Skip to main content

Bacaan Ringan "SEJARAH PANJANG KRIMINALITAS DI JAKARTA - PART 2"

http://massandry.blogspot.com
Dialah jagoan Senen sejak era Koempoelan 4 Cent pada masa akhir Hindia Belanda hingga akhir kekuasaan Presiden Soekarno, bahkan ia dijebloskan ke Penjara Nirbaya pasca peristiwa G30S. Karena disegani dan ketokohannya, foto Pi’i sebagai jagoan Senen dipasang di setiap toko atau tempat hiburan, biasanya di dekat meja kasir, menjadi jaminan bagi si pemilik toko atau tempat hiburan bahwa tempat usahanya tidak akan ada yang mengganggu.

Koempoelan 4 Cent yang bermarkas di Senen adalah organisasi pencopet. Anggotanya sebagian berasal dari luar Jakarta. Nama kelompok ini berasal dari uang empat sen yang diberikan setiap anggota sebagai “fonds pertoeloengan” atau “djaminan”. Dana kemudian dipakai untuk anggota yang mendapat kesulitan atau ditangkap polisi. Koempoelan 4 Cent juga mempunyai aturan bahwa jika seorang anggota ditangkap polisi, maka ia tidak boleh melawan. Namun, jika yang menangkap adalah masyarakat atau bukan anggota kepolisian, maka kelompok ini akan melakukan pembalasan terhadap mereka.

Koempoelan 4 Cent dibentuk karena banyak kelompok yang beroperasi di wilayah Senen, baik di stasiun maupun pasar, sering bersaing. Anggota satu kelompok dengan anggota kelompok lain juga tidak saling mengenal. Di bangsal stasiun contohnya, ada empat komplotan yang masing-masing mempunyai tiga hingga empat anggota. Para pimpinan pencopet atau jagoan Senen ini adalah Boesong, Galing, Ketol, Mariang, dan Senan, dengan jumlah anggota keseluruhan mencapai puluhan orang. Jumlah anggota komplotan yang beroperasi di stasiun dengan di pasar daging saja mencapai tiga puluh orang. Lima kongsi pencopet inilah yang menguasai Senen sebelum terbentuk Koempoelan 4 Cent.

Organisasi penjaga keamanan yang disebut di atas berada di perumahan dan kawasan niaga. Organisasi tersebar di berbagai tempat di Jakarta dan kekuasaan mereka dibagi dalam beberapa rayon atau kecamatan. Di tempat yang telah ditentukan pemerintah dan aparat keamanan inilah mereka berjuang menghidupi diri dan keluarga, organisasi serta membangun solidaritas. Perebutan ruang dan properti dalam bentuk perumahan, kawasan bisnis, tanah tak bertuan, atau harta benda milik warga Belanda menjadi bagian dari keberadaan organisasi itu untuk bertahan di Jakarta. Oleh karena itu, pemeritah kemudian mengusulkan agar dibentuk semacam federasi (bond) dari organisasi penjaga keamanan yang ada, mempunyai tempat atau markas untuk setiap organisasi.

Kedua puluh organisasi penjaga keamanan yang disahkan merupakan seleksi dari tiga puluh satu organisasi penjaga keamanan yang diberi izin sementara oleh militer. Sejak awal kehadiran kelompok pengamanan itu, militer memegang peranan penting di dalamnya. Seleksi pun harus dilakukan karena kerap terjadi penyimpangan dalam operasional organisasi penjaga keamanan. Sebagai persyaratan, setiap anggota organisasi penjaga keamanan harus disertai pas foto dan stempel dari KMKBDR. 

Wilayah kerja organisasi juga dibagi atas beberapa rayon atau kecamatan. Beberapa kasus menyangkut organisasi kerap terjadi dan salah satunya adalah kasus yang menimpa kelompok Ular Belang. Disebutkan bahwa aparat keamanan menangkap dua puluh anggota Ular Belang karena menggunakan seragam tentara saat memaksa penduduk supaya menjadi pelanggan jasa keamanan mereka. Kasus lain adalah ketidaktertiban dalam penagihan uang keamanan kepada para pelanggan. Satu perusahaan dapat saja ditagih oleh lebih dari satu organisasi. Uang keamanan menjadi sumber kekisruhan dalam pengaturan dan pembagian wilayah organisasi. Pihak militer kemudian menertibkan semua organisasi yang ada agar dalam satu rumah atau perusahaan hanya ada satu uang keamanan untuk satu organisasi penjaga keamanan.

