Thursday, January 15, 2015

Bacaan Ringan "PERANG ONIN BUNMEI 1467 - 1477 - AWAL ZAMAN SENGOKU - PART 4"

http://massandry.blogspot.com
Selama perang berlangsung beratus-ratus ribu prajurit berkumpul ke ibu kota. Perang berlangsung berkepanjangan selama 11 tahun walaupun para jenderal yang awalnya memimpin perang sudah lebih tewas. Ōuchi Masahiro mau kembali ke Provinsi Suo setelah mendapat jaminan dari Hino Tomiko untuk dapat terus menguasai wilayah kekuasaannya.

Kekuatan kedua belah pihak
Pasukan Timur
Shugo daimyo
Hosokawa Katsumoto bersama klan Hosokawa: Provinsi Setsu, Provinsi Izumi, Provinsi Tamba, Provinsi Awaji, Provinsi Sanuki, Provinsi Awa, Provinsi Tosa
Hakateyama Masanaga: Provinsi Etchu, (Provinsi Kawachi)
Shiba Yoshitoshi, Shiba Mochitane: (Provinsi Owari, Provinsi Echizen, Provinsi Totomi)
Kyōgoku Michikiyo: Provinsi Hida, Provinsi Ōmi (setengah luas wilayah), Provinsi Izumo, Provinsi Oki
Akamatsu Masanori: Provinsi Harima, Provinsi Kaga (setengah luas wilayah), (Provinsi Bizen, Provinsi Mimasa)
Yamana Koretoyo: Provinsi Yamashiro, Provinsi Bingo
Takeda Nobutaka, Takeda Kuninobu: Provinsi Wakasa, Provinsi Aki (setengah luas wilayah)
Imagawa Yoshitada: Provinsi Suruga
Togashi Masachika: Provinsi Kaga (setengah luas wilayah)
Kitabatake Noritomo: Provinsi Ise (setengah luas wilayah)
Ōtomo Chikashige: Provinsi Bungo, Provinsi Chikugo
Shōni Masasuke: Provinsi Hizen, Provinsi Tsushima (Chikuzen)
Kikuchi Shigetomo: Provinsi Higo
Shimazu Tatsuhisa: Provinsi Satsuma, Provinsi Ōsumi, Provinsi Hyuga (tidak ikut dalam peperangan)
Bangsawan
Ogasawara Ienaga, Kiso Ietoyo, Matsudaira Nobumitsu, Kira Yoshizane, Tsutsui Junei, Tōchi Tōkiyo, Kikkawa Tsunemoto, Yoshimi Nobuyori, Masuda Kanetaka, Ōuchi Noriyuki, Kobayakawa Hirohira, Kōno Norimichi, Sagara Nagatsugu

Pasukan Barat
Shugo daimyo
Yamana Mochitoyo dan seluruh klan Yamana: Provinsi Tajima, Provinsi Inaba, Provinsi Hōki, Provinsi Mimasa, Provinsi Harima, Provinsi Bizen, Provinsi Bitchu (Yamana Koretoyo tidak ikut)
Hatakeyama Yoshinari: Provinsi Kawachi (Provinsi Kii, Provinsi Yamato)
Hataketama Yoshimune: Provinsi Noto
Shiba Yoshikado: Provinsi Echizen, Provinsi Owari, Provinsi Totomi
Isshiki Yoshinao: Provinsi Tango, setengah Provinsi Ise
Ogasawara Kiyomune: Provinsi Shinano
Toki Shigeyori: Provinsi Mino
Rokkaku Takayori: setengah Provinsi Ōmi
Kōno Michiharu: Provinsi Iyo
Ōuchi Masahiro: Provinsi Nagato, Provinsi Suo, Provinsi Buzen, Provinsi Chikuzen
Bangsawan
Kira Yoshifuji, Anegako Ujike (Provinsi Hida), Togashi Kōchiyo, Mōri Toyomoto, Takeda Mototsuna, klan Kobayakawa, Shibukawa Tadashige, Shimazu Suehisa, Isshiki Tokiie

Pembangunan kembali Kyoto
Kalangan bangsawan dan rakyat yang terusir dari kota Kyoto akibat Perang Ōnin membuka lahan baru di daerah sekitar Kyoto, seperti di Yamashina, Uji, Ōtsu, Nara, dan Sakai. Seusai Perang Ōnin (1479), kondisi lingkungan dan keamanan Kyoto menjadi sangat buruk, epidemi, kebakaran, perampokan, dan kerusuhan sering sekali terjadi. Ditambah dengan kepulangan para daimyo dan pengikutnya ke provinsi asal mereka, pembangunan kembali kota Kyoto berlangsung sangat lambat. Akibat musibah yang sering menimpa Kyoto, kaisar berulang kali mengubah nama zaman (Chōkyō, Entoku, Meiō).

Sebelumnya pada tahun 1451, Shogun Yoshimasa menghidupkan kembali perdagangan Jepang dengan Dinasti Ming yang terhenti setelah meninggalnya Ashikaga Yoshinori. Perdagangan tersebut dapat memperkaya kas pejabat keshogunan dan kalangan daimyo yang dekat dengan shogun. Dibandingkan dengan sebelum perang, keadaan keuangan keshogunan sewaktu perang justru lebih stabil. Namun uang kas keshogunan tidak digunakan Shogun Yoshimasa untuk negara dan menolong rakyat, melainkan dipakai untuk kegemarannya mendirikan bangunan megah (termasuk di antaranya Ginkaku-ji) dan taman Jepang.

Sebagian besar usaha pembangunan kembali Kyoto dilakukan oleh para penduduk kota yang pengusaha kaya. Di antaranya, mereka menghidupkan kembali Gion Matsuri pada tahun 1500. Mereka ingat bahwa awalnya Gion Matsuri diadakan untuk menghalau wabah penyakit, dan penyelenggaraan kembali Gion Matsuri diperkirakan dapat memperbaiki keadaan ekonomi Kyoto.