Skip to main content

Bacaan Ringan "ASAL USUL MADURA DAN CAROK - PART 3"

http://massandry.blogspot.com
"Orang Madura selalu menjaga diri dan wibawa keluarga. adagium "ethembeng pote tolang kathembeng poteh mata–lebih baik mati atau putih tulang dari pada menanggung malu". Orang Madura merasa sulit untuk memaafkan apabila dipermalukan atau keluarganya dipermainkan."


Carok bisa dikategorikan menjadi dua, ada carok yang spontans dan carok yang direncanakan. Kalau carok yang spontans, saat ini sulit terjadi karena orang Madura sekarang jarang membawa senjata tajam (sikep). Mereka pergi ke sawah dengan membawa senjata terkadang hanya untuk menjaga diri, pada umumnya orang itu sudah memiliki musuh, Proses terjadinya carok, di mulai dengan adanya perjanjian, pihak yang pertama biasanya memberi tahu pihak yang kedua melalui orang lain untuk bertemu di tempat tertentu.

Di Madura, carok umumnya berkaitan dengan masalah perempuan atau masalah irigasi, yaitu persoalan perairan di sawah. Ketika ada air dari sungai besar dialirkan ke sawah yang lain atau ditutup sehingga sawah yang jauh tidak kebagian air, sehingga terjadi pertengkaran karena tanaman sawahnya terganggu. Di samping itu, Kebanyakan, orang madura lebih percaya kepada pembicaraan orang lain, walaupun hanya kabar angin. Seperti istrimu diselingkuhi, padahal tujuannya hanya untuk merusak, motif-motif ini juga menjadi awal terjadinya carok.

Budaya sarung yang ada di Madura, kebanyakan didominasi oleh masyarakat yang pernah tinggal di Pondok Pesantren. Dengan memondokkan anaknya di pesantren maka perilaku memakai sarung terbawa hingga masa -masa dewasa. Sebagai pakaian sehari-hari, era tahun 2000 mulai ngettran budaya memakai sarung dan peci, banyak juga masyarakat Madura menyontoh sikap para blater (bajingan) dengan memakai peci (songkok) yang tinggi, tujuannya biar mereka ditakuti atau dianggap seorang blater, dengan membawa celurit atau senjata tajam. padahal blater yang sebenarnya memiliki sikap yang royal, baik hati dan bijaksana.

Celurit Madura ada banyak bentuknya, ada Bangtoroi dan Bulu Ajem (bulu ayam) serta Kedang saarep ( Mirip Pisang) panjang di depan agak melikuk. Di daerah Galis dan Blega ada yang namanya calok bujur, bentuknya sama-sama memiliki keunggulan, barangkali itu agak tipis seperti samurai.

Carok jarang terjadi dengan orang-orang pendatang, masyarakat luar Madura. Carok terjadi antara masyarakat Madura sendiri. Carok bisa secara berkelompok, kalau orang desa yang satu dengan desa lain ada konflik, cara bercaroknya bisa direncanakan, misalnya antara masyarakat kota Sampang dan Pamekasan beberapa tahun yang lalu, yang terjadi di kota Surabaya.

Popular posts from this blog

Bacaan Dewasa "FAKTA KEHIDUPAN SEKSUAL REMAJA JEPANG"

http://massandry.blogspot.com Inilah beberapa alasan Negeri Sakura itu melegalkan JAV Sex di Jepang sudah bukan hal yang tabu bagi kita, apalagi budaya sex yang bisa terbilang ekstrem di tengah-tengah bangsa yang menjunjung tinggi kesopanan ini. Siapa sih yang tidak tahu kalau bangsa Jepang terkenal sopan? Namun tak sedikit pula yang tahu budaya sex Jepang yang ekstrim.
Berikut kisahnya: 
1. Di salah satu kuil di Tokyo, ada sebuah gerbang merah yang jadi simbol sakral penduduk disana. Ternyata, di arena setelah kita melewati gerbang merah tersebut adalah area ritual bagi perempuan disana yang ingin melepas keperawanannya. 

2. Tahu shinkansen? Di kereta api super cepat ini ternyata tersedia gerbong khusus buat perempuan. Di gerbong ini, perempuan diberikan kebebasan untuk ngapain tanpa harus keganggu ama cowo- cowo yang ada disana. Konon kabarnya cowo Jepang sering ngelakuin tindakan asusila di kereta api. (bahkan beberapa syuting film porno memakai latar belakang kereta api sinkansen …

Bacaan Ringan "PROFIL LENGKAP WARKOP DKI "

http://massandry.blogspot.com
PROFIL: WAHYU SARDONO (DONO - WARKOP)
Drs. H. Wahjoe Sardono lebih dikenal dengan Dono Warkop lahir di Solo 30 September 1951 adalah aktor dan pelawak Indonesia yang bertinggi badan 167 cm serta beragama Islam. Ia juga dikenal sebagai aktor pada akhir 1970-an, tahun 1980-an dan era 1990-an. Dono meninggal pada 30 Desember 2001 akibat Kanker Paru-Paru.
Pendidikan:  Fakultas Ilmu Sosial - Jurusan Sosiologi, Universitas Indonesia 
Karir: Penyiar Radio Prambors (1974-1980)  Asisten Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI (1974- 1980)  Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI 
Alamat Rumah: Jalan Pulo Asem Utara 13/18, Jakarta Timur. 

Kabut tebal menyelimuti dunia perlawakan Indonesia. Ahad dini hari 30 Desember 2001 sekitar pukul 00.50 WIB, Drs H.Wahyu Sardono alias Dono Warkop, menghembus napas terakhirnya di kamar no 11 Paviliun Ignatius rumah sakit St Carollus Salemba Jakarta Pusat. Dia meninggal dengan tenang, disamping sahabatnya, Indr…

Bacaan Ringan "SABUNG AYAM MAULANA HASANUDDIN vs PRABU PUCUK UMUN"

http://massandry.blogspot.com Setelah kedua belah pihak telah bersepakat, dan telah menyiapkan ayam yang akan disabungkan, maka di hari itu, pada 11 Rabiul Awal tahun 888 Hijriah, orang-orang dari istana Pakuan Banten Girang dan para adjar dan pandita di Gunung Pulosari telah berkumpul untuk menyaksikan pertandingan sabung ayam antara Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana alias Prabu Pucuk Umun. Saat itu, ayam keduanya saling mematuk, menghantam, mencabik, atau sesekali menghindari serangan lawannya, sebelum saling menyerang satu sama lain, yang diiringi oleh sorak-sorai para pendukung Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana secara bergantian atau pun bersamaan.
Saat itu, semua yang hadir dan menyaksikan adu tanding kesumat itu merasa takjub dan heran ketika kedua ayam yang sama gagah dan perkasanya belum menandakan ada yang akan kalah di tengah arena. Bila ayam yang satu terpantik atau terjangkar oleh ayam yang lainnya, maka para pendukungnya akan bersorak gembira, da…