Friday, January 16, 2015

Bacaan Ringan "SEJARAH PAKAIAN TRADISIONAL JEPANG - KIMONO - PART 2"

http://massandry.blogspot.com
Awal zaman Edo
Penyederhaan pakaian samurai berlanjut hingga zaman Edo. Pakaian samurai zaman Edo adalah setelan berpundak lebar yang disebut kamishimo (裃). Satu setel kamishimo terdiri dari kataginu (肩衣) dan hakama. Di kalangan wanita, kosode menjadi semakin populer sebagai simbol budaya orang kota yang mengikuti tren busana.

Zaman Edo adalah zaman keemasan panggung sandiwara kabuki. Penemuan cara penggandaan lukisan berwarna-warni yang disebut nishiki-e atau ukiyo-e mendorong makin banyaknya lukisan pemeran kabuki yang mengenakan kimono mahal dan gemerlap. Pakaian orang kota pun cenderung makin mewah karena iking meniru pakaian aktor kabuki.

Kecenderungan orang kota berpakaian semakin bagus dan jauh dari norma konfusianisme ingin dibatasi oleh Keshogunan Edo. Secara bertahap pemerintah keshogunan memaksakan kenyaku-rei,yakni norma kehidupan sederhana yang pantas. Pemaksaan tersebut gagal karena keinginan rakyat untuk berpakaian bagus tidak bisa dibendung. Tradisi upacara minum teh menjadi sebab kegagalankenyaku-rei. Orang menghadiri upacara minum teh memakai kimono yang terlihat sederhana namun ternyata berharga mahal.

Tali pinggang kumihimo dan gaya mengikat obi di punggung mulai dikenal sejak zaman Edo. Hingga kini, keduanya bertahan sebagai aksesori sewaktu mengenakan kimono.

Akhir zaman Edo
Politik isolasi (sakoku) membuat terhentinya impor benang sutra. Kimono mulai dibuat dari benang sutra produksi dalam negeri. Pakaian rakyat dibuat dari kain sutra jenis crape lebih murah. Setelah terjadi kelaparan zaman Temmei (1783-1788), Keshogunan Edo pada tahun 1785 melarang rakyat untuk mengenakan kimono dari sutra. Pakaian orang kota dibuat dari kain katun atau kain rami. Kimono berlengan lebar yang merupakan bentuk awal dari furisode populer di kalangan wanita.

Zaman Meiji dan zaman Taisho
Industri berkembang maju pada zaman Meiji. Produksi sutra meningkat, dan Jepang menjadi eksportir sutra terbesar. Harga kain sutra tidak lagi mahal, dan mulai dikenal berjenis-jenis kain sutra. Peraturan pemakaian benang sutra dinyatakan tidak berlaku. Kimono untuk wanita mulai dibuat dari berbagai macam jenis kain sutra. Industri pemintalan sutra didirikan di berbagai tempat di Jepang. Sejalan dengan pesatnya perkembangan industri pemintalan, industri tekstil benang sutra ikut berkembang. Produknya berupa berbagai kain sutra, mulai dari kain krep, rinzu, omeshi, hingga meisen.

Tersedianya beraneka jenis kain yang dapat diproses menyebabkan berkembangnya teknik pencelupan kain. Pada zaman Meiji mulai dikenal teknik yuzen, yakni menggambar dengan kuas untuk menghasilkan corak kain di atas kain kimono.

Sementara itu, wanita kalangan atas masih menggemari kain sutra yang bermotif garis-garis dan susunan gambar yang sangat rumit dan halus. Mereka mengenakan kimono dari model kain yang sudah populer sejak zaman Edo sebagai pakaian terbaik sewaktu menghadiri acara istimewa. Hampir pada waktu yang bersamaan, kain sutra hasil tenunan benang berwarna-warni hasil pencelupan mulai disukai orang.

Tidak lama setelah pakaian impor dari Barat mulai masuk ke Jepang, penjahit lokal mulai bisa membuat pakaian Barat. Sejak itu pula, istilah wafuku dipakai untuk membedakan pakaian yang selama ini dipakai orang Jepang dengan pakaian dari Barat. Ketika pakaian Barat mulai dikenal di Jepang, kalangan atas memakai pakaian Barat yang dipinjam dari toko persewaan pakaian Barat.

Di era modernisasi Meiji, bangsawan istana mengganti kimono dengan pakaian Barat supaya tidak dianggap kuno. Walaupun demikian, orang kota yang ingin melestarikan tradisi estetika keindahan tradisional tidak menjadi terpengaruh. Orang kota tetap berusaha mempertahankan kimono dan tradisi yang dipelihara sejak zaman Edo. Sebagian besar pria zaman Meiji masih memakai kimono untuk pakaian sehari-hari. Setelan jas sebagai busana formal pria juga mulai populer. Sebagian besar wanita zaman Meiji masih mengenakan kimono, kecuali wanita bangsawan dan guru wanita yang bertugas mengajar anak-anak perempuan.

Seragam militer dikenakan oleh laki-laki yang mengikuti dinas militer. Seragam tentara angkatan darat menjadi model untuk seragam sekolah anak laki-laki. Seragam anak sekolah juga menggunakan model kerah berdiri yang mengelilingi leher dan tidak jatuh ke pundak (stand-up collar) persis model kerah seragam tentara. Pada akhir zaman Taisho, pemerintah menjalankan kebijakan mobilisasi. Seragam anak sekolah perempuan diganti dari andonbakama (kimono dan hakama) menjadi pakaian Barat yang disebut serafuku (sailor fuku), yakni setelan blus mirip pakaian pelaut dan rok.

Zaman Showa
Semasa perang, pemerintah membagikan pakaian seragam untuk penduduk laki-laki. Pakaian seragam untuk laki-laki disebut kokumin fuku (seragam rakyat). Wanita dipaksa memakai monpei yang berbentuk seperti celana panjang untuk kerja dengan karet di bagian pergelangan kaki.

Setelah Jepang kalah dalam Perang Dunia II, wanita Jepang mulai kembali mengenakan kimono sebelum akhirnya ditinggalkan karena tuntutan modernisasi. Dibandingan kerumitan memakai kimono, pakaian Barat dianggap lebih praktis sebagai pakaian sehari-hari.

Hingga pertengahan tahun 1960-an, kimono masih banyak dipakai wanita Jepang sebagai pakaian sehari-hari. Pada saat itu, kepopuleran kimono terangkat kembali setelah diperkenalkannya kimono berwarna-warni dari bahan wol. Wanita zaman itu menyukai kimono dari wol sebagai pakaian untuk kesempatan santai.

Setelah kimono tidak lagi populer, pedagang kimono mencoba berbagai macam strategi untuk meningkatkan angka penjualan kimono. Salah satu di antaranya dengan mengeluarkan "peraturan mengenakan kimono" yang disebut yakusoku. Menurut peraturan tersebut, kimono jenis tertentu dikatakan hanya cocok dengan aksesori tertentu. Maksudnya untuk mendikte pembeli agar membeli sebanyak mungkin barang. Strategi tersebut ternyata tidak disukai konsumen, dan minat masyarakat terhadap kimono makin menurun. Walaupun pedagang kimono melakukan promosi besar-besaran, opini "memakai kimono itu ruwet" sudah terbentuk di tengah masyarakat Jepang.

Hingga tahun 1960-an, kimono masih dipakai pria sebagai pakaian santai di rumah. Gambar pria yang mengenakan kimono di rumah masih bisa dilihat dalam berbagai manga terbitan tahun 1970-an. Namun sekarang ini, kimono tidak dikenakan pria sebagai pakaian di rumah, kecuali samue yang dikenakan para perajin.

Diposkan oleh joko wijaksono di 9:56 AM 

Bacaan Ringan "SEJARAH PAKAIAN TRADISIONAL JEPANG - KIMONO - PART 1"

http://massandry.blogspot.com
Zaman Jomon dan zaman Yayoi
Kimono zaman Jomon dan zaman Yayoi berbentuk seperti baju terusan. Dari situs arkeologi tumpukan kulit kerang zaman Jomon ditemukan haniwa. Pakaian atas yang dikenakan haniwa disebut kantoi (貫頭衣?).

Dalam Gishiwajinden (buku sejarah Cina mengenai tiga negara) ditulis tentang pakaian sederhana untuk laki-laki. Sehelai kain diselempangkan secara horizontal pada tubuh pria seperti pakaian biksu, dan sehelai kain dililitkan di kepala. Pakaian wanita dinamakan kantoi. Di tengah sehelai kain dibuat lubang untuk memasukkan kepala. Tali digunakan sebagai pengikat di bagian pinggang.
Masih menurut Gishiwajinden, kaisar wanita bernama Himiko dari Yamataikoku (sebutan zaman dulu untuk Jepang) "selalu mengenakan pakaian kantoi berwarna putih". Serat rami merupakan bahan pakaian untuk rakyat biasa, sementara orang berpangkat mengenakan kain sutra.

Zaman Kofun
Pakaian zaman Kofun mendapat pengaruh dari daratan Cina, dan terdiri dari dua potong pakaian: pakaian atas dan pakaian bawah. Haniwa mengenakan baju atas seperti mantel yang dipakai menutupi kantoi. Pakaian bagian bawah berupa rok yang dililitkan di pinggang. Dari penemuan haniwa terlihat pakaian berupa celana berpipa lebar seperti hakama.

Pada zaman Kofun mulai dikenal pakaian yang dijahit. Bagian depan kantoi dibuat terbuka dan lengan baju bagian bawah mulai dijahit agar mudah dipakai. Selanjutnya, baju atas terdiri dari dua jenis kerah:

Kerah datar sampai persis di bawah leher (agekubi)
Kerah berbentuk huruf "V" (tarekubi) yang dipertemukan di bagian dada.

Zaman Nara
Aristokrat zaman Asuka bernama Pangeran Shotoku menetapkan dua belas strata jabatan dalam istana kaisar (kan-i jūnikai). Pejabat istana dibedakan menurut warna hiasan penutup kepala (kanmuri). Dalam kitab hukum Taiho Ritsuryo dimuat peraturan tentang busana resmi, busana pegawai istana, dan pakaian seragam dalam istana. Pakaian formal yang dikenakan pejabat sipil (bunkan) dijahit di bagian bawah ketiak. Pejabat militer mengenakan pakaian formal yang tidak dijahit di bagian bawah ketiak agar pemakainya bebas bergerak. Busana dan aksesori zaman Nara banyak dipengaruhi budaya Cina yang masuk ke Jepang. Pengaruh budaya Dinasti Tang ikut memopulerkan baju berlengan sempit yang disebut kosode untuk dikenakan sebagai pakaian dalam.
Pada zaman Nara terjadi perubahan dalam cara mengenakan kimono. Kalau sebelumnya kerah bagian kiri harus berada di bawah kerah bagian kanan, sejak zaman Nara, kerah bagian kanan harus berada di bawah kerah bagian kiri. Cara mengenakan kimono dari zaman Nara terus dipertahankan hingga kini. Hanya orang meninggal dipakaikan kimono dengan kerah kiri berada di bawah kerah kanan.

Zaman Heian
Menurut aristokrat Sugawara Michizane, penghentian pengiriman utusan Jepang untuk Dinasti Tang (kentoshi) memicu pertumbuhan budaya lokal. Tata cara berbusana dan standarisasi protokol untuk upacara-upacara formal mulai ditetapkan secara resmi. Ketetapan tersebut berakibat semakin rumitnya tata busana zaman Heian. Wanita zaman Heian mengenakan pakaian berlapis-lapis yang disebut jūnihitoe. Tidak hanya wanita zaman Heian, pakaian formal untuk militer juga menjadi tidak praktis.

Ada tiga jenis pakaian untuk pejabat pria pada zaman Heian:
Sokutai (pakaian upacara resmi berupa setelan lengkap)
I-kan (pakaian untuk tugas resmi sehari-hari yang sedikit lebih ringan dari sokutai)
Noshi (pakaian untuk kesempatan pribadi yang terlihat mirip dengan i-kan).

Rakyat biasa mengenakan pakaian yang disebut suikan atau kariginu (狩衣?, arti harafiah: baju berburu). Di kemudian hari, kalangan aristokrat menjadikan kariginu sebagai pakaian sehari-hari sebelum diikuti kalangan samurai.
Pada zaman Heian terjadi pengambilalihan kekuasaan oleh kalangan samurai, dan bangsawan istana dijauhkan dari dunia politik. Pakaian yang dulunya merupakan simbol status bangsawan istana dijadikan simbol status kalangan samurai.

Zaman Kamakura dan zaman Muromachi
Pada zaman Sengoku, kekuasaan pemerintahan berada di tangan samurai. Samurai mengenakan pakaian yang disebut suikan. Pakaian jenis ini nantinya berubah menjadi pakaian yang disebuthitatare. Pada zaman Muromachi, hitatare merupakan pakaian resmi samurai. Pada zaman Muromachi dikenal kimono yang disebut suō (素襖), yakni sejenis hitatare yang tidak menggunakan kain pelapis dalam. Ciri khas suō adalah lambang keluarga dalam ukuran besar di delapan tempat.

