Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2016

Tokoh Terkenal "ELIAS DANIEL MOGOT AKA DAAN MOGOT - PAHLAWAN MUDA DARI MANADO - PART 4"

http://massandry.blogspot.com Untuk mengenang jasa-jasanya, pemerintah Indonesia kemudian mengangkat Daan Mogot sebagai pahlawan nasional. Namanya juga diabadikan menjadi nama Jalan yang menghubungkan Jakarta dengan Tangerang. Jalan Ini memiliki sahabat setia yaitu Kali Mookervaat.
Daan Mogot tutup usia pada tanggal 25 Januari tahun 1946. Hanya sempat merasakan sebulan hidup di usia 17 tahun atau dikenal sebagai saat sweet seventeen saat ini. Mungkin bagi anak muda akan diperingati sebagai masa yang indah, namun bagi Hadjari Singgih, pacar Mayor Daan Mogot, adalah sebuah pengorbanan yang sangat berarti bagi negeri ini. Kado yang terindah darinya adalah dengan memotong rambutnya yang panjang mencapai pinggang dan menanam rambut itu bersama jenasah Daan Mogot.
Kini di antara kemewahan kawasan Serpong, Tangerang Selatan, “terselip” sebuah sejarah bernilai tinggi bagi Republik Indonesia. Sebuah rumah tua, bekas markas serdadu Jepang di Desa Lengkong, menjadi saksi “Pertempuran Lengkong.” …

Tokoh Terkenal "ELIAS DANIEL MOGOT AKA DAAN MOGOT - PAHLAWAN MUDA DARI MANADO - PART 3"

http://massandry.blogspot.com Namun entah mengapa, tiba-tiba terdengar bunyi tembakan yang tidak diketahui dari mana asalnya. Disusul tembakan dari tiga pos penjagaan bersenjatakan mitraliur yang diarahkan kepada pasukan taruna yang terjebak. Tentara Jepang yang berbaris di lapangan ikut pula memberikan perlawanan dengan merebut kembali sebagian senjata mereka yang belum sempat dimuat ke dalam truk milik TKR.
Terjadilah pertempuran yang tak seimbang, apalagi pengalaman tempur dan persenjataan para Taruna tak sebanding dsengan pihak Jepang. Taruna MAT menjadi sasaran empuk, diterjang oleh senapan mesin, lemparan granat serta perkelahian sangkur seorang lawan seorang.
Ketika mendengar pecahnya pertempuran, Mayor Daan Mogot segera berlari keluar meninggalkan meja perundingan dan berupaya menghentikan pertempuran namun upaya itu tidak berhasil. Mayor Daan Mogot bersama beberapa pasukannya menyingkir meninggalkan asrama tentara Jepang, memasuki hutan karet yang dikenal sebagai hutan Lengko…

Tokoh Terkenal "ELIAS DANIEL MOGOT AKA DAAN MOGOT - PAHLAWAN MUDA DARI MANADO - PART 2"

http://massandry.blogspot.com Hutan Lengkong – Serpong Tangerang Pada tanggal 30 November 1945 dilakukan perundingan antara Indonesia dengan delegasi Sekutu. Indonesia diwakili oleh Wakil Menteri Luar Negeri Agoes Salim yang didampingi oleh dua dua perwira TKR yaitu Mayor Wibowo dan Mayor Oetarjo. Sedangkan pihak Sekutu (Inggris), Brigadir ICA Lauder didampingi oleh Letkol Vanderpost (Afrika Selatan) dan Mayor West.
Pertemuan yang merupakan Meeting of Minds, menghasilkan ketetapan tentang pengambil-alihan primary objectives tentara Sekutu oleh TKR yang meliputi perlucutan senjata dan pemulangan 35 ribu tentara Jepang yang masih di Indonesia, pembebasan dan pemulangan Allied Prisoners of War and Internees (APWI) yang kebanyakan terdiri dari lelaki tua, wanita, dan anak-anak berkebangsaan Belanda dan Inggris sebanyak 36 ribu.
Berdasarkan kesepakatan 30 November 1945, tentara Sekutu tidak lagi memiliki alasan untuk memasuki wilayah kekuasaan Indonesia maupun menggunakan tentara Jepang un…

