Skip to main content

Bacaan Ringan "HISTORY OF GREAT ODA NOBUNAGA - PART 4"

http://massandry.blogspot.com
Pada tahun 1575, pewaris Takeda Shigen, Takeda Katsuyori menyerang istana Nagashino. Istana tersebut merupakan kediaman menantu Ieyasu, Okudaira Nobumasa. Serangan yang dilancarkan dengan 15.000 tentara itu bermotifkan balas dendam yang ditujukan kepada Ieyasu. Ieyasu lalu meminta bantuan Nobunaga dan dijawab dengan pengerahan 30.000 tentara Oda. Ditambah 5.000 tentara Ieyasu, pasukan Takeda Katsuyori mengalami kekalahan total dimana lebih dari 10.000 tentara tewas dalam peperangan tersebut. 

Kemenangan ini selain karena jumlah yang jauh lebih banyak dari tentara Takeda Katsuyori, strategi pasukan penembak Oda yang jitu dan juga kegigihan tentara Nobumasa dalam mempertahankan serangan 15.000 tentara Katsutori sebelum bantuan Nobunaga dan Ieyasu datang. Pada tahun yang sama Oda Nobunaga menunjuk Shibata Katsuie sebagai Panglima Pasukan Gabungan untuk menyerang pasukan Ikko Ikki yang merupakan bentukan setelah kehancuran klan Asakura. 

Serangan pasukan ke Echizen membantai puluhan ribu orang tanpa pandang usia dan jenis kelamin. “Para bawahan Nobunaga menggambarkan peristiwa tersebut dengan gambaran tanah lapang yang luas tanpa satu pun tempat kosong yang tak terdapat mayat. Dan ribuan tawanan, disalib, direbus dan dibakar hidup-hidup”. Pada tahun 1576, Nobunaga membangun istana Azuchi di tepi danau Biwa Provinsi Omi. Istana itu nantinya dijadikan sebagai pusat pemerintahan Nobunaga dalam mempersatukan Jepang. 

Istana selesai diperkiraan tahun 1579 dan merupakan istana termegah di Jepang dan bahkan seorang misionaris dari Eropa berkata tak ada istana di eropa yang semegah istana Azuchi. Pembangunan juga mengalami hambatan diantaranya penyerangan kuil Ishiyama Honganji yang hampir gagal, pertempuran laut pertama Nobunaga yang mengalami kekalahan di muara sungai Kizu. 

Pertempuran laut itu disebabkan karena serangan angkatan laut Mori terhadap perahu-perahu Nobunaga yang membawa perbekalan untuk menyuplai perbekalan untuk tentara yang menyerang Kuil Ishiyama. Kekalahan itu menyebabkan pasukan Nobunaga harus menarik diri untuk sementara. Nobunaga lalu memerintahkan Kuki Yoshitaka untuk membangun perahu-perahu yang terbuat dari plat besi sehingga tahan terbakar. Pertempuran laut kedua kembali terjadi dan pasukan Nobunaga mengalami kemenangan gemilang yang diikuti oleh kemenangan melawan pasukan monk (biksu) dari kuil Ishiyama Honganji. Keberhasilan Nobunaga dalam usahanya mempersatukan tidak lepas dari para panglima perangnya. 

Mereka itu adalah Shibata Katsuie,Oda Nobutada, Akechi Mitsuhide, Hashiba Hideyoshi, Niwa Nagahide dan Sakuma Nobumori. Pada tahun 1579, Hashiba Hideyoshi menaklukkan Ukita Naoie dan provinsi Bizen, pasukan Hatano Hideharu dari Tanba dipaksa menyerah oleh Akechi Mitsuhide. “ Hatano langsung dihukum mati oleh Nobunaga walau sebelumnya sudah menyerah atas bujukan dari Hideyoshi. Tindakan Nobunaga ini secara tidak langsung menyebabkan terbunuhnya ibunda Akechi Mitsuhide yang sebelumnya dijadikan tawanan pasukan Hatano Hideharu. 

