Monday, January 12, 2015

Bacaan Ringan "RESTORASI MEIJI - TITIK AWAL FASISME DI JEPANG - PART 3"

http://massandry.blogspot.com
Proses Fasisme Jepang di Kawasan Asia Pasifik
Paham fasisme mencuat ketika dimulainya masa Perang Dunia II. Setidaknya perang yang muncul saat itu, terjadi sebagai akibat perkembangan ideology fasis di Italia, Jerman dan Jepang, yang ingin meluaskan pengaruh ekstra-nasionalisnya. gerakan-gerakan fasisme di Jepang pada dasanya sudah muncul setelah Jepang berhasil melakukan perubahan yang dikenal dengan istilah retorasi meiji

Sejak masa keshogunan kaum militer memang sangat berperan dalam pemerintahan Jepang atau dengan kata lain pemerintahan Jepang identik dengan militeristik. Hal tersebut terjadi samapai kaisar hirohito memegang tampuk kekuasaan pada tahun 1926 setelah menggantikan ayahnya (kaisar Yoshihito) yang meninggal dunia.

Pada masa pemerintahan kaisar Hirohito kaum ultranasionalis semakin melancarkan penolakan terhadap bangsa barat yang ada di Jepang hal itu yang nantinya melahirkan fasisme di Jepang. selain itu, professor Fujisawa juga banyak mempengarhui konsep pemikiran masyarakat Jepang. Pada saat itu dia menerbitkan sebuah buku yang di dalamnya terdapat tujuan dari samangat baru Jepang (Nihon seishin) yang meliputi seluruh Jepang. Fujisawa juga menyebutkan bahwa sumber cita-cita Nasional Jepang adalah Kaisar, sebab dia adalah keturunan Dewa. Ia harus menerima pemujaan kedewaan dan setiap orang Jepang merasa bahagia mengorbankan jiwanya untuk kaisar.

Pemikiran-pemikiran dari kalangan militer juga sangat berpengaruh terhadap munculnya fasisme di Jepang. Salah satu pimpinan militer Jepang yaitu Baron Tanaka Giichi dalam sebuah tulisannya yang dikenal dengan memori tanaka, dia menyebutkan “untuk mengatasi kesulitan-kesulitan di Asia Timur Jepang harus menjalankan politik Darah dan Besi. Untuk merebut dunia Jepang harus mengalahkan harus mengalahkan Eropa dan Asia, untuk mengalahkan Eropa dan Asia, Jepang pertama-tama harus menaklukan Cina, untuk menaklukan Cina Jepang harus merebut Machuria dan Mongolia. Jepang harus mengharap dapat melaksanakan rencana ini dalam sepuluh tahun (Mattulada, 1979:170-171).

Memori tanaka mampu mempengaruhi pemikiran kaum militer Jepang. Setelah itu kaum militer banyak melakukan propaganda-propaganda untuk melakukan penyerangan kekawasan-kawasan disekitar Jepang. Hal itu juga didorong peran militer yang sangat kuat dalam pemerintahan kaisar Jepang.

Doktrin resmi kaum militer, ialah Kokutai No Hongi (hakekat fundamental Bangsa Jepang), diterbitkan oleh departemen pendidikan tahun 1937. dalam buku tersebut diajarkan ideology nasional untuk sekolah-sekolah dan kelompok-kelompok belajar. Ajaran tersebut didiskusikan secara luas untuk mencapai tujuan pemahaman secara nasional yang sama, ata seragam. Dalam bukunya Mattulada dijelaskan bahwa tujuan dari ajaran itu berkenaan dengan kebenaran Kokutai yang tak ada taranya. Dalam ajaran tersebut ditegaskan bahwa untuk melawan pengaruh baran dan menekankan kepentingan bangsa di atas segala-galanya, tidak pada individu. Ajaran tersebut bertujuan untuk membangkitkan rasa kesetia-kawanan dan patriotisme, hormat dengan kesalehan kepada orang tua, keserAsian dalam arti seragam, inti semangat Bushido (ajaran Prajurit) berdiri sendiri dan mengabdi kepada kaisar (Mattulada, 1979:174-175 ).

