Skip to main content

Bacaan Ringan "HARGA DIRI DALAM KELUARGA MADURA TRADISIONAL - PART 1"

http://massandry.blogspot.com
Harga Diri dalam Keluarga Madura Tradisional

Carok - Kanca Elorok
Ada yang menyatakan bahwa carok merupakan akronim dari ungkapan maske kanca elorok, yang artinya walau ternan diserang. Carok merupakan ajaran leluhur yang penuh kearifan. Namun, dengan menarik kesimpulan dari hukum sebab akibat yang diplesetkan oleh orang luar, carok menjadi istilah yang menakutkan sekaligus dijadikan bukti bahwa orang Madura kasar, bengis dan kejam. Bahkan, kaum muda Madura khususnya mereka yang berada di luar Madura merasa bangga dengan carok tersebut bukan karena kandungan kearifan di dalamnya, melainkan karena menganggapnya sebagai sifat keberanian orang Madura. Inilah anggapan yang keliru dalam membaca budaya, karena sikap tersebut menguatkan stigma buruk bagi orang Madura.

Selain itu, media massa juga bernafsu bila memberitakan peristiwa carok. Bahkan, dengan bumbu clurit (senjata khas Madura yang digunakan untuk carok), perkelahian yang diberitakan tersebut akan menjadi tampak lebih nyata dan meyakinkan bahwa orang Madura memiliki sifat keras dan suka kekerasan. Lebih-Iebih lagi, carok telah digunakan sebagai nama untuk menyebut setiap perkelahian yang dilakukan oleh orang Madura dan clurit merupakan kata lain untuk menyebut simbol kekerasan orang Madura. Namun sebenamya apakah carok tersebut? Bagi Madura tidak semua perkelahian yang dilakukan oleh orang Madura dinamakan carok. Carok hanya terjadi karena satu sebab yang dinamakan ghabangan. Dengan demikian, perkelahian yang tidak disebabkan oleh ghabangan tersebut merupakan perkelahian biasa yang lazim terjadi di banyak tempat dan dilakukan oleh setiap bangsa manapun di dunia ini, termasuk di Madura.

Sebenarnya, yang dinamakan ghabangan adalah atap dari tempat tidur tradisional Madura. Namun kemudian, istilah tersebut berubah makna menjadi sebutan untuk tempat tidur itu sendiri dan akhirnya diidentikkan dengan perempuan. Dengan demikian, Carok berkait erat dengan masalah perempuan. Gangguan terhadap ghabangan merupakan gangguan yang sangat sensitif, sebab segala pembicaraan dan perilaku yang paling rahasia dalam keluarga Madura selalu lebih banyak dilakukan di bawah ghabangan. Karena sebab itu pula, masalah perempuan merupakan masalah ghabangan. Bahkan, siapapun yang melecehkan ghabangan, maske kanca elorok (walau teman diserang). 

Dari ungkapan inilah, muncul kerata bhasa (akronim) carok. Kata ‘rok’ sendiri berasal dari kata Sanskerta yang bermakna perkelahian. Dengan kata lain, siapapun yang mengganggu perempuan milik orang lain akan terjadi carok. Jadi apabila kita perhatikan dengan baik, maka kata carok tersebut merupakan suatu peringatan kepada setiap orang dalam masyarakat orang Madura, yaitu: janganlah sekali-kali mengganggu ghabangan milik orang. Kalau peringatan ini dilanggar, walau pengganggu tersebut ternan sendiri, pasti akan diserang. Karena itu, apabila sudah memahami makna kata carok tersebut, pasti tidak akan pemah terjadi pelanggaran- pelanggaran susila, khususnya terhadap ghabangan. 

Dengan peringatan keras seperti carok tersebut, dalam waktu relatif lama Madura terhindar dari masalah kumpul kebo, sebab hal tersebut termasuk masalah ghabangan. Kalaupun dilakukan oleh orang Madura, tetapi tidak mungkin hal tersebut dilakukan di Madura. Namun, walaupun peringatan keras lewat maske kanca elorok tersebut, tidak berarti di Madura tidak ada pelanggaran ghabangan. Sesekali muncul perkelahian yang berindikasikan carok. Itu pula kemudian kata carok menjadi nama setiap perkelahian yang disebabkan oleh ghabangan. Bahkan untuk memberi kesan halus, carok dikatakan aghaja’ (bergurau). Namun akhirnya, orang luar menyebut carok sebagai penyelesaian konflik dengan kekerasan.

