Sunday, May 1, 2016

Bacaan Ringan "SEJARAH BERDIRINYA GMR FM - ROCK RADIO BANDUNG (IN MEMORIAM) - PART 3"

http://massandry.blogspot.com
Untuk menyemarakan HUT RI ke 48, GMR menggelar Live Studio yang bertempat di Jalan Dr. Hatta No.15 Bandung pada tanggal 19 Agustus 1993. Acara yang dimulai jam 22.00 WIB menghadirkan Sahara, U’Camp, Pas Band dan Rudal. Masih dalam tahun yang sama tepatnya September, band yang sangat identik dengan Bon Jovi yaitu Loch Ness merilis debut album “Menapak Jalan”. Untuk mempromosikan band tersebut, GMR memilih 'Menapak Jalan' dan 'Penantian' sebagai lagu andalan. Di awal 90an musikrock di Bandung identik sekali dengan hardrock maupun heavy metal, tetapi dari kubu alternative rockmuncul Pas band. Sebelum masuk ke Triple M studio Jakarta untuk proses recording, Pas band melakukan pre-recording di GMR pada bulan September/Oktober 1993. Berkat campur tangan music director GMR, Samuel Marudut (alm), Pas merilis debut EP album “4 Through The Sap” di bawah label Sap Music Management dengan distibusi Nova Records/CV Tropic. EP yang berisi 4 lagu tersebut berhasil terjual 4700 keping dari 5000 kaset yang dicetak dengan hits andalan 'Here Forever' dan 'Dogma'. Samuel Marudut dengan benderanya Sap Music Management setelah merilis Pas band rencananya akan merilis single Rotor “Vomit The Pain dan Polution Huh…”
 juga beberapa band underground Bandung dan Jakarta seperti Insanity, Motor Death, Mortir, Puppen, Full Of Hate, Fatal Death, Thanatoid, Sucker Head, Mortus, Grausig dan Bottom Up. Namun rupanya Tuhan berkehendak lain, tanggal 15 Oktober 1994 bertempat di kediaman Krisna 'Sucker Head' di daerah Kalibata Jakarta, Samuel Marudut menghembuskan nafas terakhir dalam usia 24 tahun dan dimakamkan di Pemakaman Kristen Pandu Bandung.

Sepeninggal almarhum Samuel Marudut, perjalanan GMR dalam mempromosikan band-band rock/metal Bandung tidak berhenti sampai di situ. November 1994, GMR mempromosikan band heavy/thrash yang personilnya berasal dari Indonesia (Agus Lasmono-vocal, Tjahjo Wisanggeni-guitar) dan Amerika (Ricky Working-bass, Mark Bistany-drums) yaitu Nosferatu dengan debut album Visible But Untouched yang dirilis oleh Musica International. Periode 94/95 GMR gencar mempromosikan promo tape-nya Sahara yang akan terkemas dalam debut album Insomnia, dimana pada bulan Agustus 1993 Sahara telah menandatangani kontrak dengan Music Plus/Musica untuk empat album. Akhirnya April 1995 Sahara dengan album Insomnia berhasil dirilis di industri musik Indonesia.

Selain Sahara, dalam periode yang sama, GMR pun mempromosikan band thrash metal asal Jakarta yaitu Sucker Head dengan debut albumnya The Head Sucker yang dirilis oleh Aquarius Musikindo tahun 1995. Selain mempromosikan band-band yang bernaung dalam major label, tahun 1995 GMR pun dari kubu indie seperti Puppen “Not A Pup” Distorsi Music/Nova Records dan Pure Saturday (Pure Saturday) Backot Music Management terjual sekitar 5 ribu keping dan pada akhirnya menarik minat Ceepee Production untuk merilis album tersebut agar bisa diedarkan ke segala penjuru tanah air. Kembali ke major label, Agustus 1995 Jamrock menandatangani kontrak dengan Logiss Records untuk merilis sebuah album. Perjalanan Jamrock untuk merilis album ternyata tidak mudah, dari tahun 1993 mereka  membuat lagu dan dipromosikan di GMR sebelum akhirnya ditawarkan ke label-label besar di Jakarta. Bahkan dengan manajer Bey Plano (GMR Crew) akhirnya Jamrock berhasil menemui Log Zhelebour dan Log pun bersedia menjadi eksekutif produser dengan catatan Jamrock harus berganti nama. Oktober 1995 Jamrock berganti nama menjadi Jamrud, Dua bulan kemudian tepatnya Desember 1995 Jamrud merilis debut album“Nekad”. Jika kita perhatikan cover album Jamrud ini tertera nama GMR FM sebagai fans address-nya Jamrud. Dalam rangka memperingati HUT GMR yang ke 5 tepatnya bulan Desember 1995, GMR mengadakan bedah demo. Dalam program tersebut turut hadir Jamrud, Sucker Head, Pas Band dan beberapa crew GMR sebagai juri. Dari sekian banyak band yang mengirimkan demonya, ternyata Jasad memenuhi kriteria sebagai demo terbaik versi dewan juri baik dalam kualitas musik dan sound serta berhak diputar beberapa waktu dalam program acara metal GMR.

31 Desember 1995 merupakan puncak ulang tahun GMR yang ke-5, dimana saat itu GMR membuat live studio yang dimeriahkan oleh Masia, Jasad, Sacrilegious, Hellgods, Tympanic Membrane, Morsa, Delima dan lain-lain. Tahun 1996 merupakan tahun dimana band-band lokal mulai memperlihatkan eksistensinya dalam komunitas musik di Bandung. Jasad, Sacrilegious, Noise Damage, Rotten To The Core, Closeminded, Insulin Coma, Koil, Hellburger, Sonic Torment, Piece Of Cake, Pimple adalah  contoh dari band-band indie yang berhasil merilis album. Selain dari Bandung, Tengkorak dari Jakarta, Rotten Corpse dari Malang dan Slow Death dari Surabaya adalah band underground yang dipromosikan oleh GMR. Desember 1996 adalah saat dimana komunitas indie di Bandung sangat beragam keberadaannya dan hanya GMR yang bisa memutarkan lagu-lagu mereka.