Skip to main content

Bacaan Ringan "LEGENDA PARA SAMURAI - TAKEDA SINGEN - PART 3"

http://massandry.blogspot.com
Pengagum Sun Tzu
Bendera perang Takeda Shingen bertuliskan Fūrinkazan yang mengutip buku seni berperang oleh Sun Tzu yang berbunyi "Dalam bergerak hendaknya cepat laksana angin, diam laksana rimba, menyerang dengan ganas laksana api, dalam bertahan hendaknya tidak tergoyahkan laksana gunung." Bendera perang Fūrinkazan yang dikibarkan oleh Takeda Shingen kabarnya ditulis sendiri pendeta kuil Erinji yang bernama Kaisen Jōki.

Takeda Shingen pernah menulis surat bernada penyesalan kepada kekasih lelakinya yang bernama Kasuga Gensuke (nantinya dikenal sebagai Kōsaka Masanobu).

Di rumah kediaman Takeda Shingen yang bernama Tsutsujigasaki diciptakan toilet dengan air penggelontor yang pertama di Jepang. Air yang mengalir di belakang rumah digunakan sebagai air penggelontor kotoran. Toilet ini bisa digunakan sebagai tempat membaca selain buang air. 

Kontroversi Sebab kematian
Sebagian sejarawan yang mengatakan Takeda Shingen menderita penyakit batuk yang menahun, walaupun ada juga penjelasan yang mengatakan Shingen menderita Tuberkulosa. Penjelasan lain mengatakan Shingen menderita kanker perut. Ada juga cerita yang mengatakan Shingen meninggal akibat luka infeksi yang disebabkan tembakan senapan pasukan Tokugawa. Luka tembak yang diderita Shingen kabarnya didapat sewaktu pasukan Takeda sedang mengepung Istana Noda di provinsi Mikawa. Shingen terpancing suara peluit dari dalam istana dan tertembak sewaktu mendekati sumber suara. Kematian Takeda Shingen merupakan salah satu sebab kemunduran klan Takeda yang membuka kesempatan bagi Oda Nobunaga dan Tokugawa Ieyasu untuk memusnahkan klan Takeda.

Pengusiran sang ayah
Ada penjelasan yang mengatakan Takeda Shingen cuma dijadikan sekadar boneka oleh para menteri senior. Ayah Shingen (Takeda Nobutora) diasingkan atas petunjuk para menteri senior dalam kudeta tidak berdarah. Ada pendapat yang meragukan Takeda Shingen pertama kali memimpin pasukan di usia 16 tahun. Pada waktu itu, buku harian yang ditulis pengikut Shingen yang bernama Akiyama Nobutomo justru mengisahkan pertikaian untuk merebut jabatan kepala keluarga (katoku) di keluarga Imagawa dan tidak menyinggung soal Shingen memimpin pasukan untuk pertama kali di usia 16 tahun. Para sejarawan umumnya sepakat bahwa Shingen baru bertempur pertama kali di usia 20 tahun, tapi pendapat ini bertentangan dengan tradisi daimyō zaman Sengoku yang tampil bertempur untuk pertama kali dalam usia muda. 

Pengikut
Para pengikut Takeda Shingen memiliki keahlian bertempur yang tinggi. Para ksatria pengikut Shingen dikenal sebagai "Dua Puluh Empat Ksatria Takeda," walaupun sering dikatakan berjumlah 25 orang. Kisah 24 orang ksatria pengikut Shingen mulai dikenal pada zaman Edo berkat lukisan Ukiyo-e yang menggambarkan para ksatria pengikut Shingen, dan seni bercerita diiringi musik (Jōruri). Nama-nama ksatria yang dipilih sebagai "Dua Puluh Empat Ksatria Takeda" juga tidak berasal dari zaman yang sama. Kriteria pemilihan 24 ksatria yang menjadi pengikut Shingen kemungkinan besar didasarkan pada selera rakyat zaman itu. Nama tokoh yang termasuk masuk ke dalam daftar 24 orang ksatria Takeda juga berbeda-beda bergantung pada rujukan yang dipakai dan jumlahnya sering tidak mencapai 24 orang.

