Saturday, December 20, 2014

Bacaan Ringan "LEGENDA PARA SAMURAI - MINAMOTO NO YOROTOMO - PART 1"

http://massandry.blogspot.com
Minamoto no Yoritomo adalah pendiri sekaligus shogun pertama Keshogunan Kamakura. Lahir sebagai putra ketiga Minamoto no Yoshitomo, ayahnya adalah garis keturunan utama Kawachi Genji (klan Minamoto dari Kawachi).

Yoritomo diasingkan ke Izu setelah ayahnya tewas dan klan Minamoto tersingkir akibat Pemberontakan Heiji. Atas perintah resmi Pangeran Mochihito, Yoritomo bertempur untuk menyingkirkan klan Taira. Setelah menguasai wilayah Kanto, Yoritomo mendirikan markas besar di Kamakura. Yoshitomo menghabisi Minamoto no Yoshinaka (adik sepupu) dan menghancurkan klan Taira dengan bantuan adik-adiknya. Minamoto no Yoshitsune, adik lain ibu yang membantunya dalam peperangan dikucilkan dan dibunuh. Klan Ōshū Fujiwara dihancurkan dalam Perang Ōshū, dan Yoritomo diangkat sebagai Sei-i Taishōgun di tahun 1192. Pemerintahan militer yang dirintisnya disebut Keshogunan Kamakura dan bertahan sekitar 680 tahun hingga Restorasi Meiji.

Masa kecil
Nama kecilnya adalah Onimusha, ibunya bernama Yura Gozen, putri ke-3 Fujiwara no Suenori (pejabat kepala kuil Atsuta). Tempat kelahiran Yoritomo diperkirakan di Kyoto atau Provinsi Owari. Ayahnya adalah kepala klan Kawachi Genji yang bernama Minamoto no Yoshitomo, keturunan Kaisar Seiwa yang menetap di Provinsi Kawachi.

Pemberontakan Heiji
Pada tahun 1159, Yoshitomo diajak Fujiwara no Nobuyori (pengikut mantan Kaisar Go-Shirakawa) untuk memimpin Pemberontakan Heiji. Kaisar Nijō dan mantan Kaisar Go-Shirakawa dikenakan tahanan rumah, sedangkan Yoshitomo mengangkat diri dan pengikutnya dengan berbagai jabatan, termasuk jabatan bagi Yoritomo yang berusia 13 tahun.

Pemberontakan tidak direncanakan dengan matang, Kaisar Nijō melarikan diri ke kediaman Taira no Kiyomori di Rokuhara. Ketika pasukan klan Taira datang menyerang, Yoritomo bertempur membantu Minamoto no Yoshihira (kakak tertua). Pemberontakan berakhir dengan kekalahan klan Minamoto. Kekuasaan berada di tangan klan Taira, sedangkan klan Minamoto hancur dan dibebaskan dari semua jabatan pemerintahan.

Rombongan berkuda Yoritomo diperintahkan kembali ke daerah Kanto. Salju tebal membuat Yoritomo terpisah dari rombongan, dan terpaksa bersembunyi di Azai. Sementara itu, rombongan klan Minamoto sudah tiba di Aohaka Provinsi Mino yang menjadi tempat tinggal istri dan keluarga Yoshitomo. Di Aohaka, kakak nomor dua, Minamoto no Tomonaga tewas akibat luka-luka yang dideritanya. Akibat pengkhianatan Ōsada Tadamune, ayah Yoritomo tewas dibunuh di Noma, Provinsi Owari. Yoshihira yang ingin membalas dendam, kembali ke Kyoto dengan menyamar bersama pengikutnya. Usaha pembunuhan Taira no Kiyomori gagal, Yoshihira ditangkap dan dihukum mati di Rokujōgawara.

Setelah bersembunyi sebulan penuh, Yoritomo meninggalkan Azai, tapi tertangkap di Provinsi Owari dan dikirim ke Kyoto sebagai tawanan. Ketika menunggu hukuman mati, Yoritomo menyatakan niatnya untuk menjadi biksu. Namun nyawa Yoritomo akhirnya diampuni atas permintaan Ike no Zenni (ibu tiri Taira no Kiyomori) yang teringat kepada putranya, Taira no Iemori yang mati muda. Pada bulan berikutnya, Yoritomo diasingkan ke Hirugakojima, Provinsi Izu.

