Monday, January 12, 2015

Bacaan Ringan "SEJARAH PANJANG NEGERI JEPANG DARI JAMAN PRASEJARAH - C.JEPANG ZAMAN NARA"

http://massandry.blogspot.com
C. Jepang Zaman Nara (710 M – 794 M)

1) Keadaan Zaman
Dengan adanya reformasi Taika, sistem pemerintahan di Jepang meniru sistem pemerintahan yang ada di Cina. Jepang pun meniru membuat kota seperti di ibukota Cina, Chang’an dan menjadikan Heijō (sekarang Nara) sebagai ibukota sekaligus pusat pemerintahan pada tahun 710 M (Hal inilah yang membuat zaman ini dinamakan zaman Nara).

Pada saat itu kaisar membuat undang-undang Taiho (Taihō Ritsuryō). Kaum bangsawan dapat menikmati kehidupan dengan menyenangkan. Di Heijo didirikan pasar. Kemudian untuk memudahkan jual beli dibuatlah Wadokaihō (uang kuno berbentuk bulat yang terbuat dari tembaga dengan diameter 10,95 mm dan berat 0,13 ons yang dibuat tahun 708 M).

Pada zaman ini kaum petani sangat miskin dan menderita karena pajak yang tinggi, sehingga banyak yang membuang tanahnya. Kemudian istana membuat peraturan tentang pemberian tanah kepada orang yang akan membuka lahan tersebut. Setelah peraturan tersebut ditetapkan, terjadi persaingan antara bangsawan, kuil dan keluarga penguasa untuk membuka lahan baru, sehingga tanah pribadi semakin berambah. Tanah pribadi yang bebas pajak tersebut dinamakan Shōen. Karena peraturan tersebut, pemerintahan menjadi kacau. Bangsawan dan pendeta yang punya tanah luas menjadi berkuasa di pemerintahan. Kekacauan tersebut menjadikan zaman ini berakhir.

2) Kebudayaan
Zaman Nara merupakan puncak pertama dalam perkembangan budaya Jepang. Dari segi arsitektur, banyak bangunan atau kuil yang didirikan dengan meniru gaya bangunan Cina. Dalam kesusastraan dihasilkan Kojiki (cerita zaman kuno) dan Nihongi atau Nihonshoki (sejarah jepang). Kojiki selesai ditulis pada tahun 712 M dan dikumpulkan oleh Onoyasumaro. Nihongi selesai ditulis pada tahun 720 dan dikumpulkan oleh Toneri Shinno. Penulisan keduanya dilakukan dengan bantuan orang Cina dan Korea. 

Karena pada saat penyusunannya orang Jepang belum punya huruf sendiri dan belum pintar menulis. Para ahli sejarah menyatakan bahwa sebagian cerita/sejarah dalam Nihongi bukanlah sejarah yang sebenarnya, terutama sejarah sebelum tahun 400 M. Misalnya dalam Nihongi dikatakan bahwa pemerintahan kaisar Jinmu dimulai sejak tahun 660 SM – 581 SM, padahal setelah ditelusur kaisar Jinmu memerintah sejak permulaan abad Masehi. Banyak hal yang bukan dari zaman purba dimasukkan ke dalamnya. Diperkirakan kebohongan itu ditulis dengan tujuan politik dan agama untuk mempertinggi martabat kerajaan dan memberikan bukti adanya zaman purbakala. Ada juga Fudoki (legenda dan profil tiap daerah), dan Manyōshū (kumpulan puisi. Ada sekitar 4500 puisi). Manyōshū ditulis dengan Manyōgana yaitu tulisan dengan struktur bahasa Cina (Kanji) tetapi menggunakan cara baca Jepang.

3) Peninggalan
Kaisar Shōmu membangun kuil Tōdaiji di Nara dengan patung Daibutsu. Patung tersebut dibuat dari perunggu setinggi 53 kaki. Patang ini selesai dibuat tahun 725 M. Pada tahun 756 M didirikan Shōshōin di dekat kuil Tōdaiji untuk menyimpan barang-barang kesenian peninggalan kaisar Shomu.