Skip to main content

Bacaan Ringan "FAKTA MENARIK TENTANG KALENDER HIJRIAH"

http://massandry.blogspot.com
Kalender Hijriyah dikenal pula sebagai kalender Islam. Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, pada tahun ketiga pemerintahannya yang menyadari akan pentingnya kalkulasi ulang terhadap perhitungan masa yang sudah ada karena bulan-bulan tersebut belum ada tahunnya. Dengan demikian maka timbul pertanyaan, misalnya pada bulan Ramadhan itu bulan Ramadhan tahun lalu ataukah sebelumnya? Akhirnya Khalifah Umar mengundang tokoh-tokoh dalam bidang tersebut. Kemudian disepakati bersama bahwa awal tahun (tahun 1 Hijriyah) adalah pada saat hijrahnya Nabi dari mekkah ke Madinah bersama umat beliau. Tanggal dan bulannya tatap dan tak berubah, yaitu saat hijrah nabi adalah pada pada tanggal 2 Rabi’ul Awal dengan tahun yang telah disepakati yaitu tahun pertama hijriyah. Jadi hijrah Rasulullah SAW adalah tanggal 2 Rabi’ul Awal 01 H.
 
Tahun hijriyah perhitungannya berdasarkan peredaran bulan. Bulan saat mulai kelihatan hingga habisnya adalah 29 hari 8 jam 43 menit. Setahun dihitung 354 hari untuk tahun biasa (non kabisat) dan 355 hari untuk tahun kabisat. Kalau untuk kalender masehi satu siklus adalah 4 tahun (siklus kecil) maka untuk kalender Islam siklusnya adalah 30 tahun dengan ketentuan bahwa tiap-tiap 30 tahun ada 11 tahun kabisat dan 19 tahun biasa. Tahun hijriyah tak mengenal siklus besar.
 
Asal mula perhitungan untuk satu siklus adalah 354 11/30 hari. Jumlah hari untuk satu siklus adalah (30 X 354) + 11 = 10631 hari. Untuk mengetahui bahwa suatu tahun adalah tahun kabisat atau bukan adalah angka tahun dibagi 30, apabila ada sisa 2, 5, 7, 10, 13, 16, 18, 21, 24, 26 dan 29 adalah tahun kabisat sedangkan selain itu dianggap sebagai tahun biasa. Pada tahun biasa umur bulan Dzulhijjah (bulan ke-12) adalah 29 hari sedangkan pada tahun kabisat umurnya 30 hari.
 
Kalender Masehi perhitungannya berdasarkan peredaran matahari, maka dari itu pada tanggal dan bulan yang sama posisi matahari adalah sama sehingga jadwal waktu sholat yang disusun berdasarkan tanggal dan bulan Masehi berlaku abadi. Tanggal 01 Muharram 01 H berdasarkan yang telah disepakati oleh ahli hisab bertepatan dengan tanggal 15 Juli 622 M.
 
Adapun nama-nama bulan pada tahun hijriyah itu adalah : Muharam, Shafar, Rabi’ul Awal, Rabi’ul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal, Dzulqa’dah, Dzulhijjah.
Kalender Jawa
 
Tahun Jawa disebut juga tahun Saka memberlakukan perhitungan berdasarkan peredaran bulan sebagaimana kalender Hijriyah. Dalam kalender Jawa ini terdapat perputaran waktu khusus (siklus) yaitu Windu, Pasaran, Selapan dan Wuku. Setelah Islam masuk maka banyak istilah yang diubah menjadi istilah Islam. Nama hari pada kalender umum di Indonesia hari Ahad sampai Sabtu juga istilah dari Islam.
 
Pada Jaman Kerajaan Mataram, kalender Jawa Islam dibuat yang merupakan sebuah kalender perpaduan antara budaya Islam, budaya Hindu-Budha Jawa dan bahkan juga sedikit budaya Barat. Kalender ini dikenal pula dengan Kalender Jawa Sultan Agungan. Pada tahun 1625 Masehi, Sultan Agung menyebarluasakan agama Islam di pulau Jawa dalam suatu wadah negara Mataram memprakarsai untuk mengubah penanggalan saka. Ada analisis, agar penyebaran Agama Islam itu tidak memunculkan konflik, maka lewat budayalah penyebaran itu dilakukan. Hal itu sudah dimulai oleh para wali sejak pemerintah Kasultanan Demak pada beberapa dekade sebelumnya.
 
Sejak saat itu kalender Jawa versi Mataram menggunakan sistem kalender komariah atau lunar yaitu perhitungan penanggalan berdasarkan peredaran bulan, namun tidak menggunakan angka dari tahun Hijriyah (saat itu tahun 1035 H). Angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan yang dilakukan demi asas kesinambungan. Sehingga tahun yang dipakai saat itu tahun 1547 Saka, diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa.
 
Satu Windu = 8 tahun, sedangkan nama-nama tahun pada satu Windu adalah tahun pertama disebut Wawu, kedua (Jimakir), ketiga (Alip), keempat (Ehe), kelima (Jimawal), keenam (Je), ketujuh (Dal) dan kedelapan (Be).
 
