Skip to main content

Bacaan Ringan "SEJARAH BERDIRINYA GMR FM - ROCK RADIO BANDUNG (IN MEMORIAM) - PART 2"

http://massandry.blogspot.com
20 tahun kemudian tepatnya ditahun 1990, frekuensi FM mulai merambah dunia radio di Bandung. Tetapi syarat mutlak stasiun radio ingin berada dijalur FM harus memiliki format yang jelas dan harus berbeda dari dari masing-masing radio yang ada. Dengan segala usaha dan upaya yang dilakukan oleh Bapak Erwin Sitompul, bahkan harus menjual mobil BMW kesayangannya, akhirnya YG berpindah ke FM dengan frekuensi 104,4 Mhz dengan format Rock Station (blues, slow rock, classic rock, art/progressive rock, hard rock, heavy metal, speed metal, thrash metal hingga death metal). Satu lagi aturan pemerintah yang harus dipatuhi yaitu nama radio harus berbahasa Indonesia, maka 1 Januari 1990 nama YG pun berganti menjadi GMR (Generasi Muda Radio).

Seiring berjalannya waktu, musik rock semakin mewabah di kalangan anak muda dan musisi di Bandung. Selain pendengar yang sangat fanatik terhadap musik rock, para musisi pun berdatangan ke GMR untuk mempromosikan bandnya, diantaranya Rudal, Sahara, Jamrock, Kalimaya, Sky Rock Band, Stalion, Alarm dan Mel Shandy. Berbekal single/demotape yang dimiliki oleh masing-masing band, GMR berhasil mempromosikan band tersebut di seputaran Kota Bandung dan langsung dikenal orang. Sementara itu program acara yang paling diminati oleh pendengar GMR saat itu yaitu Kharisma Persada, 439942, Ring My Bell, Tembang Pribumi, Double R, Sunday Rock, Stone Programe dan tentunya Sik Sik.

Selain program regular, chart/tangga lagu pun pernah meramaikan program acara yang ada di GMR seperti Gugus Bintang, 15 Thrash Generation, Singgah Disinggasana, Ten Weekly Rock Show dan Dasa Rock Indonesia. Semakin meluasnya nama GMR sebagai satu-satunya radio rock di Indonesia, maka musisi rock yang berasal dari luar Bandung pun berdatangan, seperti Cynomadeus, Kaisar, Andromedha, Power Metal, Roxx, Rotor, Sucker Head, Whizz Kid, Jet Liar, Grausig, Mr. Zeus, Kidnap Katrina, Slank, Boomerang, Morbid dan Arry Alliance Project. Tahun 1992 saat Sepultura mengelar World Tour di Indonesia tanggal 8 dan 11 Juli, GMR pun menjadi satu-satunya ticket box di Bandung. Selain menggelarevent on air, event off air pun turut digelar oleh GMR, antara lain Tour Raksasa kerja bareng Log Zhelebour di Stadion Persib (Godbless, Mel Shandy, Power Metal dan Elpamas), Surya Sunday Rock di Karang Setra Bandung (Power Metal, Rudal, Slank, Jamrock, Whizz Kid), Metal Party di Gelora Saparua (Sahara, Rudal, Roxx, Kaisar dan Kalimaya), Rock Concert di Studio East (Sucker Head, Sahara dan Kalimaya).

Kejadian kelam pun sempat mewarnai perjalanan off  air GMR tepatnya 27 Desember 1992. Saat itu band-band metal Indonesia yang sedang naik daun seperti Roxx, Rudal, Rotor dan Sucker Head direncanakan akan tampil satu panggung dalam event “GMR Rock Concert” di Lapangan Uni Karapitan Bandung, tiket sudah terjual banyak dan massa sudah banyak yang berdatangan untuk menyaksikan aksi panggung band yang akan tampil. Karena terlambatnya pasokan listrik dan suasana di luar lapangan semakin tidak terkendali, akhirnya massa mulai mengamuk dan merusak segala fasilitas yang ada di luar lapangan dan akhirnya pagelaran dibatalkan, sangat disayangkan. Duka sepertinya belum sirna dari GMR, tanggal 27 Maret 1993 bertepatan dengan Bulan Ramadhan, pendiri sekaligus pemilik GMR tutup usia. Untuk meneruskan perjalanan GMR, akhirnya Ibu Ida Sitompul menggantikan posisi suaminya sebagai direktur.

