Sunday, May 1, 2016

Bacaan Ringan "SEJARAH BERDIRINYA GMR FM - ROCK RADIO BANDUNG (IN MEMORIAM) - PART 2"

http://massandry.blogspot.com
20 tahun kemudian tepatnya ditahun 1990, frekuensi FM mulai merambah dunia radio di Bandung. Tetapi syarat mutlak stasiun radio ingin berada dijalur FM harus memiliki format yang jelas dan harus berbeda dari dari masing-masing radio yang ada. Dengan segala usaha dan upaya yang dilakukan oleh Bapak Erwin Sitompul, bahkan harus menjual mobil BMW kesayangannya, akhirnya YG berpindah ke FM dengan frekuensi 104,4 Mhz dengan format Rock Station (blues, slow rock, classic rock, art/progressive rock, hard rock, heavy metal, speed metal, thrash metal hingga death metal). Satu lagi aturan pemerintah yang harus dipatuhi yaitu nama radio harus berbahasa Indonesia, maka 1 Januari 1990 nama YG pun berganti menjadi GMR (Generasi Muda Radio).

Seiring berjalannya waktu, musik rock semakin mewabah di kalangan anak muda dan musisi di Bandung. Selain pendengar yang sangat fanatik terhadap musik rock, para musisi pun berdatangan ke GMR untuk mempromosikan bandnya, diantaranya Rudal, Sahara, Jamrock, Kalimaya, Sky Rock Band, Stalion, Alarm dan Mel Shandy. Berbekal single/demotape yang dimiliki oleh masing-masing band, GMR berhasil mempromosikan band tersebut di seputaran Kota Bandung dan langsung dikenal orang. Sementara itu program acara yang paling diminati oleh pendengar GMR saat itu yaitu Kharisma Persada, 439942, Ring My Bell, Tembang Pribumi, Double R, Sunday Rock, Stone Programe dan tentunya Sik Sik.

Selain program regular, chart/tangga lagu pun pernah meramaikan program acara yang ada di GMR seperti Gugus Bintang, 15 Thrash Generation, Singgah Disinggasana, Ten Weekly Rock Show dan Dasa Rock Indonesia. Semakin meluasnya nama GMR sebagai satu-satunya radio rock di Indonesia, maka musisi rock yang berasal dari luar Bandung pun berdatangan, seperti Cynomadeus, Kaisar, Andromedha, Power Metal, Roxx, Rotor, Sucker Head, Whizz Kid, Jet Liar, Grausig, Mr. Zeus, Kidnap Katrina, Slank, Boomerang, Morbid dan Arry Alliance Project. Tahun 1992 saat Sepultura mengelar World Tour di Indonesia tanggal 8 dan 11 Juli, GMR pun menjadi satu-satunya ticket box di Bandung. Selain menggelarevent on air, event off air pun turut digelar oleh GMR, antara lain Tour Raksasa kerja bareng Log Zhelebour di Stadion Persib (Godbless, Mel Shandy, Power Metal dan Elpamas), Surya Sunday Rock di Karang Setra Bandung (Power Metal, Rudal, Slank, Jamrock, Whizz Kid), Metal Party di Gelora Saparua (Sahara, Rudal, Roxx, Kaisar dan Kalimaya), Rock Concert di Studio East (Sucker Head, Sahara dan Kalimaya).

Kejadian kelam pun sempat mewarnai perjalanan off  air GMR tepatnya 27 Desember 1992. Saat itu band-band metal Indonesia yang sedang naik daun seperti Roxx, Rudal, Rotor dan Sucker Head direncanakan akan tampil satu panggung dalam event “GMR Rock Concert” di Lapangan Uni Karapitan Bandung, tiket sudah terjual banyak dan massa sudah banyak yang berdatangan untuk menyaksikan aksi panggung band yang akan tampil. Karena terlambatnya pasokan listrik dan suasana di luar lapangan semakin tidak terkendali, akhirnya massa mulai mengamuk dan merusak segala fasilitas yang ada di luar lapangan dan akhirnya pagelaran dibatalkan, sangat disayangkan. Duka sepertinya belum sirna dari GMR, tanggal 27 Maret 1993 bertepatan dengan Bulan Ramadhan, pendiri sekaligus pemilik GMR tutup usia. Untuk meneruskan perjalanan GMR, akhirnya Ibu Ida Sitompul menggantikan posisi suaminya sebagai direktur.

Dalam tahun yang sama tepatnya April 1993, GMR dipercaya oleh Airo Swadaya Stupa untuk mempromosikan konser super group Metallica, dimana Metallica menggelar konser di Jakarta tepatnya stadion Lebak Bulus  tanggal 10-11 April 1993 dengan opening act “Rotor”. Seminggu setelah Metallica menggelar konser di Jakarta, Rotor akhirnya merilis debut album “Behind The 8th Ball”. Lagu-lagu dalam album tersebut sebelumnya sudah dipromosikan di GMR dari tahun 1992. Rotor adalah band thrash metal Indonesia pertama yang merilis album. Dua minggu album tersebut dirilis di pasar musik Indonesia berhasil terjual 40 ribu keping. Tahun 1993 boleh dikatakan merupakan babak baru dalam perjalanan musik rock di Bandung dimana band rock Bandung mulai bangun dari tidurnya yang sangat panjang. Juni 1993 band rock asal Bandung “U’Camp” berhasil merilis debut album “Bayangan” dirilis oleh Metrotama dengan produser Ian Antono. Sebelum album tersebut dirilis mereka sebelumnya pernah beberapa bulan memutarkan demo/promonya di GMR. Berkat promosi yang sangat maksimal album tersebut berhasil terjual 300 ribu keping. Sebulan kemudian tepatnya bulan Juli, band kebanggaan Bandung dan sangat dinantikan rilis albumnya yaitu Rudal akhirnya merilis debut album “Sliting The World”. Beberapa lagu-lagu yang terkemas dalam album tersebut sebelumnya pernah malang melintang dalam program rock Indonesia GMR.