Pakaian wanita juga makin sederhana. Rok bawah yang disebut mo (裳) makin pendek sebelum diganti dengan hakama. Setelan mo dan hakama akhirnya hilang sebelum diganti dengan kimono model terusan, dan kemudian kimono wanita yang disebut kosode. Wanita mengenakan kosode dengan kain yang dililitkan di sekitar pinggang (koshimaki) dan/atau yumaki. Mantel panjang yang disebut uchikake dipakai setelah memakai kosode.

Bacaan Ringan "SENJATA TRADISIONAL SAMURAI - SERBA SERBI BOKKEN"

http://massandry.blogspot.com
A bokken (木剣, bok (u), "kayu", dan ken, "pedang"), adalah kayu jepang pedang yang digunakan untuk pelatihan, biasanya ukuran dan bentuk katana, tapi kadang-kadang lain berbentuk seperti pedang, seperti wakizashi dan tanto. Secara tradisional, karakter Ken (剣 digunakan pada awal kata, untuk istilah-istilah yang berkaitan dengan pedang, misalnya dalam Kendo (剣道"jalan pedang") dan Kenjutsu (剣术"seni pedang") .Demikian, di Jepang, kata bokutō (木刀, "pedang kayu") adalah lebih umum digunakan. [1]

Bokutō tidak boleh dikacaukan dengan shinai, pedang yang terbuat dari bambu yang digunakan untuk praktek di kendo.

Bokutō adalah tiruan pedang Jepang, terbuat dari kayu.
Hal ini dibuat untuk mempraktikkan bentuk (形"Kata") dalam seni bela diri Jepang (Kenjutsu "剣术") dan juga digunakan untuk kendo dan aikido berlatih berulang-ulang, masing-masing, memotong latihan (素振り"Suburi") dan bentuk.

Bacaan Ringan "SENJATA TRADISIONAL SAMURAI - SERBA SERBI KATANA"

http://massandry.blogspot.com
Katana (刀?) Adalah jenis pedang Jepang (日本刀, nihontō?), Dan sering disebut sebagai "pedang samurai." Dalam pengertian yang tepat, istilah katana di Jepang berlaku untuk setiap jenis tunggal pedang bermata jepang, meskipun, secara tidak benar atau kebiasaan, beberapa orang Jepang dan Barat mendefinisikan pecinta pedang katana sebagai ukuran standar cukup melengkung (yang bertentangan dengan yang lebih tua "tachi "menampilkan lebih gaya kelengkungan) jepang pedang dengan panjang bilah lebih dari 60 cm (23,6 inci). [1] Pada Portugis penunjukan (dieja catana-dijabarkan dari kata dalam bahasa Jepang ketika para pedagang Portugis pertama kali tiba di Jepang) mengacu pada sedikit pedang pendek dan lebih luas, biasanya digunakan untuk membersihkan jalan melalui hutan lebat, atau jika tidak menebang vegetasi liar.

Katana ditandai dengan penampilan yang khas: melengkung, ramping, pedang bermata tunggal, bulat atau persegi penjaga, dan panjang untuk mengakomodasi dua genggaman tangan. Hal ini secara historis telah dikaitkan dengan samurai dari feodal Jepang, dan telah menjadi terkenal dengan ketajaman dan kemampuan memotong, sampai pada titik bahwa pemotongan diakui kemampuan telah mencapai status mitos.

Katana dan Serba-Serbinya
Samurai (侍 atau 士 ?) adalah istilah untuk perwira militer kelas elit sebelum zaman industrialisasi di Jepang. Kata "samurai" berasal dari kata kerja "samorau" asal bahasa Jepang kuno, berubah menjadi "saburau" yang berarti "melayani", dan akhirnya menjadi "samurai" yang bekerja sebagai pelayan bagi sang majikan.

Istilah yang lebih tepat adalah bushi (武士 (harafiah: "orang bersenjata") yang digunakan semasa zaman Edo. Bagaimanapun, istilah samurai digunakan untuk prajurit elit dari kalangan bangsawan, dan bukan contohnya, ashigaru atau tentara berjalan kaki. Samurai yang tidak terikat dengan klan atau bekerja untuk majikan (daimyo) disebut ronin (harafiah: "orang ombak"). Samurai yang bertugas di wilayah han disebut hanshi.

Samurai dianggap mesti bersopan dan terpelajar, dan semasa Keshogunan Tokugawa berangsur-angsur kehilangan fungsi ketentaraan mereka. Pada akhir era Tokugawa, samurai secara umumnya adalah kakitangan umum bagi daimyo, dengan pedang mereka hanya untuk tujuan istiadat. Dengan reformasi Meiji pada akhir abad ke-19, samurai dihapuskan sebagai kelas berbeda dan digantikan dengan tentara nasional menyerupai negara Barat. Bagaimanapun juga, sifat samurai yang ketat yang dikenal sebagai bushido masih tetap ada dalam masyarakat Jepang masa kini, sebagaimana aspek cara hidup mereka yang lain.

Etimologi
Perkataan samurai berasal pada sebelum zaman Heian di Jepang di mana bila seseorang disebut sebagai saburai, itu berarti dia adalah seorang suruhan atau pengikut. Hanya pada awal zaman modern, khususnya pada era Azuchi-Momoyama dan awal periode/era Edo pada akhir abad ke-16 dan awal abad ke-17 perkataan saburai bertukar diganti dengan perkataan samurai. Bagaimanapun, pada masa itu, artinya telah lama berubah.

Pada era pemerintahan samurai, istilah awal yumitori (“pemanah”) juga digunakan sebagai gelar kehormat bagi sejumlah kecil panglima perang, walaupun pemain pedang telah menjadi lebih penting. Pemanah Jepang (kyujutsu), masih berkaitan erat dengan dewa perang Hachiman.

Berikut adalah beberapa istilah lain samurai.

* Buke (武家 – Ahli bela diri
* Kabukimono - Perkataan dari kabuku atau condong, ia merujuk kepada gaya samurai berwarna-warni.
* Mononofu (もののふ - Istilah silam yang berarti panglima.
* Musha (武者 - Bentuk ringkasan Bugeisha (武芸者, harafiah. pakar bela diri.
* Si (士 - Huruf kanji pengganti samurai.
* Tsuwamono (兵 - Istilah silam bagi tentara yang ditonjolkan oleh Matsuo Basho dalam haiku terkemukanya. Arti harafiahnya adalah orang k Senjata

Samurai menggunakan beberapa macam jenis senjata, tetapi katana adalah senjata yang identik dengan keberadaan mereka, Dalam Bushido diajarkan bahwa katana adalah roh dari samurai dan kadang-kadang digambarkan bahwa seorang samurai sangat tergantung pada katana dalam pertempuran. Mereka percaya bahwa katana sangat penting dalam memberi kehormatan dan bagian dalam kehidupan. Sebutan untuk katana tidak dikenal sampai massa Kamakura (1185– - 1333), sebelum masa itu pedang Jepang lebih dikenal sebagai tachi dan uchigatana, Dan katana sendiri bukan menjadi senjata utama sampai massa Edo.

Apabila seorang anak mancapai usia tiga belas tahun, ada upacara yang dikenali sebagai Genpuku. Anak laki-laki yang menjalani genpuku mendapat sebuah wakizashi dan nama dewasa untuk menjadi samurai secara resmi. Ini dapat diartikan dia diberi hak untuk mengenal katana walaupun biasanya diikat dengan benang untuk menghindari katana terhunus dengan tidak sengaja. Pasangan katana dan wakizashi dikenali sebagai Daisho, yang berarti besar dan kecil.

Senjata samurai yang lain adalah yumi atau busar komposit dan dipakai selama beberapa abad sampai masa masuknyah senapan pada abad ke-16. Busur komposit model Jepang adalah senjata yang bagus. Bentuknya memungkinkan untuk digunakan berbagai jenis anak panah, seperti panah berapi dan panah isyarat yang dapat menjangkau sasaran pada jarak lebih dari 100 meter, bahkan bisa lebih dari 200 meter bila ketepatan tidak lagi diperhitungkan, Senjata ini biasanya digunakan dengan cara berdiri di belakang Tedate (手盾 yaitu perisai kayu yang besar, tetapi bisa juga digunakan dengan menunggang kuda. Latihan memanah di belakang kuda menjadi adat istiadat Shinto, Yabusame (流鏑馬. Dalam pertempuran melawan penjajah Mongol, busur komposit menjadi senjata penentu kemenangan, Pasukan Mongol dan Cina pada waktu itu memakai busur komposit dengan ukuran yang lebih kecil, apalagi dengan keterbatasannya dalam pemakaian pasukan berkuda.

Bacaan Ringan "SENJATA TRADISIONAL SAMURAI - SEBELAS JENIS PEDANG SAMURAI"

http://massandry.blogspot.com
Sebutan samurai yang dialamatkan pada pedang jepang merupakan salah kaprah. Samurai sendiri adalah sebutan untuk Japanese warrior. Sedangkan yang dimaksud pedang itu disebut dengan Ken. Untuk memudahkan para pembaca sekalian maka untuk menyebut pedang pada tulisan ini digunakan istilah pedang samurai.

Pedang samurai sendiri di jepang dibagi dalam banyak jenis. Pembagian jenis-jenis pedang berdasarkan ukurannya. Setiap pedang diukur dengan ukuran "Shaku" dimana 1 shaku berarti sekitar 30 cm. Berikut ini jenis-jenis pedang samurai yang dikelompokkan berdasar panjangnya.

1. Tanto
Anda pernah melihat Film Goemon, anda pasti mengetahui pedang ini. Pedang ini dibawa oleh putri sebagai pertahanan diri. Ukuran pedang ini sekitar 25 cm, masuk kategori pisau.

Penggunaannya biasanya untuk menusuk tiba-tiba. Perempuan Jepang jaman dulu membawa tanto di balik obi (ikat pinggang kimono) untuk self defence ataupun untuk spontan attack.

2. Wakizashi
Anda penggemar Final Fantasy, pasti tidak asing dengan tokoh Yojinbo. Pendekar pedang yang mampu membelah apa saja. Salah satu serangannya ada wakizashi. Wakizashi merupakan jenis pedang samurai dengan panjang antara 30-60 cm, para samurai biasa menggunakannya sebagai secondary weapon.

3. Kodachi
Kodachi senjata kesayangan Aoshi Shinomori anggota Jupon Gatana dalam serial manga Samurai X. Kodachi lebih panjang dari wakizashi, tetapi lebih pendek dari katana. Biasa digunakan sebagai perisai dalam hand to hand combat.

Karena tidak sepanjang katana (kurang dari 2 shaku) maka tidak menyalahi aturan membawa pedang di zaman Edo sehingga boleh dibawa oleh orang biasa (dulu cuma samurai yang boleh bawa pedang). Pedangnya lebih melengkung dari wakizashi. Pedang ini cukup ringan sehingga memudahkan penggunanya bergerak lincah.

4. Katana
Katana merupakan pedang khas ninja. Setiap ninja mempunyai katanadipunggung mereka. Anda penggemar film Ninja Hatori, pasti tidak asing dengan Pedang ini. Pedang ini merupakan pedang umum dengan panjang antara 70-80 cm.

Tipe single-edge dan melengkung. selain dipakai ninja, pedang ini juga dibawa oleh kaum samurai untuk merepresentasikan status sosialnya. Biasanya dibawa berpasangan dengan wakizashi atau tanto yang digunakan untuk close-quarter combat dimana katana digunakan untuk open-quarter combat.

5. Tsurugi
Pedang yang tak serupa dengan jenis pedang yang lainnya. Pedang ini tidak melengkung tapi lurus seperti pedang korea. Tsurugi merupakan pedang tipe broadsword, lebih berat dibanding pedang yang lainnya. Sangat cocok digunakan untuk mengahadapi musuh bertameng maupun berarmor tebal.

6. Chokuto
Sama seperti katana, hanya saja tidak melengkung tetapi lurus. Ditemukan sebelum jaman Heian sebelum orang Jepang menemukan teknik melengkungkan pedang (yang ternyata Unik caranya).

Karena pedangnya lurus sulit digunakan dan jarang dipakai dalam pertempuran. Setelah ditemukannya katana, chokuto masih tetap diproduksi tetapi kebanyakan berfungsi sebagai ceremonial sword.

7. NinjaTo
Pedang para ninja, selain katana, ninjato merupakan pilihan para ninja. Ringkas dan ringan membuat pedang ini mudah untuk dimasukkan kedalam baju. Perbedaan mendasar antara katana dan ninja-to terletak pada sesainnya. Ninjato tidak melengkung seperti katana tetapi lurus.

8. Nodachi dan Odachi
Pedang yang sangat panjang. Merupakan pedang terpanjang dengan panjang hampir 80 cm. Pedang ini tidak cocok untuk close combat karena ribet dengan ukurannya.

Pedang ini digunakan untuk membelah pasukan berkuda beserta kudanya. Dalam serial manga Samurai deeper Kyo, ia menggunakan pedang tipe ini. Walaupun sebenarnya tidak cocok untuk close combat. Pembuatan pedang ini termasuk dalam kategori sulit, sehingga pedang ini merupakan pedang langka.

9. Nagamaki
Pedang dengan panjang mata pedang dan gagang yang sama. Termasuk dalam katagori belati, Digunakan untuk serangan mendadak. Penggunaan pedang ini tidak seefisien Tanto. Tapi pedang ini memilki keindahan lebih.