Popular posts from this blog

Bacaan Dewasa "FAKTA KEHIDUPAN SEKSUAL REMAJA JEPANG"

http://massandry.blogspot.com Inilah beberapa alasan Negeri Sakura itu melegalkan JAV Sex di Jepang sudah bukan hal yang tabu bagi kita, apalagi budaya sex yang bisa terbilang ekstrem di tengah-tengah bangsa yang menjunjung tinggi kesopanan ini. Siapa sih yang tidak tahu kalau bangsa Jepang terkenal sopan? Namun tak sedikit pula yang tahu budaya sex Jepang yang ekstrim.
Berikut kisahnya: 
1. Di salah satu kuil di Tokyo, ada sebuah gerbang merah yang jadi simbol sakral penduduk disana. Ternyata, di arena setelah kita melewati gerbang merah tersebut adalah area ritual bagi perempuan disana yang ingin melepas keperawanannya. 

2. Tahu shinkansen? Di kereta api super cepat ini ternyata tersedia gerbong khusus buat perempuan. Di gerbong ini, perempuan diberikan kebebasan untuk ngapain tanpa harus keganggu ama cowo- cowo yang ada disana. Konon kabarnya cowo Jepang sering ngelakuin tindakan asusila di kereta api. (bahkan beberapa syuting film porno memakai latar belakang kereta api sinkansen …

Bacaan Ringan "PROFIL LENGKAP WARKOP DKI "

http://massandry.blogspot.com
PROFIL: WAHYU SARDONO (DONO - WARKOP)
Drs. H. Wahjoe Sardono lebih dikenal dengan Dono Warkop lahir di Solo 30 September 1951 adalah aktor dan pelawak Indonesia yang bertinggi badan 167 cm serta beragama Islam. Ia juga dikenal sebagai aktor pada akhir 1970-an, tahun 1980-an dan era 1990-an. Dono meninggal pada 30 Desember 2001 akibat Kanker Paru-Paru.
Pendidikan:  Fakultas Ilmu Sosial - Jurusan Sosiologi, Universitas Indonesia 
Karir: Penyiar Radio Prambors (1974-1980)  Asisten Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI (1974- 1980)  Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI 
Alamat Rumah: Jalan Pulo Asem Utara 13/18, Jakarta Timur. 

Kabut tebal menyelimuti dunia perlawakan Indonesia. Ahad dini hari 30 Desember 2001 sekitar pukul 00.50 WIB, Drs H.Wahyu Sardono alias Dono Warkop, menghembus napas terakhirnya di kamar no 11 Paviliun Ignatius rumah sakit St Carollus Salemba Jakarta Pusat. Dia meninggal dengan tenang, disamping sahabatnya, Indr…

Bacaan Ringan "SABUNG AYAM MAULANA HASANUDDIN vs PRABU PUCUK UMUN"

http://massandry.blogspot.com Setelah kedua belah pihak telah bersepakat, dan telah menyiapkan ayam yang akan disabungkan, maka di hari itu, pada 11 Rabiul Awal tahun 888 Hijriah, orang-orang dari istana Pakuan Banten Girang dan para adjar dan pandita di Gunung Pulosari telah berkumpul untuk menyaksikan pertandingan sabung ayam antara Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana alias Prabu Pucuk Umun. Saat itu, ayam keduanya saling mematuk, menghantam, mencabik, atau sesekali menghindari serangan lawannya, sebelum saling menyerang satu sama lain, yang diiringi oleh sorak-sorai para pendukung Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana secara bergantian atau pun bersamaan.
Saat itu, semua yang hadir dan menyaksikan adu tanding kesumat itu merasa takjub dan heran ketika kedua ayam yang sama gagah dan perkasanya belum menandakan ada yang akan kalah di tengah arena. Bila ayam yang satu terpantik atau terjangkar oleh ayam yang lainnya, maka para pendukungnya akan bersorak gembira, da…