Wednesday, September 3, 2014

Bacaan Ringan "SEJARAH KLUB LIVERPOOL FC - PART 4"

http://massandry.blogspot.com
Dibayang-bayangi oleh Nottingham Forest di posisi ketiga semakin memanaskan persaingan, apalagi the Reds harus menghadapi mereka di Anfield. dan kembali the Reds bernafas lega setelah Cox dan Goldie mengakhiri mimpi Nottingham Forest untuk menyaingi the Reds dalam persaingan gelar juara dan semakin mengamankan posisi the Reds di posisi kedua klasemen. 

Tiga hari sebelumnya Sunderland sudah mengemas kemenangan 2-0 atas rival sedaerahnya Newcastle United dan tetap memuncaki klasemen dengan hanya perbedaan selisih goal. menjadikan persaingan untuk menjadi juara bagi LFC ada di pertandingan away melawan West Brom 29 April nanti. 

Dengan hasil seri dengan Albion dan raihan 1 poin saja cukup bagi the Reds untuk memenangi kejuaraan. tapi The Baggies tidak akan menyerah begitu saja atau mungkin akan membalikan keadaan dan the Reds tidak mau kompromi dengan segala kemungkinan itu. Sejak dari peluit pertama the Reds berjuang hidup dan mati, akhirnya itu semua membuka jalan menuju kemenangan setelah berhasil memimpin di babak pertama melalui gol dari Walker yang menyambut bola rebound tendangan Raybound yang berhasil ditahan kiper the Baggies. 

Pada babak kedua bomber tuan rumah memborbardir kiper Bill Perkins dari berbagai sudut tetapi pertahanan the Reds mati-matian berusaha mempertahankan kemenangan demi gelar juara pertama mereka. sebuah kemenangan yang sangat layak akhirnya diraih juga dan sebuah jawaban bagi para kritikus yang mengomentari kans bagi the Reds diawal musim. 

Perjuangan Perkins, Goldie dan Robertson menjadi semakin lengkap ketika Raybound menjadi top skorer dengan 16 gol dan Raisbeck sang skipper menjadi inspirasi bagi semua pemain the Reds. pada akhir musim koran Liverpool Echo mencatat,” kemarin adalah persaingan yang sengit dipuncak klasemen antara LFC dan Sunderland yang harus berakhir hingga hari terakhir di musim ini. tetapi para pemuda Anfield pantang menyerah. sejak awal tahun 1901 mereka hanya 2 kali kalah, dan anak-anak LFC satu-satunya tim yang mencetak gol lebih banyak dipertandingan tandang dibandingkan di kandang sendiri (23 gol dengan 22 gol) ini adalah hasil yang memuaskan. 

Pada pertandingan tandang mereka menang 7 kali dan seri 5 kali, dengan mengemas 19 poin dari 34, lebih dari setengah perolehan poin mereka. kenyataan menyebutkan kalau pertahanan LFC menduduki peringkat terbaik di liga. 

LFC pun mengemas gol terbanyak 59 dibandingkan dengan Sunderland dengan 57 gol.” Setelah kemenangan melawan West Brom, juara baru kembali ke Liverpool menggunakan kereta dan mereka di sambut di Central Station malam harinya oleh ribuan fans yang mengeluk-elukan mereka. Raisbeck dibopong oleh para fans sepanjang jalan menuju Anfield yang penuh oleh para fans, sementara drum dan pipebag trompet band membawakan lagu yang cocok dengan momen tersebut, “The Conquering Hero”. 

Sementara para pemain lainnya dan para manajer dan staff kembali ke Anfield menaiki kereta kuda dengan bangga dan senyum lebar sambil mengangkat trophy Liga tinggi-tinggi. Akhirnya, Trophy Liga Primer sudah mengisi lemari kosong itu untuk pertama kalinya, bukan berarti itu akan menjadi trophy yang terakhir