Dalam pengasingan di Izu
Kehidupan Yoritomo di Izu diceritakan dalam Hikayat Soga. Sekitar tahun 1167, Yoritomo berada dalam pengasingan di bawah pengawasan Itō Sukechika. Di Izu, Yoritomo bertemu Toi no Sanehira, Amano Tōkage, dan Ōba Kageyoshi yang menjadi pengikutnya. Selama Itō Sukechika pergi ke Kyoto, Yoritomo berhubungan asmara dengan anak perempuan Sukechika hingga lahir anak bernama Sentsurumaru. Sepulangnya dari Kyoto, Sukechika dengan marah menenggelamkan Sentsurumaru di kolam, dan mengawinkan putrinya dengan Ema no Kojirō. Yoritomo dicari untuk dibunuh, namun melarikan diri dan berlindung kepada Hōjō Tokimasa.

Selama dilindungi Hōjō Tokimasa, Yoritomo kembali jatuh cinta dengan anak perempuan Tokimasa, Hōjō Masako yang berusia 21 tahun. Hubungannya dengan Masako tidak disetujui Tokimasa yang berjanji mengawinkan putrinya dengan Taira no Kanetaka. Masako dikirim ke kediaman Kanetaka untuk diperistri, tapi melarikan diri dan menikah dengan Yoritomo.

Kebangkitan klan Minamoto
Pada tahun 1180, klan Minamoto kembali bangkit setelah Pangeran Mochihito mengeluarkan perintah resmi untuk menghancurkan klan Taira. Yoritomo sedang berada di Izu ketika mendengar perintah tersebut dari pamannya yang bernama Minamoto no Yukiie. Namun, Pangeran Mochihito lebih dulu dibunuh klan Taira di Uji sewaktu berusaha memasuki Kyoto bersama pasukan Minamoto no Yorimasa di bulan Juni 1180. Setelah peristiwa ini, bentrokan antara klan Taira dan klan Minamoto tidak dapat dihindarkan. Klan Taira bermaksud menghabisi seluruh anggota klan Minamoto. Yoritomo bertindak dengan meminta Adachi Morinaga untuk mengumpulkan pengikut klan Minamoto yang menetap di wilayah Kanto. Kelompok samurai pimpinan Miura Yoshizumo dan Chiba Taneyori juga mematuhi perintah Pangeran Mochihito, dan memutuskan untuk membantu menyingkirkan Taira no Kanetaka. Yoritomo menghabisi Kanetaka dengan bantuan Katō Kagekado dan Sasaki bersaudara. Setelah menguasai Izu, Yoritomo menuju wilayah milik klan Doi di Provinsi Sagami

Dalam Pertempuran Ishibashiyama, 300 prajurit berkuda klan Minamoto kalah melawan lebih dari 3 ribu prajurit berkuda klan Taira pimpinan Ōba Kagechika, Shibuya Shigekuni, Kumagai Naozane, dan Itō Sukechika. Yoritomo bersama Toi no Sanehira dan beberapa pengikutnya bersembunyi di gunung. Lokasi persembunyian Yoritomo tidak dapat diketahui pengejarnya, berkat laporan palsu yang disampaikan Kajiwara Kagetoki kepada Ōba Kagechika. Yoritomo lolos dan menyeberang dengan perahu ke Provinsi Awa dari Tanjung Manazuru.

Penaklukan Kanto
Setiba di Awa, Yoritomo memerintahkan dua kekuatan besar di Semenanjung Bōsō, Kazusa Hirotsune dan Chiba Tsunetane untuk menemuinya, karena Hōjō Tokimasa sudah diutus ke tempat Takeda Nobuyoshi untuk memperkuat klan Kai Genji. Di bulan berikutnya, Yoritomo dibantu Chiba Tsunetane menghabisi wakil penguasa Provinsi Kazusa yang berada di pihak klan Taira. Kazusa Hirotsune datang terlambat dengan membawa sekitar 20 ribu prajurit berkuda.

Pasukan pimpinan Yoritomo memasuki Provinsi Musashi, dan mendapat tambahan kekuatan dari pasukan Kasai Kiyoshige dan Adachi Tōmoto. Tokoh-tokoh samurai yang sebelumnya ingin disingkirkan Yoritomo, seperti Hatakeyama Shigetada, Kawagoe Shigeyori, dan Edo Shigenaga ikut bergabung. Di bulan Oktober 1180, pasukan gabungan yang dipimpin Yoritomo memasuki Kamakura. Di sana, Yoritomo memulai pemindahan kuil Tsurugaoka Hachiman ke kaki gunung sebelah utara, dan mendirikan markas besar Keshogunan Kamakura.