Dengan adanya nasionalisme yang tinggi, dan perasan sama dengan bangsa-bangsa barat yang meluap-luap, memunculkan bahwa bangsa Jepang merupakan bangsa yang terbaik di kawasan Asia. Hal itu bukan saja dirasakan oleh kalangan militer akan tetapi juga menjadi semangat umum bangsa Jepang. Selain itu perasaan itu juga diproklamerkan oleh seorang Organisator kelompok Ultranasionalis, dia menyebutkan bahwa orang Asia harus menempatkan dirinya sebagai juara Asia, sedang orang eropa juga harus menempatkan dirinya sebagai juara eropa. Hal itu ditujukan untuk ketertiban dunia baru, dan dia juga menyebutkan bahwa langit sudah menetapkan Jepang sebagai juara Asia (Mattulada, 1979:175 ).

Disadari atau tidak perasan bahwa Jepang merupakan penguasa Asia, menimbulkan faham fasisme dalam tubuh Jepang sendiri. Perlakuan perbedaan rAsial juga amat mendalam dirasakan oleh bangsa Jepang. Hal itu juga di buktikan dengan melarang imigrasi orang Jepang ke Amerika Serikat pada tahun 1907. selain itu orang Australia kulit putih memberi sebutan kepada bangsa Jepang sebagai saudara coklat yang kecil. Sebutan tersebut dipandang sebagai perbedaan rAsial oleh bangsa Jepang.
Kedudukan ekonomi di Jepang maupun dunia menetapkan Jepang untuk meletuskan peperangan. Pada tahun 1930-an terjadi Depresi yang melemahkan ekonomi kebanyakan Negara dan menghancurkan perdagangan internasional. Ekspor Jepang yang utama ke negeri-negeri yang miskin sumber-sumber alamiahnya, tidak membantu dalam pengembangan ekonomi Jepang. Selain itu juga ditambah dengan embargo Amerika Serikat dan Belanda atas pemuatan baja dan minyak bumi Jepang. Oleh karena itu Jepang bersepakat untuk mencapai pasar-pasar dan sumber-sumber alamiah itu dengan kekerasan, kala tak dapat dicapai dengan cara damai.

Hal itu yang kemudian membangkitkan “Kemakmuran Bersama Asia Timur”, yang meliputi tiga kawasan ekonomi dalam yang meliputi propensi-propensi pantai rusia, Manchuria, Cina utara dan lembah sungan Yangtze di Cina. Kawasan Tengah yang lebih kecil meliputi Siberia Timur, daerah cina lainnya, Indo-China, Hindia Belanda (Indonesia) dan Filipina, kawasan Luar meliputi lingkungan yang luas yaitu India, Australia dan pulau-pulau Pasifik Selatan. Selain itu Jepang juga menempatkan dirinya sebagai pembebas Asia dari cengkeraman dunia barat. Hal itu juga dilakukan oleh Jepang ketika sampai di Indonesia dimana pada saat itu Jepang mengaku saudara tua dari Indonesia.

Kebangkitan Hitler di Jerman dan Bonito Mussolini di Italia. Ekspansi-ekspansi mereka yang meraja rela dengan penaklukan. Para pemimpin Jepang dibujuk oleh mereka untuk melawan kekuatan-kekuatan barat di Asia, dengan bebas. Bujukan-bujukan itu terjadi lebih kuat lagi karena gagalnya Liga Bangsa-Bangsa dan Bangsa-Bangsa Barat lainnya menghentikan Jepang dalam invasinya atas Manchuria. Factor-faktor tersebut yang mendorong Jepang mengambil suatu ketetapan, bersekutu dengan Jerman dan Italia dan membentuk poros Roma-Berlin-Tokyo, dalam tahun 1940, dan mengobarkan perang Asia Timur Raya dengan penyerangan atas pelabuhan Mutiara pada tanggal 7 Desember 1941. selain itu Jepang mengirim pasukan ke Indo-China setelah kejatuhan dan penyerangan atas pelabuhan mutiara (Pearl Harbor) itu, membuka perang dunia ke dua pada bulan Desember 1941.

