Thursday, January 15, 2015

Bacaan Ringan "SEPULUH LEGENDA SAMURAI ZAMAN KESHOGUNAN JEPANG - PART 1

http://massandry.blogspot.com
10. Tomoe Gozen
Sebagai satu-satunya perempuan dalam daftar ini , Tomoe adalah salah satu dari sedikit perempuan yang mengambil medan perang bersama rekan-rekan prianya. Dalam kisah Heike , Tomoe digambarkan sebagai seorang wanita yang memiliki kulit yang mulus dan rambut hitam panjang. Ia dikatakan memiliki keahlian seorang pemanah yang sangat baik dan pedangnya siap untuk menghadapi setan atau dewa. Melayani di bawah kepemimpinan Minamoto Yoshinaka , Tomoe adalah salah satu prajurit terbaiknya. Dia diyakini telah berjuang dan bertahan melalui Perang Genpei , perang besar pertama antara klan samurai. Pada pertempuran Awazu, Tomoe bahkan mengambil kepala samurai musuhnya , suatu kehormatan yang luar biasa untuk setiap samurai yang mengalahkan seorang prajurit lawan di pertarungan. Setelah pertempuran , Tomoe dikatakan telah pensiun dan menjadi istri seorang samurai bernama Wada Yoshimori.

09. Minamoto Tametomo
Hari ini , samurai identik dengan kata “katana”, dan sementara mereka memang mahir dalam seni pedang – pertempuran , samurai yang kita kenal saat ini adalah keturunan dari prajurit yang terampil dalam praktek memanah . Salah satu pria tersebut adalah Minamoto Tametom. Tametomo dikatakan memiliki lengan kiri yang sampai enam inci lebih panjang dari kanan sehingga kekuatan tarikan busurnya menjadi lebih kuat.

Kekuatan tembakan panah tersebut sangat penting bagi Tametomo dalam perang antara Minamoto dan klan Taira, di mana Tametomo dikatakan menenggelamkan kapal perang Tara dengan menembakkan sebuah panah ke bagian bawah kapal tersebut. Namun suatu kali Taira berhasil menangkapnya dan memutuskan otot tendon pada lengan kirinya. Hal ini membuat Tametomo tidak dapat berperang lagi dan akhirnya ia melakukan ritual bunuh diri yang disebut Seppuku.

08. Kusunoki Masashige
Masashige memulai sebagai pemilik tanah yang meresponi permintaan Kaisar Go-Daigo untuk asistensi militer selama Perang Nanbokucho. Pada awalnya ia hanya memiliki 500 orang di bawah kepemimpinannya, Masashige kemudian menanjak hingga menjadi Jenderal yang setia kepada Kaisah Go-Daigo. Masashige terkenal untuk komitmennya kepada Kaisar Go-Daigo hingga akhirnya ia meninggal di tangan temannya yang ternyata adalah pengkhianat bernama Ashikaga Takauji.

07. Miyamoto Musashi
Beberapa kisah yang paling menarik dalam sejarah samurai melibatkan ronin, yang artinya “orang ombak” dalam bahasa Inggris. Ronin adalah samurai yang tidak mengabdi kepada seorang tuan, dan dengan demikian mereka biasanya bekerja sebagai tentara bayaran. Beberapa bekerja untuk kepentingan rakyat karena mereka disewa untuk melindungi desa-desa kecil atau untuk orang-orang kaya yang tidak bisa berbuat banyak untuk membela diri. Lainnya bepergian ke negara lain atau bekerja sebagai bajak laut.

Konflik terus-menerus antara klan yang tengah berperang pada saat itu memakan banyak korban jiwa dari tuan – tuan para Samurai pada jaman itu, ribuan samurai yang tidak bertuan  itu kemudian menjadi ronin dan mengembara ke pedesaan sebagai prajurit independen yang sering dianggap lebih rendah oleh sesama samurai. Dari ribuan ronin tersebut,  tidak ada yang lebih populer daripada Miyamoto Musashi.

Lahir pada tahun 1584, ayah Musashi  juga seorang seniman bela diri dan pendekar , Musashi dibesarkan di bawah bimbingan ayahnya sampai usia tujuh tahun ketika pamannya mengambilnya dan membesarkannya. Pada usia tiga belas , Musashi memenangkan duel pertamanya dengan sedikit kesulitan . Pada usia enam belas , Musashi mengambil bagian dalam perang di sisi klan Toyotomi melawan klan Tokugawa , dan menyusul kekalahan Toyotomi klan pada Pertempuran Sekigahara , di mana Musashi dikabarkan juga ikut berperang , kepopulerannya di mata publik hilang hingga usia dua puluh satu ketika dia muncul di Kyoto untuk menantang sekolah pedang terkenal Yoshioka, dan mengikuti beberapa duel sukses terhadap kepala sekolah Yoshioka. Kemudian Musashi berangkat untuk melakukan perjalanan di seluruh Jepang untuk meningkatkan keterampilannya sebagai prajurit.

Pada masa – masa akhir hidupnya, karena usia Musashi tidak dapat lagi bertarung. Sebelum kematiannya pada tahun 1630, Musashi membuat buku Go Rin No Sho atau Buku 5 Lingkaran, sebuah buku yang mendeskripsikan teknik pedang yang hingga saat ini masih dipelajari oleh ahli bela diri dan pengusaha.

06. Honda Tadakatsu
Sebagai seorang samurai yang merupakan salah satu jenderal yang tergabung dalam “4 Raja Surga Tokugawa”, Tadakatsu juga disebut sebagai “Prajurit yang telah melewati kematian”. Ia telah berperang dalam lebih dari seratus pertempuran , dan tidak pernah ia dikalahkan oleh seorang jenderal lawan dalam pertempuran . Tadakatsu tidak pernah mengalami luka yang signifikan dalam semua tahun pengabdiannya , julukan di atas adalah tepat baginya. Tadakatsu melayani dengan hebat dalam Pertempuran Sekigahara yang mengakhiri periode Sengoku dan masuk ke era damai baru yang dipimpin oleh Tokugawa Ieyasu