Popular posts from this blog

Bacaan Dewasa "FAKTA KEHIDUPAN SEKSUAL REMAJA JEPANG"

http://massandry.blogspot.com Inilah beberapa alasan Negeri Sakura itu melegalkan JAV Sex di Jepang sudah bukan hal yang tabu bagi kita, apalagi budaya sex yang bisa terbilang ekstrem di tengah-tengah bangsa yang menjunjung tinggi kesopanan ini. Siapa sih yang tidak tahu kalau bangsa Jepang terkenal sopan? Namun tak sedikit pula yang tahu budaya sex Jepang yang ekstrim.
Berikut kisahnya: 
1. Di salah satu kuil di Tokyo, ada sebuah gerbang merah yang jadi simbol sakral penduduk disana. Ternyata, di arena setelah kita melewati gerbang merah tersebut adalah area ritual bagi perempuan disana yang ingin melepas keperawanannya. 

2. Tahu shinkansen? Di kereta api super cepat ini ternyata tersedia gerbong khusus buat perempuan. Di gerbong ini, perempuan diberikan kebebasan untuk ngapain tanpa harus keganggu ama cowo- cowo yang ada disana. Konon kabarnya cowo Jepang sering ngelakuin tindakan asusila di kereta api. (bahkan beberapa syuting film porno memakai latar belakang kereta api sinkansen …

Bacaan Ringan "PROFIL LENGKAP WARKOP DKI "

http://massandry.blogspot.com
PROFIL: WAHYU SARDONO (DONO - WARKOP)
Drs. H. Wahjoe Sardono lebih dikenal dengan Dono Warkop lahir di Solo 30 September 1951 adalah aktor dan pelawak Indonesia yang bertinggi badan 167 cm serta beragama Islam. Ia juga dikenal sebagai aktor pada akhir 1970-an, tahun 1980-an dan era 1990-an. Dono meninggal pada 30 Desember 2001 akibat Kanker Paru-Paru.
Pendidikan:  Fakultas Ilmu Sosial - Jurusan Sosiologi, Universitas Indonesia 
Karir: Penyiar Radio Prambors (1974-1980)  Asisten Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI (1974- 1980)  Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI 
Alamat Rumah: Jalan Pulo Asem Utara 13/18, Jakarta Timur. 

Kabut tebal menyelimuti dunia perlawakan Indonesia. Ahad dini hari 30 Desember 2001 sekitar pukul 00.50 WIB, Drs H.Wahyu Sardono alias Dono Warkop, menghembus napas terakhirnya di kamar no 11 Paviliun Ignatius rumah sakit St Carollus Salemba Jakarta Pusat. Dia meninggal dengan tenang, disamping sahabatnya, Indr…

Bacaan Ringan "SABUNG AYAM MAULANA HASANUDDIN vs PRABU PUCUK UMUN"

http://massandry.blogspot.com Setelah kedua belah pihak telah bersepakat, dan telah menyiapkan ayam yang akan disabungkan, maka di hari itu, pada 11 Rabiul Awal tahun 888 Hijriah, orang-orang dari istana Pakuan Banten Girang dan para adjar dan pandita di Gunung Pulosari telah berkumpul untuk menyaksikan pertandingan sabung ayam antara Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana alias Prabu Pucuk Umun. Saat itu, ayam keduanya saling mematuk, menghantam, mencabik, atau sesekali menghindari serangan lawannya, sebelum saling menyerang satu sama lain, yang diiringi oleh sorak-sorai para pendukung Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana secara bergantian atau pun bersamaan.
Saat itu, semua yang hadir dan menyaksikan adu tanding kesumat itu merasa takjub dan heran ketika kedua ayam yang sama gagah dan perkasanya belum menandakan ada yang akan kalah di tengah arena. Bila ayam yang satu terpantik atau terjangkar oleh ayam yang lainnya, maka para pendukungnya akan bersorak gembira, da…