Hubungan Reorasi Meiji dengan Fasisme Jepang
Di Jepang ada dua golongan bangsawan yang berpengaruh yaitu Dalmyo artinya golongan bangsawan tinggi dan Samurai artinya golongan bangsawan rendahan. Kaum Samurai ini merupakan tentara pengawal keamanan kerajaan yang berdisiplin tinggi dan setia disebut Bushido. Jika seorang samuarai melanggar Bushido ia akan menghukum dirinya dengan menikam perutnya menggunakan pedang samurai disebut hara-kiri. Pemerintahan di Jepang bersifat turun temurun secara bergantian.

Kaisar Matsuhito sebagai Kaisar Meiji dikenal memiliki jiwa Nasionalisme yang tinggi yang ingin menjadikan Jepang sebagai negara yang bersatu dan maju seperti negara-negara di Eropa. Politik isolasi Jepang menurutnya sangat merugikan Jepang dan merupakan penyebab keterbelakangan Jepang. Ia kemudian menerapkan system pemerintahan yang berparlemen seperti yang diterapkan di Negara-negara Eropa.

Untuk mempersatukan seluruh negeri Jepang. Kaisar Meiji melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut:
Membentuk Dewan Perwakilan Rakyat ( Sementara ) Yang bertugas menyusun Undang Undang Dasar Jepang ( Diet/Gikay )
Memindahkan ibukota Jepang dari Kyoto ke Tokyo
Menetapkan Hinomaru ( Matahari Terbit ) sebagai bendera kebangsaan Jepang
Menetapkan Syintoisme sebagai agama negara Jepang
Menetapkan lagu kebangsaan Jepang Kimigayo
Membangun angkatan laut Jepang seperti Inggris dan Jerman

Disamping itu , Kaisar Meiji juga mengeluarkan pernyataan kemerdekaan tanggal 8 April 1868 yang berisikan:

Semua jabatan di pemerintahan terbuka untuk umum
Akan dibentuk DPR sebagai lembaga perwakilan untuk umum
Segala adapt istiadat kolot yang menghambat kemajuan Jepang dihapuskan
Akan dibentuk Tentara Nasional Jepang
Segenap rakyat Jepang wajib bersatu memajukan negara.
Setiap warga negara Jepang mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam pemerintahan
Setiap warga negara Jepang diwajibkan menambah ilmu pengetahuan sebanyak- banyaknya untuk memajukan negara

Semangat tersebut berkembang samapai pada masa pemerintahan kaisar hirohito. Jepang berusaha melepaskan diri dari keberadaan bangsa barat. Seperti telah disebutkan pada pembahasan sebelumnya bahwa bangsa Jepang menganggap bahwa dirinya sebaga juara Asia. Sebelum mengusir kekuasaan imperialisme Barat dari negara-negara Asia, Kekaisaran Jepang memakai slogan "Asia untuk Orang Asia" untuk mengambil hati penduduk setempat. Slogan tersebut merupakan pernyataan antipenjajah Barat dan menonjolkan citra Jepang sebagai pembela negara-negara Timur.Menurut slogan tersebut, negara-negara Asia hanya untuk orang-orang Asia, dan negara-negara Barat tidak ada yang berhak atas negara-negara Asia.

