Skip to main content

Bacaan Ringan "KISAH SENIMAN PERANAKAN - TAN TJENG BOK - PAK ITEM PART 1"

http://massandry.blogspot.com
Kita mungkin sudah lupa dengan seorang seniman besar peranakan Tionghoa yang begitu terkenal di dunia perfilman Indonesia selama tiga dekade, terutama di era tahun 70-an. Seorang anak tunggal yang terkenal sangat badung, anak dari pasangan Tan Soen Tjiang dan gadis betawi asli Jembatan Lima bernama Darsih. Namun karena pernikahan itu tidak direstui orang tua mereka, Tan Soen Tjiang menikah lagi dengan seorang gadis Tionghoa.

Waktu kecilnya, di rumah ia belajat silat dibawah asuhan ayahnya sendiri, yang konon murid kedua guru persilatan Siauw Lim Shi. Ia sangat senang, namun bukan senang karena silatnya. Ia senang karena akibat dari kepatuhannya itu, sewaktu-waktu ia mendapat kesempatan bermain di luar rumah. “Tapi jangankan diizinkan, tanpa izin pun saya senang keluyuran,” katanya mengenang masa kecilnya.

Karir aktingnya sebetulnya sudah dimulai sejak Indonesia belum merdeka, dengan tiga buah film yang dimainkannya pada tahun 1941. Bagi penikmat dan pecinta dunia akting, dia dikenal sebagai orang yang lucu dan jenaka. Dengan memulai karier sebagai biduan ketika umurnya baru 12 tahun di Bandung, anak Tionghoa berkulit gelap ini sering bolos dari Hollands Chinese School atau Sekolah dasar 7 tahun di Jalan Braga, Bandung. Berkali-kali gurunya melapor kepada orang tuannya, hingga akhirnya, sampai kelas tiga, dia disuruh berhenti sekolah oleh ayahnya. Karena kulit gelapnya, maka anak Tionghoa ini sejak kecil  mendapat panggilan Si Item dan kemudian Pak Item atau Oom Item.

Setelah berhenti dari sekolah, ia  ikut rombongan  sandiwara De Goudvissen sebagai kasung atau pesuruh. Di situ ia mengerjakan apa saja, menyapu,  mengepel, menimba air, membersihkan alat musik dan apapun yang diperintahkan kepadanya. Dengan tanpa menerima gaji, dia hanya mendapatkan jatah makan dan pondokan gratis. Saat itu umurnya baru 13 tahun, sudah lebih dari cukup untuk dia jika boleh menikmati alunan suara Beng Oeng. Si Item kecil ini memang menyenangi dunia tarik suara, dan Ben Oeng adalah penyanyi pujaannya.

Pernah suatu waktu dia dipaksa naik panggung menggantikan Beng, yang kebetulan berhalangan. Tidak sempat berlatih dan hanya diberikan kursus cepat dalam menyanyi dan ilmu panggung, penampilan perdana dalam karir keartisannya ini ternyata sukses. Tepuk tangan membahana, sedangkan si Item menjauh ke satu pojok terisak-isak. Tanpa disadari, detik itu, awal kariernya sebagai artis sudah dimulai.

Popular posts from this blog

Bacaan Dewasa "FAKTA KEHIDUPAN SEKSUAL REMAJA JEPANG"

http://massandry.blogspot.com Inilah beberapa alasan Negeri Sakura itu melegalkan JAV Sex di Jepang sudah bukan hal yang tabu bagi kita, apalagi budaya sex yang bisa terbilang ekstrem di tengah-tengah bangsa yang menjunjung tinggi kesopanan ini. Siapa sih yang tidak tahu kalau bangsa Jepang terkenal sopan? Namun tak sedikit pula yang tahu budaya sex Jepang yang ekstrim.
Berikut kisahnya: 
1. Di salah satu kuil di Tokyo, ada sebuah gerbang merah yang jadi simbol sakral penduduk disana. Ternyata, di arena setelah kita melewati gerbang merah tersebut adalah area ritual bagi perempuan disana yang ingin melepas keperawanannya. 

2. Tahu shinkansen? Di kereta api super cepat ini ternyata tersedia gerbong khusus buat perempuan. Di gerbong ini, perempuan diberikan kebebasan untuk ngapain tanpa harus keganggu ama cowo- cowo yang ada disana. Konon kabarnya cowo Jepang sering ngelakuin tindakan asusila di kereta api. (bahkan beberapa syuting film porno memakai latar belakang kereta api sinkansen …

Bacaan Ringan "PROFIL LENGKAP WARKOP DKI "

http://massandry.blogspot.com
PROFIL: WAHYU SARDONO (DONO - WARKOP)
Drs. H. Wahjoe Sardono lebih dikenal dengan Dono Warkop lahir di Solo 30 September 1951 adalah aktor dan pelawak Indonesia yang bertinggi badan 167 cm serta beragama Islam. Ia juga dikenal sebagai aktor pada akhir 1970-an, tahun 1980-an dan era 1990-an. Dono meninggal pada 30 Desember 2001 akibat Kanker Paru-Paru.
Pendidikan:  Fakultas Ilmu Sosial - Jurusan Sosiologi, Universitas Indonesia 
Karir: Penyiar Radio Prambors (1974-1980)  Asisten Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI (1974- 1980)  Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI 
Alamat Rumah: Jalan Pulo Asem Utara 13/18, Jakarta Timur. 

Kabut tebal menyelimuti dunia perlawakan Indonesia. Ahad dini hari 30 Desember 2001 sekitar pukul 00.50 WIB, Drs H.Wahyu Sardono alias Dono Warkop, menghembus napas terakhirnya di kamar no 11 Paviliun Ignatius rumah sakit St Carollus Salemba Jakarta Pusat. Dia meninggal dengan tenang, disamping sahabatnya, Indr…

Bacaan Ringan "SABUNG AYAM MAULANA HASANUDDIN vs PRABU PUCUK UMUN"

http://massandry.blogspot.com Setelah kedua belah pihak telah bersepakat, dan telah menyiapkan ayam yang akan disabungkan, maka di hari itu, pada 11 Rabiul Awal tahun 888 Hijriah, orang-orang dari istana Pakuan Banten Girang dan para adjar dan pandita di Gunung Pulosari telah berkumpul untuk menyaksikan pertandingan sabung ayam antara Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana alias Prabu Pucuk Umun. Saat itu, ayam keduanya saling mematuk, menghantam, mencabik, atau sesekali menghindari serangan lawannya, sebelum saling menyerang satu sama lain, yang diiringi oleh sorak-sorai para pendukung Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana secara bergantian atau pun bersamaan.
Saat itu, semua yang hadir dan menyaksikan adu tanding kesumat itu merasa takjub dan heran ketika kedua ayam yang sama gagah dan perkasanya belum menandakan ada yang akan kalah di tengah arena. Bila ayam yang satu terpantik atau terjangkar oleh ayam yang lainnya, maka para pendukungnya akan bersorak gembira, da…