Tokoh Terkenal "ELIAS DANIEL MOGOT AKA DAAN MOGOT - PAHLAWAN MUDA DARI MANADO - PART 1"

http://massandry.blogspot.com Penduduk Jakarta pasti sudah pernah mendengar nama sebuah jalan bernama Daan Mogot. Jalan yang terbentang dari perempatan Grogol hingga Tangerang. Tapi apakah banyak yang sadar bahwa nama jalan Daan Mogot itu berasal dari sebuah nama seorang pemuda?
Pemuda belia itu bernama Elias Daniel Mogot. Daan Mogot adalah nama populer Elias Daniel Mogot. Pemuda ini cukup mengagumkan. Bayangkan ketika anak-anak saat ini yang berumur 14 tahun masih doyan main playstation ataupun ber-FB ria, ternyata saat umur 14 tahun Daan Mogot sudah ikut berperang.
Pemuda kelahiran Manado, 28 Desember 1928, ini dibawa oleh orang tuanya ke Batavia (Jakarta) saat berumur 11 tahun. Daan Mogot adalah anak dari pasangan Nicolaas Mogot dan Emilia Inkiriwang. Ayahnya ketika itu adalah Hukum Besar Ratahan. Ia anak kelima dari tujuh bersaudara. Saudara sepupunya antara lain Kolonel Alex E. Kawilarang (Panglima Siliwangi, serta Panglima Besar Permesta) dan Irjen. Pol. A. Gordon Mogot (mantan …

Bacaan Ringan "TRADISI NYEKEP - LAMBANG KEJANTANAN PRIA MADURA - PART 3"

http://massandry.blogspot.com Pada umumnya, sekep diperoleh dari turun temurun nenek moyang mereka merupakan benda (harta) sangkol (waris) yang tidak dapat dipindah tangankan kepada orang lain. Baik sebagai wujud pemberian maupun penjualan. Bila hal ini dilangkahi, sebagaimana keyakinan mereka maka akan berakibat buruk bagi pemiliknya.
Fungsi lain, sekep dapat memberikan kekebalan bagi si pemakai. Sekep semacam ini biasanya banyak digunakan orang-orang Madura ketika berhadapan dengan musuh pada jaman pra kemerdekaan. Sekep semcam ini, biasanya banyak diperoleh dari seorang kyai sebagai senjata terselubung antara lain disebut ” jasa’ “. Pada jaman Hisbullah dan terakhir saat terjadi pemberontakan G 30 S PKI, banyak orang Madura menggunakan ” jasa’ “. Jadi apabila seseorang telah di-jasa’, maka mereka akan bebas menyerang musuh meski dengan menggunakan senjata apapun.
Pada tahun terakhir ini, sekep banyak dicari orang karena sekep yang ampuh tentu memiliki nilai tinggi, dan mereka beran…

Bacaan Ringan "TRADISI NYEKEP - LAMBANG KEJANTANAN PRIA MADURA - PART 2"

http://massandry.blogspot.com Senjata tajam sebangsa celurit sebenarnya terdiri banyak jenis dan bentuknya, antara lain are’ lancor, takabuwan, bulu ajem, bulu pete’, daun perrengan, karangkengan dan sejenisnya. Sedang bentuk senjata tajam konvensional lainnya, juga banyak macamnya, yakni ; taji, gobang, cakkong, bireng, pangabisan, todi’, golok, tombag, dan lainnya sesuai dengan fungsi dan keperluannya.
Sekep bukan hanya dalam wujud benda saja. Justru dibalik benda yang disekep itu, tersimpan suatu kekuatan yang mungkin tak terduga sebelumnya, yaitu bila saat digunakan (katakanlah untuk membunuh orang) mempunyai akibat yang lebih fatal bagi korbannya. Sebab benda (tajam) tersebut telah “diisi” suatu kekuatan yang melebihi senjata tajam yang disekep.
Di lain hal, sekep-sekep tertentu mempunyai fungsi lain, yaitu sebagai alat penangkal bila berhadapan dengan lawan (musuh). Sekep semacam itu, merupakan senjata yang cukup ampuh untuk menipu lawan. Sebab lawan yang dihadapi tidak tampak p…

