Tuesday, December 3, 2013

Bacaan Ringan "SEJARAH MERK TERKENAL LEVI STRAUSS - PART 1"

http://massandry.blogspot.com
Saat demam emas melanda Amerika di tahun 1848, tersebutlah seorang pemuda usia 20 tahun dari New York berniat mengadu nasib. Namanya Levi Strauss.Di tempat asalnya ia adalah seorang penjual pakaian. Strauss berangkat ke California dengan berbekalkan beberapa potong tekstil untuk dijual selama perjalanan ke Barat.

Karena memang dasarnya berbekal nekat belaka, sesampai di California, Levi Strauss telah menjual semua barang yang dimilikinya, kecuali segulung kanvas. Segulung kanvas? Apa gunanya? Siapa yang mau memakai pakaian dibuat dari kanvas? Atau mungkin?

Di California, Strauss memperhatikan bahwa para pekerja tambang memiliki celana yang cepat sekali rusak. Untuk itu Strauss mencoba membuat celana kerja dari bahan kanvas dan menjual celana itu kepada para penambang. Celana dari kanvas itu laku keras. Banyak penambang membeli celana kanvas dari Strauss. Karena tidak sepenuhnya suka dengan bahan kanvas, Strauss mulai menggunakan bahan lain yang
dipesannya dari Genoa, Italia. Para pemintal di sana menyebut bahan itu “genes”. Strauss mengubah namanya menjadi “jeans”, dan mulailah ia memproduksi celana jeans pertamanya, yang diberi merk “Levi’s”.

Hanya dalam waktu singkat celana ini menjadi “pakaian resmi” para penambang dan koboi, dan akhirnya dapat kita temui sekarang sebagai “pakaian kebangsaan” banyak orang

1853 Levi Strauss tiba di San Francisco dan membuka usaha grosir barang kering yang menjual pakaian, selimut, saputangan, dll., ke toko-toko kecil ke seluruh Amerika bagian Barat.

1872 Jacob Davis, seorang penjahit dari Reno, Nevada, menulis surat kepada Levi Strauss, dan mengatakan kepadanya tentang proses yang ditemukannya untuk memasang paku pada pojok-pojok kantong pada celana panjang lelaki agar membuatnya lebih kuat. Ia menyarankan agar keduanya meminta paten atas proses tersebut bersama-sama dan Levi setuju.

1873 Levi Strauss & Jacob Davis diberikan paten atas proses pemakuan celana panjang oleh Kantor Paten dan Merek Dagang AS pada tanggal 20 Mei. Nomor paten tersebut adalah 139.121 dan merupakan penemuan blue jean.

1886 Potongan kulit kecil merek Dua Kuda® pertama kali digunakan pada waist overalls. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kekuatan celana panjang tersebut serta memperkuat status Levi’s® sebagai perintis pembuatan pakaian yang menggunakan pemasangan paku yang dipatenkan. 

Nomor lot pertama kali diberikan kepada produk yang sedang dibuat. 501® digunakan untuk menandai waist overalls yang berkeling tembaga yang terkenal.

Sekitar 1901 Celana panjang – sekarang hanya disebut “overalls” – memiliki dua kantong belakang. Tampaknya Levi’s® menambahkan kantong tambahan ini karena permintaan konsumen atau perubahan pada mode pakaian lelaki pada saat itu.

1902 Levi Strauss meninggal dunia pada usia 73 tahun. Keponakan-keponakannya mengambil alih usaha tersebut; keturunan mereka masih menjalankan perusahaan tersebut saat ini.

1906 Gempa bumi dan kebakaran San Francisco memusnahkan markas besar dan pabrik-pabrik Levi Strauss & Co.

1915 Overalls memenangkan “Penghargaan Tertinggi” di Pameran Internasional Panama-Pasifik di San Francisco.
LS&CO. mulai membeli denim dari Cone Mills di Greebsboro, Carolina Utara.

