Saturday, July 19, 2014

Fakta Kriminal "KISAH PREMAN BERHATI BENGIS DARI JAKARTA PUSAT - PART 2"

http://massandry.blogspot.com
Pada saat mengonsumsi barang tersebut, terjadi suatu perasaan yang dahsyat di dalam diri Nico. Perasaan dahsyat itu ternyata adalah tanda-tanda bahwa diri Nico alami over dosis. Darah keluar dari hidung, mulut dan telinga. Bahkan lebih parahnya lagi, tubuh Nico sudah mulai merasakan dingin dari kaki sampai lehernya. Sepertinya tipis kemungkinan Nico akan selamat. 

Sesampainya di rumah sakit, lagu tersebut masih terus dinyanyikan oleh Nico. Bahkan salah seorang suster mendengar lagu tersebut. Diantara sadar dan tidak sadar, Nico meminta suster untuk mendoakan dirinya karena dirinya sebentar lagi akan mati. Dia sadar bahwa dosa-dosa yang diperbuatnya saat ini telah membawanya kepada sebuah garis akhir kehidupan di depan mata.

Tiba-tiba keangkuhan sang panglima runtuh dalam sekejap, keegoannya takluk pada sentuhan pada sang pencipta. Dalam ketidaksadarannya, Nico seperti melihat darah orang yang tertumpah. Dirinya begitu ketakutan dan saat maut terasa mendekat dirinya mengakui segala perbuatan-perbuatan dosa yang telah dia lakukan selama ini. Pada saat itu, Nico merasakan kegelapan dan neraka sudah menjadi tempatnya.

Di dalam batas pengharapannya kepada Tuhan, Nico berteriak kepada Tuhan agar mau menolongnya. Waktu dirinya berteriak seperti itu, sang suster yang ada disitu  berdoa. Selesai amin, 10 menit kemudian, tubuh dingin Nico pun mulai surut perlahan-lahan. Dokter yang menyaksikan itupun bingung karena hal ini tidak pernah terjadi dalam praktiknya selama ini. 

Keputusan Nico meninggalkan dunia premannya mendapat reaksi keras dari teman-temannya. Teman-temannya menganggap Nico telah berkhianat kepada mereka dan akhirnya dirinya pun ditinggalkan oleh kelompok yang selama ini diikutinya.

Nico tidak menyesal akan keputusan tersebut karena hidupnya adalah untuk menyenangkan hati Tuhan. Saat ini, Nico benar-benar mengabdikan dirinya untuk menolong orang-orang yang terjerat dalam dunia preman.