Tuesday, October 29, 2013

Bacaan Perang "REVOLUSI IRAN YANG MELAHIRKAN NEGARA ISLAM DI PERSIA - PART 3"

http://massandry.blogspot.com
Tidak stabilnya kondisi dalam negeri Iran & penolakan terhadap kebijakan-kebijakan dari pemerintah Islamis Iran lantas membuat puluhan ribu rakyat Iran mengungsi keluar negeri. Sebagian dari mereka lantas memanfaatkan lokasinya yang berada di luar negeri untuk mengkritik pemerintah Islamis Iran secara terang-terangan tanpa perlu khawatir akan keselamatan nyawanya. Mereka yang tetap berada di dalam negeri lantas memilih untuk melawan. Salah satu kelompok yang paling getol menentang republik Islam adalah Mojahedin-e-Khalq (MEK; Mujahidin Rakyat Iran) yang berhaluan Islam & sayap kiri. Untuk menunjukkan penolakannya, kelompok tersebut melakukan aksi-aksi pemboman & pemberontakan bersenjata yang direspon pemerintah Iran dengan melakukan penahan massal kepada tokoh-tokoh sayap kiri.

Ujian terbesar dari luar negeri yang mengancam kelangsungan republik Islam Iran adalah invasi Irak pada bulan September 1980 yang mengawali pecahnya perang Irak-Iran. Awalnya Iran memang kewalahan meladeni serangan cepat Irak yang notabene merupakan salah satu negara Timur Tengah dengan kekuatan militer termutakhir saat itu. Namun setelah membebaskan sejumlah tokoh militer penting & memobilisasi ratusan ribu rakyatnya untuk menjadi anggota milisi Basij, Iran berhasil melawan balik & bahkan sukses mengusir keluar pasukan Irak pada tahun 1982. Perang sebenarnya sudah bisa berhenti pada titik ini, namun Khomeini justru memilih untuk melanjutkan perang & menginvasi wilayah Irak sehingga perang Irak-Iran terus berlangsung hingga tahun 1988.

Bendera Republik Islam Iran. (Sumber)
Opini dunia internasional terhadap revolusi Islam di Iran sendiri bervariasi. Sebagian merasa kagum dengan revolusi tersebut & bahkan memprediksi lebih jauh kalau Islam akan menjadi ideologi baru yang berperan penting dalam perkembangan politik internasional. Di sejumlah negara berpenduduk mayoritas Islam, revolusi tersebut menginspirasi sebagian rakyat di masing-masing negara untuk mengusahakan berdirinya pemerintahan atau organisasi politik yang mengacu kepada hukum Islam. Namun, revolusi Islam juga tidak lepas dari opini negatif. Ada yang menganggap bahwa revolusi Islam di Iran hanyalah peristiwa pergantian diktator dari yang awalnya monarkis menjadi republik agamis. Bagi AS, revolusi tersebut mengubah total hubungan bilateral antara kedua negara dari yang awalnya bersahabat menjadi bermusuhan.

Bulan Juni 1989, Khomeini meninggal & posisinya sebagai pemimpin spiritual tertinggi Iran digantikan oleh Ali Khamanei. Di tahun yang sama, Ali Akbar Hashemi Rafsanjani terpilih menjadi presiden baru Iran. Untuk memulihkan kembali kondisi Iran yang kacau balau akibat konflik internal & perang dengan Irak, Rafsanjani melakukan banyak kebijakan pragmatis. Ia melakukan liberalisasi ekonomi & memperbaiki hubungan Iran dengan negara-negara Barat untuk mendapatkan suntikan dana. Hasilnya, perekonomian Iran secara perlahan-lahan mulai bangkit walaupun ketergantungan terhadap sektor minyak masih sangat tinggi. Di luar aspek ekonomi, kabinet era Rafsanjani & penerusnya berhasil menciptakan berbagai kemajuan seperti meningkatnya angka melek huruf & menurunnya angka kematian bayi di Ira

Newer Post Older Post Home

Tokoh Islami "HABIB ABDURRAHMAN BIN ZEIN BIN ALI BIN AHMAD AL JUFRY"

http://massandry.blogspot.com Sayyidy al-Habib Abdurrohman bin Zein bin Ali bin Ahmad al-Jufri dilahirkan tahun 1938 di Semarang. Ayahand...

Blogger Template by Blogcrowds