Skip to main content

Bacaan Ringan "MENIKMATI SEJARAH LEBARAN PADA MASA LALU - PART 2"

http://massandry.blogspot.com
Sementara itu suasana shalat Id tahun 1947 di Alun-alun Yogyakarta terekam dalam sebuah foto koleksi Antara/Ipphos. Dalam foto itu tampak Panglima Besar Jenderal Sudirman berpici, berjas putih dengan empat saku berdiri di sebelah Soekarno. Di sebelahnya lagi ada Sultan Hamengku Buwono IX, Moch Ichsan (walikota Semarang yang diusir Belanda dan menyusul pemerintahan sementara di Yogyakarta) serta Soepardjo Rustam yang ketika itu ajudan Sudirman. Tampak jas dan pakaian keempat tokoh tersebut kumal, lusuh dan tak disetrika, sama seperti semua rakyat yang berjemaah bersama mereka.

Tahun 1950-an, pada masa demokrasi liberal, shalat Id dipindahkan ke lapangan Banteng. Setelah di tengah lapangan berdiri monumen pembebasan Irian Barat, sejak itu shalat Id terpencar di lapangan dan mesjid yang ada di Jakarta.

Tahun 1961, Taman Wijayakusuma yang semula bernama Wilhemina Park dibongkar dan akan dibangun Masjid Istiqlal, mesjid yang ketika itu terbesar di Asia Tenggara. Masjid ini pun menjadi salah satu pusat shalat Id di Jakarta.

Dalam Sebelum Prahara: Pergolakan Politik Indonesia 1961-1965, Rosihan Anwar menceritakan pengalaman pada hari Idulfitri 1961. Ketika pergi shalat Id di Kebayoran Baru, Rosihan melihat banyak becak yang dihiasi kulit ketupat. Awalnya ia menganggap upaya abang becak itu gerakan spontan menyambut lebaran. Namun, dari penuturan seorang sopir jip, kulit-kulit ketupat itu dibuang di pasar-pasar karena tak habis terjual. Mengapa dibuang? Sopir jip menjawab karena tidak ada isinya. Beras yang seharusnya menjadi isi ketupat ternyata tak mampu terbeli oleh rakyat karena harganya sudah sampai 14 rupiah per liter. Inflasi di waktu lebaran.

Pada tahun berikutnya, situasi tidak berubah. Menurut Rosihan, menjelang Lebaran 1962, harga-harga di Jakarta melonjak. Sayur mayur dan bahan-bahan bumbu melonjak 100 hingga 150 persen. Begitupula tepung terigu, minyak goreng, dan gula pasir ikut melonjak. Anehnya, barang-barang itu belum tentu tersedia. Pada masa itu di pinggiran Jakarta dikenal istilah “kambing barter”. Para penduduk pinggiran Jakarta dapat menukarkan seekor kambing dengan 20 liter beras dan 1 ayam ditukar dengan 3 sampai 4 liter beras.

Perbedaan pendapat mengenai jatuhnya Idulfitri pun terjadi pada 1962. Muhammadiyah memutuskan Lebaran jatuh pada 7 Maret sedangkan Nahdlatul Ulama merayakan Lebaran pada 8 Maret. Oleh karena NU ketika itu duduk di pemerintahan, maka melalui Menteri Agama, Lebaran didekritkan pada 8 Maret. Dalam kutbah Idulfitri yang dilaksanakan 7 Maret di mesjid Al Azhar, Kebayoran Buya Hamka mengatakan adanya dua Hari Raya Idulfitri hendaknya jangan diartikan sebagai perpecahan di kalangan umat Islam. Karena semuanya bernaung di bawah bendera merah putih.

Sementara itu dalam pidato Presiden Soekarno yang diucapkan pada pidato Hari Raya Idulfitri 8 Maret 1962, Soekarno menyinggung soal sengketa dengan Belanda mengenai Irian Barat. Ia menegaskan Trikora (Tri Komando Rakyat) tak dapat dihentikan. Salah satunya, merah putih harus dikibarkan di Irian Barat.