10. Naginata
Naginata merupakan tombak dengan mata pisau katana. Digunakan prajurit wanita pertarungan jarak menengah. Gagang dibuat dari kayu dan mata tombak katana melengkung. Sangat cocok untuk tipe pertempuran Chaos.

11. Yari
Yari merupakan tipe tombak. Berbeda dengan naginata, mata tombak dibuat lurus. Bentuk Lurus ini efektif digunakan menusuk musuh yang datang dari depan. Biasanya dipakai pria untuk mengahadang laju pasukan musuh. Senjata ini diapakai Oleh Madarame Ikaku dalam serial manga Bleach.


Bacaan Ringan "SENJATA TRADISIONAL SAMURAI DAN TINGKATAN - PART 2"

http://massandry.blogspot.com
Tingkatan Pedang
Pedang-pedang di One Piece terbagi atas beberapa kelas/tingkatan yang mewakili kehebatan atau kekuatan dari pedang tersebut. Tingkat pertama di akui sebagai pedang-pedang dengan level tinggi yang paling terbaik di dunia dan diikuti oleh tingkatan pedang yang berikutnya. Ada 4 tingkatan pedang di Anime One Piece yang diketahui, apa saja itu?

1. Kelas 12 Pedang Tertajam - 最上大業物 (Saijō Ō Wazamono)
Kelas 12 Pedang Tertajam merupakan tingkatan pedang dengan level tertinggi yang dibuat dengan kualitas terbaik dibandingkan pedang-pedang lainnya. Ke-12 pedang ini merupakan pedang terkuat didunia, pokoknya pedang ini "The Best" lah..

Baru diketahui 2 pedang yang masuk dalam kategori Saijō Ō Wazamono (itulah sebabnya aku gak mau bahas pedang ini doang....), yaitu:

1. Kokutō Yoru
Kokutō Yoru merupakan pedang hebat yang dimiliki oleh Juraquille Mihawk dari shicibukai. Ketika Mihawk mengayunkan pedangnya, pedangnya akan menghasilkan gelombang warna ungu gelap dan dapat menghancurkan kapal galeon raksasa, dan tak heran pedang ini masuk dalam tingkatan pedang tertajam di dunia karena pedang ini sangatlah kuat. 

Nama : Kokuto Yoru - 黒刀 夜 (pedang kegelapan malam)
Pemilik : Dracule "Hawkeye" Mihawk
Catatan: Mihawk menaruh pedangnya dipunggungnya. Dan panjang pedangnya sepanjang tubuhnya, walau mihawk duduk, pedangnya masih ada dipunggungnya.

2. Shodai Kitetsu
Sama halnya dengan pedang Kitetsu lainnya, pedang ini memiliki kutukan atau membuat sial (seperti yang dimiliki Zoro, Sandai Kitetsu). Ada varian Pedang Kitetsu, yaitu Sandai Kitetsu, Nidai Kitetsu, dan Shodai Kitetsu. Di antara ketiganya, Shodai Kitetsu merupakan yang terkuat dan masuk level kelas 12 Pedang Tertajam (Saijō Ō Wazamono). Sementara Nidai Kitetsu masuk 21 Pedang Terkuat dan pedangnya Zoro hanyalah pedang tajam terkenal biasa. Shodai Kitetsu sendiri tidak diketahui pemiliknya dan hanya saja pernah disebutkan oleh Tashigi

Nama: Shodai Kitetsu - 初代鬼徹 (Iblis generasi pertama-Splitter)
Pemilik: Unknown
Info: Pedang ini dijelaskan oleh Tashigi di manga Vol 11

2. Kelas 21 Pedang Terkuat - 大業物 (Ō Wazamono)
Pedang di kategori ini merupakan pedang terkuat dengan tingkat luar biasa yang hanya ada 21 di dunia, namun pedang tipe ini masih berada satu tingkat lebih rendah dibawah kelas 12 pedang tertajam

最上大業物 (Saijō Ō Wazamono). Ya, kita ibaratkan saja pedang ini ada di lv. 2 dan Saijō Ō Wazamono ada di lv.1 ^^

Daftar Pedang yang sudah di Ketahui :
1. Nidai Kitetsu
Seperti tadi yang sudah disebutkan di atas, salah satu varian dari Pedang Kitetsu masuk kedalam 21 Pedang Terkuat di dunia. Namun sama halnya Shodai Kitetsu, pedang ini masih belum diketahui pemiliknya.

Nama : Nidai Kitetsu - 二代鬼徹 (Iblis generasi kedua-Splitter)
Pemilik : Unknown

2. Shūsui (O-Wazamono Shuusui)
Ini adalah pedang hitam berkualitas tinggi yang dimiliki Zoro. Zoro mendapatkan pedang ini setelah berhasil mengalahkan Ryuma, Zombie samurai lagendaris dari negeri Wano di Thriller Bark. Ryuuma mewariskan pedang itu pada Zoro, dan ia menggunakan pedang ini untuk menggantikan Yubashiri yang telah karatan oleh kapten marinir Shu. Tenaga penghancur yang ada dalam pedang Shusui sangatlah besar. 

Nama: Shūsui - 秋水 (Air musim semi)
Pemilik : Ryūma → Zoro
Catatan: nama pedang itu diambil dari legenda samurai, Ryūma, dari negara Wano.

3. Wadō Ichimonji
Pedang ini dulunya miliknya Kuina, namun sekarang dipegang oleh Zoro setelah Kuina meninggal, Zoro memintanya dari Ayahnya Kuina.

Nama: Wadō Ichimonji - 和道一文字 (satu jalan Harmoni)
Pemilik : Kuina → Roronoa Zoro
Harga : sekitar 20,000,000 Berry
Catatan : ini adalah pedang Zoro yang penting.Pedang ini yg selalu ia letakkan dimulutnya ketika menggunakan teknik tiga pedang (Santoryū). Juga, pedang ini cukup kuat melawan pedang hitam mihawk.

3. Kelas 50 Pedang Terbaik 
Ada 50 Pedang yang masuk dalam kelas Ryō Wazamono. Kualitas mereka lebih tinggi tinggi daripada Wazamono tetapi lebih rendah dari O Wazamono Grade Swords.

Baru diketahui pedang-pedang ini yang masuk dalam kelas 50 Pedang Terbaik : 

1. Kashū
Pedang ini dulunya dimiliki oleh Mr.11 anggota Baraque Works. Setelah Mr.11 kalah dalam duel melawan Tashigi, padang ini menjadi milik Tashigi sekarang. 
Nama: Kashū - 花洲 (Flower State)
Pemilik: Mr. 11 → Tashigi

2. Yubashiri 
Seperti tadi yang sudah disebutkan di atas, pedang ini merupakan pedangnya Zoro yang telah karatan akibat ulahnya kapten marine Shu. Setelah rusaknya pedang itu, Zoro hanya membiarkannya menggantung ditempatnya (tempat/sarung pedang) 

Nama: Yubashiri - 雪走 (lari salju)
Pemilik: Ippon-Matsu (pemilik toko) → Roronoa Zoro

Catatan: kelihatan ringan, tapi sebenarnya pedang yg kuat. Zoro mendapat pedang ini secara gratis oleh pemilik toko pedang, Ippon-Matsu, di Loguetown. Pedang ini patah dalam pertarungan melawan Kapten Angkatan Laut dan Komandan di Jembatan Keraguan (chapter 426). Pedang patah itu kemudian dimakamkan di Thriller Bark.

3. Yamaoroshi 
Masih sedikit informasi mengenai pedang ini, Tapi pedang ini awalnya dimiliki oleh kapten Billy the Orca Killer dari Yes Pirate. Kemudian ketika ia ke Logue Town, ia dikalahkan oleh Tashigi yang dibantu Smoker. Lalu Tashigi meng-klaim pedang itu jadi miliknya.

Nama: Yamaoroshi
Pemilik: Billy the Orca Killer → Tashigi
Catatan: Tashigi belum bernah terlihat menggunakan pedang ini.

4. Kelas Pedang Tajam & Terkenal Lainnya - 業物 (Wazamono)
Kemudian, akhirnya kita sampai ke kelas terakhir yaitu Wazamono. Pedang jenis ini merupakan pedang tajam, namun dengan kualitas terendah untuk pedang bernama (Jika dibandingkan dengan ke-3 level pedang di atas). Namun begitu, pedang ini tetaplah pedang hebat. Banyaknya pedang ini tidak diketahui ada berapa.

Pedang yg diketahui: 
1. Sandai Kitetsu
Pedang ini sudah kusinggung sedikit di atas ^^ Pedang ini adalah pedang miliknya Zoro yang ia pakai saat ini selain Shusui dan Wadō Ichimonji. Sandai Kitetsu adalah pedang jenis Kitetsu dengan tingkat terendah (Kitetsu lainnya sudah dijelaskan diatas). Roronoa Zoro menemukan pedang di sebuah toko di Loguetown. Ketika pemilik pertama kali melihatnya, ia tidak akan membiarkan Zoro untuk membelinya, ia mengatakan pada Zoro bahwa pedang itu membawa kutukan. Zoro menyukai konsep dan memutuskan untuk menguji keberuntungan melawan kutukan. Dia melemparkannya ke udara dan mengulurkan lengannya, bersedia untuk membiarkan pedang itu memotongnya. Beruntung pedang itu tidak mengenai Zoro dan hanya melingkari di sekitar lengannya. Pemilik toko memberikan Zoro Sandai Kitetsu dan Yubashiri secara gratis untuk keterampilan dan keberuntungan. 
Nama: Sandai Kitetsu - 三代鬼徹 (iblis generasi ketiga-Splitter, diketahui sebagai Kitetsu III di Viz translation)

Pemilik : Ippon-Matsu (pemilik toko) → Roronoa Zoro
Harga: sekitar 1,000,000 Berry (Tapi dikasih Zoro gratis)
Catatan : pedang Shodai Kitetsu dan Nidai Kitetsu, kedua pedang ini dianggap terkutuk karena pemilik sebelumnya mati dengan tragis. Zoro mendapat pedang ini secara gratis oleh Ippon-Matsu di Loguetown.

2. Shigure
Pedang ini adalah miliknya Tashigi, merupakan pedang jenis katana normal dengan gagang hijau. Tashigi cukup terampil dalam menggunakan pedang ini 
Nama: Shigure - 時雨 (Gerimis, diketahui sebagai Autumn Rain di Viz translation)
Pemilik: Tashigi

Bacaan Ringan "SENJATA TRADISIONAL SAMURAI DAN TINGKATAN - PART 1"

http://massandry.blogspot.com

Katana aka Pedang adalah senjata panjang bermata, digunakan dalam berbagai bentuk oleh berbagai peradaban di seluruh dunia One Piece.

Pedang fundamental terdiri dari pedang, dengan satu atau dua tepi untuk menusuk dan memotong, dan gagang untuk mencengkeram. Maksud dasar dan bentik fisik dari ilmu pedang cukup konstan selama berabad-abad, namun teknik yang sebenarnya bervariasi antar budaya dan periode sebagai akibat dari perbedaan dalam desain pedang dan kegunannx. Nama-nama yang diberikan kepada banyak pedang dalam mitologi, sastra, dan sejarah mencerminkan prestise tinggi sebuah senjata.

Meito
Pedang adalah senjata yang sangat umum di dunia One Piece. Banyak orang memegang pedang, tapi ada orang-orang yang berlatih keras, dan belajar untuk menggunakan pedang dengan sangat baik. Orang-orang ini dikenal sebagai pendekar pedang. Sepanjang One Piece, pedang muncul dalam berbagai kelas dan jenis yang berbeda. Beberapa pedang yg mereka egang dinamai dan bahkan diklasifikasikan sebagai "meito".

Meito (名刀 Meitō, secara harfiah berarti "Pedang Terkenal" atau "Pedang Bagus") Bukan tipe pedang melainkan status pedang.

Di Jepang, ini berarti pedang yg memiliki sejarah dan status legendaris. Pedang biasanya memiliki kualitas yang menonjol di atas semua pedang lainnya dalam daya tahan dan ketajaman. Meito kadang-kadang dikaitkan dengan prajurit yang memegang dan menjadi bagian dari identitasnya. Terlepas dari siapa yang memiliki mereka meito dipandang dengan hormat tertinggi di Jepang dan diberi meito adalah untuk membawa kehormatan besar bersamanx. Seringkali prajurit yang kalah dalam pertempuran akan diambil meito mereka dari mereka oleh pemenang, sehingga kehilangan kehormatan mereka bersama dgn kehilangan Meito.

Untuk memegang suatu meito terhormat, biasanya akan diturunkan kepada mereka dari master ke siswa atau dari anggota keluarga lainnya. Ada beberapa metode lain di samping ini yang diterima tetapi jarang. Metode lain mendapatkan meito terhormat itu akan ditawarkan, hal ini biasanya sebagai menunjukkan perasaan hormat dari satu orang ke orang lain. Seorang prajurit juga dapat menang dalam pertempuran melawan prajurit lain dalam duel yang adil dan dengan demikian diizinkan untuk mengklaim itu sebagai milik mereka.

Untuk mencuri meito atau menggunakan tindakan lain yang tercela adalah menunjukkan rasa tidak hormat pda meito dan prajurit yang melakukannya akan sangat dibenci. Untuk menempatkan status meito dalam gaya berpikir orang barat, yang mna meito akan dianggap dalam status setara dengan pedang seperti Excalibur (yang akan dianggap sebagai Raja Arthur "meito" dalam arti Jepang).