Pada 16 Oktober 1180, pasukan berkuda klan Taira yang dipimpin Taira no Koremori tiba di Provinsi Suruga dengan tujuan menghancurkan Kamakura. Keesokan harinya di Sungai Kise, Takeda Nobuyoshi bersama Hōjō Tokimasa, dan 20 ribu prajurit berkuda datang bergabung. Pasukan klan Minamoto menghadapi pasukan klan Taira dalam Pertempuran Fujigawa. Pasukan Taira melarikan diri karena ketakutan mendengar suara burung air yang dikira serangan mendadak pasukan Minamoto.

Keesokan harinya, Yoritomo menyatakan niatnya untuk menyerang Kyoto, tapi tidak disetujui Chiba Tsunetane, Miura Yoshizumi, dan Kazusa Hirotsune. Alasannya, klan Satake asal Hitachi Genji belum ditundukkan dan wilayah sebelah timur Jepang belum dikuasai. Pada hari yang sama, Yoritomo menerima kedatangan adiknya, Minamoto no Yoshitsune, dan keduanya bersumpah untuk membalas kematian ayah mereka dengan menghancurkan klan Taira.

Setelah tiba kembali di Sagami, Yoritomo menghukum mati Ōba Kagechika yang berhasil ditawan dalam pertempuran, dan berangkat ke Provinsi Hitachi untuk menyingkirkan Satake Hideyoshi. Pertempuran berakhir setelah Satake Hideyoshi melarikan diri karena takut terhadap Kazusa Hirotsune. Wilayah kekuasaan Satake dibagi-bagikan, dan sekembalinya di Kamakura, Yoritomo menunjuk Wada Yoshimori sebagai pimpinan dewan Samurai Dokoro. Lembaga ini nantinya membawahi bidang kepolisian dan militer dalam pemerintahan Keshogunan Kamakura.

Pada tahun berikutnya (1181), Kikuchi Takanao asal Provinsi Higo dan Minamoto no Yukiie asal Owari ikut berperang melawan klan Taira. Di tengah ancaman serangan besar-besaran klan Minamoto, Taira no Kiyomori meninggal pada 4 Februari 1181 akibat demam dan panas tinggi. Pimpinan klan Taira beralih kepada Taira no Munemori. Dalam pesan terakhirnya sebelum meninggal, Kiyomori mengatakan bahwa dirinya tidak perlu upacara pemakaman, melainkan agar di atas makamnya diletakkan potongan kepala Yoritomo. Putra ke-5, Taira no Shigehira bermaksud melaksanakan pesan terakhir ayahnya dan berangkat dari Kyoto untuk membunuh Yoritomo. Yoritomo bermaksud menahan serangan pasukan Shigehira di Matsuhama, Provinsi Totomi dengan mengutus Yasuda Yoshisada asal klan Kai Genji dan kawan-kawan. Namun di tengah perjalanan, Shigehira sudah dihadang Minamoto no Yukiie dalam Pertempuran Sunomata. Pertempuran berakhir dengan kekalahan pasukan Minamoto, dan Shigehira kembali ke Kyoto.

Sekitar bulan Juli 1181, Yoritomo mengirim surat pernyataan kepada mantan Kaisar Go-Shirakawa bahwa dirinya tidak bermaksud memberontak. Klan Taira tetap ingin mewujudkan pesan terakhir Kiyomori, dan kembali memberangkatkan pasukan untuk menyingkirkan Yoritomo. Perintah yang sama juga dikeluarkan kepada Fujiwara no Hidehira di Provinsi Ōshū. Di tengah perjalanan, pasukan Taira dialihkan ke Provinsi Echigo untuk memadamkan pemberontakan Minamoto no Yoshinaka.

Peperangan reda hingga di tahun berikutnya (1182), Yoritomo menyatakan permohonan kepada Kami di Kuil Ise untuk menghancurkan klan Taira. Selain itu, Yoritomo mengirimkan teluh untuk Fujiwara no Hidehira, dan mendirikan cabang kuil Benzaiten ke Pulau Enoshima.

Tahun berikutnya (1183), paman Yoritomo yang berdiam di Provinsi Hitachi, Minamoto no Yoshihiro menyerbu Kamakura. Sebagian besar pasukan sedang bersiap-siap menghadapi serbuan klan Taira di Suruga, sehingga Yoritomo kesulitan mempertahankan Kamakura. Yoritomo pergi mengunjungi kuil Tsurugaoka Hachiman, dan hanya bisa berdoa atas keberhasilan Oyama Tomomasa dan rekan-rekan yang ditugaskannya menghadapi pasukan klan Taira. Yoshihiro akhirnya dikalahkan dalam Pertempuran Nogimiya dan melarikan diri. Pasukan Yoshihiro yang melarikan diri dihancurkan oleh adik Yoritomo yang bernama Minamoto no Noriyori.