Popular posts from this blog

Bacaan Dewasa "FAKTA KEHIDUPAN SEKSUAL REMAJA JEPANG"

http://massandry.blogspot.com Inilah beberapa alasan Negeri Sakura itu melegalkan JAV Sex di Jepang sudah bukan hal yang tabu bagi kita, apalagi budaya sex yang bisa terbilang ekstrem di tengah-tengah bangsa yang menjunjung tinggi kesopanan ini. Siapa sih yang tidak tahu kalau bangsa Jepang terkenal sopan? Namun tak sedikit pula yang tahu budaya sex Jepang yang ekstrim.
Berikut kisahnya: 
1. Di salah satu kuil di Tokyo, ada sebuah gerbang merah yang jadi simbol sakral penduduk disana. Ternyata, di arena setelah kita melewati gerbang merah tersebut adalah area ritual bagi perempuan disana yang ingin melepas keperawanannya. 

2. Tahu shinkansen? Di kereta api super cepat ini ternyata tersedia gerbong khusus buat perempuan. Di gerbong ini, perempuan diberikan kebebasan untuk ngapain tanpa harus keganggu ama cowo- cowo yang ada disana. Konon kabarnya cowo Jepang sering ngelakuin tindakan asusila di kereta api. (bahkan beberapa syuting film porno memakai latar belakang kereta api sinkansen …

Bacaan Ringan "PROFIL LENGKAP WARKOP DKI "

http://massandry.blogspot.com
PROFIL: WAHYU SARDONO (DONO - WARKOP)
Drs. H. Wahjoe Sardono lebih dikenal dengan Dono Warkop lahir di Solo 30 September 1951 adalah aktor dan pelawak Indonesia yang bertinggi badan 167 cm serta beragama Islam. Ia juga dikenal sebagai aktor pada akhir 1970-an, tahun 1980-an dan era 1990-an. Dono meninggal pada 30 Desember 2001 akibat Kanker Paru-Paru.
Pendidikan:  Fakultas Ilmu Sosial - Jurusan Sosiologi, Universitas Indonesia 
Karir: Penyiar Radio Prambors (1974-1980)  Asisten Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI (1974- 1980)  Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI 
Alamat Rumah: Jalan Pulo Asem Utara 13/18, Jakarta Timur. 

Kabut tebal menyelimuti dunia perlawakan Indonesia. Ahad dini hari 30 Desember 2001 sekitar pukul 00.50 WIB, Drs H.Wahyu Sardono alias Dono Warkop, menghembus napas terakhirnya di kamar no 11 Paviliun Ignatius rumah sakit St Carollus Salemba Jakarta Pusat. Dia meninggal dengan tenang, disamping sahabatnya, Indr…

Bacaan Ringan "SABUNG AYAM MAULANA HASANUDDIN vs PRABU PUCUK UMUN"

http://massandry.blogspot.com Setelah kedua belah pihak telah bersepakat, dan telah menyiapkan ayam yang akan disabungkan, maka di hari itu, pada 11 Rabiul Awal tahun 888 Hijriah, orang-orang dari istana Pakuan Banten Girang dan para adjar dan pandita di Gunung Pulosari telah berkumpul untuk menyaksikan pertandingan sabung ayam antara Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana alias Prabu Pucuk Umun. Saat itu, ayam keduanya saling mematuk, menghantam, mencabik, atau sesekali menghindari serangan lawannya, sebelum saling menyerang satu sama lain, yang diiringi oleh sorak-sorai para pendukung Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana secara bergantian atau pun bersamaan.
Saat itu, semua yang hadir dan menyaksikan adu tanding kesumat itu merasa takjub dan heran ketika kedua ayam yang sama gagah dan perkasanya belum menandakan ada yang akan kalah di tengah arena. Bila ayam yang satu terpantik atau terjangkar oleh ayam yang lainnya, maka para pendukungnya akan bersorak gembira, da…