Popular posts from this blog

Bacaan Dewasa "FAKTA KEHIDUPAN SEKSUAL REMAJA JEPANG"

http://massandry.blogspot.com Inilah beberapa alasan Negeri Sakura itu melegalkan JAV Sex di Jepang sudah bukan hal yang tabu bagi kita, apalagi budaya sex yang bisa terbilang ekstrem di tengah-tengah bangsa yang menjunjung tinggi kesopanan ini. Siapa sih yang tidak tahu kalau bangsa Jepang terkenal sopan? Namun tak sedikit pula yang tahu budaya sex Jepang yang ekstrim.
Berikut kisahnya: 
1. Di salah satu kuil di Tokyo, ada sebuah gerbang merah yang jadi simbol sakral penduduk disana. Ternyata, di arena setelah kita melewati gerbang merah tersebut adalah area ritual bagi perempuan disana yang ingin melepas keperawanannya. 

2. Tahu shinkansen? Di kereta api super cepat ini ternyata tersedia gerbong khusus buat perempuan. Di gerbong ini, perempuan diberikan kebebasan untuk ngapain tanpa harus keganggu ama cowo- cowo yang ada disana. Konon kabarnya cowo Jepang sering ngelakuin tindakan asusila di kereta api. (bahkan beberapa syuting film porno memakai latar belakang kereta api sinkansen …

Bacaan Ringan "PROFIL LENGKAP WARKOP DKI "

http://massandry.blogspot.com
PROFIL: WAHYU SARDONO (DONO - WARKOP)
Drs. H. Wahjoe Sardono lebih dikenal dengan Dono Warkop lahir di Solo 30 September 1951 adalah aktor dan pelawak Indonesia yang bertinggi badan 167 cm serta beragama Islam. Ia juga dikenal sebagai aktor pada akhir 1970-an, tahun 1980-an dan era 1990-an. Dono meninggal pada 30 Desember 2001 akibat Kanker Paru-Paru.
Pendidikan:  Fakultas Ilmu Sosial - Jurusan Sosiologi, Universitas Indonesia 
Karir: Penyiar Radio Prambors (1974-1980)  Asisten Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI (1974- 1980)  Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI 
Alamat Rumah: Jalan Pulo Asem Utara 13/18, Jakarta Timur. 

Kabut tebal menyelimuti dunia perlawakan Indonesia. Ahad dini hari 30 Desember 2001 sekitar pukul 00.50 WIB, Drs H.Wahyu Sardono alias Dono Warkop, menghembus napas terakhirnya di kamar no 11 Paviliun Ignatius rumah sakit St Carollus Salemba Jakarta Pusat. Dia meninggal dengan tenang, disamping sahabatnya, Indr…

Bacaan Ringan "SABUNG AYAM MAULANA HASANUDDIN vs PRABU PUCUK UMUN"

http://massandry.blogspot.com Setelah kedua belah pihak telah bersepakat, dan telah menyiapkan ayam yang akan disabungkan, maka di hari itu, pada 11 Rabiul Awal tahun 888 Hijriah, orang-orang dari istana Pakuan Banten Girang dan para adjar dan pandita di Gunung Pulosari telah berkumpul untuk menyaksikan pertandingan sabung ayam antara Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana alias Prabu Pucuk Umun. Saat itu, ayam keduanya saling mematuk, menghantam, mencabik, atau sesekali menghindari serangan lawannya, sebelum saling menyerang satu sama lain, yang diiringi oleh sorak-sorai para pendukung Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana secara bergantian atau pun bersamaan.
Saat itu, semua yang hadir dan menyaksikan adu tanding kesumat itu merasa takjub dan heran ketika kedua ayam yang sama gagah dan perkasanya belum menandakan ada yang akan kalah di tengah arena. Bila ayam yang satu terpantik atau terjangkar oleh ayam yang lainnya, maka para pendukungnya akan bersorak gembira, da…