Wednesday, September 3, 2014

Bacaan Ringan "TRADISI DAN RITUAL UNIK PERTUKARAN JERSEY - PART 1"

http://massandry.blogspot.com
Pertukaran jersey antar pemain sepakbola saat ini sudah menjadi tradisi dan 'ritual' unik yang kerap terjadi di akhir laga.

Ritual tukar jersey ini bisa dikatakan adalah sisa-sisa peninggalan nenek moyang manusia yang masih eksis hingga peradaban modern saat ini yaitu sistem barter, sebuah sistem perdagangan yang paling masuk akal menurut hemat saya.

Tradisi saling bertukar jersey ini tentu saja memiliki asal-usul yang tertulis dalam buku besar catatan sejarah dunia sepakbola. Menurut data yang ada, bertukar jersey dilakukan sebagai cindera mata pertama kali dilakukan pada laga Prancis kontra Inggris tahun 1931 silam. Semenjak itu, ritual ini terus dilakukan hingga kini.

1. Dalam laga Arsenal kontra Manchester United beberapa saat yang lalu, ada cerita menarik dari Robin van Persie dan Theo Walcott. Dua manusia ini melakukan pertukaran jersey di dalam lorong pemain. Mereka melakukan hal ini dengan maksud untuk menghindari fans yang akan menghina mereka habis-habisan andai barter tersebut dilakukan di tengah lapangan.

Terdapat juga sejumlah kisah unik lainnya terkait pertukaran jersey antar pemain sepakbola yang menarik untuk diingat, mulai dari yang terkesan elegan hingga yang menimbulkan kontroversi.

2. Pele [Brasil] dan Bobby Moore [Inggris] mempunyai kisah unik saat mereka memperkuat timnas masing-masing dan bertanding pada Piala Dunia 1970 di Meksiko. Kedua pemain ini melakukan pertukaran baju di akhir laga yang dipicu oleh dua momen penting.

Momen pertama adalah penyelamatan gemilang yang dilakukan oleh kiper timnas Inggris, Gordon Banks, dari peluang 99% gol milik Pele. Dan yang kedua adalah tackle penyelematan yang dilakukan oleh Moore untuk menghalau peluang Jairzinho. Kedua momen ini membuat penonton yang hadir di stadion bergemuruh.

Untuk menunjukkan rasa hormat dan kekaguman, Pele mendekati Moore di akhir laga dan kedua pesepakbola manusia tersebut berpelukan sembari menukar jersey satu sama lain. Pele juga pernah berkata kepada media bahwa Moore merupakan salah satu bek tangguh dan sulit untuk ditaklukkan dalam karirnya di atas lapangan hijau.

3. Cerita pertukaran jersey antara George Cohen dan Alberto Gonzalez dalam laga Inggris kontra Argentina di babak semifinal Piala Dunia 1966 tak kalah menarik dengan kisah Pele-Moore di atas.

Usai laga keras yang akhirnya dimenangkan oleh Inggris tersebut, Cohen berniat untuk bertukar jersey dengan Gonzalez namun Alf Ramsey [pelatih timnas Inggris] mencegahnya. Ramsey beralasan bahwa ia tidak akan mengizinkan pemainnya bertukar jersey dengan pemain dari tim yang bermain layaknya hewan di atas lapangan [Ramsey merujuk pada permainan keras yang ditampilkan oleh skuad Argentina pada laga semifinal tersebut].

4. Di masa kini, John Terry adalah salah satu pemain profesional yang memang gemar untuk mengoleksi jersey lawan-lawannya. Hal ini dilakukan Terry sebagai bentuk penghormatan terhadap momen yang ia dapatkan di setiap laga yang ia lakoni. Kapten Chesea ini bahkan mengemas jersey-jersey lawannya tersebut dengan rapi. Mungkin Terry bermaksud untuk membuka sebuah museum saat pensiun nanti atau ia malah berencana untuk mendapat penghasilan tambahan untuk masa tua-nya dan memasukkan koleksi jersey tersebut ke situs jual beli online seperti Amazon.com? Hehehe...

5. Pertukaran jersey juga bisa berujung pada terhentinya karir pemain dalam klub tersebut. Hal ini terjadi pada mantan bek Arsenal asal Brasil, Andre Santos.