Saturday, January 10, 2015

Bacaan Ringan "HISTORY OF GREAT ODA NOBUNAGA - PART 2"

http://massandry.blogspot.com
Pada tahun 1556 mertua Nobunaga, Saito Dozan terbunuh oleh pewaris klan Saito sendiri yang bernama Saito Yoshitatsu. Di dalam keluarga Oda sendiri terjadi pergolokan dalam memperebutkan posisi pewaris klan. Adik Nobunaga, Oda Nobuyiki merencanakan pemberontakan yang dibantu oleh Hayasi Hidesada dan Hayasi Michitomo. 

Pertempuran akhirnya pecah dan dikenal dengan pertempuran Ino. Akhirnya Nobuyuki terdesak dan terkurung di istana Suemori. Sang ibu Dota Gozen menjadi penengah antara kedua putranya yang sedang berseteru dan akhirnya Nobuyuki mendapat pengampunan Nobunaga. Namun Nobuyuki belum juga kapok dan merencanakan pemberontakannya yang kedua. Akibatnya Nobunaga terpaksa membunuh adiknya sendiri dengan menggunakan taktik berpura-pura sakit dan menjebaknya di istana Kiyosu. Nobunaga membawahi seorang ninja yang bernama Shibata Katsuie yang secara rahasia memberi informasi rencana pemberontakan adiknya itu. 

Lalu Nobunaga mulai mengalahkan batu sandungannya dalam menguasai provinsi Owari secara keseluruhan. Oda Nobutomo pemimpin keluarga Oda Yamato no Kami yang menjabat shugodai untuk distrik Shimoyon berhasil disingkirkan. Oda Nobukiyo penguasa istana Inuyama, Oda Nobuyasu penguasa disktrik Simoyon yang merupakan garis keturunan utama dari klan Oda dikalahkannya pada pertempuran Ukino. Akhirnya adalah menyingkirkan klan Shiba dan keluarga Oda Kiyosu memberi Oda Nobunaga kekuasaan penuh terhadap Provinsi Owari. Pada tahun 1560, pemimpin wilayah Suruga yang bernama Imagawa Yoshimoto memimpin 20.000 sampai 40.000 orang tentara untuk menyerang Owari. 

Benteng-benteng pertahanan Owari di perbatasan dengan Suruga beberapa sudah jatuh ke tangan pasukan Imagawa Yoshimoto. Peperangan tidak seimbang pun terjadi dan membuat panik pengikut Oda Nobunaga, namun Nobunaga tetap tenang seperti biasa. “Pada suatu tengah malam, Nobunaga bangun dari tidur meminta pembantunya menyiapkan sarapan lalu meminta pembantunya untuk memainkan alat musik untuk mengiringinya menari tarian Kowaka-mai dan bernyanyi lagu Atsumori. Setelah selesai Nobunaga minta pembantunya menyiapkan baju tempur, kuda dan memanggil panglima-panglima perangnya. 

Saat subuh masih gelap, Nobunaga memicu kudanya beserta 2.000 orang tentaranya. Sebelum pergi berperang, Nobunaga berdoa di kuil Atsuta-jingu. Lalu pasukan Nobunaga bergerak menuju camp pasukan Imagawa dimana pada saat itu pasukan Imagawa sedang mabuk-mabukan untuk merayakan kemenangan. Serangan fajar tersebut mengejukan pasukan Imagawa dan akhirnya bawahan Nobunaga berhasil membunuh Imagawa Yoshimoto”. Kematian pimpinan mereka membuat pasukan Imagawa patah arang dan kembali ke Suruga dengan kekalahan besar. Pertempuran itu terkenal dengan nama Pertempuran Akehazama. 

Peristiwa itu memberi harum nama Oda Nobunaga yang pada saat itu masih berumur 26 tahun pada saat itu. Kekalahan itu menyebabkan kekuasaan klan Imagawa terhadap klan Matsudaira melemah. Kesempatan itu diambil Nobunaga untuk menggandeng klan Matsudaira melalui perjanjian Persekutuan Kiyosu yang bertujuan untuk menghancurkan klan Imagawa. Perjanjian itu akhirnya mempertemukan Oda Nobunaga kembali dengan sahabat masa kecilnya Matsudaira Motoyasu (nanti dikenal dengan Tokugawa Ieyasu). Ambisi Nobunaga tidak berhenti disana. Provinsi tetanggan Mino yang dikuasai oleh Saito Tatsuoki. 

Tahun 1564, Nobunaga bersekutu dengan Azai Nagamasa dari Omi utara guna menjepit posisi klan Saito. Untuk mengukuhkan persetujuan tersebut, adik Nobunaga Oichi dinikahkan dengan Azai Nagamasa. Pada tahun 1566, Nobunaga memerintahkan Kinoshita Tokichiro (Hashiba Hideyoshi, nantinya menjadi Toyotomi no Hideyoshi) untuk membangun istana Sunomata di tepi sungau perbatasan Mino dengan Owari sebagai batu loncatan dalam penyerangan nantinya. Berkat bantuan klan Takenaka, 

Tiga Serangkai dari Mino bagian barat (klan Inaba, klan Ujiie dan klan Ando),klan Hachisuka, klan Maeno dan klan Kanamori; Nobunaga mampu mengalahkan klan Saito. Pada usia 33 tahun, Nobunaga telah menjadi Daimyo dari 2 propinsi, yaitu Owari dan Mino. Penaklukan Mino merupakan langkah awalnya untuk menaklukkan seluruh Jepang. Pada saai itu Pusat pemerintahan klan Oda dipindahkan ke Gifu.