Dalam tahun yang sama tepatnya April 1993, GMR dipercaya oleh Airo Swadaya Stupa untuk mempromosikan konser super group Metallica, dimana Metallica menggelar konser di Jakarta tepatnya stadion Lebak Bulus  tanggal 10-11 April 1993 dengan opening act “Rotor”. Seminggu setelah Metallica menggelar konser di Jakarta, Rotor akhirnya merilis debut album “Behind The 8th Ball”. Lagu-lagu dalam album tersebut sebelumnya sudah dipromosikan di GMR dari tahun 1992. Rotor adalah band thrash metal Indonesia pertama yang merilis album. Dua minggu album tersebut dirilis di pasar musik Indonesia berhasil terjual 40 ribu keping. Tahun 1993 boleh dikatakan merupakan babak baru dalam perjalanan musik rock di Bandung dimana band rock Bandung mulai bangun dari tidurnya yang sangat panjang. Juni 1993 band rock asal Bandung “U’Camp” berhasil merilis debut album “Bayangan” dirilis oleh Metrotama dengan produser Ian Antono. Sebelum album tersebut dirilis mereka sebelumnya pernah beberapa bulan memutarkan demo/promonya di GMR. Berkat promosi yang sangat maksimal album tersebut berhasil terjual 300 ribu keping. Sebulan kemudian tepatnya bulan Juli, band kebanggaan Bandung dan sangat dinantikan rilis albumnya yaitu Rudal akhirnya merilis debut album “Sliting The World”. Beberapa lagu-lagu yang terkemas dalam album tersebut sebelumnya pernah malang melintang dalam program rock Indonesia GMR.

Popular posts from this blog

Bacaan Ringan "PROFIL LENGKAP WARKOP DKI "

http://massandry.blogspot.com
PROFIL: WAHYU SARDONO (DONO - WARKOP)
Drs. H. Wahjoe Sardono lebih dikenal dengan Dono Warkop lahir di Solo 30 September 1951 adalah aktor dan pelawak Indonesia yang bertinggi badan 167 cm serta beragama Islam. Ia juga dikenal sebagai aktor pada akhir 1970-an, tahun 1980-an dan era 1990-an. Dono meninggal pada 30 Desember 2001 akibat Kanker Paru-Paru.
Pendidikan:  Fakultas Ilmu Sosial - Jurusan Sosiologi, Universitas Indonesia 
Karir: Penyiar Radio Prambors (1974-1980)  Asisten Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI (1974- 1980)  Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI 
Alamat Rumah: Jalan Pulo Asem Utara 13/18, Jakarta Timur. 

Kabut tebal menyelimuti dunia perlawakan Indonesia. Ahad dini hari 30 Desember 2001 sekitar pukul 00.50 WIB, Drs H.Wahyu Sardono alias Dono Warkop, menghembus napas terakhirnya di kamar no 11 Paviliun Ignatius rumah sakit St Carollus Salemba Jakarta Pusat. Dia meninggal dengan tenang, disamping sahabatnya, Indr…

Bacaan Dewasa "FAKTA KEHIDUPAN SEKSUAL REMAJA JEPANG"

http://massandry.blogspot.com Inilah beberapa alasan Negeri Sakura itu melegalkan JAV Sex di Jepang sudah bukan hal yang tabu bagi kita, apalagi budaya sex yang bisa terbilang ekstrem di tengah-tengah bangsa yang menjunjung tinggi kesopanan ini. Siapa sih yang tidak tahu kalau bangsa Jepang terkenal sopan? Namun tak sedikit pula yang tahu budaya sex Jepang yang ekstrim.
Berikut kisahnya: 
1. Di salah satu kuil di Tokyo, ada sebuah gerbang merah yang jadi simbol sakral penduduk disana. Ternyata, di arena setelah kita melewati gerbang merah tersebut adalah area ritual bagi perempuan disana yang ingin melepas keperawanannya. 

2. Tahu shinkansen? Di kereta api super cepat ini ternyata tersedia gerbong khusus buat perempuan. Di gerbong ini, perempuan diberikan kebebasan untuk ngapain tanpa harus keganggu ama cowo- cowo yang ada disana. Konon kabarnya cowo Jepang sering ngelakuin tindakan asusila di kereta api. (bahkan beberapa syuting film porno memakai latar belakang kereta api sinkansen …

Bacaan Ringan "SABUNG AYAM MAULANA HASANUDDIN vs PRABU PUCUK UMUN"

http://massandry.blogspot.com Setelah kedua belah pihak telah bersepakat, dan telah menyiapkan ayam yang akan disabungkan, maka di hari itu, pada 11 Rabiul Awal tahun 888 Hijriah, orang-orang dari istana Pakuan Banten Girang dan para adjar dan pandita di Gunung Pulosari telah berkumpul untuk menyaksikan pertandingan sabung ayam antara Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana alias Prabu Pucuk Umun. Saat itu, ayam keduanya saling mematuk, menghantam, mencabik, atau sesekali menghindari serangan lawannya, sebelum saling menyerang satu sama lain, yang diiringi oleh sorak-sorai para pendukung Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana secara bergantian atau pun bersamaan.
Saat itu, semua yang hadir dan menyaksikan adu tanding kesumat itu merasa takjub dan heran ketika kedua ayam yang sama gagah dan perkasanya belum menandakan ada yang akan kalah di tengah arena. Bila ayam yang satu terpantik atau terjangkar oleh ayam yang lainnya, maka para pendukungnya akan bersorak gembira, da…