Skip to main content

Bacaan Ringan "ASAL USUL MADURA DAN CAROK - PART 1"

http://massandry.blogspot.com

"Orang Madura sangat menjaga wibawa dirinya agar tidak dipermalukan. Orang Madura tidak suka dipermalukan di depan umum, jangan sampai kita memanggil dengan berteriak-teriak ketika mereka lagi ada masalah, karena akan menimbulkan keegoan mereka muncul."

Bincang-bincang dengan Pak Hidrochin Sabaruddin.

BANGKALAN. Dahulu ada seorang putri di suatu kerajaan. Pada suatu malam, putri itu bermimpi memakan bulan. Beberapa hari kemudian, putri itu hamil, karena diketahui anaknya hamil, ayahnya, sebagai seorang raja merasa malu lalu dia memanggil dan mengutus seorang patih untuk membunuh putri itu, karena telah mencemarkan nama baik kerajaan. Akan tetapi, patih itu merasa iba dan melihat ada kelebihan serta sesuatu yang tidak biasa, menurutnya tuhan memberikan keistimewaan dalam diri putri itu. Akhirnya, patih dan putri itu dihayutkan dari daerah tuban ke arah utara, dengan menggunakan hitek yaitu semacam bambu yang dirakit menjadi sampan yang melewati arah utara sehingga terdampar di sebuah karang, sekarang terkenal dengan sebutan gunung Geger. Konon, dari bukit Geger di bawanya ada lorong panjang yang sampai ke gua di bukit Payudan di Sumenep.

Konon, Daratan Madura awalnya bukan seperti yang sekarang ini, di daratan itu akhirnya sang putri melahirkan seorang anak yang diberi nama Raden Sagara, Sagara berarti lautan. Berhari-hari anak ini tumbuh dengan baik sebelum ditempatkan ke daerah Nipah, Patapan di kota Sampang. Anak itu besar di sana, ketika beranjak dewasa, suatu ketika anak itu melihat kedatangan dua ular naga muncul dari arah laut. Raden Sagara merasa takut dan berlari ke arah ibunya, sang ibu merasa bingung, sehingga, ibunya yang seorang Putri itu memanggil seorang patih, cara memanggilnya pun hanya dengan menghentakkan kaki, sehingga patih itu bisa muncul seketika di depannya, lalu ditanyakanlah perihal kedatangan dua ular tersebut.

Pesannya Kalau bertemu kembali, bantinglah ular itu ke tanah agar menjadi senjata, ketika Raden Sagara bertemu ular itu kembali lalu dibantinglah dua ular itu sehingga berubah menjadi keris dan tombak. Keris dan tombak itu diberi nama Senanggala atau se alegureh Dua pusaka itu bermanfaat ketika ada kerajaan di sekitar kediaman Raden Sagara di serang bangsa China dan Eropa, keberadaan Raden Sagara yang terkenal suka membantu orang dan merupakan sosok yang perkasa. Sehingga kerajaan itu mengundangnya untuk memberantas penjajah dari bangsa China dan Eropa tersebut. Akhirnya, Raden Sagara bisa memenanginya. Raden Sagara dan ibunya lalu menghilang atau dikenal dengan kata Mokso. yaitu menghilang tanpa diketahui keberadaan dan rimbanya. Konon, Raden sagara dikenal orang pertama di Madura.

Daerah Madura dibagi menjadi dua wilayah, yaitu Madura Barat dan Timur. Madura barat terdiri dari kota Sampang dan Bangkalan, sedangkan Madura timur adalah Pamekasan dan Sumenep. Orang Sumenep dikenal dengan keturunan Jaya Katwang dan orang Sampang dan Bangkalan dikenal keturunan kerajaan Majapahit yang menelorkan raja-raja Madura barat, leluhurnya adalah Nyai Ageng Mama, tempat peristirahatannya ada di kota sampang.