Bacaan Ringan "TRADISI NYEKEP - LAMBANG KEJANTANAN PRIA MADURA - PART 1"

http://massandry.blogspot.com Salah satu kebanggaan yang kerap menjadi teman hidup bagi orang Madura ialah “sekep”. Sekep dalam pengertian umum ialah bentuk senjata yang biasa diselipkan dipinggang sebagai jaminan keselamatan hidup bagi pemakainya. Dan sekep ini bukan hanya menjadi jaminan di perjalanan. Saat tidur atau saat-saat tertentu sekep juga tidak lepas dari sisi (bagian) pemiliknya.
Senjata yang disekep, ada beberapa macam bentuk, biasanya bentuk senjata tajam yang mudah diselipkan dipinggang. Baik berupa pisau, clurit, golok, keris dan atau sejenisnya. Maka tak heran bila suatu ketika berpapasan dengan seseorang Madura, khususnya orang-orang Madura yang hidup di pedesaan, akan tampak tonjolan kecil dibalik baju bagian pinggang.
Pada dasarnya orang yang bersekep atau “nyekep”, hanyalah semata-mata menjaga kemungkinan untuk lebih waspada bila suatu ketika harus berhadapan dengan lawan maupun pada saat suasana genting menghadapi ancaman disekitarnya.
Dan sekep itu sendiri pada …

Tokoh Terkenal "SAKERA - PEJUANG BURUH ASLI TANAH MADURA - PART 3 VERSI LAIN"

http://massandry.blogspot.com Sakera adalah seorang tokoh pejuang yang lahir di kelurahan Raci Kota Bangil, Pasuruan, Jatim, Indonesia. Ia berjuang melawan penjajahan Belanda pada awal abad ke-19. Sakera sadalah seorang jagoan daerah yang melawan penjajah Belanda di perkebunan tebu Kancil Mas Bangil. Legenda jagoan berdarah Bangil ini sangat populer di Jawa Timur utamanya di Pasuruan dan Madura.
Sakera bernama asli Sadiman yang bekerja sebagai mandor di perkebunan tebu milik pabrik gula kancil Mas Bangil. Ia dikenal sebagai seorang mandor yang baik hati dan sangat memperhatikan kesejahteraan para pekerja hingga dijuluki Pak Sakera (dalam bahasa kawi sakera memiliki arti ringan tangan, akrab/mempunyai banyak teman).
Suatu saat setelah musim giling selesai, pabrik gula tersebut membutuhkan banyak lahan baru untuk menanam tebu. Karena kepentingan itu orang Belanda pimpinan ambisius perusahaan ini ingin membeli lahan perkebunan yang seluas-luas dengan harga semurah-murahnya.dengan cara ya…

Tokoh Terkenal "SAKERA - PEJUANG BURUH ASLI TANAH MADURA - PART 2"

http://massandry.blogspot.com Peristiwa tersebut akhirnya menjadi buah bibir baik di kalangan pekerja perkebunan, masyarakat maupun Belanda. Bagi Sakera, penjara merupakan resiko yang harus diterima dalam memperjuangkan pekerja perkebunan tebu yang tertindas. Para pekerja perkebunan tebu sangat senang dan bersuka cita dengan meninggalnya pegawai Belanda yang keji itu. Sejak saat itu, Sakera dikenal sebagai pahlawan yang berani oleh seluruh pekerja perkebunan dan masyarakat. Dalam menjalani hukuman penjara pun, Sakera selalu menjadi panutan yang paling di segani baik oleh narapidana maupun petugas penjara.
Semasa menjalani hukuman penjara, Sakera menitipkan Marlena istrinya kepada Brodin untuk dijaga. Karena Brodin sahabat Sakera, Brodin melaksanakan amanah yang diberikan sahabatnya. Lanjut cerita karena lamanya masa pidana Sakera, Brodin menaruh hati pada kecantikan Marlena. Dengan berbagai cara Brodin akhirnya berhasil memperistri Marlena tanpa sepengetahuan Sakera. 
Di dalam penjara…