1922 Tempat ikat pinggang ditambahkan pada overalls, namun kancing bretel masih dipertahankan. Cinch juga masih digunakan pada celana panjang, namun beberapa orang membuangnya agar dapat memakai overalls tersebut dengan ikat pinggang. Sekali lagi, penambahan tempat ikat pinggang adalah sebagai tanggapan terhadap perubahan pada mode pakaian lelaki dan pemahaman Levi’s® tentang apa yang diinginkan oleh konsumen.

Sekitar 1927 Cone Mills mengembangkan 10 ons selvage denim merah secara eksklusif untuk jeans 501®. Denim tersebut ditenun dengan perkakas tenun selebar 29”.

1937 Kantong belakang pada overalls dijahitkan sehingga menutupi kelingannya. Hal ini sebagai tanggapan kepada konsumen yang mengeluh bahwa kelingan tersebut menggores perabot dan tempat duduk atau sadel.

Kancing bretel dicopot dari overalls. Konsumen diberikan snap-on-buttons jika mereka masih ingin memakai bretel.

Perang Perubahan dilakukan pada overalls agar sesuai dengan aturan yang 
Dunia ke-II ditetapkan oleh War Production Board (Dewan Produksi Perang, pada saat itu) untuk konservasi bahan mentah. Keling sela pukang, keling watch pocket dan cinch belakang dicopot untuk menghemat bahan dan logam. Desain jahitan Arcuate dicopot karena benang tersebut hanya bersifat dekoratif dan tidak bersifat vital untuk kegunaan garmen tersebut. Agar mempertahankan desain tersebut pada celana, maka operator mesin jahit LS&CO. melukisnya pada setiap pasang.
1943 Desain jahitan Arcuate terdaftar sebagai merek dagang.

Sekitar 1947 Versi jeans 501® pasca perang mulai lepas dari jenis produksi. Cinch berlalu untuk selamanya, keling ditempelkan lagi pada watch pocket dan Arcuate sekarang dijahitkan dengan menggunakan mesin berjarum ganda yang memberinya bentuk “berlian” pada titik di mana kedua garis jahitan bertemu. Hal ini menciptakan penampilan yang seragam untuk Arcuate, yang kontras dengan tahun-tahun sebelumnya, ketika aplikasi jarum tunggal memberikan setiap desain Arcuate suatu penampilan unik, tergantung pada keterampilan orang yang merngerjakannya.

1954 Suatu versi overalls yang menggunakan resleting diperkenalkan dan disebut 501Z. Ini diperkenalkan setelah Levi’s® mulai menjual produk Levi’s® di Pantai Timur Amerika Serikat dan banyak orang tidak terbiasa dengan button fly (kancing) tersebut.

Akhir 1950-an Leather patch (potongan kulit kecil) digantikan dengan leather patch bergambar Dua Kuda yang dibuat dari heavy-duty card stock, yang dikenal “mirip” dengan kulit.” Hal ini karena perusahaan sedang menjual produk secara nasional, dan mulai menjadi lebih mahal untuk menggunakan kulit asli. Juga, mesin cuci otomatis yang baru sangat tidak ramah pada barang-barang yang asli.

1960 Kata “overalls” digantikan dengan kata “jeans” dalam iklan dan pada kemasan. Levi’s® telah membuat produk lain di masa silam yang Levi’s® sebut “jeans” (khususnya celana panjang denim untuk pemuda pada tahun 1930-an) namun koleksi unggulan “overalls” Levi’s® – jean 501® – tidak memperoleh nama ini hingga anak-anak remaja mulai menyebut produk tersebut “jeans” pada tahun 1950-an. Tak seorangpun tahu persis mengapa kata tersebut berkaitan dengan overalls lelaki, namun anak-anak remaja mengadopsi frasa tersebut dan itu menjadi istilah yang digunakan oleh semua pengusaha pabrik.

Newer Post Older Post Home

Tokoh Islami "HABIB ABDURRAHMAN BIN ZEIN BIN ALI BIN AHMAD AL JUFRY"

http://massandry.blogspot.com Sayyidy al-Habib Abdurrohman bin Zein bin Ali bin Ahmad al-Jufri dilahirkan tahun 1938 di Semarang. Ayahand...

Blogger Template by Blogcrowds