Thursday, January 15, 2015

Bacaan Ringan "SEJARAH RONIN DARI MASA KE MASA - PART 2"

http://massandry.blogspot.com
Zaman Edo
Di zaman edo, penghapusan sebagian besar daimyo mengakibatkan jumlah samurai yang menjadi ronin makin bertambah banyak. Di akhir pemerintahan tokugawa iemitsu, jumlah ronin melonjak menjadi sekitar 500.000 orang karena peran samurai tidak lagi dibutuhkan di masa damai. Sebagian besar ronin menjadi penduduk kota atau menjadi petani, sebagian ronin bahkan pergi merantau ke luar negeri menjadi prajurit bayaran. Sebagian besar ronin justru hidup menderita dalam kemiskinan di kota-kota dan pemerintah bakufu menganggapnya sebagai ancaman keamanan. Ronin banyak yang diusir dari kota dan hanya boleh tinggal di wilayah-wilayah yang ditentukan. Pemerintah bakufu bahkan mengambil tindakan yang lebih kejam dengan melarang ronin mencari tuan yang baru. Kelompok ronin yang terusir ke sana ke mari akhirnya bersatu di bawah pimpinan yui shōsetsu dan berkomplot untuk menggulingkan pemerintah bakufu dalam pemberontakan keian.

Pemerintah bakufu melarang pengangkatan anak sebagai putra pewaris darurat (matsugoyōshi), akibatnya garis keturunan daimyo banyak yang terputus karena daimyo keburu meninggal tanpa memiliki putra pewaris. Walaupun sudah ada kebijakan baru, jumlah samurai yang menjadi ronin tidak juga bisa berkurang. Ronin-ronin baru terus bermunculan akibat perampasan wilayah kekuasaan para daimyo yang terus berlanjut.

Memudarnya kisah ronin dan situasi kehidupan ronin
Di zaman edo, ronin yang sudah kehilangan jati diri sebagai samurai masih diakui pemerintah sebagai "samurai" dan masih diizinkan memakai nama keluarga samurai dan membawa katana di pinggang. Sehari-harinya, ronin hidup berdampingan dengan rakyat banyak di bawah pengawasan pemerintah kota (machi bugyō). Sebagian besar ronin hidup miskin di rumah-rumah sewa, tapi ada juga ronin yang berhasil menjadi sastrawan ternama seperti chikamatsu monzaemon. Ronin ada yang membuka dojo, menjadi instruktur bela diri atau menyumbangkan jasa sebagai guru mengajar anak-anak orang biasa di terakoya (sekolah dasar swasta yang menempel di kuil agama buddha). Miyamoto musashi adalah seorang ronin yang terkenal sebagai jago pedang tanpa tanding.

Akhir Zaman Edo
Di akhir zaman edo, para ronin mulai berperan aktif di bidang politik. Samurai dari kelas yang disebut gōshi (samurai distrik) banyak yang atas permintaan sendiri meninggalkan domain (han) tempat tinggalnya supaya bisa terjun di bidang politik. Sakamoto ryōma adalah salah seorang ronin yang berhasil sebagai politikus. Pada waktu itu, ronin palsu juga banyak bermunculan. Penduduk kota dan petani yang tidak dilahirkan dari kalangan samurai banyak yang mengaku sebagai ronin, memamerkan katana di pinggang, dan memakai nama keluarga samurai dengan semaunya. Shinsengumi dianggap sebagai kelompok ronin, tapi anggotanya banyak yang terdiri dari penduduk kota dan petani.

Setelah restorasi meiji, identitas ronin ikut dihapus sesuai dengan prinsip shiminbyōdō (penghapusan semua golongan dan kelas dalam masyarakat).

Kisah RONIN di dalam Cerita Fiksi
Dalam cerita fiksi, ronin sering digambarkan sebagai yojimbo atau serdadu bayaran. Film kurosawa akira yang berjudul the seven samurai and yojimbo adalah salah satu contoh film bertema jidaigeki yang menampilkan ronin.

Ronin tampil dalam permainan video age of empires iii, anime berjudul tsukikage ran, samurai champloo, rurouni kenshin, dan final fantasy x.

Film hollywood juga tidak ketinggalan mendapat pengaruh dari kisah-kisah ronin, seperti film clint eastwood yang berjudul man with no name. Film the magnificent seven merupakan versi amerika dari film the seven samurai karya kurosawa akira. 

Metafora ronin
Di zaman sekarang, istilah ronin digunakan di jepang untuk lulusan sekolah menengah umum yang gagal lulus tes masuk perguruan tinggi atau sekolah lain yang lebih tinggi. Lulusan smu yang tidak lagi terdaftar di sekolah manapun diumpamakan sebagai ronin yang tidak lagi memiliki majikan tempat mengabdi.
- See more at: http://memed-al-fayed.blogspot.com/2011/02/sejarah-ronin-dari-masa-ke-masa.html#sthash.OIwZv5M1.dpuf