Tokoh Terkenal "SAKERA - PEJUANG BURUH ASLI TANAH MADURA - PART 1"

http://massandry.blogspot.com Sakera, yang lahir dan hidup pada masa penjajahan Belanda ini adalah seorang keturunan Madura. Dia kemudian mengadu nasib ke tanah Jawa dan sampailah pada wilayah Rembang – Pasuruan. Di tempat inilah dia merasa cocok dan nyaman karena daerahnya sangat hijau dan subur, selain itu juga karena mayoritas penduduknya berasal dari Madura. Sakera kemudian bekerja di sebuah perkebunan tebu milik Belanda sebagai mandor. 
Pekerjaannya adalah mengawasi pengairan lahan perkebunan tebu di wilayah Rembang, Sukorejo, Kraton, Warungdowo, Wonorejo, Pasrepan, Raci, Bangil, Beji sampai dengan perbatasan Sidoarjo. Pekerja perkebunan tebu sangat menghormati dan menyegani Sakera karena sifatnya yang bijak dan adil tanpa membedakan siapapun, termasuk ketika menyelesaikan kasus antar pengguna air, Sakera bersikap bijak dan berani. Sakera sendiri sangat terkenal dengan perwatakannya yang kaku dan tidak bisa diajak kompromi. 
Dalam bekerja, dirinya dikenal sangat ramah dan memilik…

Bacaan Ringan "BENANG MERAH CAROK DAN CELURIT PADA MASYARAKAT MADURA - PART 6"

http://massandry.blogspot.com Sistim Pertarungan Ala Carok Madura Bicara sistim pertarungan ala carok Madura dibutuhkan satu penelitian yang cukup panjang dan melelahkan. Tak hanya penggalian data dari nara sumber yang pernah terlibat langsung, namun juga harus menggali secara langsung kejadian-kejadian di TKP. Sepanjang penelitian yang dilakukan oleh lembaga CV, sistim pertarungan ala carok dewasa ini adalah sebagai berikut :
Mereka akan melakukan satu permainan keroyokan 1:3 atau lebih.
Mereka akan memancing lawannya dengan tusukan pisau cap garpu dari depan. Kadang sengaja untuk ditangkap namun kemudian diperkuat agar saling dorong hingga lawan lengah kadang pula memang ditusukkan secara sungguh-sungguh
Sementara dari belakang bersiap yang lainnya untuk melakukan bacokan mematikan dengan clurit atau calok.
Mereka juga mempersiapkan dan melengkapi dengan berbagai ritual dan azimat dari para kyai.
Yang paling sering adalah bacokan langsung dari belakang kepada lawannya yang sedang le…

Bacaan Ringan "BENANG MERAH CAROK DAN CELURIT PADA MASYARAKAT MADURA - PART 5"

http://massandry.blogspot.com Oto’-Oto’ Sarana Mencari Saudara yang Mimbingungkan Tingkat pendidikan masyarakat Madura memang dipandang sebagai pemicu utama munculnya Carok yang tidak berkesudahan. Hal ini terbukti di daerah Sumenep. Nyaris masyarakat Madura di daerah ini yang merupakan pusat keraton Sumenep pada masa kerajaan Pajajaran, Tumapel hingga Majapahit tidak terdengar soal perselisihan yang mengakibatkan carok. Di Sumenep rata-rata masyarakatnya memiliki pendidikan yang tinggi disamping pengetahuan agamanya yang merupakan wajib dan harus dikuasai. Tingkat kematian atas nama carok didaerah tersebut nyaris tak ada. Asumsi beberapa ahli kriminalitas mengatakan dan berpendapat sama soal yang satu ini. Meski sama-sama suku Madura, namun orang Sumenep jauh lebih modernt ketimbang daerah lainnya.
Ada budaya lain yang pada awal berdirinya merupakan cara saudara-saudara Blater Madura untuk mengurangi pembunuhan tersebut, yakni Oto’-oto’. Sejenis kumpul-kumpul atau perkumpulan dalam r…

