Sunday, May 8, 2016

Tokoh Terkenal "SAKERA - PEJUANG BURUH ASLI TANAH MADURA - PART 2"

http://massandry.blogspot.com
Peristiwa tersebut akhirnya menjadi buah bibir baik di kalangan pekerja perkebunan, masyarakat maupun Belanda. Bagi Sakera, penjara merupakan resiko yang harus diterima dalam memperjuangkan pekerja perkebunan tebu yang tertindas. Para pekerja perkebunan tebu sangat senang dan bersuka cita dengan meninggalnya pegawai Belanda yang keji itu. Sejak saat itu, Sakera dikenal sebagai pahlawan yang berani oleh seluruh pekerja perkebunan dan masyarakat. Dalam menjalani hukuman penjara pun, Sakera selalu menjadi panutan yang paling di segani baik oleh narapidana maupun petugas penjara.

Semasa menjalani hukuman penjara, Sakera menitipkan Marlena istrinya kepada Brodin untuk dijaga. Karena Brodin sahabat Sakera, Brodin melaksanakan amanah yang diberikan sahabatnya. Lanjut cerita karena lamanya masa pidana Sakera, Brodin menaruh hati pada kecantikan Marlena. Dengan berbagai cara Brodin akhirnya berhasil memperistri Marlena tanpa sepengetahuan Sakera. 

Di dalam penjara, Sakera banyak mendapatkan laporan dan berita jika Brodin telah memperistri Marlena. Mengetahui hal itu Sakera marah dan berhasil kabur dari penjara. Ia kemudian mencari Brodin untuk membuat perhitungan dengannya. Mendengar hal tersebut Brodin takut bertemu Sakera dan bersembunyi, karena terlanjur cintanya kepada Marlena, Brodin berkeinginan untuk membunuh Sakera. Brodin menyusun siasat dengan bekerjasama dengan Belanda. Brodin memfitnah Sakera jika sekarang ini Sakera sangat membahayakan Belanda. 

Belanda sendiri takut dengan keberanian Sakera yang menjadi pejuang dan di elu-elukan masyarakat. Siasat kemudian disusun, bagaimana cara membunuh Sakera yaitu dengan mengadakan tayuban. Dengan tontonan tayuban diyakini Sakera bakalan muncul dan tampil. Akhirnya Sakera muncul dan oleh cecunguk Brodin, Sakera dijamu diajak naik ke pentas yang di sana sudah disiapkan jebakan agar Sakera bisa terperosok masuk lubang. Naiklah Sakera ke atas panggung dengan mengikuti musik dan tarian sehingga tidak menyadari dirinya jatuh terperosok dalam lubang jebakan. Saat itulah Sakera dihujani batu-batu besar yang telah dipersiapkanoleh cecunguk Brodin.

Di akhir riwayatnya, Sakera meninggal atau tidak meninggal itupun masyarakat banyak yang tidak berani memastikan. Karena Sakera itu terkenal sakti dan sulit untuk dibunuh. Sakera oleh masyarakat Bangil dan sekitarnya sangat dikenang berkat kegigihan dan perjuangannya membela kaum tertindas,tidak pernah pamrih, adil dan sangat berani dalam mengambil keputusan. Akhir cerita sampai saat ini makam Sakera ada dua versi yakni di Tampong Rembang dan di Bekacak Kolursari Bangil.