Persoalan seputar carok, sebenarnya carok bukanlah budaya asli orang Madura, karena budaya adalah kebiasaan hidup sehari-hari yang penuh dengan muatan nilai estetis. Keberadaan carok selalu berkonotasi negative karena mesti ada korban, hal ini selalu berakibat buruk buat pencitraan pulau Madura

Popular posts from this blog

Bacaan Dewasa "FAKTA KEHIDUPAN SEKSUAL REMAJA JEPANG"

http://massandry.blogspot.com Inilah beberapa alasan Negeri Sakura itu melegalkan JAV Sex di Jepang sudah bukan hal yang tabu bagi kita, apalagi budaya sex yang bisa terbilang ekstrem di tengah-tengah bangsa yang menjunjung tinggi kesopanan ini. Siapa sih yang tidak tahu kalau bangsa Jepang terkenal sopan? Namun tak sedikit pula yang tahu budaya sex Jepang yang ekstrim.
Berikut kisahnya: 
1. Di salah satu kuil di Tokyo, ada sebuah gerbang merah yang jadi simbol sakral penduduk disana. Ternyata, di arena setelah kita melewati gerbang merah tersebut adalah area ritual bagi perempuan disana yang ingin melepas keperawanannya. 

2. Tahu shinkansen? Di kereta api super cepat ini ternyata tersedia gerbong khusus buat perempuan. Di gerbong ini, perempuan diberikan kebebasan untuk ngapain tanpa harus keganggu ama cowo- cowo yang ada disana. Konon kabarnya cowo Jepang sering ngelakuin tindakan asusila di kereta api. (bahkan beberapa syuting film porno memakai latar belakang kereta api sinkansen …

Bacaan Ringan "PROFIL LENGKAP WARKOP DKI "

http://massandry.blogspot.com
PROFIL: WAHYU SARDONO (DONO - WARKOP)
Drs. H. Wahjoe Sardono lebih dikenal dengan Dono Warkop lahir di Solo 30 September 1951 adalah aktor dan pelawak Indonesia yang bertinggi badan 167 cm serta beragama Islam. Ia juga dikenal sebagai aktor pada akhir 1970-an, tahun 1980-an dan era 1990-an. Dono meninggal pada 30 Desember 2001 akibat Kanker Paru-Paru.
Pendidikan:  Fakultas Ilmu Sosial - Jurusan Sosiologi, Universitas Indonesia 
Karir: Penyiar Radio Prambors (1974-1980)  Asisten Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI (1974- 1980)  Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI 
Alamat Rumah: Jalan Pulo Asem Utara 13/18, Jakarta Timur. 

Kabut tebal menyelimuti dunia perlawakan Indonesia. Ahad dini hari 30 Desember 2001 sekitar pukul 00.50 WIB, Drs H.Wahyu Sardono alias Dono Warkop, menghembus napas terakhirnya di kamar no 11 Paviliun Ignatius rumah sakit St Carollus Salemba Jakarta Pusat. Dia meninggal dengan tenang, disamping sahabatnya, Indr…

Bacaan Ringan "SABUNG AYAM MAULANA HASANUDDIN vs PRABU PUCUK UMUN"

http://massandry.blogspot.com Setelah kedua belah pihak telah bersepakat, dan telah menyiapkan ayam yang akan disabungkan, maka di hari itu, pada 11 Rabiul Awal tahun 888 Hijriah, orang-orang dari istana Pakuan Banten Girang dan para adjar dan pandita di Gunung Pulosari telah berkumpul untuk menyaksikan pertandingan sabung ayam antara Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana alias Prabu Pucuk Umun. Saat itu, ayam keduanya saling mematuk, menghantam, mencabik, atau sesekali menghindari serangan lawannya, sebelum saling menyerang satu sama lain, yang diiringi oleh sorak-sorai para pendukung Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana secara bergantian atau pun bersamaan.
Saat itu, semua yang hadir dan menyaksikan adu tanding kesumat itu merasa takjub dan heran ketika kedua ayam yang sama gagah dan perkasanya belum menandakan ada yang akan kalah di tengah arena. Bila ayam yang satu terpantik atau terjangkar oleh ayam yang lainnya, maka para pendukungnya akan bersorak gembira, da…