Bacaan Ringan "BENANG MERAH CAROK DAN CELURIT PADA MASYARAKAT MADURA - PART 4"

http://massandry.blogspot.com Pergeseran Budaya Carok Dewasa ini Carok yang dilakukan oleh saudara-saudara  Madura telah bergeser. Jika dahulu merupakan duel hidup mati dan bisa menyambung terus pada keturunannya hingga ke 7, maka sekarang ini Carok dilakukan secara pengecut. Beberapa kasus yang terjadi justru timbul dengan alasan yang tidak masuk akal. Hanya karena carger poncelnya dihilangkan, seorang saudara sepupu tega membunuh kakaknya dengan keroyokan(bolodewo-surabaya 12/1/2008). Gara-gara adiknya digoda tetangga, seorang kakak membunuh tetangganya dari belakang (Arimbi-surabaya1999). Gara-gara istrinya yang sudah dicerai 4 tahun silam kawin dengan temannya, mantan suaminya mengeroyok suami istrinya tersebut bahkan membunuh sang mantan istrinya (nyamplungan-surabaya 1993).
Carok yang terjadi sekarang berbeda dengan Carok pada masa kejayaannya. Carok yang dilakukan sekarang sistimnya keroyokan yang tidak berimbang. Kadang 1 lawan 3 atau 1 lawan 5. Celakanya lagi carok sekarang k…

Bacaan Ringan "BENANG MERAH CAROK DAN CELURIT PADA MASYARAKAT MADURA - PART 3"

http://massandry.blogspot.com Tragedi  Bere’ Temor Populerkan Carok dan Clurit Carok dan Clurit ibarat mata uang logam dengan dua gambar. Istilah ini terus bermetamorfosa hingga pada tahun 70 an terjadi peristiwa yang membuat bulu kudu berdiri. Sayangnya peristiwa yang memakan korban banyak ini tidak terespos media karena pada masa itu jaringan media tidak seheboh sekarang. Sehingga tragedy yang disebut oleh masyarakat Madura sebagai tragedy Bere’ Temor (barat-timur.Red) sama sekali tak pernah mencuat dikalangan umum, namun hanya dirasakan dikalangan orang Madura sendiri.
Peristiwa tersebut merupakan gap antara blok Madura barat yang diwakili Bangkalan dengan Madura Timur yang diwakili Sampang. Konon peristiwa tersebut cukup membuat masyarakat setempat dicekam ketakutan. Karena hampir setiap hari selalu terdapat pembunuhan. Baik dipasar, jalan, sawah atau dikampung-kampung. Saat itulah istilah Carok dan senjata Clurit makin popular.
Pada masa Bere’ temor tersebut beberapa desa seperti…

Bacaan Ringan "BENANG MERAH CAROK DAN CELURIT PADA MASYARAKAT MADURA - PART 2"

http://massandry.blogspot.com Carok juga selalu identik dengan senjata Clurit. Sebuah senjata yang pada awalnya merupakan senjata untuk menyabit rumput. Madura tidak mengenal senjata tersebut. Sejak masa Raden Segoro hingga Banyak Wide (1269), pangeran Joko Tole (1415) hingga ke masa Cakra Ningrat atau kyai Pragolbo (1531) senjata Clurit masih belum ada. Mereka hanya mengenal senjata tombak, pedang, keris dan panah sebagaimana umumnya prajurit-prajurit kerajaan. Hingga permulaan berdirinya Majapahit yang didukung oleh kerajaan Sumenep, maupun sebelumnya pada masa Tumapel hingga Singasari yang jatuh oleh kerajaan Gelang-Gelang Kediri yang dibantu pasukan Madura, senjata Clurit masih belum ada. Bahkan pada masa penyerbuan ke Batavia oleh Fatahillah yang dibantu pasukan Madura, juga mereka masih bersenjatakan Keris atau yang lainnya (bukan Clurit). Bahkan pada peristiwa Branjang Kawat dan Jurang Penatas, sama sekali tak ada senjata clurit disebut-sebut.
Menurut R.Abdul Hamid, salah seora…

Bacaan Ringan "BENANG MERAH CAROK DAN CELURIT PADA MASYARAKAT MADURA - PART 1"

http://massandry.blogspot.com Berbicara Carok, maka yang timbul dibenak banyak orang adalah sebuah konotasi yang negative dan horror. Carok selalu identik dengan pembunuhan sadis, pertarungan senjata, duel hidup dan mati atas nama kehormatan, pembunuhan dendam 7 turunan atau bisa jadi pembantaian masal. Carok juga selalu sejajar dengan budaya suku Madura, sebuah suku yang konon berwatak keras, temperamental dan arogan (meski tidak semua demikian). Dalam banyak kasus, setiap pembunuhan yang dilakukan oleh suku Madura, maka kata Carok akan selalu muncul. Yang paling mengerikan lagi, carok selalu berdampingan dengan nama sebuah senjata yang disebut Are’= Clurit. Dan yang paling dramatis justru setiap kejahatan, aksi perampokan selalu identik dengan sanjata yg satu ini. Sungguh tragis nasib si Clurit….Namun demikian, benarkah budaya ini berasal dari Madura?...
Carok / Clurit Bentuk Perlawanan Rakyat Jelata Carok berasal dari bahasa Kawi Kuno yang berarti Perkelahian. Secara harfiah bahasa…

