Thursday, May 29, 2014

Bacaan Ringan "KISAH SENIMAN PERANAKAN - TAN TJENG BOK - PAK ITEM PART 1"

http://massandry.blogspot.com
Kita mungkin sudah lupa dengan seorang seniman besar peranakan Tionghoa yang begitu terkenal di dunia perfilman Indonesia selama tiga dekade, terutama di era tahun 70-an. Seorang anak tunggal yang terkenal sangat badung, anak dari pasangan Tan Soen Tjiang dan gadis betawi asli Jembatan Lima bernama Darsih. Namun karena pernikahan itu tidak direstui orang tua mereka, Tan Soen Tjiang menikah lagi dengan seorang gadis Tionghoa.

Waktu kecilnya, di rumah ia belajat silat dibawah asuhan ayahnya sendiri, yang konon murid kedua guru persilatan Siauw Lim Shi. Ia sangat senang, namun bukan senang karena silatnya. Ia senang karena akibat dari kepatuhannya itu, sewaktu-waktu ia mendapat kesempatan bermain di luar rumah. “Tapi jangankan diizinkan, tanpa izin pun saya senang keluyuran,” katanya mengenang masa kecilnya.

Karir aktingnya sebetulnya sudah dimulai sejak Indonesia belum merdeka, dengan tiga buah film yang dimainkannya pada tahun 1941. Bagi penikmat dan pecinta dunia akting, dia dikenal sebagai orang yang lucu dan jenaka. Dengan memulai karier sebagai biduan ketika umurnya baru 12 tahun di Bandung, anak Tionghoa berkulit gelap ini sering bolos dari Hollands Chinese School atau Sekolah dasar 7 tahun di Jalan Braga, Bandung. Berkali-kali gurunya melapor kepada orang tuannya, hingga akhirnya, sampai kelas tiga, dia disuruh berhenti sekolah oleh ayahnya. Karena kulit gelapnya, maka anak Tionghoa ini sejak kecil  mendapat panggilan Si Item dan kemudian Pak Item atau Oom Item.

Setelah berhenti dari sekolah, ia  ikut rombongan  sandiwara De Goudvissen sebagai kasung atau pesuruh. Di situ ia mengerjakan apa saja, menyapu,  mengepel, menimba air, membersihkan alat musik dan apapun yang diperintahkan kepadanya. Dengan tanpa menerima gaji, dia hanya mendapatkan jatah makan dan pondokan gratis. Saat itu umurnya baru 13 tahun, sudah lebih dari cukup untuk dia jika boleh menikmati alunan suara Beng Oeng. Si Item kecil ini memang menyenangi dunia tarik suara, dan Ben Oeng adalah penyanyi pujaannya.

Pernah suatu waktu dia dipaksa naik panggung menggantikan Beng, yang kebetulan berhalangan. Tidak sempat berlatih dan hanya diberikan kursus cepat dalam menyanyi dan ilmu panggung, penampilan perdana dalam karir keartisannya ini ternyata sukses. Tepuk tangan membahana, sedangkan si Item menjauh ke satu pojok terisak-isak. Tanpa disadari, detik itu, awal kariernya sebagai artis sudah dimulai.