mereka kembali keesokan harinya untuk tampil secara khusus kepada para tahanan di sana sebagai ucapan terima kasih telah ikut membantu dalam proses pembuatan video klip tersebut. Ini adalah penampilan perdana Rob Trujillo bersama Metallica.

3 Mei 2003
Metallica terpilih sebagi “Icon” pada tahun tersebut dalam MTV Icon, tahun tersebut juga merupakan tahun perdana acara penghargaan yang diberikan oleh MTV. Acara tersebut direkam pada tanggal 3 Mei 2003. Avril Lavigne, Limp Bizkit, Korn, Sum 41 adalah beberapa artis yang tampil membawakan lagu-lagu Metallica pada acara tersebut. Metallica sendiri tampil pada akhir acara dengan beberapa medley lagu mereka dan mereka juga membawakan satu lagu baru mereka.

28 Mei 2003
Video klip St. Anger dirilis.

5 Juni 2003
Lebih awal dari yang direncanakan, album St. Anger akhirnya dirilis dengan dua disc set, satu buah CD musik dan satu buah DVD yang direkam pada saat mereka berlatih atau merekam lagu-lagu di album tersebut.

Juni – Agustus 2003
Tur dibeberapa negara di Eropa. Di Amerika bersama dengan Limp Bizkit, Linkin Park, Deftones dan Mudvayne (Summer Sanitarium tur)

September 2003
Metallica muncul dalam majalah Esquire edisi khusus ulang tahun ke 70. Mereka tampil dengan gaya mengikuti Led Zeppelin

4 Nopember 2003
Tur Madly In Anger With The World dimulai untuk mendukung album baru mereka St. Anger

3 Januari 2002
Kirk Hammett terpilih sebagi penerima penghargaan Hall Of fame Award untuk yang pertama kalinya yang diadakan oleh majalah Guitar World.

1 Mei 2002
Metallica pindah ke HQ studio rekaman mereka yang baru di wilayah kalifornia bagian selatan untuk melanjutkan proses rekaman album mereka yang ke delapan.

7 Mei 2002
Sammy Hagar & The Waboritas tampil dalam pertunjukan di The Fillmore, San Francisco. Mereka memainkan beberapa lagu Van Halen dan Sammy mengingat-ingat tur Monster Of Rock di tahun 1988. Tiba-tiba Lars dan Kirk berjalan menuju pangung bersama dengan Sammy dan Michael Anthony (Van Halen) mereka memainkan empat lagu. Sammy memperkenalkan mereka sebagai “High Maintenance” band.

Itu bukanlah pertama kalinya Sammy Hagar berjamming bareng dengan anggota Metallica, pada bulan Mei 2000 Kirk mengunjungi klub Cabo Wabo Cantina kepunyaan Sammy di Cabo, Santa Lucas, Meksiko. Mereka memainkan  lagu “Until It Sleep”

4 Juni 2002
Metallica kembali ke panggung dengan mengadakan pertunjukan kejutan di Kimo, san Francisco, California dengan Bob Rock pada posisi bass. Mereka memperkenalkan diri sebagai  “Bob’s Band.” Mereka memainkan beberapa lagu Ramones dan juga membawakan beberapa lagu mereka sendiri. Karena masih dalam proses penyembuhan dari operasi leher yang baru saja dijalani oleh James, maka pada saat itu ia tampil hanya dengan duduk dikursi saja.

Desember 2002
Metallica kembali mengadakan audisi untuk mencari bassis pengganti Jason.

19 Januari 2003
Metallica bersama dengan Bob Rock pada bass tampil di atas truk terbuka di tempat parkir stadion sebelum pertandingan Super Bowl antara Raiders dan Titans. Mereka tampil membawakan 6 lagu.

25 Februari 2003
Setelah 3 bulan mengadakan audisi, akhirnya Metallica mengumumkan bahwa pengganti Jason Newsted adalah Rob Trujillo

30 April 2003
Metallica melakukan pengambilan gambar untuk video klik pertama mereka dalam album yang baru saja mereka keluarkan. St. Anger dari album dengan nama yang sama di dalam penjara San Quentin. Mereka kembali keesokan harinya untuk tampil secara khusus kepada para tahanan di sana sebagai ucapan terima kasih telah ikut membantu dalam proses pembuatan video klip tersebut. Ini adalah penampilan perdana Rob Trujillo bersama Metallica.

3 Mei 2003
Metallica terpilih sebagi “Icon” pada tahun tersebut dalam MTV Icon, tahun tersebut juga merupakan tahun perdana acara penghargaan yang diberikan oleh MTV. Acara tersebut direkam pada tanggal 3 Mei 2003. Avril Lavigne, Limp Bizkit, Korn, Sum 41 adalah beberapa artis yang tampil membawakan lagu-lagu Metallica pada acara tersebut. Metallica sendiri tampil pada akhir acara dengan beberapa medley lagu mereka dan mereka juga membawakan satu lagu baru mereka.