Bacaan Ringan "SEJARAH KEMUNCULAN CAROK DAN CELURIT DALAM BUDAYA MADURA - PART 5"

http://massandry.blogspot.com Perguruan silat ini juga mengajarkan kepada muridnya bahwa penggunaan clurit tidak sekedar untuk melumpuhkan lawan. Untuk menggunakan senjata clurit setiap murid harus memiliki jiwa yang bersih dan berlandaskan agama. (Soedjatmoko dan Bambang Triono, 2005: 54). Karena itulah celurit harus dipandang sebagai lambang ksatria, sehingga penggunaannya tidak dilakukan untuk menyabet orang sembarangan.
Hal ini seperti yang diungkapkan oleh salah satu budayawan Madura, Zawawi Imron, melalui puisinya yang berjudul “Celurit Emas”. Celurit jangan lagi dilihat semata-mata sebagai alat untuk mempertahankan diri atau menebas leher orang, akan tetapi bagaimana celurit ini kita maknai sebagai alat untuk “menebas ketertinggalan, kebodohan dan kemiskinan”. (Kadarisman, 2006: 57).
“roh-roh bebunga yang layu sebelum semerbak itu mengadu ke hadapan celurit yang ditempa dari jiwa. Celurit itu hanya mampu berdiam, tapi ketika tercium bau tangan yang pura-pura mati dalam terang d…

Bacaan Ringan "SEJARAH KEMUNCULAN CAROK DAN CELURIT DALAM BUDAYA MADURA - PART 4"

http://massandry.blogspot.com Mengangkat Nilai Positif Madura Melalui Nilai-Nilai Luhur Celurit Menurut Abdurachman, (1979: 73) sebenarnya Budaya Madura mencerminkan karakteristik masyarakat yang religius, yang berkeadaban dan sederetan watak positif lainnya dimana sesuai dengan julukan pulau Madura sebagai pulau seribu pesantren. Akan tetapi bagi orang yang tidak memahami budaya dan keluhuran Maduran, keluhuran nilai budaya tersebut pada sebagian orang Madura tidak mengejawantah karena muncul sikap-sikap yang oleh orang lain dirasa tidak menyenangkan, seperti sikap serba sangar, mudah menggunakan celurit dalam menyelesaikan masalah, pendendam dan tidak mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan. Akibatnya, timbul citra negatif tentang orang Madura dan budayanya.
Orang yang tidak pernah ke Madura, memiliki gambaran yang kelam tentang orang Madura. Rata-rata pejabat yang dipindah tugas ke Madura, berangkat dengan diliputi penuh rasa was-was, karena benak mereka dihantui citra orang Madu…

Bacaan Ringan "SEJARAH KEMUNCULAN CAROK DAN CELURIT DALAM BUDAYA MADURA - PART 3"

http://massandry.blogspot.com Carok dan celurit laksana dua sisi mata uang. Satu sama lain tak bisa dipisahkan. Celurit yang telah digunakan dalam praktek carok biasanya disimpan oleh keluarganya sebagai benda kebanggaan keluarga. Lumuran darah yang menempel pada celurit tetap dibiarkan sebagai bukti eksistensi dan kapasitas leluhur mereka sebagai orang jago (blater) ketika masih hidup. Celurit ini nantinya akan diwariskan secara turun-temurun kepada anak laki-laki tertua. Hal ini menunjukkan bahwa celurit merupakan simbol dari proses sejarah peristiwa carok yang dialami leluhur mereka. Simbol ini mengandung makna bukan hanya sekedar penyimpanan memori melainkan lebih sebagai media untuk mentransfer kebanggan kepada anak cucu karena menang carok dan kebanggan sebagai keturunan blater.
Keberadaan celurit bagi kaum blater sangat penting artinya baik sebagai sekep maupun sebagai pengkukuhan dirinya sebagai oreng jago. Nyekep merupakan kebiasaan yang sulit ditinggalkan oleh kebanyakan lak…