Dalam One Piece, meito sering salah diterjemahkan sebagai salah bagian dari nama pedang (misalnya Zorro yang Shusui yang sering dicatat oleh fans sebagai "Meito Shusui" bukan hanya "Shusui" dalam kesalahan orang-orang yang tidak mengerti bahwa Meitou adalah status) atau sebagai "nama pedang".

Impian Tashigi adalah untuk membebaskan semua meito dari tangan penjahat seperti bajak laut. Dia percaya pedang menangis karena bukannya digunakan untuk perbuatan mulia dan terhormat, mereka malah digunakan untuk kejahatan. Alasannya mengejar Zoro untuk mendapatkan kepemilikan meito nya, Wado Ichimonji yang dia percaya adalah di tangan orang jahat. Sejauh yang kita tahu ia telah mengambil pedang Kashū, pedang tidak terdaftar sebagai Meitou tapi masih salah satu Kelas Pedang Ryo Wazamono.

Katana
Katana (刀 katana, Secara harfiah berarti "backsword") adalah jenis pedang Jepang. Ini adalah bermata tunggal, pedang melengkung yang digunakan oleh banyak samurai. Diucapkan sebagai "kah-tah-nah", baik katana dan katanas dapat diterima sebagai bentuk jamak. Shigure Tashigi adalah sebuah katana. Panjang katana adalah antara 60-73 sentimeter. Peringkat tinggi Marinir, terutama Wakil Admirals, menggunakan katana atau pedang yang sangat menyerupai katana.

Kogatana
Kogatana (小刀 kogatana, Secara harfiah berarti "pedang/pisau kecil bermata satu") adalah versi yang sangat kecil dari sebuah katana. Hal ini lebih seperti pisau tangan, dan biasanya digunakan untuk cadangan saat melawan samurai. Sebuah kogatana biasanx berukuran tangan orang rata-rata sekitar ukuran belati kecil. Dracule Mihawk menggunakan ini untuk melawan lawan yang lemah, dan kadang-kadang menggunakannx untuk makan.

Daito
Daripada senjata tertentu, Daito (大刀 Daito, secara harfiah berarti "pedang panjang") Sebenarnya merupakan kategori pedang dibawah katana dan tachi. Untuk memenuhi syarat sebagai Daito, pedang harus memiliki pisau lebih panjang dari 2 Shaku (sekitar 24 inci atau 60 cm) dalam garis lurus. Dalam kasus Roronoa Zoro, ketiga pedang yang ia gunakan untuk itu Santoryu semua dikukuhkan sebagai Daito katanas.

Nodachi
Nodachi (野 太 刀 nodachi, Secara harfiah berarti "field sword") adalah pedang dua tangan besar Jepang. Dibandingkan dengan katana, nodachi lebih sulit untuk dipegang karena ukuran dan berat, tetapi - seperti senjata apapun - bisa sangat mematikan jika prajurit yg menghunus itu terampil. Panjang gagang nodachi itu bervariasi antara 12-13 inci (30-33 cm). Kemampuan memotong dan jangkauan melebihi yang dari katana, karena berat dan ukuran. Nodachi panjangnx bisa mencapai 1,50 meter. Kapten Heart Pirates, Trafalgar Law memengang salah satu, akan digunakan dalam saat terdesak dengan kekuatan Buah Iblis nya. Shiliew, mantan Kepala keamanan Impel Down, juga memiliki salah satu pedang jenis ini.

Cutlass
Cutlass (カットラス Kattsutorasu) Adalah pedang pendek dan tebal, dengan bentuk lurus atau sedikit melengkung dan tajam di ujungnx, dan gagang sering menampilkan penutup seperti perisai penjaga. Terbaik dikenal sebagai senjata pilihan para pelaut, mungkin karena itu juga cukup kuat untuk memotong tali berat, kanvas, dan kayu. Itu juga cukup pendek untuk digunakan di tempat yang relatif dekat. Banyak prajurit Marinir berpangkat rendah dan bajak laut yang terbukti memegang salah satu pedang jenis ini.

Saber
Saber (サーベル Sāberu) Adalah jenis pedang dengan ujung pisau tunggal dengan penjaga tangan yang besar. Pisau yang biasanya (tetapi tidak selalu) melengkung panjang variabel. Tidak seperti cutlass, pedang ini lebih panjang dan tipis. Pedang ini sering terlihat sedang digunakan oleh karakter latar belakang. Penggunaan paling menonjol dari satu ini adalah dengan Shanks, yang tampaknya lebih menyukainx dari jenis pedang lainnya. Pedang-Nya tampaknya lebih besar daripada yang normal. Vista juga mempekerjakan dua pedang jenis ini dalam pertempuran. Laksamana Onigumo menggunakan delapan pedang ini dalam perubahan yg berbasis laba-laba dari kekuatan Buah Iblis nya.

Kukri
Kukri (ククリ Kukuri) Adalah pedang berat melengkung yg digunakan untuk sebagai alat dan senjata. Pedang ini sedikit bengkok pada sudut 20 °, meskipun beberapa contoh memiliki sudut yang sangat curam. Kukri dimulai dengan 3 hingga 10 cm, panjangnya 30 cm dan seterusnya, meruncing ke arah tepi dari margin atas luas. Hampir selalu memiliki sisi tunggal dan hampir tidak pernah memiliki "false edge". Ini biasanya memiliki tulang belakang yang sangat tebal dan dalam banyak hal merupakan hibrida antara pisau dan kapak. "Big-knife" yang digunakan oleh Sarquiss menyerupai kukri, dan Helmeppo menggunakan dua kukri untuk pertempuran.

Shikomizue
Shikomizue (仕込み 杖 shikomizue, secara harfiah berarti "prepared cane") Adalah pedang yg biasanya disembunyikan di dalam tongkat. Brook telah terlihat memegang jenis ini untuk Gaya Anggar nya, Kaku menggunakan sepasangan yang juga menyerupai shirasaya katanas, dan Roronoa Zoro juga menggunan satu dalam kilas balik di anime.

Bacaan Ringan "LEGENDA PARA NINJA - TIGA NINJA LEGENDARIS JEPANG - PART 3"

http://massandry.blogspot.com
Saratobi Sasuke
Sasuke Sarutobi, adalah seorang Ninja yang terkenal dalam banyak cerita anak2 jepang pada tahun 1911 – 1925. karakter tersebut di populerkan oleh Sampei Shirato dalam komik dengan judul yang sama pada tahun 1962. Sejak itulah Sasuke menjadi sebuah ikon nama dalam perninjaan. 

Dia dipercaya sebagai karakter rekaan yang di inspirasi oleh Ninja masa meiji yang lahir pada tanggal 25 juni 806 bernama Kozuki Sasuke.. tetapi banyak argumen yang mengatakan tentang ke eksistensiannya. dia biasanya dianggap sebagai salah satu dari 10 Ksatria Pemberani Sanada ( kelompok 10 ninja pelindung Yukimura Sanada ketika peperangan Osaka ketika perode Sengoku ), dia dianggap yang terbaik diantara 10 Ksatria lainnya. Banyak yang mengatakan dia meninggal saat perjalanan ke Osaka. Sasuke Sarutobi adalah ninja Koga dan Kirigakure Saizo temannya berasal dari Iga. Ketika mereka berdua bertemu menjadikan mereka saingan sejati setelah direkrut oleh Yukimura Sanada. Saingan ini disebabkan adanya saingan antar desa ninja (Koga – Iga).

Sarutobi, berarti “lompatan monyet”, yang ditulis menggunakan 2 kanji ; saru (karakter monyet) dan tobi ( artinya lompatan) . dia dikenal dengan kelincahan dan kecepatan monyet khususnya di pohon2. Banyak legenda yang mengatakan dia diasuh oleh sekelompok monyet, yang membuatnya bisa mempunyai skill seperti monyet. Ketika muncul bersama Kirigakure Saizo dia sangat kontras dengan saingannya yang biasanya elegan dan melakukan tebasan yang bersih, dan kemampuan menggunakan sihir.

Bacaan Ringan "LEGENDA PARA NINJA - TIGA NINJA LEGENDARIS JEPANG - PART 2"

http://massandry.blogspot.com
Kotaro Fuma
Fuma Kotaro (1550–1610) juga dipanggil kazama. Kotaro lahir di propinsi Sagami, banyak kejadian sejarah yang tidak mencatat tentang ninja ini. bagaimana aktifitasnya dan apa saja yang telah dilakukan bagai menghilang. Dia adalah keturunan kelima dari pemimpin klan Fuma yang bekerja untuk klan Hojo. di tahun 1570an Kotaro dikirim untuk membunuh Takeda Shingen, tetapi banyak cara yang telah dilakukan oleh kotaro dan ternyata gagal. Tapi ada satu kejadian di tahun 1573 dia hampir membunuh Takeda ketika Takeda melakukan penyerangan ke markas musuh.

Pada bulan maret 1581, benteng Hojo diserang oleh pasukan Takeda Katsuyori, dia membangun benteng / markas di gunung yang berlawanan arah dengan benteng Hojo. Kotaro dan beberapa ninjanya melakukan taktik berupa serangan malam dengan beberapa orang dan berusaha memancing agar lawan menyerang. tapi taktik ini akhirnya memberikan kemenangan pada kubu klan Hojo karena Kotaro dan ninjanya melakukan serangan malam yang merusak dan menghancurkan mental pasukan lawan. 

Mereka membunuh banyak paasukan lawan dan membunuh secara brutal sehingga menyebabkan pasukan lawan harus berjaga tiap malam dan siang. Hal ini menyebabkan kekuatan pasukan lawan menurun dan menyebabkan ketakutan berlebihan di kalangan pasukan Takeda Katsuyori. Setelah beberapa dekade klan ninja fuma hanya menjadi sekelompok bajak laut / sekelompok bandit yang meresahkan masyarakat. 

Di tahun 1596 Ieyashu Tokugawa memerintahkan Hattori Hanzo untuk membekuk kelompok ninja tersebut. Hattori membangun kapal yang besar dengan perlengkapan dan meriam besar. Dia tahu kalau klan Fuma berlayar dengan menggunakan beberapa kapal2 kecil dan sebuah kapal selam kecil bernama Funakainin. Ketika kapal telah selesai dibuat Hattori dan krunya berlayar ke Selat Sou untuk mencari klan Fuma. 

Disana mereka menemukan markas lawan dengan beberapa kapal kecil berderet tanpa pasukan. Hattori akhirnya menembakan meriam dan menghancurkan beberapa kapal lawan. Melihat kapal lawan yang mengalami kerusakan dan berusaha melarikan diri Hattori memerintahkan kru kapal untuk mengejarnya, mereka akhirnya mengejar sampai ke sungai kecil. Ternyata ini adalah sebuah jebakan dari klan fuma untuk memancing kapal lawan ke sungai kecil dan menyerang mereka. Kotaro memerintahkan pasukannya untuk menembakkan panah api ke kapal Hattori. 

Karena kapal yang mulai terbakar Hattori memerintahkan krunya untuk melompat ke sungai, tetapi mereka menolak. Akhirnya Hattori memerintahkan krunya untuk melemparkan mesiu ke sungai. Hal ini sia2 karena Kotaro telah memerintahkan pasukannnya untuk melemparkan minyak ke sungai dan mulai membakarnya. Hatori dan krunya akhirnya mati di kapalnya karena terbakar. Rahasia keberhasilan ini karena adanya kapal selam kecil yang dapat menyusup ke kapal lawan dan menyulut api dari dalam

Fuma Kotaro kemudian menghilang dalam kabut sejarah tanpa ada penulisan sejarah mengenai keberadaan dan kematiannya. 

Bacaan Ringan "LEGENDA PARA NINJA - TIGA NINJA LEGENDARIS JEPANG - PART 1"

http://massandry.blogspot.com
Hanzo Hattori
Hattori Hanzo (1542-23 Desember 1596), dikenal pula dengan nama Hattori Masanari, adalah sala seorang ninja terkemuka dalam sejarah Jepang. Ia sering muncul dalam manga dan novel fiksi, digambarkan berpakaian serba hitam serta memiliki kemampuan ninjutsu yang luar biasa. Mulai dari ilmu meringankan tubuh, menyelam, bergerak di bawah tanah sampai menyamarkan diri di kegelapan. Ironisnya, dalam berbagai ensiklopedia sejarah, Hanzo jarang tertulis atau terkenal sebagai seorang ninja. Yang pasti, ia tercatat melayani Tokugawa Ieyasu dengan sangat setia. Atas kepandaiannya dalam menyusun taktik, ia mendapat julukan Oni-Hanzo (Devil Hanzo).

Hattori Hanzo Early Life
Dalam legenda, Hattori Hanzo tercatat sebagai seorang superhuman ninja warrior. Dikisahkan Hanzo memiliki kemamuan untuk menghilangkan diri yang sangat sempurna. Ia juga menguasai ilmu penggunaan tali untuk menangkap musuh secara tepat. Kemampuan psychokinesis dan psychomancy pun konon dikuasai oleh Hanzo, membuatnya dapat memprediksikan taktik serta kekuatan lawan secara akurat. Selain seorang ninja, ia juga dikenal sebagai ahli pedang berkemampuan tinggi, seorang penyusun taktik jitu sekaligus piawai dalam memakai tombak. Hattori Hanzo mulai belajar ilmu bela diri pada usia 8 tahun di Gunung Kurama dan pada usia 12 tahun berhasil menjadi seorang ninja. Di usia 18 tahun, Hanzo dengan sukses menggapai posisi master ninja. Ayahnya, yakni Yasunaga, melayani Matsudaira Kuyoyasu selaku pemimpin klan Mikawa sekaligus kakek dari Ieyasu Tokugawa. Meski terlahir dan dibesarkan di provinsi Mikawa, ia sering kembali ke Iga selaku rumah dari keluarga Hattori yang memiliki kekuasaan sebagai pemimpin komunitas ninja di provinsi Iga.

