Monday, January 12, 2015

Bacaan Ringan "SEJARAH PANJANG NEGERI JEPANG DARI JAMAN PRASEJARAH - E.JEPANG ZAMAN KAMAKURA"

http://massandry.blogspot.com
E. Jepang Zaman Kamakura (1192 M – 1333 M)

1) Keadaan Zaman
Setelah keluarga Taira yang dipimpin Kiyomori, mengalahkan keluarga Minamoto yang dipimpin Yoshitomo, semua keluarga Minamoto dibunuh kecuali Yoritomo dan Yoshitsune (keduanya masih kecil). Mereka tidak dibunuh karena ibu Yoshitsune dijadikan selir oleh Kiyomori. Karena peperangan tersebut, Kiyomori menggantikan kedudukan keluarga Fujiwara di Kyōto.

Pada tahun 1180 M Yoritomo membentuk markas di Kamakura dan punya banyak pengikut. Yoshitsune juga membantunya untuk mengalahkan keluarga Taira. Tahun 1185 M Yoritomo menyuruh Yoshitsune dan Kiso Yoshinaka untuk menyerang keluarga Taira. Terjadi pertempuran di Dan no Ura. Dalam pertempuran tersebut Yoshitsune mengalahkan keluarga Taira. Kemenangan Yoshitsune tersebut ternyata menimbulkan iri hati pada Yoritomo. Akhirnya Yoshitsune dibunuh.

Yoritomo menguasai Jepang dengan sistem pemerintahan militer (pemerintahan Bakufu) dan mendirikan pusat pemerintahan di Kamakura (Hal inilah yang menyebabkan penamaan zaman ini dinamakan zaman Kamakura). Saat itu ada 2 macam pemerintahan yaitu pemerintahan sipil dan agama yang dipimpin oleh oleh Tennō yang ada di Kyoto dan pemerintahan militer (bakufu) yang dipimpin oleh Yoritomo yang ada di Kamakura.

Tahun 1185 M Yoritomo memberikan tanah kepada kaum militer yang aktif berperang dan menjadikan mereka sebagai pengikutnya (Gokenin). Gokenin yang berpotensi dijadikan Shugo (kepala polisi di daerah) dan Jittō (pengawas tanah yang bertugas mengumpulkan pajak). Tahun 1192 M Yoritomo mendapat gelar Sei-i-tai-Shōgun  (=Jendral yang menundukkan orang-orang liar. Orang liar di sini adalah bangsa Ainu yang keberadaannnya semakin terpinggirkan) dan sejak saat itu dimulailah pemerintahan Bakufu yaitu pemerintahan militer yang dipimpin oleh Shōgun . Shugo dan Jittō yang diangkat dari keluaga dan pengikut dari Yoritomo mulai menghapus sistem Shōen (tanah pribadi yang bebas pajak). Akhirnya Shugo menguasai daerah propinsi dan menjadi kepala daerah dengan sebutan Daimyō. Mereka membentuk prajurit-prajurit bersenjata yang disebut Samurai. Para Daimyō semakin berkuasa dan pemerintah Bakufu semakin lemah.

Setelah Yoritomo meninggal tahun 1199, kekuasaan Bakufu bergeser ke keluarga Hōjō (keluarga asal istri Yoritomo yaitu Masako). Tahun 1256, Tokimune (usia 6 tahun) menjadi kaisar. Selama pemerintahannya dua kali Jepang diserang oleh pasukan Kubilai Khan (tahun 1274 M dan 1281 M). Para Gokenin yang ikut berperang tidak mendapatkan balas jasa yang cukup. Gokenin merasa tidak puas dan tidak lagi mengikuti pemerintahan Bakufu.

Tahun 1333 M, Tennō Godaigo yang melihat lemahnya Bakufu ini, memanggil para Gokenin yang tidak puas terhadap keluarga Hōjō untuk menjatuhkan Bakufu. Tokoh yang berjasa dalam perebutan kekuasaan itu adalah Ashikaga Takauji, Kibatake Chikafusa, Kusonoki Masahige dan Niita Yoshida. Dengan jatuhnya Bakufu Kamakura maka berakhirlah zaman Kamakura.

2) Kebudayaan
Zaman Kamakura merupakan zaman dimulainya sistem pemerintahan feodal (Hōkenseido). Sistem pemerintahan seperti ini baru dapat diakhiri setelah zaman Edo. Oleh karena itu kebudayaan pada masa itu adalah kebudayaan feodal. Inti dari sistem feodal tersebut adalah pengelolaan tanah dikerjakan oleh petani dan pemilik tanah menggunakan tenaga Bushi (Samurai) sebagai alat pemeras petani agar mereka terus bekerja dan membayar pajak yang tinggi.

Pada zaman ini lahir golongan prajurit yang disebut Samurai, sehingga pada zaman ini muncul dua orang pembuat pedang yang terkenal yaitu Masamune dan Muramasa. Adanya Samurai juga melahirkan suatu etika atau ajaran hidup yang disebut Bushidō. Misalnya berani mati, berani menghadapi bahaya, menjunjung tinggi tanah air, setia kepada pemimpin, dll. Bushido memberikan pedoman kepada setiap tingkah laku dalam pergaulan di masyarakat, termasuk cara berbicara, memberi hormat, mempertahankan kehormatan, dsb. Harakiri (bunuh diri dengan memotong perut) dianggap perbuatan yang mulia untuk menjunjung kehormatan.

3) Peninggalan
Kehidupan kaum militer pada zaman ini juga melahirkan sastra yang melukiskan peperangan kaum militer yang disebut Gunki Monogatari, salah satunya yang paling terkenal adalah Heike Monogatari yang melukiskan bangkit dan jatuhnya keluarga Taira.

Dari segi arsitektur, banyak dibuat patung Buddha (dari batu, kayu, perunggu, tembaga). Patung yang paling terkenal adalah Daibutsu di Kamakura. Patung ini dibuat dari tembaga dan tingginya 15 meter. Arsitektur pada zaman ini lebih mementingkan keindahan yang struktural dari pada yang bersifat hiasan. Misalnya di gerbang depan kuil Todaiji yaitu patung Niō (Kongōrikishi). Di zaman ini banyak pula dibuat lukisan gulung (emaki) seperti Genji Monogatari Emaki, Mōkoshūrai Emaki.

Pada zaman ini muncul juga Buddha aliran Zen. Aliran Zen cocok dengan kepribadian kaum militer karena aliran ini mengajarkan kedisiplinan batin dengan meditasi Zen (Zazen).
Tanaman teh juga mulai masuk ke Jepang dan menggantikan sake yang memabukkan.