28 Mei 2003
Video klip St. Anger dirilis.

5 Juni 2003
Lebih awal dari yang direncanakan, album St. Anger akhirnya dirilis dengan dua disc set, satu buah CD musik dan satu buah DVD yang direkam pada saat mereka berlatih atau merekam lagu-lagu di album tersebut.

Juni – Agustus 2003
Tur dibeberapa negara di Eropa. Di Amerika bersama dengan Limp Bizkit, Linkin Park, Deftones dan Mudvayne (Summer Sanitarium tur)

September 2003
Metallica muncul dalam majalah Esquire edisi khusus ulang tahun ke 70. Mereka tampil dengan gaya mengikuti Led Zeppelin

4 Nopember 2003
Tur Madly In Anger With The World dimulai untuk mendukung album baru mereka St. Anger

10 Agustus 2008
Metallica akhirnya telah menyelesaikan proses rekaman album studio baru mereka yang ke Sembilan, “Death Magnetic” yang dirilis pada tanggal 12 September 2008 di seluruh dunia. Album tersebut diproduseri oleh “Rick Rubin” dan proses rekaman dilakukan di Sound City Studios, Shangri La Studios dan di studio Metallica sendiri. Single dan video klip pertama mereka “The Day That Never Comes” menjadi best cut dari album ini.


Bacaan Ringan "BIOGRAPHY LENGKAP "METALLICA - PART 2"

http://massandry.blogspot.com
8 Nopember 1986
Pertunjukan pertama Metallica dengan Jason Newsted di The Country Club, Reseda, Califronia. Pertunjukannya yg kedua adalah di Jezebel, Anaheim pada malam berikutnya.

Selanjutnya mereka mengadakan konser di Jepang di lima pertunjukan yang tiketnya telah terjual habis. Pada saat-saat ini anggota-anggota Metallica yang lainnya mulai menjahili rekan baru mereka Jason.

Desember 1986
Metallica kembali mengadakan tur keliling Amerika dan juga Kanada dengan band pembuka Metal Church.

Januari – Februari 1987
Tur Eropa Damage Inc. hari pertama adalah di Copenhagen, tempat dimana seharusnya mereka bermain ketika kejadian yang menimpa Cliff Burton terjadi.

Maret 1987
Meskipun memakai pelindung di tangannya, James kembali mengalami patah pada lengannya setelah bermain skateboard di kolam renang yang tidak terisi air. Metallica akhirnya melewati kesempatan tampil di acara Saturday Night Life.

21 Agustus 1987
Metallica merilis album $5.98 EP, Garage Day Re-Revisited, album pertama mereka dengan Jason Newsted. Hanya butuh kurang dari empat minggu untuk membuat konsep, latihan dan merekam album tersebut. Dan album tersebut mendapat response yang cukup baik.

Di lembaran dalam album tersebut tertulis, “Not very produced by Metallica.” Di EP tersebut juga terdapat foto setiap anggota Metallica yang diambil oleh Ross Halfin.

22 Agustus 1987
Metallica ikut tampil dalam Monster of Rock Festival di Castle Donington, Inggris bersama dengan Bon Jovi, Dio, Anthrax, W.A.S.P. dan Cinderella.

Dua hari sebelumnya, pada tanggal 20 Agustus mereka mengadakan pertunjukan pemanasan rahasia di London’s 100 Club. Nama yang mereka gunakan adalah “Damage Inc.,” nama yang sangat mudah dikenali dan klub tersebut yang biasanya hanya menampung sekitar ratusan penonton pada saat itu kira-kira ada 2.000an penggemar mereka yang dating. Menjelang akhir penampilan mereka, tiba-tiba suara bass yang dimainkan Jason hilang karena beberapa masalah teknis. Tetapi karena hawa sekitar yang sangat panas dan panggung yang tidak terlalu jelas terlihat banyak isu-isu yang mengatakan bahwa Jason pingsan karena kepanasan.

4 Desember 1987
Video Metallica pertama yang dirilis adalah Cliff ‘Em All. Video tersebut adalah kumpulan dari bootleg dan video amatir semasa tahun 1983 sampai 1986 yang dibuat sebagai penghormatan untuk almarhum Cliff Burton.

27 Mei 1988
Metallica memulai tur US Monster Of Rock dengan Kingdome Come, Dokken, Scorpions dan Van Halen. Pada waktu tur tersebut, album Master Of Puppets akhirnya meraih platinum.

Sammy Hagar dari band Van Halen mengatakan kepada majalah hit Parader bahwa akan ada raja rock baru, tunggu dan lihat saja nanti.

