Sunday, May 8, 2016

Tokoh Terkenal "SAKERA - PEJUANG BURUH ASLI TANAH MADURA - PART 1"

http://massandry.blogspot.com
Sakera, yang lahir dan hidup pada masa penjajahan Belanda ini adalah seorang keturunan Madura. Dia kemudian mengadu nasib ke tanah Jawa dan sampailah pada wilayah Rembang – Pasuruan. Di tempat inilah dia merasa cocok dan nyaman karena daerahnya sangat hijau dan subur, selain itu juga karena mayoritas penduduknya berasal dari Madura. Sakera kemudian bekerja di sebuah perkebunan tebu milik Belanda sebagai mandor. 

Pekerjaannya adalah mengawasi pengairan lahan perkebunan tebu di wilayah Rembang, Sukorejo, Kraton, Warungdowo, Wonorejo, Pasrepan, Raci, Bangil, Beji sampai dengan perbatasan Sidoarjo. Pekerja perkebunan tebu sangat menghormati dan menyegani Sakera karena sifatnya yang bijak dan adil tanpa membedakan siapapun, termasuk ketika menyelesaikan kasus antar pengguna air, Sakera bersikap bijak dan berani. Sakera sendiri sangat terkenal dengan perwatakannya yang kaku dan tidak bisa diajak kompromi. 

Dalam bekerja, dirinya dikenal sangat ramah dan memilikisopan santun kepada seluruh pekerja perkebunan tebu. Karenanya jika ada permasalahan, para pekerja selalu meminta bantuan kepada Sakera. Semasahidupnya, Sakera dikenal sebagai figuryang menjadi tokoh panutan masyarakat.

Dalam perjalanan perantauannya, Sakera memiliki sahabat bernama Brodin. Kemana saja Sakera pergi, dia selalu bersama dengan Brodin. Brodin sendiri adalah sahabat yang patuh dan setia kepada Sakera, apa yang ditugaskan kepadanya selalu dilaksanakan dengan baik. Brodin pun bangga dengan posisinya sebagai sahabat Sakera. Dalam perantauannya ini pula Sakera menemukan sang pujaan hati, adalah Marlena seorang gadis cantik nan rupawan yang berhasil dipersuntingnya menjadi istrinya.

Pihak Belanda telah menerapkan aturan dalam pengelolaan perkebunan tebu yang wajib dipatuhi oleh seluruh pekerja, mereka dibagi tugas sesuai dengan jabatannya masing-masing dan semuanya berjalan dengan baik. Masalah terjadi ketika ada seorang pegawai melakukan pemotongan gaji terhadap pekerja perkebunan. Dia adalah orang kepercayaan Belanda yang berwatak bengis, kejam dan melakukan tindakan sewenang-wenang. Peristiwa ini akhirnya didengar oleh Sakera, ia mendapat banyak laporan dari para pekerja perkebunan yang pada intinya mereka tertindas dan disengsarakan. Akhirnya Sakera mendatangi sang pegawai untuk menagih sisa gaji para pekerja, tapi sang pegawai menolak bahkan dengan marah ia menodongkan pistol ke arah Sakera. Karena khawatir dengan keselamatannya, Sakera mengeluarkan celurit dan langsung menggorok leher dan badan pegawai itu hinggameninggal.Karena peristiwa inilah akhirnya Sakera ditangkap dan dijebloskan kepenjara.