Hanzo dan Ieyasu Tokugawa
Hubungan antara Hanzo dan Tokugawa Ieyasu, shogun Jepang, bermula saat Hanzo berumur 26 tahun. Ketika tinggal di Mikawa, ia menantang Hanzo untuk menahan nafas dalam air dan bahkan mencekik leher Hanzo dengan selembar kain. Tantangan itu dihadapi Hanzo dengan tenang dan akhirnya ia keluar menjadi pemenang. Ieyasu yang pucat dan terengah-engah karena kehabisan nafas bertanya mengenai berapa lama seorang ninja dapat bertahan dalam air, yang dijawab oleh Hanzo, ”Satu atau dua hari, tergantung permintaan tauan.” Untuk membuktikannya, ia kembali menyelam ke dalam air sampai beberapa jam lamanya hingga Ieyasu cemas dan mulai memanggil-manggil namanya. Hanzo muncul ke permukaan tanpa tanda-tanda kehabisan nafas lalu menyerahkan sebuah pedang pendek yang tadinya ada di pinggang Ieyasu. Ieyasu langsung terpukau dengan kemampuan Hanzo dan menjadikannya anak buah andalan sekaligus sahabatnya.

Ieyasu Tokugawa lalu mendirikan pemerintahan pusat yang bertahan selama 300 tahun, bertahan selama 15 tahun generasi keturunannya. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kemampuan Ieyasu dalam melobi banyak prajurit bertalenta tinggi. Ia memperkerjakan banyak orang dengan latar belakang yang berbeda dalam usahanya mengumpulkan ilmu dan pengetahuan. Ieyasu juga banyak dibantu oleh klan ninja, terutama Hanzo. Selama Warring States Period, para ninja merupakan agen penting dalam pengumpulan informasi dan eksekusi yang cepat. Meski banyak daimyo yang memperkerjakan ninja tetapi tidak ada daimyo sepintar Ieyasu yang cara piki dan kepandaiannya disukai para ninja. Salah satu kesuksesan dan bukti kesetiaan Hanzo pada Ieyasu adalah ketika Ieyasu mencium niat pemberontakan pada Nobunaga di Honno-ji temple. Hanzo meminta tuannya untuk mampir ke Iga, kembali ke Mikawa dengan bantuan para ninja Iga dan Koga lalu menyerang para prajurit yang berkhianat. Ieyasu pun setuju dengan usul Hanzo. Setelah mengumpulkan sekitar 300 ninja, Hanzo menyerang Honno-ji sementara Ieyasu disembunyikan di Mikawa. Keberhasilan Hanzo dibalas dengan memperkerjakan semua ninja yang membantunya dalam pertempuran tersebut.

Lalu di tahun 1590, ketika Ieyasu tinggal di Edo, para ninja diberikan tempat tinggal di sayap barat istana Edo. Area tersebut dinamakan Hanzo-Cho, dan salah satu gerbang istana dinamakan Hanzo-mon (Gerbang Hanzo). Saat Battle of Winter dan Battle of Summer yang terjadi di Osaka tahun 1614-1615, menjadi pertempuran paling besar yang pernah terjadi di Jepang. Dalam perang tersebut, para ninja mencapai puncak kejayaan dimana peran mereka sangat besar dalam mempertahankan pimpinan serta mengirim informasi. Ketika Sanada Yukimura, salah seorang jendral Toyotomi terkemuka sibuk menyusun taktik di istana Osaka, Ieyasu mengirimkan surat panah berisi tawaran 100.000 koku beras. Ieyasu juga menyuruh para ninja menyamar sebagai ronin dan memasuki istana Osaka untuk mengumpulkan informasi. Kemampuan mereka untuk menyamar akhirnya membuat klan Toyotomi kecolongan banyak informasi berharga, yang mengarah pada kejatuhannya di Battle of Winter dan Battle of Summer.

The Death of Hanzo Hattori
Hattori Hanzo meninggal di tahun 1596 pada usia 55 tahun. Ada yang mengatakan Hattori meninggal karena sakit, tetapi ada juga yang percaya bahwa Hattori dibunuh dalam sebuah pertempuran oleh ninja bernama Fuma Kotaro. Kekuasaan Hattori diturunkan kepada anaknya Masanari yang baru berusia 18 tahun ketika ayahnya meninggal. Sayangnya ia tidak menguasai ninjutsu dan lalai dalam memimpin klan Iga sehingga para ninja menganggap Masanari tidak pantas menwarisi nama besar Hanzo dan mengakibatkan perpecahan. Para ninja yang memberontak mendesak Masanari untuk turun dari tampuk pimpinan. Jumlah ninja yang memberontak tidak tercatat dengan jelas tetapi para sejarawan mencatat pemberontakan tersebut sebagai salah satu pemberontakan paling besar dalam sejarah Jepang. Di tahun 1605, klan Iga terpecah menjadi 4 bagian dan masing-masing dipimpin oleh samurai berkedudukan rendah. Iga pun tidak pernah lagi mencapai kejayaan seperti yang pernah diraih Hanzo.

Bacaan Ringan "LEGENDA PARA SAMURAI WANITA A.K.A KUNOICHI

http://massandry.blogspot.com
Samurai wanita yang lebih kuat daripada pria sering muncul dalam jidaigeki (drama sejarah), tetapi apakah mereka benar-benar ada?

Jawabannya adalah ya. Ada beberapa samurai wanita dalam sejarah Jepang.

Tomoe Gozen (1157-1247)
Seorang samurai wanita yang merupakan selir seorang jenderal Minamoto no Yoshinaka, dan bertempur di Perang Genpei.

Kaihime (1572 -?)
Selir dari seorang daimyo Toyotomi Hideyoshi. Ia melakukan perlawanan yang baik memimpin 300 pejuang melawan pasukan besar yang terdiri dari puluhan ribu prajurit.

Oohouri Tsuruhime (1526-1543)
Ia memimpin kekuatan angkatan laut untuk mengalahkan pasukan musuh atas nama orangtuanya dan kekasihnya yang diserang.

Nakazawa Koto
Seorang pendekar perempuan yang menyamar sebagai seorang pria di hari-hari terakhir Keshogunan Tokugawa. Ia merupakan ahli pedang bergagang panjang. Menyamar sebagai seorang pria, ia bergabung dengan pasukan pasca Shinsengumi (polisi dan kekuatan militer Keshogunan di Kyoto) dan kemudian berpatroli di kota Edo (nama lama Tokyo).

Ii Naotora
Dalam Era Perang Sipil, ia adalah seorang tuan tanah feodal dan ibu angkat Naomasa yang merupakan Empat Penjaga Tokugawa. Meskipun ia bukan seorang pejuang, ia membuat keluarga Ii menjadi daimyo terkemuka. Secara resmi diumumkan bahwa ia adalah lelaki dan kebenaran itu diungkap lebih dari seratus tahun kemudian.

Jika mereka bisa menyembunyikan jenis kelamin sebenarnya, pasti ada lebih banyak samurai wanita yang tidak diketahui hari ini.

Bacaan Ringan "LEGENDA PARA SAMURAI - OICHI - SAUDARI ODA NOBUNAGA""

http://massandry.blogspot.com
Sejarah
Oichi (1547-1583) adalah seorang wanita bangsawan Jepang semasa perang sipil / periode Sengoku yang terkenal akan kecantikannya. Dia adalah adik dari salah seorang pemersatu Jepang, Oda Nobunaga dan istri dari dua daimyo terkenal Azai Nagamasa dan Shibata Katsuie. 

Oichi menghabiskan masa mudanya di Owari, daerah kekuasaan klan Oda. Dia dinikahkan dengan Shibata Katsuie sebagai hadiah yang diberikan Nobunaga setelah Katsuie melancarkan kudeta yang gagal padanya lalu memohon pengampunan dan bersumpah melayaninya dengan setia. 

Namun pernikahan mereka tidak berlangsung lama, tahun 1567 dalam penaklukan Mino, Nobunaga membatalkan pernikahannya dengan Katsuie dengan alasan politis. Oichi dinikahkan dengan rival Nobunaga, Azai Nagamasa untuk mempererat persekutuan. Dalam hal ini Oichi tidak mempunyai pilihan lain selain menurut dan terpaksa diapun bercerai dengan Katsuie Dari Nagamasa, Oichi melahirkan seorang putra, Manjumaru dan tiga orang putri Cha-cha (dikenal juga dengan Yodo Gimi atau Yodo Dono), O-Hatsu, dan O-go. 

Tahun 1570, suaminya mengkhianati persekutuan dengan kakaknya dengan menyerang Nobunaga bersama klan Asakura. Pertempuran sengit pun berlangsung selama tiga tahun lamanya hingga klan Asakura kalah. Setelahnya pasukan Nobunaga terus maju dan mengepung kastil Odani, pusat klan Azai tempat Oichi dan keluarganya tinggal. Nobunaga menuntut agar Oichi dikembalikan padanya. Nagamasa menyanggupi tuntutan itu, Oichi dan ketiga putrinya dipulangkan dengan selamat pada Nobunaga sementara dia sendiri dan putranya, Manjumaru melakukan seppuku di kastilnya. 

Dengan demikian Oichi kini kembali menikah dengan suami sebelumnya, Shibata Katsuie sekitar tahun 1574. Tragedi dalam kehidupannya belum berakhir, menyusul kematian Nobunaga tahun 1583, suaminya terlibat konflik dengan Toyotomi Hideyoshi mengenai masalah suksesi dalam klan Oda. Pasukan Katsuie dihancurkan di Shizugatake, perbukitan di utara Omi. 

Sadar dirinya telah kalah, Katsuie mengurung diri dalam kastilnya di Kita-no-shō dan siap melakukan seppuku. Dia sempat meminta Oichi agar menyelamatkan diri bersama anak-anaknya, namun kali ini Oichi tidak ingin meninggalkan suaminya seperti yang pernah dilakukan terhadap Nagamasa dulu. Oichi hanya menitipkan ketiga putrinya pada Hideyoshi sementara dia sendiri menemani suaminya menyongsong maut di kastil yang mulai terbakar.

Keturunan
Ketiga putrinya kelak menjadi istri-istri orang terkenal dalam sejarah Jepang, Cha-cha, O-Hatsu dan O-go masing-masing menikah dengan Hideyoshi, Kyôgoku Takatsugu, dan Tokugawa Hidetada. Yodo Gimi menjadi selir dari Hideyoshi, sebuah ironi karena Hideyoshilah yang bertanggung jawab atas kematian kedua orang tuanya dan juga ayah tirinya. Kepadanya, Hideyoshi menganugerahkan kastil Yodo, karena itulah kemudian dia juga dikenal dengan nama Yodo Gimi atau Yodo Dono. Dia melahirkan dua putra bagi Hideyoshi, salah satunya, Toyotomi Hideyori. Belakangan dia bersama Hideyori bunuh diri setelah kekalahannya dalam pertempuran Osaka yang adalah pertempuran terakhir jaman sengoku. 

Putri kedua, O-Hatsu menikah dengan Kyôgoku Takatsugu, bangsawan yang pernah bekerja pada klan Azai. Klan Kyôgoku memihak pada Tokugawa setelah kematian Hideyoshi. O-Hatsu berperan sebagai mediator antara Tokugawa dan kakaknya Yodo Gimi. Walaupun tidak berhasil mendamaikan kedua pihak, dia berhasil menyelamatkan putri Hideyori dengan menjadikannya biarawati setelah kekalahan di Osaka.

Putri bungsu, O-go menikah dengan shogun kedua Tokugawa, Hidetada. Mereka mempunyai banyak anak termasuk shogun ketiga, Iemitsu dan Masako, istri Kaisar Go-Mizunoo. Putri Masako, Okiko kelak menjadi Permaisuri Meisho, maka Oichi secara anumerta menjadi nenek dari shogun dan moyang dari permaisuri.

Bacaan Ringan "LEGENDA PARA SAMURAI - KITA NO MANDOKORO NENE""

http://massandry.blogspot.com
Sejarah
Nene (1546-1624) adalah seorang perempuan bangsawan di masa Sengoku dan periode Edo. Dia adalah wanita yang dikenal cantik, pintar, dan yang menikahi Toyotomi Hideyoshi. Dia lahir pada tahun 1546, saudara wanita dari Sugihara Sadatoshi. Pada tahun 1561 dia menikahi Toyotomi Hideyoshi, seorang lelaki yang menjadi Taiko (pemersatu jepang). 