Kejadian ini merupakan awal mula rasa dendan dan kebencian Akechi Mitsuhide kepada Nobunaga”. Sementara itu, putra Nobunaga Kitabatake Nabuo (Oda Nabuo) yang ditugaskan memimpin provinsi Ise melakukan serangan ke provinsi Iga tanpa sepengetahuan Nobunaga. Serangan tersebut ternyata mengalami kegagalan dan akhirnya diketahui oleh Nobunaga. Setelah memarahi putra keduanya secara habis-habisan, Nobunga lalu menyatakan pejuang lokal di provinsi Iga sebagai musuh klan Oda. Pada tahun yang sama pula, pasukan Oda Nobunaga yang dipimpim oleh Besso Nagahara dan Araki Murashige memadamkan pemberontakkan di Kinai. “ Dengan alasan yang masih belum diketahui, Nobunaga memerintahkan istri Tokugawa Ieyasu untuk melakukkan seppuku. Tindakan ini menimbulkan pro dan kontra dikalangan pengikut Tokugawa. Namun pada akhirnya Ieyasu harus merelakan istri tercintanyanya untuk melakukan seppuku”.

Pada tahun 1580, berhasil didamaikan dengan pihak kuil Ishiyama Honganji dengan campur tangan Kaisar Ogimachi. Kuil Ishiyama lalu dipindahkan ke Osaka. Pada tahun yang sama, tanpa sebab yang masih belum diketahui; Nobunaga mengusir pengikutnya, diantaranya: Sakuma Nobumori, Hayashi Hidesada, Ando Morinari, Niwa Ujikatsu. 

Pada tahun 1581, Nobunaga memimpin 60.000 pasukan untuk menyerang Iga dengan motif membalas kekalahan yang pernah dialami oleh putra keduanya. Pembunuhan massal pun terjadi yang tidak memandang wanita dan anak-anak yang disangka sebagai ninja. Lebih dari 10.000 orang dikabarkan tewas dan provinsi Iga menjadi tanpa penghuni dan harta benda penduduknya juga hilang tanpa jejak. Pada Maret 1582, pasukan Oda Nobutada menyerang wilayah Takeda dan secara berturut-turut menaklukkan provinsi Shinano dan Suruga. 

Takeda Katsuyori sebagai pemimpin klan harus melarikan diri sampai ke gunung Tenmoku di provinsi Kai dan dipaksa melakukan seppuku/bunuh diri. Kematian Katsuyori menandai berakhirnya klan Takeda. Namun Nobunaga belum puas sampai sana dan memerintahkan memusnahkan semua keturunan Kateda dan juga pembantu-pembantunya yang dianggap nantinya akan menuntu balas akan kehancuran klan Takeda. 

Keputusan ini sangat ditentang keras oleh Tokugawa Ieyasu dan beberapa menteri klan Oda. Secara sembunyi-sembunyi Ieyasu menyembunyikan beberapa orang dari klan Takeda. Pada tanggal 15 Mei 1582, Tokugawa Ieyasu mengunjungi istana Azuchi dalam rangka ingin mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Nobunaga dengan memberi wilayah Suruga kepada Tokugawa. Nobunaga menugaskan Akechi Mitsuhide sebagai tuan rumah dalam penyambutan rombongan Tokugawa Ieyasu. Ditengah kunjungan Ieyasu, Nobunaga menerima utusan yang dikirim oleh Hashiba Hideyoshi yang menyampaikan permohonannya untuk meminta bantuan pasukan. 

Saat itu Hideyoshi berusaha merebut istana Takamatsu di Bitchu, dan mengalami kesulitan dalam menghadapi pasukan Mori yang jauh lebih banyak. Nobunaga menanggapi permintaan itu dengan mengirim Mitsuhide bersama pasukan bantuan dimana sebelumnya dibebastugaskan sebagai tuan rumah dalam penyembutan Tokugawa Ieyasu. “Namun sebenarnya Akechi Mitsuhide merasa bahwa Nobunaga kecewa dengan pekerjaannya sebagai tuan rumah, maka dari itu memgirimnya untuk membantu Hideyoshi”. 

Pada tanggal 29 Mei 1582, Nobunaga berangkat ke Kyoto dalam rangka untuk mempersiapan pasukan untuk menyerang pasukan Mori. Dalam perjalanan, Nobunaga menginap di kuil Honnoji di Kyoto. Akechi Mitsuhide yang sebelumnya berangkat dengan pasukan bala bantuan untuk Hideyoshi berbalik arah dan menyerang kuil Honnoji. Serangan tersebut memaksa Oda Nobunaga untuk melakukan seppuku/bunuh diri pada tanggal 2 Juni 1582. Banyak yang mengganggap serangan ini bermotif dendam lama dari tindakan Nobunaga terdahulu yang menyebabkan ibunda Mitsuhide tewas dibunuh pada saat ditawan musuh. Peristiwa ini dikenal dengan Insiden Honnoji.