Bacaan Ringan "SEJARAH KEMUNCULAN CAROK DAN CELURIT DALAM BUDAYA MADURA - PART 2"

http://massandry.blogspot.com De Jonge juga memaparkan laporan lain dari arsip pemerintahan kolonial yang menunjukkan bahwa banyak terjadi kasus pembunuhan pada masa itu. Pada tahun 1871 di Sumenep tercatat satu kasus pembunuhan untuk 2.342 jiwa. Untuk mengatasi hal ini pemerintah kolonial bukan saja memperkuat tenaga pelaksana hukum dan polisi tetapi juga mengeluarkan larangan membawa senjata tajam.
Munculnya tindakan kekerasan dalam angka yang sangat tinggi tersebut paling tidak diakibatkan oleh dua hal. Pertama, kekurang perhatian pemerintah pada waktu itu terhadap masyarakat Madura. Kedua, sebagai konsekuensi dari penyebab pertama, masyarakat menjadi tidak percaya kepada pemerintah sehingga segala persoalan atau konflik pribadi selalu diselesaikan dengan cara mereka sendiri yaitu dengan carok. Senjata tajam yang sering digunakan dalam aktifitas ini yaitu celurit. Larangan membawa senjata tajam yang dikeluarkan pemerintahan kolonial menunjukkan banyaknya orang Madura yang ”nyekep” …

Bacaan Ringan "SEJARAH KEMUNCULAN CAROK DAN CELURIT DALAM BUDAYA MADURA - PART 1"

http://massandry.blogspot.com 1. Awal Kemunculan Pada saat kerajaan Madura dipimpin oleh Prabu Cakraningrat (abad ke-12 M) dan di bawah pemerintahan Joko Tole (abad ke-14 M), celurit belum dikenal oleh masyarakat Madura. Bahkan pada masa pemerintahan Penembahan Semolo, putra dari Bindara Saud, putra Sunan Kudus di abad ke-17 M tidak ditemukan catatan sejarah yang menyebutkan istilah senjata celurit dan budaya carok. Senjata yang seringkali digunakan dalam perang dan duel satu lawan satu selalu pedang, keris atau tombak. (Zulakrnain, dkk. 2003: 63). Pada masa-masa tersebut juga masih belum dikenal istilah carok.
Munculnya celurit di pulau Madura bermula pada abad ke-18 M. Pada masa ini, dikenal seorang tokoh Madura yang bernama Pak Sakerah. (Abdurachman, 1979: 74). Pak Sakerah diangkat menjadi mandor tebu di Bangil, Pasuruan oleh Belanda. Yang menjadi ciri khas dari Pak Sakerah adalah senjatanya yang berbentuk arit besar yang kemudian dikenal sebagai celurit (Madura : Are’), dimana dal…

Bacaan Ringan "SEJARAH DAN HAKIKAT BUDAYA CAROK DI MADURA DAN NILAI NILAI YANG TERKANDUNG - PART 4"

http://massandry.blogspot.com Celurit dan Kriminalitas Karena sangat erat hubungannya dengan praktek carok, celurit kemudian memiliki kesan sebagai senjata yang menakutkan. Hal tersebut mengakibatkan senjata ini kerapkali dilibatkan pada banyak tindakan kriminalitas yang terjadi di Indonesia. Dalam kasus perampokan, penodongan, ataupun kerusuhan massa, celurit seringkali ikut dilibatkan di dalamnya.
Karakteistik Dan Ragam Bentuk Celurit Celurit merupakan senjata favorit dalam tindakan carok. Celurit sangat efektif untuk membunuh mengingat bentuknya yang melengkung laksana tubuh manusia. Jika celurit diayunkan maka seluruh bagian permukaannya yang tajam bisa memperparah efek sabetan pada bagian tubuh yang rentan kematian seperti perut, leher, dan kepala.
Celurit yang kita kenal umumnya memiliki bentuk seperti arit yaitu seperti bulan sabit. Sebenarnya celurit memiliki bentuk yang bermacam-macam. Jenis celurit yang paling popular adalah are’ takabuwan. Senjata ini merupakan jenis celuri…