Dia menjadi Istri kesayangan Toyotomi Hideyoshi. Dia mendapatkan gelar Kita no Mandokoro. Nene sebagai istri Hideyoshi sangat membantu perjuangan suaminya karena dia mempunyai hubungan keluarga dengan sebagaian pengikut Hideyoshi yang merupakan keluarga samurai. Diantaranya Sugihara Ietsugu (paman dari Nene), Kinoshita Iesada ( Kakak lelaki Nene), Asano Nagamasa (Kakak ipar Nene). Mereka ini nantinya merupakan pengikut Hideyoshi yang mempunyai peranan penting dalam pihak Toyotomi. Walaupun Nene tidak mempunyai seorang anak dari Hideyoshi, tetapi dia dikenal karena kepandaiannya dimasa itu karena dia sering memberikan nasihat kepada Hideyoshi tentang pemerintahan melalui surat-suratnya.

Ketika Hideyoshi berhasil menyatukan jepang, Nene sering menemani dalam tiap pesta yang di datangi oleh Hideyoshi. Dia sangat sopan dan menghormati semua tamu yang ada pada pesta tersebut. Bahkan pada saat Hideyoshi terbaring sakit dia mengadakan ritual untuk mendoakan kesembuhan Hideyoshi.

Walaupun Nene kelihatan bahagia, sebenarnya dia sedang galau karena harus berkompetisi dengan wanita lain untuk mendapatkan perhatian Hideyoshi. dan dalam surat Oda Nobunaga untuk Nene, Nobunaga mengatakan bahwa Hideyoshi tidak puas dengan Nene karena tidak bisa memberikan dia anak. Ada rumor beredar bahwa selama perang Sekigahara, Nene menjadi bagian dari pihak Tokugawa. Setelah kematian Hideyoshi pada tahun 1598, Nene menjadi seorang bikuni dan mengganti namanya menjadi Kodai-in, dia menjadi bikuni di kuil Kodai-ji di Kyoto dimana itu sebagai makam dari suaminya, ibu, dan juga Toyotomi Hideyori. Selama masa perang Sekigahara dia dikabarkan memihak Tokugawa Ieyashu.

Bacaan Ringan "LEGENDA PARA SAMURAI - KIRIGAKURE SAIZO"

http://massandry.blogspot.com
Kirigakure Saizō Statue
Kirigakure  Saizō (雾 隠 才 蔵?) Adalah seorang ninja legendaris dari fase akhir dari perang sipil Jepang. Dalam cerita rakyat, ia adalah salah satu dari Sepuluh Pelindung Sanada, dan selain Sasuke Sarutobi, dia adalah yang paling diakui  dari Sepuluh Pelindung Sanada.

Seperti dalam kasus Sasuke, mungkin Saizō penciptaan fiksi dari sastra zaman Meiji populer, mungkin didasarkan pada Kirigakure Shikaemon, meskipun beberapa berpendapat keberadaan faktual nya. Menurut sejarawan Stephen Turnbull dan penulis Joel Levy, ada catatan sejarah dari upaya pembunuhan yang gagal oleh seorang ninja yang disebut Kirigakure Saizō, dikirim oleh panglima perang Tokugawa Ieyasu untuk membunuh saingannya Toyotomi Hideyoshi (Tokichiro Kinoshita). 

Menurut versi lain dari kejadian ini,  seniman bela diri dan peneliti Donn Draeger F., "ninja ceroboh" Saizō ditangkap sementara karena memata-matai Hideyoshi, yang sebenarnya menyelamatkan kehidupan panglima perang karena dia akan dibunuh oleh seorang agen ganda, Yusuke Takiguchi, hidup Saizō itu kemudian luput pada kondisi menyatakan kesetiaan kepada klan Toyotomi.

Saizō dikatakan menjadi master dari Iga ninjutsu. Sarutobi Sasuke, seorang ninja Koga, sering digambarkan sebagai saingan Saizō , dan setelah mereka berdua di pertemukan Yukimura Sanada, mereka menjadi teman baik dan mitra.Kirigakure merupakan nama harfiah berarti "Kabut Tersembunyi", seperti Saizō yang sering dikaitkan dengan kabut dan sulap ilusi. Berbeda dengan Sasuke, yang sering gambarkan dengan penampilan liar, Saizō biasanya muncul sebagai seorang pemuda tenang, elegan, dewasa, tampan dan kadang-kadang feminin.

Setelah Sasuke, Saizō adalah satu dari Sepuluh Pelindung Sanada yang sering hadir dalam karya fiksi modern. Dalam manga dan anime seri Samurai Deeper Kyo, Saizo adalah loyalis fanatik Sanada Yukimura. Dalam Film Goemon, Kirigakure Saizō digambarkan oleh Takao Osawa (Takeru Satoh dan dalam peran Saizō muda). 

Sebuah desa bernama Kirigakure ("Hidden Mist") jugamuncul dalam manga dan anime Naruto.

Bacaan Ringan "LEGENDA PARA SAMURAI - MASAMUNE DATE"

http://massandry.blogspot.com
Sejarah
Date Masamune (5 September 1567 – 27 Juni 1636) adalah seorang samurai dari periode Azuchi-Momoyama sampai awal periode Edo. Dia merupakan ahli waris dari Daimyo terkuat di daerah Tohoku, dia juga menjadikan kota Sendai sebagai kota yg moderen. Seorang ahli taktik dan membuat gayanya sendiri dengan penutup matanya dan dipanggil dengan sebutan Dokuganryu, atau Naga bermata satu. 

Masamune Date adalah anak tertua dari Terumune Date, lahir di Istana Yonezawa. Pada umur 14 di tahun 1581, Masamune memimpin pertempuran untuk pertama kali untuk menolong ayahnya melawan keluarga Soma. Di tahun 1584 di umur 18 tahun Masamune Date menjadi pengganti ayahnya yg pensiun sebagai Daimyo. Keluarga Date pertama kali muncul saat awal periode Kamakura oleh Isa Tomomune, yang juga berasal dari distrik Isa di propinsi Hitachi. Isa Tomomune mendapat daerah di sekitar distrik Date dihadiahkan oleh Minamoto no Yoritomo karena membantu dalam perang Minamoto – Taira dan juga saat Yoritomo berjuang dengan saudaranya Yoshitsune.

Masamune lebih sering dikenal daripada Daimyo lainnya, hal ini karena dia memakai Helm perang dengan hiasan bulan sabit yang menandakan keganasan dan kekejamannya. semasa kecil dia kehilangan mata kanannya (hal ini masih belum diketahui karena dari beberapa sumber ada yg mengatakan mata kanan mengalami penyakit mata parah dan mengharuskan organ mata diambil, dan ada juga yg mengatakan mata kanan hilang ketika terjadi perampokan di masa kecilnya) karena kehilangan mata kanan tersebut dia dianggap tidak pantas menjadi seorang daimyo oleh ibunya. 

Klan Date telah membangun aliansi dengan klan tetangga dengan cara menikahkan keluarganya dengan keluarga lain. Setelah Masamune diganti, salah satu pelayannya bernama Odachi Sadatsuna mengkhianati klan dan bergabung dengan klan Ashina di Aizu. Masamune akhirnya mendeklarasikan perang terhadap Ashina, tetapi pasukannya berhasil dihentikan oleh jendral Ashina yg bernama Iwashiro Morikuni, yang menyebabkan pasukan Masamune mundur ke Istana Obama.

Dengan kebangkitan Masamune, beberapa klan aliansi yang dulu berhubungan baik, menjadi berbalik menyerang dan juga berusaha memperluas daerah kekuasaannya, bahkan sanak familinya di Mutsu propinsi Dewa. Karena takut atas kelakuan beberapa klan tetangga yg semakin tidak bisa dikontrol, keluarga Hakeyama meminta Date Terumune untuk menghentikan anaknya. 

Mereka mengajak Terumune untuk makan malam di kediaman mereka, setelah pembicaraan yg panjang akhirnya Terumune mengatakan dia tidak bisa menghentikan perilaku anaknya, yg menyebabkan keluarga Hatakeyama memilih menculik ayah Masamune. Hal ini di dengar oleh Masamune dan mengejar keluarga Hatakeyama, setelah mendekati kediaman keluarga Hatakeyama Masamune mendengarkan teriakan ayahnya untuk menyerang keluarga Hatakeyama tanpa mempedulikan ayahnya, dalam penyerangan ini ayahnya Terumune juga ikut terbunuh. Masamune mengejar dan membunuh semua keluarga Hatakeyama tanpa terkecuali.

Setelah mengalahkan Ashina di tahun 1589, dia menjadikan Aizu sebagai markas utama dalam menjalankan operasinya. Hubungan antara ibunya dengan dia semakin buruk. Ibunya ingin Masamune untuk segera diganti dengan anak keduanya bernama Kojiro. Suatu ketika saudaranya ini berusaha memberikan racun kepada Masamune, hal ini diketahui oleh Masamune dan segera membunuh saudaranya itu dan akhirnya Ibunya melarikan diri ke klan Mogami untuk berlindung. Di tahun 1590, Toyotomi Hideyoshi menguasai Istana Odawara dan memaksa Daimyo Tohoku untuk ikut berperang, walaupun Masamune pada awalnya menolak ajakan Hideyoshi dia tidak bisa menolak bahwa Hideyoshi ditakdirkan untuk memimpin jepang. 

Dia telat datang dalam pertemuan dan membuat Hideyoshi marah, tidak ingin dieksekusi dia datang dengan mengenakan pakaian terbaik dan menunjukkan rasa tidak kenal takut dihadapan Hideyoshi. Karena tidak ingin dapat masalah berkelanjutan kemudian Hideyoshi mengampuni Masamune. Setelah mengabdi beberapa waktu dengan Hideyoshi, dia mendapatkan Istana Iwatesawa yang merupakan hadiah dari Hideyoshi beserta tanah di sekitarnya. Masamune pindah ke Istana itu pada tahun 1591 dan membangun kembali istana tersebut juga mengganti namanya menjadi Iwadeyama. Masamune tinggal di Iwadeyama selama 13 tahun dan menjadikan Iwadeyama menjadi pusat ekonomi dan politik. 

Setelah kematian Hideyoshi dia mengabdi kepada Tokugawa (saran oleh Katakura Kojuuruo). Tokugawa Ieyasu menghadiahkan Masamune daerah Sendai yang menjadikan Masamune Daimyo terkuat di jepang. Tokugawa menjanjikan Masamune bisa mendapatkan satu juta koku, walaupun sudah melakukan perbaikan dan juga pemeliharaan hasil dari tanah hanya memproduksi 640.000 koku dan kebanyakan untuk dikirim ke kota Edo. Di tahun 1604 Masamune pindah ke Sendai dan meninggalkan anak ke empatnya yg bernama Date Muneyashu untuk memerintah Iwadeyama. Masamune ingin menjadikan Sendai lebih makmur lagi dari sebelumnya. 

Walaupun Masamune menguasai seni berperang dan mempunyai hubungan baik dengan pihak asing, dia juga merupakan Daimyo yg ambisius dan agresif. Pertama kali memerintah klan Date, dia sering mengalami kekalahan karena kelakuan dia sendiri.

Menjadi kekuatan besar di daerah utara jepang membuat Masamune dicurigai sebagai rival yg potensial untuk melawan balik. Pada saat Hideyoshi Toyotomi memerintah dia mengurangi daerah kekuasaan MAsamune karena datang terlambat saat menjaga Istana Odawara melawan Hojo Ujimasa. Kemudian saat Tokugawa Ieyashu berkuasa dia juga memberikan sedikit daerah untuk Masamune. Walaupun dicurigai baik oleh Tokugawa maupun Toyotomi, dia merupakan Daimyo paling setia terhadap tuannya.

Bacaan Ringan "LEGENDA PARA SAMURAI - SASAKI KOJIRO"

http://massandry.blogspot.com
Sejarah
Sasaki Kojiro ( disebut juga Ganryu Kojiro ) lahir tahun 1585 – 13 April 1612. Seorang samurai jepang yang lahir di daerah Fukui yang hidup dari jaman Sengoku sampai awal jaman Edo. Pertarungan dia dengan Miyamoto Musashi di Ganryu Island menjadi sejarah sampai sekarang. Sasaki Kojiro beraliran pedang Ganryu yang juga dijadikan nama sebuah dojo yang dia dirikan. Dikatakan bahwa Sasaki Kojiro belajar gaya berpedang Chujo-ryu dari Kanemaki Jisai (murid Toda Seigen). Kanemaki Jisai sendiri adalah master menggunakan kodachi ( pedang kecil yang digunakan sebagai pendamping pedang katana ). 

Kojiro menjadi lawan tanding bagi gurunya karena gurunya sendiri memakai kodachi sedangkan kojiro menggunakan nodachi atau pedang panjang, karena ini lah mereka semakin terasah dalam menggunakan masing2 senjatanya. Setelah Kojiro mengalahkan adik termuda gurunya dia pergi dari dojo dan mendirikan dojonya sendiri yang bernama Ganryu. Karena kepopuleran dojo dan banyaknya duel yang dimenangkan ( salah satunya ketika bertahan dari 3 orang sekaligus yang menyerang dia hanya dengan kipas kertas ), Kojiro diberi kehormatan oleh Lord Hosokawa Tadaoki sebagai kepala persenjataan dari Hosokawa Fief di utara Kyushu. 