Popular posts from this blog

Bacaan Dewasa "FAKTA KEHIDUPAN SEKSUAL REMAJA JEPANG"

http://massandry.blogspot.com Inilah beberapa alasan Negeri Sakura itu melegalkan JAV Sex di Jepang sudah bukan hal yang tabu bagi kita, apalagi budaya sex yang bisa terbilang ekstrem di tengah-tengah bangsa yang menjunjung tinggi kesopanan ini. Siapa sih yang tidak tahu kalau bangsa Jepang terkenal sopan? Namun tak sedikit pula yang tahu budaya sex Jepang yang ekstrim.
Berikut kisahnya: 
1. Di salah satu kuil di Tokyo, ada sebuah gerbang merah yang jadi simbol sakral penduduk disana. Ternyata, di arena setelah kita melewati gerbang merah tersebut adalah area ritual bagi perempuan disana yang ingin melepas keperawanannya. 

2. Tahu shinkansen? Di kereta api super cepat ini ternyata tersedia gerbong khusus buat perempuan. Di gerbong ini, perempuan diberikan kebebasan untuk ngapain tanpa harus keganggu ama cowo- cowo yang ada disana. Konon kabarnya cowo Jepang sering ngelakuin tindakan asusila di kereta api. (bahkan beberapa syuting film porno memakai latar belakang kereta api sinkansen …

Bacaan Ringan "PROFIL LENGKAP WARKOP DKI "

http://massandry.blogspot.com
PROFIL: WAHYU SARDONO (DONO - WARKOP)
Drs. H. Wahjoe Sardono lebih dikenal dengan Dono Warkop lahir di Solo 30 September 1951 adalah aktor dan pelawak Indonesia yang bertinggi badan 167 cm serta beragama Islam. Ia juga dikenal sebagai aktor pada akhir 1970-an, tahun 1980-an dan era 1990-an. Dono meninggal pada 30 Desember 2001 akibat Kanker Paru-Paru.
Pendidikan:  Fakultas Ilmu Sosial - Jurusan Sosiologi, Universitas Indonesia 
Karir: Penyiar Radio Prambors (1974-1980)  Asisten Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI (1974- 1980)  Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI 
Alamat Rumah: Jalan Pulo Asem Utara 13/18, Jakarta Timur. 

Kabut tebal menyelimuti dunia perlawakan Indonesia. Ahad dini hari 30 Desember 2001 sekitar pukul 00.50 WIB, Drs H.Wahyu Sardono alias Dono Warkop, menghembus napas terakhirnya di kamar no 11 Paviliun Ignatius rumah sakit St Carollus Salemba Jakarta Pusat. Dia meninggal dengan tenang, disamping sahabatnya, Indr…

Bacaan Ringan "SABUNG AYAM MAULANA HASANUDDIN vs PRABU PUCUK UMUN"

http://massandry.blogspot.com Setelah kedua belah pihak telah bersepakat, dan telah menyiapkan ayam yang akan disabungkan, maka di hari itu, pada 11 Rabiul Awal tahun 888 Hijriah, orang-orang dari istana Pakuan Banten Girang dan para adjar dan pandita di Gunung Pulosari telah berkumpul untuk menyaksikan pertandingan sabung ayam antara Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana alias Prabu Pucuk Umun. Saat itu, ayam keduanya saling mematuk, menghantam, mencabik, atau sesekali menghindari serangan lawannya, sebelum saling menyerang satu sama lain, yang diiringi oleh sorak-sorai para pendukung Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana secara bergantian atau pun bersamaan.
Saat itu, semua yang hadir dan menyaksikan adu tanding kesumat itu merasa takjub dan heran ketika kedua ayam yang sama gagah dan perkasanya belum menandakan ada yang akan kalah di tengah arena. Bila ayam yang satu terpantik atau terjangkar oleh ayam yang lainnya, maka para pendukungnya akan bersorak gembira, da…