Sunday, May 1, 2016

Bacaan Ringan "SEJARAH BERDIRINYA GMR FM - ROCK RADIO BANDUNG (IN MEMORIAM) - PART 4"

http://massandry.blogspot.com
Kejadian tragis menghampiri GMR dimana tower yang saat itu berfungsi sebagai pemancar jatuh dikarenakan hujan deras dan angin yang sangat kencang dan menimpa salah satu rumah yang ada disekitar Cipaganti. Selama satu bulan GMR tidak mengudara dikarenakan adanya perbaikan dan pergantian tower. Dari tahun 1997 hingga 2000 format musik GMR berubah 70%, dari rock station keclassic rock, dimana lagu-lagu yang diputar dari era tahun 60an hingga 80an, sementara untuk konsepmetal dan extreme metal ditiadakan karena permintaan dari management yang saat itu beralih dari Ibu Ida Sitompul ke Gunung Sewu Group. Tiga tahun berada di format classic rock, tepat Juli 2000 format beralih kembali ke rock station, GMR kembali memutarkan metal dan extreme metal.

Tahun 2001, GMR kembali menggelar event off air di Gelora Saparua tepatnya bulan April yaitu Dozen Of T-Rorr. Band yang tampil dalam event tersebut merupakan band lokal top request dalam program Indonesia 9 dan Request Line, antara lain Barong, Logam, Virus, Balcony, Koil, Forgotten, Dajjal, Geboren, Crusade, Burgerkill, Jeruji dan Turtles Jr. Event yang digelar saat itu boleh dikatakan paling sukses dan banyak menyedot massa, sementara itu tiket yang terjual hingga pukul 13.00 sebanyak 4000 tiket. Tiga tahun bertahan dengan format rock station, 11 September 2003 GMR harus berakhir dikarenakan Gunung Sewu Group memindahkan management-nya ke Femina Group yang mengharuskan format beralih ke female station dan nama radio pun berubah menjadi U FM.

Itulah sekelumit sejarah perjalanan GMR yang dibahas dalam Bandung Oral History dan tentunya menjadi saksi perjalanan sejarah rock di Bandung bahkan di Indonesia. Dengan adanya diskusi semacam itu diharapkan penggemar rock akan selalu mengenang kejayaan GMR baik suka maupun duka, karena bagaimanapun di awal 90an hingga 2003 GMR sebagai media yang berjasa dalam mempromosikan band-band rock dan metal baikindie maupun major. Walaupun GMR kini hanya tinggal nama dan kenangan, namun spirit-nya hingga kini masih ada dalam benak penggemar rock di Bandung. Semoga di kemudian hari muncul radiorock yang setara dengan GMR yang akan membangkitkan kembali spirit rock di Bandung dan di Indonesia. Keep On Rockin…!!!