Kojiro di kenal mahir menggunakan Nodachi ( pedang jepang dua tangan ) dan menggunakan salah satu pedangnya yang bernama “The Laundry-Drying Pole” sebagai senjata utamanya. Sasaki Kojiro menjadi rival dari Musashi Miyamoto yang menurut Miyamoto Musashi sendiri mengakui kalau Sasaki Kojiro adalah lawan yang tangguh, ada banyak pertarungan antara mereka berdua tetapi yang paling banyak dijadikan cerita pada saat di Pulau Ganryu. 

Awalnya Musashi Miyamoto mendengar kepopuleran Kojiro dan Miyamoto Musashi meminta Lord Hosokawa Tadaoki untuk mengatur duel antara mereka berdua. Pertarungan disiapkan pada tanggal 13 April 1612 di Pulau Ganryujima of Funashima (Pulau antara Honshu dan Kyushu). Menurut sejarah Musashi datang terlambat sekitar 3 jam dan ketika Kojiro berteriak marah kepada Musashi hanya tersenyum. Karena marah Kojiro langsung bertarung dengan dipenuhi amarah, dengan teknik andalannya “Swallow Blade Cut’s” dia berusaha mengalahkan Musashi.Sayangnya Musashi lebih dulu memukul iga kiri Kojiro yang menyebabkan patah dan menusuk paru-parunya yang menyebabkan kematian bagi Kojiro. Sebuah patung didirikan di jembatan kintai antara iwakuni dan shinwakuni. 

“The Laundry-Drying Pole” / “Monohoshi Zao”
Senjata favorit Kojiro yang merupakan nodachi dengan panjang 90 cm ( untuk dibandingkan dengan katana biasa yang panjangnya 70 cm ) pedang itu termasuk panjang. walaupun pedang itu panjang dan berat kojiro bisa menggunakan dengan cepat dan terarah, hal ini masih menjadi misteri bagaimana dia bisa mengontrol senjatanya dengan baik. Pedang itu dibuat oleh Bizen Nagamitsu (salah satu murid dari Masamune)

1. Pedang pertama 120 cm
2. Pedang kedua 122 cm
3. Pedang ketiga 90 cm
4. Pedang keempat 70 cm

Untuk membandingkannya dapat dilihat di gambar dibawah ini, membandingkan pedang pertama dengan pedang ketiga. Pedang pertama biasanya dipakai saat berada diatas kuda agar jangkauannya sampai ke musuh. Sedangkan pedang ketiga biasanya dipakai saat tidak berkuda untuk pertarungan satu lawan satu yang biasanya dilakukan samurai saat menjaga kehormatannya.

“Swallow Cut” / “Tsubame Gaeshi”
Berdasarkan legenda teknik ini ditemukan oleh Sasaki Kojiro, pendiri aliran pedang Gan-ryu. Suatu teknik andalan Kojiro yang ditakuti pada masa feodal, dan alasan diberikan nama seperti itu karena mirip dengan pergerakan ekor burung layang2 yang sedang terbang menukik dan naik. Dia menemukan teknik ini ketika dia melihat burung layang2 yang terbang di Kintaibashi Bridge di Iwakuni. Teknik ini dilakukan dengan cara membalas tebasan lawan dengan cepat dari arah atas ke bawah dan kembali keatas dengan cepat, ketika penyerang menebaskan pedangnya Sasaki Kojiro menahan dari arah samping dan kemudian menebas balik lawannya dan kembali pada posisi awal dia memegang pedang. 

Arah tebasan dari teknik ini belum bisa diketahui karena teknik ini bisa digunakan baik dari atas kebawah maupun sebaliknya, teknik ini bisa disamakan dengan menggabungkan kedua teknik Itto-ryu Kinshi Cho Ohken dan Ganryu Kosetsu, tekniknya memotong dari atas ke bawah kemudian memotong langsung ke atas dengan kecepatan yang tinggi. Sampai saat ini umur pasti dari Sasaki Kojiro masih menjadi misteri, karena penanggalan jaman jepang kuno dengan sekarang sangat berbeda. tapi banyak penggambaran mengenai wajah ataupun karakter yang sudah melenceng dari aslinya.

Bacaan Ringan "LEGENDA PARA SAMURAI - NAOE KANETSUGU"

http://massandry.blogspot.com
Sejarah
Naoe Kanetsugu adalah seorang bushi jaman Sengoku, jaman Azuchi-Momoyama hingga awal zaman Edo. Penasehat senior (karo) klan Uesugi. Kanetsugu dilahirkan tahun 1560 di provinsi Echigo sebagai putra pertama Higuchi Kanetoyo yang merupakan pengikut Nagao Masakage, dan ibu dari klan Izumi asal Shinshu. 

Ayah Kanetsugu disebut-sebut sebagai keturunan Higuchi Kanemitsu yang bekerja sebagai penasehat senior Minamoto no Yoshinaka (Kiso Yoshinaka). Setelah ayah Kagekatsu yang bernama Nagao Masakage wafat, Uesugi Kenshin menjadikan Uesugi Kagekatsu sebagai putra angkat. Kanetsugu merupakan teman sepermainan Kagekatsu, sehingga Sentō-in (ibu Kagekatsu sekaligus kakak perempuan Uesugi Kenshin) mengajak Kanetsugu untuk tinggal di Istana Kasugayama bersama anaknya. Pernyataan ini tidak didukung bukti-bukti kuat karena kurangnya catatan sejarah mengenai keadaan masa itu. Dalam buku sejarah Hankanfu (tahun 1702), ayah Kanetsugu justru ditulis sebagai tukang kayu bakar dan arang.

Penerus klan Naoe
Uesugi Kenshin wafat di tahun 1578, kekuasaan diwariskan kepada Uesugi Kagekatsu. Sampai bulan Agustus 1580, Higuchi Kanetsugu merupakan pendamping sekaligus perantara kalau ada pihak yang ingin berhubungan dengan Kagekatsu. Selanjutnya tanggal 15 Agustus 1580, Kanetsugu diangkat sebagai penulis Inhanjō (surat resmi) bagi Kagekatsu. 

Di tahun 1581, ketika Yamazaki Shūsen dan penasehat senior Kagekatsu bernama Naoe Nobutsuna sedang rapat di Istana Kasugayama, Mōri Hidehiro datang untuk membunuh Yamazaki Shūsen. Nobutsuna begitu terkejut dan membalas serangan Mōri Hidehiro dan berhasil melukai Hidehiro di bagian muka, tapi berakhir dengan terbunuhnya Nobutsuna di tangan Hidehiro. Naoe Nobutsuna merupakan kepala klan Naoe yang tidak memiliki putra pewaris, sehingga Kagekatsu yang tidak ingin garis keturunan klan Naoe terputus menjodohkan Kanetsugu dengan Osen no kata yang merupakan putri Naoe Kagetsuna dari klan Naoe. Pernikahan Kanetsugu dengan Osen no kata menjadikan Kanetsugu sebagai putra angkat keluarga Noe. Higuchi Kanetsugu lalu berganti nama menjadi Naoe Kanetsugu, dan diangkat sebagai pewaris klan Naoe. Selanjutnya, Kanetsugu yang dipasangkan dengan Kano Hideharu memulai tugas sebagai pejabat pemerintah.

Masa pemerintahan Toyotomi
Di tahun 1583, Kanetsugu diangkat sebagai penguasa provinsi Yamashiro (Yamashiro no Kami) dengan jabatan Jugoige. Sejak akhir tahun 1584 Kano Hideharu jatuh sakit, sehingga pemerintahan dalam negeri dan hubungan luar negeri hampir seluruhnya menjadi tanggung jawab Kanetsugu. Setelah Hideharu wafat, Kanetsugu bertugas seorang diri sampai di akhir hayatnya. 

Di tahun 1588, Toyotomi Hideyoshi menghadiahkan nama keluarga Toyotomi kepada Kanetsugu atas keberhasilannya menaklukkan Shibata Shigeie di tahun sebelumnya (1587). Secara berturut-turut Kanetsugu mencatat keberhasilan dalam tugasnya menaklukkan provinsi Sado di tahun 1589, dan menghancurkan klan Hōjō dalam Pertempuran Odawara (1590). Di tahun 1592, Kanetsugu ikut serta dalam invasi ke Joseon bersama Uesugi Kagekatsu.

Di tahun 1598, Toyotomi Hideyoshi menukar provinsi Echigo yang dimiliki Kagekatsu dengan wilayah Aizu (sekarang di Prefektur Fukushima) yang bernilai lebih tinggi (1.200.000 koku). Kanetsugu mendapat hadiah dari Hideyoshi berupa provinsi Dewa di Yonezawa senilai 60.000 koku termasuk tambahan prajurit sehingga total bernilai 300.000 koku.

Naoe Kanetsugu Armor
Setelah Hideyoshi wafat tanggal 18 Agustus 1598, Tokugawa Ieyasu berusaha mengambil alih kepemimpinan. Kanetsugu merupakan teman dekat Ishida Mitsunari, sehingga Kanetsugu memutuskan untuk berada di pihak Ishida Mitsunari dan menjadi musuh Tokugawa Ieyasu. Pengikut setia klan Uesugi bernama Fujita Nobuyoshi tidak sependapat dengan Kanetsugu yang ingin menjadi lawan Ieyasu, dan mengusulkan perdamaian dengan klan Tokugawa. Usul berdamai dengan Ieyasu membuat murka Kanetsugu yang berakibat pada pengusiran Fujita Nobuyoshi. Kanetsugu juga berkali-kali menolak undangan Ieyasu untuk datang mengunjunginya di Kyoto. Ieyasu tidak senang dengan pembangkangan Kanetsugu dan melancarkan serangan ke Aizu yang dikenal sebagai Penaklukan Aizu. Peristiwa penyerangan ini menjadi sebab tidak langsung Pertempuran Sekigahara. 

Kanetsugu memimpin 30.000 prajurit elit untuk menyerbu ke Yamagata yang merupakan wilayah kekuasaan Mogami Yoshiaki. Penyerangan Kanetsugu berhasil menghancurkan berbagai posisi klan Mogami seperti Istana Hataya yang dipertahankan pengikut Yoshiaki yang bernama Eguchi Gobei. Selanjutnya, pasukan Kenetsugu menyerang berbagai posisi pengikut klan Mogami, seperti Istana Hasedō yang dipertahankan Shimura Mitsuyasu dan Istana Kamiyama yang dipertahankan Satomi Minbu. Akibat perlawanan sengit pasukan Mogami, penyerbuan ke Istana Hasedō memerlukan waktu yang lama, ditambah tewasnya jenderal di pihak pasukan Uesugi yang bernama Kamiizumi Yasutsuna.

Sementara itu, Pertempuran Sekigahara pecah di provinsi Mino, dan kabar kekalahan kubu pasukan barat sampai di Ōshū (provinsi Mutsu). Semangat tempur pasukan Mogami yang berpihak di kubu pasukan timur dalam Pertempuran Sekigahara menjadi menyala-nyala. Pasukan pimpinan Rusu Masakage datang untuk mengejar pasukan Kanetsugu. Pertempuran sengit terjadi antara pasukan Kanetsugu dengan pasukan Rusu Masakage yang dikirim Date Masamune untuk membantu pasukan Mogami. Pengikut Kenshin seperti Suibara Chikanori dan Maeda Toshimasu bertempur mati-matian hingga berhasil menekan kerugian hingga sekecil mungkin. Perlawanan yang diberikan pasukan Uesugi sewaktu sedang ditarik bahkan sempat dipuji-puji pihak lawan (Mogami Yoshiaki dan Tokugawa Ieyasu).

Zaman Edo
Di bulan ke-7 tahun 1601, Uesugi Kagekatsu berangkat ke Kyoto ditemani Naoe Kanetsugu untuk memohon pengampunan dari Tokugawa Ieyasu. Permohonan ampun dikabulkan Ieyasu dan klan Uesugi boleh terus dipertahankan, tapi menerima hukuman berupa pemindahan wilayah kekuasaan klan Uesugi dari provinsi Aizu ke provinsi Dewa Yonezawa yang hanya bernilai 300.000 koku. 

Naoe Kanetsugu diminta bersumpah setia kepada Tokugawa Ieyasu, dan Kanetsugu berganti nama sebagai Shigemitsu pada tanggal 4 Januari 1608. Setelah itu, Kanetsugu membangun tanggul dan kota sekeliling Istana Yonezawa. Kanetsugu berjasa dalam membangun dasar-dasar pemerintahan wilayah (han) Yonezawa, termasuk pembangunan industri dan pertambangan.

Sementara itu, klan Uesugi mencoba berdamai dengan klan Tokugawa dan menjalin hubungan dengan Honda Masanobu. Di tahun 1609, klan Uesugi dibebaskan dari pajak sebesar 100.000 koku berkat bantuan Honda Masanobu yang tampil sebagai penengah sehingga klan Uesugi sangat terbantu. Selain itu, putra Masanobu yang bernama Honda Masashige untuk sementara sempat dijadikan putra angkat Kanetsugu. Hubungan bapak-anak antara Kanetsugu dan Masashige bahkan masih terus berlanjut setelah status putra angkat Masashige dibatalkan.

Di masa tuanya, Kanetsugu sempat bertempur di pihak Tokugawa dalam Pertempuran Osaka tahun 1614. Di rumah kediaman Uroko-yashiki di Edo, Kanetsugu wafat di usia 60 tahun pada tanggal 19 Desember 1619.