Bacaan Ringan "SEJARAH DAN HAKIKAT BUDAYA CAROK DI MADURA DAN NILAI NILAI YANG TERKANDUNG - PART 3"

http://massandry.blogspot.com E. Tata Cara Pelaksanaan Carok Carok dapat dilakukan secara ngonggai (menantang duel satu lawan satu), atau nyelep (menikam musuh dari belakang). Di zaman awal kemunculannya, carok banyak dilakukan dengan cara ngonggai. Semenjak dekade 1970-an carok lebih banyak dilakukan dengan cara nyelep. Dengan adanya kebiasaan melakukan carok dengan cara nyelep maka etika yang bermakna kejantanan bergeser menjadi brutalisme dan egoisme.
Meskipun semua pelaku carok langsug menyerahkan diri kepada aparat kepolisian, hal ini bukan berarti suatu tindakan jantan (berani bertanggungjawab atas tindakannya) melainkan suatu upaya untuk mendapatkan perlindungan dari aparat kepolisian terhadap serangan balasan keluarga musuhnya. Dan hal itu kemudian tidak mencerminkan kejantanan sama sekali ketika proses rekayasa peradilan dilakukan melalui praktek nabang.
F. Celurit Sebagai Simbol Carok Celurit dengan kualitas khusus biasanya dibuat atas dasar pesanan, tidak diperjual belikan …

Bacaan Ringan "SEJARAH DAN HAKIKAT BUDAYA CAROK DI MADURA DAN NILAI NILAI YANG TERKANDUNG - PART 2"

http://massandry.blogspot.com C. Penyebab Eksistensi Carok 1. Alam yang gersang. Teror eceran berbentuk carok merajalela akibat alam gersang, kemiskinan, dan ledakan demografis. Pelembagaan kekerasan carok terkait erat dengan mentalitas egolatri (pemujaan martabat secara berlebihan) sebagai akibat tidak langsung dari keterpurukan ekologis (ecological scarcity). Lingkungan sosial mengondisikan lelaki Madura merasa tidak cukup hanya berlindung kepada Tuhan. Konsekuensinya senjata tajam jadi atribut ke mana kaum lelaki bepergian yang ditunjukkan dengan kebiasaan ”nyekep”. Senjata tajam dianggap sebagai kancana sholawat (teman shalawat).
2. Persetujuan sosial melalui ungkapan-ungakpan. Ungkapan-ungkapan Madura memberikan persetujuan sosial dan pembenaran kultur tradisi carok. Ungkapan-ungkapan tersebut diantaranya : Mon lo’ bangal acarok ja’ ngako oreng Madura (Jika tidak berani melakukan carok jangan mengaku sebagai orang Madura); oreng lake’ mate acarok, oreng bine’ mate arembi’ (laki-l…

Bacaan Ringan "SEJARAH DAN HAKIKAT BUDAYA CAROK DI MADURA DAN NILAI NILAI YANG TERKANDUNG - PART 1"

http://massandry.blogspot.com A. Pengertian Budaya Carok dan Celurit Carok dalam bahasa Kawikuno artinya perkelahian. Biasanya melibatkan dua orang atau dua keluarga besar. Carok adalah sebuah pembelaan harga diri ketika diinjak-injak oleh orang lain, yang berhubungan dengan harta, tahta, dan wanita. Intinya adalah demi kehormatan,” papar Ibnu Hajar, budayawan Sumenep. Sebenarnya budaya carok yang sudah menjadi ikon bagi orang Madura, sampai detik ini masih belum jelas asal-muasalnya. Berdasarkan legenda rakyat, adalah bermula dari perkelahian antara Pak Sakera dengan dua bersaudara, Markasan dan Manbakri, yang antek-antek Belanda.
Pada abad ke-18 M.Setelah Pak Sakerah tertangkap dan dihukum gantung di Pasuruan, JawaTimur, orang-orang bawah mulai berani melakukan perlawanan pada penindas selanjutnya adalah celurut. Saat itulah timbul keberanian melakukan perlawanan terhadap Belanda. Namun, pada masa itu mereka tidak menyadari, kalau dihasut oleh Belanda. Mereka diadu dengan golongan k…