25 Agustus 1988
Album …And Justice For All dirilis. Itu adalah album rekaman pertama Metallica yang masuk ke sepuluh besar perhitungan Billboard. Pada Halloween 1988, album tersebut secara berturut-turut mendapatkan gold dan platinum. Ada satu lagu dalam album tersebut yang penulisan liriknya ikut dibantu oleh Cliff Burton yaitu “To Live Is To Die.”

September 1988 – oktober 1989
Metallica mengadakan tur Damaged Justice untuk mendukung album …And Justice For All

6 Desember 1988
Metallica membuat video klip pertama mereka “One” yang mengambil beberapa potongan film Johnny Got His Gun.

22 Februari 1989
Metallica tampil membawakan lagu “One” pada acara Grammy Award yang disiarkan secara langsung ke banyak negara. Mereka mendapatkan nominasi pada kategori Heavy Metal dengan album …And Justice For All, tapi akhirnya mereka kalah dari Jethro Tull. Mereka menambahkan stiker“Grammy Award LOSER” pada album mereka.

6 September 1989
Metallica kembali mendapatkan nominasi untuk video klip terbaik di MTV Music Video Award untuk lagu “One” dan akhirnya kalah dari Guns N’ Roses dengan video klip “Sweet Child O’ Mine.” Ketika Duff McKagan nya GNR memberikan pidato penerimaan penghargaan; mengatakan dia merasa Metallica lebih pantas menerima penghargaan tersebut.

Februari 1990
Metallica akhirnya mendapatkan Grammy Awardnya yang pertama untuk kategori Best Metal Performance pada lagu “One”

Oktober 1990
Metallica membuat album berikutnya di studio rekaman One On One di North Hollywood, California. Ini adalah album pertama mereka yang denganBob Rock sebagai produsernya.

Album tersebut (Metallica) di remixed sebanyak tiga kali dan berhenti hampir selama satu tahun.

9 Nopember 1990
James, Lars dan Kirk tampil dalam pesta majalah RIP di The Hollywood Palladium.  Mereka yang turut berjamming pada malam tersebut adalahSlash, Axl Rose dan Duff McKagan dari band Guns N’ Roses dan Sebastian Bach dari band Skid Row. Lagu “Whiplash” dibawakan sebanyak dua kali, dengan Sebastian Bach pada vocal pada penampilan yg pertama.

Februari 1991
Metallica kembali mendapatkan Grammy Award untuk kategori Best Heavy Metal Performance pada penampilan mereka dengan lagu “Stone Cold Crazy” yang pernah dipopulerkan oleh Queen. Diantara nominasi yang lainnya adalah Suicidal Tendencies, Judas Priest, Anthrax danMegadeth.

Metallica pada saat itu tidak datang pada acara tersebut. Karena menurut Lars, mereka agak sedikit kecewa dengan penggabungan nominasi yang tidak sesuai dan akhirnya memilih lagu yang direkam yaang hanya membutuhkan waktu lima belas menit.

“If we release anything for the rest of the nineties, every year we’ll get a Grammy for it just because they fucked up that first year. (…) We go into the studio in January last year and spend about 15 minutes give or take a day, the shortest visit we’ve ever had in the studio anyway and we put down a cover version of a Queen song from 1973 for an Elektra compilation album, and it’s track 11 on side three, right, and it wins a Grammy over fully fledged albums by, like, Judas Priests and Megadeth? Don’t you think it’s got anything to do with, ‘Gee, how can we rectify how we fucked up in 1989?”

“Lars, Metallica: A Visual Documentary”

30 Juli 1991
Pemunculan perdana video “Enter Sandman”

13 Agustus 1991
Album “Metallica” yang juga dikenal sebagai “The Black Album” dirilis. Dalam album tersebut James memainkan Sitar dalam intro lagu “Wherever I May Roam.” Mereka mengadakan acara pengenalan album tersebut di Madison Square Garden di kota New York. Album tersebut diputar di Madison Square Garden dan didengarkan oleh 10.000an orang.

Debut album tersebut langsung menduduki posisi nomor satu pada Billboard Album Chart selama empat minggu berturut-turut. Penjualan pada minggu pertama mencapai angka 600.000 kopi.

Agustus 1991
Tur album Black tersebut dimulai dengan nama “Wherever I May Roam,” 91-92-93. Metallica memulai konsep panggung yang baru. Dengan bentukseperti diamond, tanpa backdrops dibelakangnya dan ditempatkan di tengah-tengah arena dan dengan area masuk yang disebut dengan Snake Pit, dimana 120 penonton yang beruntung dapat melihat secara dekat dan langsung dengan metallica.