Bacaan Ringan "LEGENDA PARA SAMURAI - HONDA TADAKATSU"

http://massandry.blogspot.com
Sejarah
Honda Tadakatsu (1548-1610) adalah samurai dimasa perang saudara Jepang/ periode Sengoku yang mengabdi pada Tokugawa Ieyasu sejak memulai karirnya dari awal hingga menjadi Shogun yang mempersatukan Jepang. Namanya mulai dikenal sejak Pertempuran Anegawa (1570) dimana pasukan gabungan Tokugawa dan Oda Nobunaga mengalahkan pasukan klan Azai dan Asakura. Dalam Pertempuran Mikatagahara(1572), bersama Okubo Tadayo dia berhadapan dengan pasukan klan Takeda. Honda memimpin sayap kiri pasukan Tokugawa dan bertempur melawan pasukan Takeda yang dikomandani Naito Masatoyo. 

Dalam pertempuran itu pasukan Tokugawa kalah, namun dapat meloloskan diri dari kehancuran tragis berkat kepemimpinannya. Tiga tahun kemudian, dia memimpin pasukan senapan dalam Pertempuran Nagashino (1575). Disinilah dendam atas kekalahannya dulu terbalaskan, pasukan Takeda dibawah pimpinan Takeda Katsuyori kehilangan lebih dari 10.000 pasukannya dan Katsuyori sendiri melarikan diri. 

Keperkasaannya di medan perang dibuktikannya sekali lagi dalam Pertempuran Komaki-Nagakute dimana pasukan Tokugawa berhadapan dengan pasukan Toyotomi Hideyoshi. Saat itu Tokugawa kalah dan terpaksa melarikan diri dari kejaran Hideyoshi. Hanya dengan beberapa prajutitnya, Honda bersama Ishikawa Yasumichi menghadang pasukan pengejar yang jumlahnya jauh lebih besar (sekitar 1 banding 50) di sekitar Sungai Shonai. Hideyoshi takjub melihat keberanian dan keperkasaannya sehingga dia memerintahkan pasukannya agar jangan mencelakainya. Tahun 1586, dia mengawal Tokugawa ke Kyoto dan dianugerahi gelar Nakatsukasa-taiyu. 

Tahun 1590, setelah Tokugawa dan Hideyoshi berdamai, dia turut berpartisipasi dalam pengepungan Kastil Odawara menundukkan klan Hojo. Selanjutnya dia juga ikut dalam invasi Hideyoshi menaklukkan Korea. Setelah Hideyoshi mangkat, dia turut berperang dalam Pertempuran Sekigahara (1600), pertempuran besar yang paling menentukan dalam sejarah Jepang melawan keturunan Hideyoshi dan daimyo-daimyo yang pro padanya. Atas jasanya itu, Tokugawa menganugerahinya daerah yang subur dan luas di Izu (Kuwana). 

Honda wafat pada tahun 1610, dia dianggap sebagai salah satu jendral Tokugawa yang paling setia dan paling perkasa, bahkan konon kabarnya dia tidak pernah terluka serius sekalipun dalam setiap pertempurannya. Dalam medan perang dia dapat dikenali dari helmnya yang berhiaskan tanduk rusa. Pelayanannya pada Tokugawa diteruskan oleh anak-anaknya Tadamasa ( 1575-1638 ) dan Tadatomo (1582-1615) yang keduanya juga berjasa dalam pertempuran berikutnya, yaitu Pertempuran Osaka (1614 dan 1615).

Bacaan Ringan "SEPULUH LEGENDA NINJA ZAMAN KESHOGUNAN JEPANG"

http://massandry.blogspot.com
Ninja berasal dari cina kuno yang kemudian melanjutkan perjalanan ke Jepang selama Dinasti Tang. Orang Jepang mengembangkan seni beladiri Ninja, dengan menciptakan pembunuh yang mematikan, yang dapat menyelinap masuk tanpa terdeteksi dan kemudian menyerang secara tiba-tiba.

Asal usul ninja sangat tidak jelas dan sulit untuk dipastikan. Menurut sejarah, mereka ada sekitar abad ke-14. Dalam catatan tertulis detail kegiatan ninja bahwa mereka juga dikenal sebagai shinobi “ahli di bidang pengumpulan informasi,” atau “ahli dalam penyamaran dan bergerak secara diam-diam” yang mampu menembus wilayah musuh untuk mengamati setiap gerak-geriknya dan mendapatkan informasi rahasia tanpa terdeteksi. Pada periode Sengoku (masa peperangan di Jepang abad 15 – 17), tentara bayaran dan mata-mata untuk di sewa muncul dari daerah Iga dan Koga di Jepang, dan dari klan inilah yang kemudian banyak pengetahuan tentang ninja itu disimpulkan.

Sanada Yukimura
Yukimura adalah seorang jago pedang, ahli strategi dan jendral berbakat yang disegani kawan maupun lawan. Tokugawa sendiri mengaguminya dan memendam rasa takut padanya hingga ajalnya. Kematiannya yang heroik membuatnya dianggap sebagai prajurit terhebat dan tokoh paling populer dalam periode Sengoku. Dia seringkali dijuluki pahlawan yang muncul setiap seratus tahun sekali. Legenda mengatakan dia juga anggota salah satu perkumpulan ninja dan mempunyai sepuluh bawahan yang dikenal sebagai Sepuluh Pendekar Sanada yang adalah kaum ninja, mereka adalah :

Sarutobi Sasuke
Kirigakure Saizo
Miyoshi Sekai
Miyoshi Isa
Anayama Kosuke
Unno Rokuro
Kakei Juzo
Nezu Jinpachi
Mochizuki Rokuro
Yuri Kamanosuke
Sarutobi Sasuke
Secara umum Sasuke adalah ciptaan fiksi pada era meiji yang lahir 25 Juni, 410 berdasarkan dari sejarah ninja Kozuki Sasuke. Faktanya menyebutkan bahwa dia terdaftar dalam anggota Sepuluh Pahlawan Sanada yang merupakan bukti bahwa dia pernah ada.

Sasuke adalah seorang ninja dari klan Koga, sedangkan Kirigakure Saizo adalah seorang ninja Iga. Dengan demikian, ketika Sasuke dan Saizo muncul bersama-sama, mereka selalu digambarkan sebagai saingan berat, namun setelah direkrut ke Sanada mereka menjadi sahabat.

Sarutobi yang berarti ‘monyet melompat’, dia dikenal karena kelincahan dan kecepatannya dalam bergerak, terutama di pohon.

Sasuke meninggal ketika ia terdeteksi oleh penjaga istana. Dia berhasil melarikan diri namun sayang, dia masuk ke dalam perangkap beruang yang membuatnya terpaksa untuk mengamputasi kakinya sendiri. Dia kemudian bunuh diri di depan para penjaga istana dan mereka pun melemparkan tubuhnya ke dalam parit.

Kirigakure Saizou
Saizo adalah seorang ninja dari klan Iga yang ahli dalam Iga ninjutsu. Nama Kirigakure secara harfiah berarti “Kabut Tersembunyi”, dengan artian bahwa Saizo sering dikaitkan dengan kabut dan ilusi sihir. Penampilan Saizo dalam beberapa media biasanya muncul sebagai karakter yang tenang, elegan, dewasa, tampan dan kadang-kadang sebagai orang muda yang sedikit feminim.

Yuri Kamanosuke
Dari ke sepuluh anggota, hanya Sarutobi Sasuke dan Kirigakure Saizo lah yang paling terkenal dan sering muncul dalam berbagai media. Sisanya sangat jarang diceritakan dan bahkan kemudian beberapa dari mereka mungkin muncul dengan karakter yang samar-samar. Ada yang mengatakan Anayama Kosuke adalah seorang perempuan, dan Miyoshi bersaudara itu Nyuudou (pendeta).

Fuma Kotaro (???? – 1603)
Adalah ninja yang muncul pada periode Sengoku juga. Legenda mengatakan bahwa pada tahun 1596, Kotaro dilacak oleh Hattori Hanzo atas suruhan Tokugawa Ieyasu. Hal ini diyakini bahwa Kotaro bertanggung jawab atas kematian Hanzo dengan memancingya ke sebuah saluran kecil yang menyebabkan kapalnya terjebak di air pasang. Kemudian pasukan Kotaro membakar saluran tersebut dengan minyak.
Ketika Tokugawa berkuasa, kekuatan Fuma-ryu berkurang menjadi sekelompok bajak laut yang sering menyerang sejumlah daerah Tokugawa. Mereka akhirnya tertangkap dan dieksekusi mati.

Hattori Hanzo (1542 – December 23, 1596)
Dikenal juga dengan nama Hattori Masanari adalah seorang ninja dari klan Iga yang juga seorang samurai terkenal pada periode Sengoku.

Hattori pertama kali berperang pada usia 16 tahun, dia juga ikut serta dalam beberapa pertempuran seperti Anegawa (1570) dan MikatagaharaOda Nobunaga. Hatori memberikan masa depan kepada Tokugawa Leyasu untuk menjadi shogun dengan jalan keluar melalui daerah Koga dan Iga untuk kembali ke provinsi Mikawa, yang kemudian Ieyasu memperkerjakan para ninja Iga menjadi penjaga Istana Edo (markas besar Tokugawa) (1572). Kontribusinya yang paling besar adalah pada tahun 1582, setelah kematian

Hattori Hanzo meninggal tahun 1596 pada usia 55 dengan kematian yang alami. Namun, ada legenda terkenal bahwa seorang ninja Fuma Kotaro yang telah membunuh Hanzo dalam pertempuran.

Mochizuki Chiyome (abad 16)
Chiyome adalah seorang ninja wanita dari klan Koga yang mendirikan grup ninja beranggotakan wanita (kunoichi). Dia melatih semua anggotanya untuk menjadi pengumpul informasi yang sangat efisien, perayu yang handal, kurir, dan bila perlu menjadi pembunuh. Anggotanya juga diajarkan semua keterampilan sebagai seorang miko (penjaga kuil) yang bertugas di setiap kuil Shinto di Jepang. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengembara kemana saja tanpa dicurigai. Mereka juga menerima pendidikan agama sebagai pelengkap dalam penyamaran.

Seiring waktu, para Kunoichi belajar lebih efektif dalam penyamaran seperti menjadi aktris, wts atau bahkan geisha. Hal ini memungkinkan mereka untuk dapat bergerak bebas di desa-desa, kota, istana dan kuil-kuil, sehingga dapat semakin dekat dengan target sasaran. Para Kunoichi lebih terfokus pada pertempuran satu lawan satu. Mereka juga dipersenjatai dengan sebuah gudang senjata mematikan yang tersembunyi dari pandangan atau tidak tampak seperti senjata sama sekali, seperti jarum, pisau belati yang tersembunyi di lengan baju mereka, dan neko-tekakushi buki atau senjata rahasia). Mereka juga dilatih untuk secara efektif membunuh target dengan menggunakan racun.

Fujibayashi Nagato (abad 16)
Fujibayashi Nagato adalah salah satu dari tiga terbesar ninja lga setelah Hattori Hanzo dan Momochi Sandayu. Dia bekerja cukup jauh dari daerah utama kegiatan Momochi Sandayu (lga Utara), dan sangat ditakuti oleh semua orang. Namun, diyakini bahwa Momochi Sandayu dan Fujibayahi Nagato sebenarnya adalah orang yang sama, seperti disebutkan Momochi Sandayu dalam jurnal Oda Nobunaga yang menggambarkan invasi dari provinsi Iga pada 1581 atas keberanian dan kegagahannya, tapi tidak ada menyebutkan nama Fujibayashi Nagato.

Ishikawa Goemon (1558 – 1594)
Adalah seorang ninja yang tidak diketahui dari mana klan-nya. Tapi dia adalah pahlawan sekaligus pencuri legendaris yang mencuri emas dan barang-barang berharga untuk diberikan kepada orang-orang miskin. Dia menjadi terkenal karena direbus hidup-hidup setelah percobaan pembunuhan yang gagal pada Toyotomi Hideyoshi. Ketel besi besar berbentuk bak mandi yang disebut Goemon-BÜRO.

Yagyu Sekishusai Taira-no-Munetoshi (1529-1606)
Adalah seorang samurai pada periode Sengoku yang terkenal ahli dalam Shinkage-ryu school (sekolah bayangan) yang kemudian diperkenalkan kepada klan Tokugawa. Cerita mengatakan bahwa kakek dari Munetoshi adalah seorang ninja dari klan Iga. Dia mempelajari seni bela diri dan liberal, sangat mahir dengan tombak dan pedang, serta mempelajari Confucianism (sistem filsafat dan etika dari Cina), Zen Buddhisme, dan Buddhisme Shingon.

Yagyu Sekishusai Taira-no-Munetoshi meninggal pada umur 78, tahun 1606 di Desa Yagyuu. Dan pada tahun 1650, Yagyu Jubei Mitsuyoshi (terkenal dengan legenda si mata satu atau dalam komik manga Samurai Legend), yang merupakan cucu Munetoshi dimakamkan di tempat yang sama bersebelahan dengan kakeknya.

Newer Posts Older Posts Home

Bacaan Ringan "BABAD TANAH CIREBON - PART 10"

http://massandry.blogspot.com Pupuh Ketigapuluh Tiga Kinanti, 38 bait. Pupuh ini menceritakankisah sayembara memperebutkan Putri Pangur...

Blogger Template by Blogcrowds