Friday, May 30, 2014

Bacaan Ringan "BIOSKOP MAYESTIK BANDUNG - BIOSKOP PERTAMA DI INDONESIA"

http://massandry.blogspot.com
Bangunan New Majestic di Jalan Braga, Kota Bandung, Jawa Barat, kini jadi tempat karaoke dangdut. Padahal bangunan itu termasuk salah satu heritage di Kota Bandung.

Gedung yang dibuat pada 1925 itu adalah bangunan karya Profesor Wolff Schoemaker. Sebelum jadi tempat karaoke, New Majestic difungsikan sebagai gedung pertunjukan.

Petugas keamanan New Majestic, membenarkan tempat itu sudah beralih fungsi. "Sudah dari kemarin malam jadi tempat karaoke, kang," ujarnya di lokasi, Selasa (2/7/2013).

Dia menyebut, suasana di dalam New Majestic sudah berbeda dari sebelumnya saat masih jadi gedung pertunjukan. "Kursinya juga sudah diubah, seperti tempat karaoke saja," ungkapnya.

Pantauan di lokasi, bagian pagar depan gedung itu tertutup rapat. Suasana di lokasi sepi, tempat itu baru beroperasi pada malam hari.

Anggota Komunitas Pegiat Festival dan Heritage, Mochammad Hanief, mengaku, sudah tahu kabar New Majestic yang sudah berubah fungsi.

"Saya tahu dari teman saya. Tadinya mau pakai gedung itu buat pertunjukan seni, tapi sudah tidak bisa karena berubah jadi tempat karaoke tempatnya," jelasnya.

Hanief mengatakan, gedung itu merupakan gedung bioskop pertama di Indonesia, sehingga nilai sejarah dari tempat itu cukup tinggi. Film pertama Indonesia diputar di tempat itu pada 1926.

Gedung itu jadi salah satu tempat beken di Kota Bandung sekira 1970-an. Tapi pelan-pelan populitas gedung itu memudar sejak 1980-an, karena makin banyak bermunculan bioskop di Kota Bandung.

Pada awalnya, gedung itu bernama Majestic karena tak lagi populer gedung itu terbengkalai. Hingga pada 2002, Majestic direvitalisasi sehingga jadi gedung pertunjukan dan kesenian. Saat itu namanya berubah menjadi Asia Afrika Cultural Centre (AACC).

Pada 2008, gedung itu jadi saksi sejarah kelam. Sebab 10 orang tewas dalam konser musik cadas Beside. Aktivitas gedung itu kembali terhenti. Lalu pada 2010, gedung itu direvitalisasi lagi dan berganti nama jadi New Majestic.

"Tentu saya menyayangkan perubahan fungsi gedung New Majestic. Itu kan tempat bersejarah," katanya.

Gedung itu dikelola PD Jasa dan Wisata (Jawi). Dalam hal ini, PD Jawi harus memperhatikan sisi historis dari gedung itu, sehingga fungsinya tidak berubah. "Ini kan bangunan bersejarah, seharusnya PD Jawi melihat aspek estetika dan etika," pungkas Hanief.