Saturday, January 10, 2015

Bacaan Ringan "HISTORY OF GREAT ODA NOBUNAGA - PART 1"

http://massandry.blogspot.com
Nobunaga dari klan Oda merupakan sosok besar dalam sejarah Era Shogunate di Jepang. Namun sosok Oda Nobunaga tak lepas dari peran 2 orang pengikutnya yang juga menjadi tokoh sentral dalam sejarah Shogunate di Jepang ; yaitu Tokugawa Ieyasu dan Hideyoshi (nantinya menjadi Toyotomi no Hideyoshi). Cerita dimulai pada saat Nobunaga baru saja mewarisi kursi pimpinan klan Oda dari ayahnya Nobuhide yang baru mangkat. 

Nobunaga digambarkan sebagai sosok pemuda yang pemarah, beringas, bodoh dan suka berburu, namun sesungguhnya itu adalah kedoknya agar sosok sebenarnya tidak "dibaca" oleh lawan-lawan dari klan tetangga bahkan bawahannya dan rakyatnya membencinya karena sikapnya itu. Namun sedikit demi sedikit dia menunjukkan prestasinya dan mulai menguasai provinsi-provinsi tetangganya. 

Dalam mencapai ambisinya itu, dia dibantu oleh pembantu-pembantunya yang dikemudian hari menjadi tokoh-tokoh yang memiliki popularitas yang melebihi popularitas Nobunaga sendiri. Hideyoshi yang seorang anak petani miskin yang meniti karier dari seorang pembawa sandal Nobunaga menjadi seorang jendral kesayangan Nobunaga. Lalu akhirnya menjadi seorang yang berkedudukan setara Shogun yang mampu menyatukan seluruh daratan Jepang sehingga diberi gelar Toyotomi no Hideyoshi oleh kaisar Jepang. Seorang pembantunya yang menjadi sangat terkenal adalah Tokugawa Ieyasu. Putra seorang pimpinan klan kecil yang harus dijadikan sandera klan Imagawa yang membawahi klan Tokugawa. Setelah provinsi Suruga yang dipimpin klan Imagawa mampu dijatuhkan oleh Oda Nobunaga, Tokugawa Ieyasu lalu mengabdi pada Oda Nobunaga. Karier puncaknya adalah menjadi seorang Shogun pertama dari klan Tokugawa. 

Nobunaga, dilahirkan sebagai putra ke-3 dari Oda Nobuhide, pemimpin Provinsi Owari pada tahun 1534. Oda Nobuhide merupakan seorang daimyo (pemimpin provinsi/tuan tanah) di provinsi Owari. Nobunaga adalah anak sah dari istri sah Nobuhide bernama Dota Gozen sehingga menempatkan Nobunaga sebagai pewaris sah. Nobunaga diangkat sebagai penguasa istana Nagoya saat baru berumur 2 tahun. Ketertarikan terhadap senjata api sudah ditunjukkan olehnya sejak kecil. Pada masa itu senjata-senjata api sudah berdatangan ke negeri jepang dari negeri barat melalui pelabuhan Tanegasima. Sejak kecil Nobunaga sudah menunjukkan kecerdasannya yang pada masa itu masih dianggap aneh dan terkesan bodoh sehingga dia dijuluki "si bodoh dari owari". 

Pada umur 13 tahun, dimana pada saat itu putra-putra jepang merayakan upacara menjadi dewasa Nobunaga mendapat sebutan Oda Kazusanosuke. Lalu dia mewarisi klan Oda setelah ayahnya mangkat. Nobunaga lalu mulai memimpin pasukannya untuk berperang melawan klan Saito dari Mino yang dipimpin oleh Saito Dozan pada tahun 1548. Seorang sahabat masa kecil Nobunaga yang bernama Matsudaira Takechiyo (lalu dikenal dengan nama Tokugawa Ieyasu) disandera sejak remaja oleh klan Saito. 

Peperangan dengan klan Saito akhirnya berakhir damai dan dikukuhkan dengan pernikahan Oda Nobunaga dengan putri Saito Dozan, Nohime. Perjanjian damai kedua klan sebelumnya dilakukan di kuil Sotoku di gunung Koya. Disini disebutkan bahwa kecerdasan Nobunaga dalam memimpin dan diplomasi ditunjukkan. Pertemuan tersebut merontokkan anggapan "si bodoh dari Owari". Pada tahun 1553 Hirate Masahide seorang sesepuh klan Oda dan juga wali bagi Nobunaga setelah ayahnya Oda Nobuhide meninggal, melakukan seppuku/bunuh diri sebagai bentuk protes terhadap tindakan Nobunaga menikahi Nohime. Kematian walinya itu telah memberi pukulan hebat untuk Nobunaga, sehingga sebagai bentuk penyesalannya, Nobunaga mendirikan sebuah kuil yang bernama kuil Masahide.