Saturday, December 20, 2014

Bacaan Ringan "SEKOLAH PARA NINJA - NINJITSU - PART 2"

http://massandry.blogspot.com
Kata ninja sebenarnya terdiri dari dua huruf Kanji, yakni Nin dan Ja yang berarti "orang dalam". Ninja berarti orang Nin. Kata Nin mempunyai tiga arti. Pertama, ketahanan atau kesabaran. Kedua, kekejaman. Dan ketiga, sembunyi. Maka, Ninja secara harfiah boleh disebut sebagai "orang yang bergerak secara rahasia, yang selalu menahan diri, dan kejam". Tak jauh dari praktek ninja yang sebenarnya. 

Peran yang diwajibkan bagi ninja memang persis apa yang ditunjuk huruf "Nin". "Untuk menjadi seorang ninja, orang harus dapat menahan diri dari latihan-latihan yang berat sejak kecil. Apabila ia mengabdi seorang daimyo (penguasa di daerah pada zaman Samurai, semacam gubernur kini), ia harus berani mempertaruhkan jiwa. Apabila disandera musuh dan dipaksa menerima siksaan, ia pantang membuka mulut, apalagi membocorkan ilmu ninjutsu. Kalau sudah yakin akan disandera, harus membakar muka. Bila tak ada api, harus melukai muka dengan menggunakan pisau atau pedang, agar dapat menyembunyikan keterangan pribadi. Itulah jalan ninja sejati.

Memang kata Nin memiliki arti yang mengerikan. Tapi ada juga pandangan lain mengenai kata "Nin". Kata "Nin" terdiri dari huruf "Yaiba" yang berarti pedang, dan huruf "Kokoro" yang berarti hati atau jiwa. "Nin" adalah jiwa pedang. Itulah nindo -- jalan ninja -- yang sebenarnya. Ninja melakukan pencurian atau pembunuhan sebagai tugas. Dari sudut itu, beralasan mengapa ninja disebut sebagai maling atau penjahat. 

Pedang kadang bisa menjadi pedang demi keadilan, atau pedang demi kejahatan. Siapa yang menentukan pedang itu akan adil atau jahat? Itu bergantung pada orang yang memegang pedang. Ketika seorang samurai membunuh lawan, ia selalu memperkenalkan diri sebelum bertindak, itu adalah upacara. Lain dengan ninja. Ninja diperbolehkan membunuh lawan tanpa memperkenalkan diri kendati samurai menuduhnya tidak jantan. Soalnya, tugas ninja memang begitu. "Bagi ninja yang tahu yaiba no kokoro -- hati pedang -- kendati cara pengunaan pedang dianggap orang lain terlalu kejam atau terlalu tak jantan, apabila mereka menggunakan pedang, itu langsung berarti pergunakan pedang demi keadilan," kata Shunichiro Yunoki, 39 tahun, penyelidik sejarah ninja, keturunan ninja aliran Koka.

Yunokiu kini mengelola "kampung ninja" -- sejenis taman hiburan rakyat di kota-kota provinsi Shiga, sebelah timur Provinsi Kyoto. Pada abad ke-15 sampai dengan 16 ketika Jepang masuk era perang saudara, Koka (kini tergolong dalam Provinsi Shiga) menjadi pusat penyuplai kaum ninja bagi para daimyo. Di daerah Koka waktu itu, tercatat sebanyak 53 keluarga ninja ternama. Keluarga masing-masing mendirikan hubungan persekutuan sanak-saudara di bawah nama keluarga yang sama. Dan ninjutsu ke-53 kelompok itu diwariskan kepada keturunan berikut. 

Menurut buku sejarah kuno, 53 kelompok ninja Koka memiliki 50 ribu orang personel. "Karena ninjutsu adalah seni taktik yang amat konfidensial bagi kelompok, maka satu keturunan berikut diperbolehkan mewarisi teknik yang rahasia itu. Pada zaman perang saudara, banyak ninja dari daerah Koka dan Iga dikirim ke semua wilayah Jepang, disewa oleh para daimyo. "Demikianlah ninja, waktu itu berperan sebagai mata-mata sewaan," kata Heishichiro Okuse, bekas wali kota Ueno -- dulu Iga. Menurut Okuse, di Iga semula hanya tercatat satu keluarga ninja yang bernama Hattori alias Chigaji. 

Keluarga Hattori merupakan keluarga ninja yang paling ternama dalam sejarah Jepang. Keluarga itulah kemudian hari dipakai sebagai pucuk organisasi ninja resmi oleh Shogun Tokugawa Iyeyasu, pada zaman keshogunan Tokugawa (1603-18678) yang menempatkan ibu kota Jepang di Kota Edo, kini Tokyo.

Sebelumnya, pada zaman Kamakura (1192-1333), ada dua keluarga ninja yang tersohor, yakni keluarga Momoji dan keluarga Fujibayashi. Ketiga keluarga ninja inilah, sepanjang zaman perang saudara, sebagai wakil aliran Iga. Kendati di daerah Koka ada 53 keluarga, apabila dilihat dari sejarah ninja Jepang, aliran Koka tak banyak melahirkan tokoh-tokoh terkemuka. Sebaliknya aliran Iga subur. 

Antara lainnya Hattori Hanzo dari keluarga Hattori yang kemudian diangkat sebagai pemimpin kelompok mata-mata oleh Shogun Tokugawa Iyeyasu. Juga Momoji Tanbanokami alias Momoji Sandayu dari keluarga Momoji, dan Fujibayashi Nagato dari keluarga Fujibayashi. Keduanya pernah disebut sebagai presiden kelompok ninja Iga. Kelompok masing-masing membangun kubu pertahanan besar di lembah Iga. Tapi keduanya tak pernah berselisih, tapi juga tak pernah bekerja sama untuk satu sasaran. Mereka dilarang bertempur oleh Momoji Tanbanokami dan Fujibayashi Nagato, meskipun boleh bersaing jasa tugas.

. Pada tahun 1570-an ketika Oda Nobunaga penguasa besar yang berhasil meruntuhkan pemerintahan Muromachi -- menantang pada agama Budha dan membakar Kuil Enryakuji, Momoji dan Fujibayashi memerintahkan anak buahnya bersaing untuk membunuh Oda Nobunaga. Gagasan kedua presiden organisasi ninja itu tak terwujud. Kalau dilihat dari sudut pimpinan, kompetisi kedua organisasi ninja klop dengan strategi ninja. Soalnya, Momoji Tanbanokami dan Fujibayashi Nagato, sebenarnya, orang yang sama. Momoji yang berasal Desa Hoojiro (sekitar 10 km ke arah timur dari Kota Iga Ueno), di samping membangun benteng besar di Desa Hoojiro, sekaligus mendirikan benteng besar di lembah Iga yang lain. Di situ, Momoji menyebut dirinya Fujibayashi Nagato. Baik anak buah Momoji maupun Fujibayashi tak dapat menyadari bahwa pimpinan mereka sebenarnya orangnya satu. Momoji alias Fujibayashi itu begitu pandai menyamar. Dan memang penyamaran merupakan salah satu seni ninja yang amat penting. Aliran Koka -- Koka-Ryu dan aliran Iga Iga Ryu, meski berdekatan -- cuma 10 km -- dipisahkan bukit-bukit. Satu-satunya konfrontasi kedua kelompok ninja ini, terjadi pada tahun 1581.