Menurut Perdana Menteri Shigenori Togo, bila Kawasan Kemakmuran Bersama berhasil terwujud, Jepang akan tampil sebagai pemimpin Asia Timur, dan Kawasan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya adalah nama lain untuk Kekaisaran Jepang. Dokumen berjudul An Investigation of Global Policy with the Yamato Race as Nucleus yang selesai disusun Pemerintah Jepang pada tahun 1943, pada dokumen tersebut disebutkan bahwa bangsa Jepang adalah bangsa yang lebih unggul dari bangsa-bangsa Asia lainnya, dan menyarankan kepada Jepang agar Kawasan Kemakmuran Bersama dipakai untuk menjelaskan maksud sebenarnya bahwa Jepang  adalah Negara yang mendominasi seluruh Asia.

Walaupun Fasisme di Jepang muncul pada masa pemerintahan kaisar hirohito yang dipelopori oleh kaum militer dan seorang filosof yang bernama Prof. Fujisawa. Namun fasisme di Jepang tidak bisa dipisahkan dari adanya retorasi Meiji yang terjadi pada tahun 1868. setelah terjadinya Reitorasi Meiji Jepang mampu bangkit dan berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa Eropa. Reitorasi Meiji memberikan kemajuan yang sepesat baik dalam sector ekonomi, politik, militer, dan pendidikan di Jepang.

Kesimpulan
Restorasi Meiji merupakan usaha besar-besaran kaisar Meiji untuk menciptakan Jepang baru, yaitu transformasi dari negara yang terisolasi dan miskin menjadi negara yang modern. Restorasi Meiji membawa perubahan besar dalam kehidupan bangsa Jepang, terutama pendidikan. Sebelum Restorasi Meiji, Jepang melaksanakan pendidikannya berdasarkan sistem masyarakat feodal, yaitu pendidikan untuk samurai, petani, tukang, pedagang, serta rakyat jelata. Kegiatan ini dilaksanakan di kuil dengan bimbingan para pendeta Budha yang terkenal dengan sebutan Terakoya (sekolah kuil).

Dengan adanya retorasi tersebut Jepang mengalami banyak perkembangan baik dibidang pendidikan, militer, politik, maupun ekonomi. Pada saat itu Jepang dengan perkembangannya mampu memposisikan diri sejajar dengan negara-negara eropa. Selain itu Jepang juga berusaha untuk menangkal ekspansi-ekspansi yang dilakukan oleh bangsa-bangsa eropa yang ada di wilayah Asia.

Pada perkembangannya di Jepang banyak bermunculan pandangan bahwa Jepang adalah juara Asia. Pandangan tersebut merupakan pengembangan dari pemikiran kaum militer dan kaum filosof. Menurut salah satu pimpinan militer Jepang yang jendral tanaka, dia mengatakan bahwa Jepang harus mampu penguasai dunia dengan jalan menaklukan eropa dan Asia yang dimulai dari cina terlebih dahulu. Hal itu dikarenakan cina dipandang oleh orang Jepang merupakan negara yang memiliki peradaban tinggi pada saat itu. Selain itu juga muncul salah satu filosof yang bernama fujisawa, dia mengatakan bahwa semangat baru Jepang harus didasarkan pada pengabdian kepada kaisar sebagai keterunan langsung dari dewa.

Bertolak dari pemikiran itu, Jepang merasa bahwa dirinya merupakan negara yang palik kuat di wilayah Asia atau bangsa Jepang adalah bangsa yang paling hebat. Hal itulah titik awal munculnya gerakan fasisme yang ada di Jepang. Selain itu Jepang juga munculnya fasisme yang ada di Eropa, khusunya di Italia dan Jerman juga mempengaruhi fasisme yang ada di Jepang. Pemimpin fasisme di kedua negara tersebut yaitu Italia dan Jerman berusaha membujuk pemerintahan Jepang untuk bersama-sama melawan sekutu (Amerika, Inggris, Prancis, dll). Pada akhirnya Jepang, Jerman, dan Italia membentuk suatu poros pertahanan yang terletak di Roma, Berlin, dan Tokyo. Setelah itu Jepang melakukan ekspansi ke Cina melalui wilayah Manchuria, membom Pelabuhan Mutiara (Pearl Harbor) yang merupakan pangkalan militer Amerika serikat.