Satu siklus pasaran ada 5 hari. Lima pasaran itu adalah 1 (legi), 2 (pahing), 3 (pon), 4 (wage), 5 (kliwon). Untuk selapanan, satu selapan adalah 7 siklus pasaran tersebut yaitu dari 7 X 5 = 35 hari. Misalnya tanggal 1 Januari 2000 untuk hari pasarannya adalah Sabtu Legi, selapannya adalah 35 hari lagi yaitu 5 Februari 2000 yang hari pasarannya adalah sama yaitu Sabtu Legi. Satu wuku = satu minggu berjumlah 30 wuku, jadi dalam satu siklus wuku adalah selama 30 minggu.
 
Dalam Kalender Jawa Sultan Agungan, nama-nama bulan mengadopsi dari nama bulan pada kalender Hijriyah sehingga ada kesesuaian dengan kondisi masyarakat Jawa Islam pada waktu itu. Nama-nama bulan tersebut adalah : Sura, Sapar, Mulud, Bakda Mulud, Jumadilawal, Jumadilakhir, Rejeb, Ruwah, Pasa, Sawal, Dulkangidah, Besar.
 
Pembuatan Kalender Jawa Islam itu sekaligus juga untuk merangkul seluruh rakyat Jawa untuk menyatu di bawah kekuasaan Mataram. Dan pada gilirannya kemudian dijadikan sebuah momentum politik menggalang kekuatan untuk menyerbu Belanda dengan VOC-nya di Batavia pada tahun 1628 dan 1629.
 
Pada prinsipnya antara Kalender Jawa dan Kalender Jawa Sultan Agungan tidak ada perbedaan. Sebab Kalender Jawa versi Sultan Agung juga tetap menggunakan apa yang sudah ada pada kelender Jawa bertahun Saka dengan beberapa penyesuaian dari kalender Hijriyah.

Popular posts from this blog

Bacaan Dewasa "FAKTA KEHIDUPAN SEKSUAL REMAJA JEPANG"

http://massandry.blogspot.com Inilah beberapa alasan Negeri Sakura itu melegalkan JAV Sex di Jepang sudah bukan hal yang tabu bagi kita, apalagi budaya sex yang bisa terbilang ekstrem di tengah-tengah bangsa yang menjunjung tinggi kesopanan ini. Siapa sih yang tidak tahu kalau bangsa Jepang terkenal sopan? Namun tak sedikit pula yang tahu budaya sex Jepang yang ekstrim.
Berikut kisahnya: 
1. Di salah satu kuil di Tokyo, ada sebuah gerbang merah yang jadi simbol sakral penduduk disana. Ternyata, di arena setelah kita melewati gerbang merah tersebut adalah area ritual bagi perempuan disana yang ingin melepas keperawanannya. 

2. Tahu shinkansen? Di kereta api super cepat ini ternyata tersedia gerbong khusus buat perempuan. Di gerbong ini, perempuan diberikan kebebasan untuk ngapain tanpa harus keganggu ama cowo- cowo yang ada disana. Konon kabarnya cowo Jepang sering ngelakuin tindakan asusila di kereta api. (bahkan beberapa syuting film porno memakai latar belakang kereta api sinkansen …

Bacaan Ringan "PROFIL LENGKAP WARKOP DKI "

http://massandry.blogspot.com
PROFIL: WAHYU SARDONO (DONO - WARKOP)
Drs. H. Wahjoe Sardono lebih dikenal dengan Dono Warkop lahir di Solo 30 September 1951 adalah aktor dan pelawak Indonesia yang bertinggi badan 167 cm serta beragama Islam. Ia juga dikenal sebagai aktor pada akhir 1970-an, tahun 1980-an dan era 1990-an. Dono meninggal pada 30 Desember 2001 akibat Kanker Paru-Paru.
Pendidikan:  Fakultas Ilmu Sosial - Jurusan Sosiologi, Universitas Indonesia 
Karir: Penyiar Radio Prambors (1974-1980)  Asisten Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI (1974- 1980)  Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI 
Alamat Rumah: Jalan Pulo Asem Utara 13/18, Jakarta Timur. 

Kabut tebal menyelimuti dunia perlawakan Indonesia. Ahad dini hari 30 Desember 2001 sekitar pukul 00.50 WIB, Drs H.Wahyu Sardono alias Dono Warkop, menghembus napas terakhirnya di kamar no 11 Paviliun Ignatius rumah sakit St Carollus Salemba Jakarta Pusat. Dia meninggal dengan tenang, disamping sahabatnya, Indr…

Bacaan Ringan "SABUNG AYAM MAULANA HASANUDDIN vs PRABU PUCUK UMUN"

http://massandry.blogspot.com Setelah kedua belah pihak telah bersepakat, dan telah menyiapkan ayam yang akan disabungkan, maka di hari itu, pada 11 Rabiul Awal tahun 888 Hijriah, orang-orang dari istana Pakuan Banten Girang dan para adjar dan pandita di Gunung Pulosari telah berkumpul untuk menyaksikan pertandingan sabung ayam antara Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana alias Prabu Pucuk Umun. Saat itu, ayam keduanya saling mematuk, menghantam, mencabik, atau sesekali menghindari serangan lawannya, sebelum saling menyerang satu sama lain, yang diiringi oleh sorak-sorai para pendukung Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana secara bergantian atau pun bersamaan.
Saat itu, semua yang hadir dan menyaksikan adu tanding kesumat itu merasa takjub dan heran ketika kedua ayam yang sama gagah dan perkasanya belum menandakan ada yang akan kalah di tengah arena. Bila ayam yang satu terpantik atau terjangkar oleh ayam yang lainnya, maka para pendukungnya akan bersorak gembira, da…