Saturday, July 11, 2020

Tokoh Islami "HABIB ABDULLAH BIN ALI AL HADDAD - BANGIL PASURUAN PART 3"

http://massandry.blogspot.com

Suatu hari, tanpa diduga, Habib Muhammad bin Ahmad Al-Muhdhar bersama rombongan sebanyak 60 orang berkunjung ke majlis taklim tersebut. Habib Abdullah pun minta Syekh Mubarak Jabli menuangkan kopi dan menghidangkannya kepada mereka. Setelah menuangkan kopi ke beberapa cangkir, ternyata kopinya habis, dan ia berhenti menghidangkan kopi.
"Tuangkanlah lagi kopinya." Kata Habib Abdullah.
Dengan bingung, Syekh Mubarak berbisik kepada Habib Muhammad, putra Habib Abdullah, "Ketelnya sudah kosong."
Tapi kata Habib Muhammad, "Turuti saja perintahnya."
Maka Syekh Mubarak pun kembali mencoba menuangkan kopi ke cangkir-cangkir dari ketel kosong itu. Tapi betapa terkejut manakala dilihatnya, atas izin Allah swt, dari ketel kosong tetap mengucur kopi hangat hingga seluruh tamu kebagian.

Suatu sore, seorang bangsawan Bugis dari Makassar bertandang ke Bangil, dan menghadiahkan sebuah peti dari emas berisi kayu gaharu, dan sejumlah besar uang untuk Habib Abdullah. Sebelum menerima hadiah, beliauu bertanya, "Apakah di negerimu ada orang yang berhak menerima sedekah?"
Bangsawan itu berkata, "ya, ada."
Maka Habib Abdullah berkata pun minta agar hadiah itu dibagi-bagikan kepada faqir miskin di Makassar.

"Alhamdulillah, kami dalam keadaan mampu." Ujar Habib Abdullah seraya menunjuk sebuah karung penuh uang emas. Maka sang bangsawan Bugis itu pun segera mohon maaf dan berjanji melaksanakan amanatnya. Habib Abdullah memang dikenal sangat dekat dengan faqir miskin. Setiap bulan, beliau membantu sekitar 70 keluarga miskin.

Suatu hari Residen Pasuruan dating ke Bangil. Begitu ia turun dari kereta berkuda, semua orang berdiri menghormatinya. Kebetulan saat itu, Habib Abdullah berada disitu, mengantar pamannya, Habib Ahmad bin Hasan Al-Haddad, hendak pulang ke Surabaya. Ketika sang Residen lewat persis di depan Habib Abdullah, ia tidak mengindahkannya. Ia tetap duduk santai, tidak berdiri menghormatinya.

Maka datang seorang anggota polisi memerintahkannya datang ke kantor Residenan Pasuruan. Tanpa pikir panjang, beliau pun berangkat kesana. Sampai disana, beliaupun menunggu di ruang depan, tapi tak seorangpun petugas pun menemuinya. Anehnya, bahkan ada beberapa petugas yang lari ketakutan ketika melihat kehadiran Habib Abdullah.

Akhirnya, seorang pegawai Karisidenan menemuinya sambil berkata gemetara, "Sebaiknya Habib kembali saja, sebab Residen dan semua stafnya takut melihat Habib yang didampingi dua ekor harimau dengan mulut terbuka." 

Setelah kejadian itu, Sang Residen meletakkan jabatan.
Suatu hari, Sayid Umar Syatta, Mufti Haramain dari Mekah, menerima ru'yah ( penampakan dalam mimpi ) bahwa Rasulullah saw menganjurkannya untuk menemui Habib Abdullah bin Ali Al-Haddad.
"Dia adalah cucuku yang sebenarnya." Kata Nabi saw dalam ru'yah tersebut. Dalam perjumpaan itu, Sayyid Umar Syatta menciumi lutut dan kaki serta minta maaf kepada Habib Abdullah, karena tidak tahu kedudukan Habib Abdullah; jika Nabi saw tidak memberitahukannya.
Ada satu hal yang selalu beliau tekankan kepada murid-muridnya, juga dalam tulisan di beberapa kitabnya. Beliau selalu mengajarkan untuk berprilaku tawaduk ( rendah hati ), tidak takabur, sombong dan ria. Sebab, kata habib Abdullah, semua itu adalah sifat-sifat setan.

Newer Post Older Post Home

Tokoh Islami "HABIB ABDURRAHMAN BIN ZEIN BIN ALI BIN AHMAD AL JUFRY"

http://massandry.blogspot.com Sayyidy al-Habib Abdurrohman bin Zein bin Ali bin Ahmad al-Jufri dilahirkan tahun 1938 di Semarang. Ayahand...

Blogger Template by Blogcrowds