28 September 1991
Sebagai bagian dari Monster Of Rock tur, Metallica mengadakan konser gratis di lapangan terbang Tushino, Moscow dengan dihadiri sekitar 150.000 – 500.000 penonton. Ada yang menyebutkan bahwa Perdana Menteri Rusia, Mikhail Gorbachev sendiri pada saat itu yang mengundang langsung mereka untuk tampil. Konser tersebut juga mengundang AC/DC dan Pantera. Lebih dari 1.000 polisi militer ditempatkan untuk berjaga-jaga di sekitar panggung dan beberapa ada juga yang tersembunyi di dalam truk mereka di sekitar arena. Metode penjagaan mereka yang penuh dengan kekerasan menyebabkan 53 penonton terluka.

25 Februari 1992
Metallica mendapatkan Grammy Award mereka yang ketiga untuk kategori Best Metal Performance dari album Metallica.

20 April 1992
Metallica memainkan tiga lagu dalam konser Freddie Mercury Tribute di stadion Wembley, Inggris. James juga membawakan lagu “Stone Cold Crazy” bersama dengan Queen dan Tony Iommi pada gitar. Semua hasil yang didapat dalam konser tersebut sepenuhnya disumbangkan kepada yayasan AIDS Freddie Mercury.

17 Juli – 6 Oktober 1992
Metallica bersama-sama dengan Guns  N’ Roses mengadakan tur sebanyak 24 kali di stadion-stadion di kota-kota besar di Amerika.

8 Agustus 1992
Sewaktu pertunjukan di Montreal, Canada pada tur Metallica dan GNR terjadi beberapa kebingungan antara para teknisi pyro  dan pada saat itu James sedang berdiri di tengah-tengah penyebur api pada saat awal lagu “Fade To Black” dan secara tiba-tiba api sepanjang 12 kaki menyembur keluar dan mengenai wajah, tangan dan kakinya.

Setelah proses penyembuhan James yang lumayan cepat, Metallica kembali melanjutkan tur tersebut pada tanggal 25 agustus di Phoenix, Arizona. Sekali lagi John Marshall menggantikan peran James pada gitar.

10 September 1992
Metallica memenangkan Best Heavy Metal/Hard Rock Video di MTV Video Music Awards pada lagu / video klip “Enter Sandman”

17 Nopember 1992
Metallica kembali merilis dua home video dengan judul A Year And A Half In The Life Of Metallica Bagian I dan Bagian II. Video ini mengdokumentasikan proses pembuatan album Metallica dan berisi potongan-potongan klip dari tur Wherever I May Roam.

22 Januari 1993
Tur bernama Nowhere Else To Roam dimulai. Mereka mengunjungi beberapa tempat yang sama sekali belum pernah mereka datangi sebelumnya diantaranya Indoneisa, Singapura, Thailand dan Filipina.

25 januari 1993
Metallica mendapatkan penghargaan di American Music Award pada kategori Favorite Heavy Metal/Hard Rock Artist

4 Juli 1993
Tur Nowhere Else To Roam berakhir di Werchter, Belgia selama dua tahun penuh untuk mempromosikan atau mensupport album Black.

23 Nopember 1993
Live Shit: Binge & Purge box set dirilis. Video live resmi mereka yang pertama, yang dikemas dalam kotak perlengkapan mini. Kotak tersebut berisi tiga cd live dan tiga home video life, stensil bergambar “Scary guy”, Snake Pit pas dan buku yang berisi foto-foto dan beberapa surat.

30 Mei – 21 Agustus 1994
Shit Hits The Sheds 1994: Binging and Purging Across The USA tur yang didukung oleh Danzig dan Suicidal Tendencies. Pada hari terakhir tur di Miami, Rob Halford bergabung dengan Metallica untuk membawakan lagu klasik Judas Priest “Rapid Fire”

3 September 1995
Metallica menuju ke Artic Circle untuk bermain di “Polar Beach Party” konser terbesar yang pernah diadakan di belahan utara yang disponsori oleh Molson Breweries. Konser tersebut mengambil tempat di Tuktoyaktuk di wilayah Canada bagian utara dimana satu-satunya transportasi menuju kesana adalah dengan menggunaka pesawat charter.

14 Desember 1995
Metallica melakukan tribute untuk Motorhead di Whiskey A Go-Go. Mereka menyebut diri mereka sendiri dengan “The Lemmys” dan memainkan tujuh lagu Motorhead pada pesat ulang tahun Lemmy yang ke 50.

Desember 1995
Metallica kembali masuk ke studio untuk merekam album mereka yang ke enam “Load.” Mereka mempunyai materi yang cukup banyak yang cukup untuk dua cd. Mereka berpikiran untuk membuat double album.

Newer Posts Older Posts Home

Bacaan Ringan "BABAD TANAH CIREBON - PART 10"

http://massandry.blogspot.com Pupuh Ketigapuluh Tiga Kinanti, 38 bait. Pupuh ini menceritakankisah sayembara memperebutkan Putri Pangur...

Blogger Template by Blogcrowds