Sunday, October 12, 2014

Bacaan Ringan "BUKTI BUKTI REINKARNASI SECARA ILMIAH - PART 2"

http://massandry.blogspot.com
Ian Stevenson
Ian Stevenson adalah seorang seorang profesor peneliti dari University of Virginia, Departemen Kejiwaan, Divisi Bagian Kepribadian (DOPS) yang kita sebut dalam membicarakan reinkarnasi secara ilmiah. Ian Stevenson adalah tokoh simbolik peneliti reinkarnasi yang menggunakan “Metode Tradisional”. Beliau menjabat kepala penelitian masalah reinkarnasi. Penelitian DOPS ini dapat dimungkinkan karena adanya sumbangan dari Eminent Scholars Chair (semacam perkumpulan mahasiswa yang ulung) dan sejumlah besar warisan tanah dari Priscilla Woolfan. DOPS menyatakan “Tujuan utama penyelidikan secara ilmiah atas fenomena yang disarankan, asumsi dan teori yang dapat diterima oleh ilmu pengetahuan tentang sifat dasar pikiran ataupun kesadaran, dan hubungannya dengan materi yang mungkin salah.”

Artikel yang ia publikasikan pada tahun 1960 (Bukti Memory Kehidupan Masa Lampau), dinobatkan sebagai prolog penelitian reinkarnasi barat modern. 40 tahun lebih sesudah tahun itu, ia berkeliling ke seluruh pelosok dunia untuk menyelidiki, mencatat, mengumpulkan, menguji, dan mencocokkan orang-orang, terutama “anak-anak yang mengingat kehidupan masa lalu dan yang mempunyai tanda lahir atau cacat lahir yang dihubungkan dengan luka, biasanya fatal.” Dr. Stevenson, telah mengumpulkan ribuan rekaman dari anak-anak berumur dari 2-7 tahun yang tinggal di Timur Tengah, Eropa, Asia dan Amerika.

Sangat mencengangkan, karena ditemukan bahwa ingatan akan kehidupan masa lalu akan memudar sekitar umur 7 tahun. Anak-anak akan berbicara secara langsung tentang kehidupan masa lalunya, ingin pulang kembali ke “rumah”, rindu sebagai ibu dan suami dari kehidupan yang lain, dan sering ditunjukkan dengan adanya tanda ketakutan yang tidak biasanya dalam keluarga yang sekarang atau yang tidak dapat dijelaskan oleh kehidupannya sekarang. Sebagai tambahan, mereka mengetahui sesuatu hal dimana mereka tidak dapat belajar atau mendengar dari kehidupannya sekarang. Dan yang sangat menakjubkan adalah pernyataan anak-anak tersebut dapat dibuktikan dengan kehidupan nyata atau kejadian kematian dalam banyak kasus.

Dr. Stevenson menulis, “Sering, anak-anak ini berbicara tentang orang-orang dan kejadian-kejadian dari kehidupan sebelumnya, bukan kehidupan yang samar-samar dari abad yang lalu, akan tetapi kehidupan yang jelas, individu yang dapat dikenali, yang kadang-kadang tidak seluruhnya diketahui oleh keluarganya dan tinggal di kota yang berbeda atau tempat yang berbeda atau tinggal di negara yang lain.” Beberapa anak juga kelihatannya mengingat kehidupan sebelumnya yang terjadi pada dasawarsa yang lalu dan yang paling mencengangkan bahwa ia menemukan anak-anak yang dapat berbicara bahasa asing.

Dr. Stevenson telah mempublikasikan sepuluh buah karya khusus serta beberapa puluh tesis ilmiah, banyak diantaranya oleh para peneliti dianggap sebagai “kitab suci” mereka, terutama adalah dua karya buku, “Twenty Cases Suggestive of Reincarnation” dan “Children Who Remember Previous Lives”, yang telah banyak dimanfaatkan oleh peneliti generasi penerus. Beberapa lainnya misalnya Reincarnation and Biology: A Contribution to the Etiology ofBirthmarks and Birth Defects, Where Reincarnation and Biology Intersect, and Cases of the Reincarnation Type; Vol I (India), II (Sri Lanka), III (Lebanon danTurki) dan IV (Thailand dan Birma).

“Twenty Cases Suggestive of Reincarnation” adalah karya Stevenson yang membuatnya menjadi tersohor. Dua puluh contoh kasus reinkarnasi yang tercatat di dalam bukunya adalah sebagian contoh kasus yang dikoleksi, diedit dan telah dilakukan verifikasi melalui perjalanan ilmiahnya antara tahun 1961 hingga 1965 dari India, Sri Langka, Brazil, Libanon hingga ke Alaska-Amerika. Di dalam buku tersebut ada satu contoh kasus dalam reinkarnasi yang sangat langka dan memiliki nilai penelitian istimewa, Professor Stevenson menyebutnya sebagai “Exchange Incarnation / Pertukaran Inkarnasi”.
Pada tahun 1954, Jasbir anak dari Sri Girdhali Lal Jat yang berumur tiga setengah tahun dinyatakan mati karena cacar, ia belum sempat dikubur dan pada malam harinya telah hidup kembali. Setelah lewat beberapa hari, ia sudah mulai bisa berbicara lagi, bahkan beberapa minggu kemudian ternyata ia bisa dengan jelas mengekspresikan dirinya sendiri. Ia mengatakan dirinya bukan Jasbir sang anak, melainkan bernama Sobha Ram dan berusia 22 tahun, putra dari Sri Shankar Lal Tyagi Kepala Brahmana dari desa Vehedi.

Ia (Sobha Ram) menjelaskan dengan detail kematiannya: Pada tahun 1954, Ia ada di suatu prosesi perkawinan dari satu desa ke desa lain, Ia memakan sebuah permen yang beracun pemberian seseorang yang meminjam uang darinya, kemudian Ia menjadi pusing dan terjatuh dari atas kereta kuda yang ditumpanginya dan kepalanya terbentur hingga mati. Ia meninggalkan seorang istri (Sumantra) dan seorang anak lelaki (Baleshwar). Dalam kematiannya ia bertemu seorang ‘Saddhu’ (orang suci) yang menyarankannya untuk mengambil tubuh lain dan ketika itu hanya ada tubuh Jabir yang tersedia.
Karena Ia Brahmana, Ia menolak segala makanan dari rumah, untung saja ada seorang perempuan Brahmana yang setiap hari berbaik hati membuatkan nasi untuknya jika tidak Ia kemungkinan bisa sungguh-sungguh mati kelaparan. Kemudian kisahnya telah memperoleh pembuktian, anggota keluarga kehidupan masa lampaunya sering mengajaknya keluar bermain. Ia bermain dengan sukaria di “rumah lama”nya, tidak sudi balik ke rumah lagi, karena ia di situ mengalami kesepian dan kesendirian.