Skip to main content

Bacaan Ringan "LEGENDA PARA SAMURAI - OTANI YOSHITSUGU"

http://massandry.blogspot.com
Otani Yoshitsugu (1559-1600) adalah seorang samurai pada masa masa perang sipil Jepang/periode Sengoku. Dia adalah salah satu pengikut Toyotomi Hideyoshi dan ayah mertua dari pahlawan legendaris zaman Sengoku, Sanada Yukimura. Asal-usulnya tidak terlalu jelas, teori sejarah pada umumnya meyakini keluarganya pernah bekerja untuk klan Otomo, penguasa Bungo. Setelah kekalahan Otomo dari klan Shimazu, Yoshitsugu mengembara bersama keluarganya hingga tiba di daerah Hideyoshi. Dia direkomendasikan pada Hideyoshi sekitar tahun 1574 (kemungkinan oleh Ishida Mitsunari) dan sejak itu kariernya menanjak dengan cepat.

Tahun 1583 turut berpartisipasi dalam Pertempuran Shizugatake melawan klan Shibata, dalam pertempuran ini dia berhadapan dengan Takigawa Kazumasu. Menyusul kekalahan Shibata Katsuie, Hideyoshi menganugerahinya daerah Tsuruga, di provinsi Echizen. Tahun 1587 dia membantu invasi Hideyoshi ke Kyushu dalam mengurus bidang logistik. Tahun 1590 dia juga berpartisipasi dalam pengepungan kastil Odawara, selain itu dia juga berperan dalam invasi Korea sebagai salah satu dari tiga birokrat bersama dengan Matshita Nagamori dan Ishida Mitsunari.

Yoshitsugu terkenal akan penyakit kusta yang dideritanya dan persahabatannya dengan Ishida Mitsunari. Ada sebuah anekdot menceritakan tentang awal mula persahabatan sejati mereka. Dalam sebuah jamuan minum teh semua undangan saling meminum dari gelas yang diedarkan secara estafet di antara mereka. Ketika tiba pada giliran Yoshitsugu, tiba-tiba nanah dari wajahnya jatuh ke dalam gelas itu. Ketika dia menyadari hal itu, gelas itu sudah keburu dioper pada tamu berikutnya sehingga tamu yang menerima giliran selanjutnya menunjukkan ekspresi jijik pada wajahnya. Yoshitsugu sangat malu karenanya, namun Mitsunari tiba-tiba maju dan mengambil gelas itu lalu diminumnya dengan tenang sisa minuman di dalamnya beserta nanah itu. Mitsunari berkata, “Memang ini belum giliranku, tapi aku sedang sangat haus dan tidak bisa menahan diri untuk minum”. Yoshitsugu sangat terkesan akan hal ini, sejak itu dia bertekad untuk selalu setia pada Mitsunari.

Sebelum Pertempuran Sekigahara, Yoshitsugu beberapa kali membujuk Mitsunari untuk mengurungkan niatnya berperang dengan Tokugawa Ieyasu, namun tidak berhasil mengubah keputusan sahabatnya itu. Pada saat yang sama, kesehatannya memburuk, matanya hampir buta, tubuhnya tidak bisa berdiri dan bertarung, namun dia tetap memimpin pasukannya ke medan perang di atas tandu. Dia mengepalai 600 prajurit bersama dengan 4000 lainnya di bawah komando Toda Shigemasa, Hiratsuka Tanehiro, Otani Yoshikatsu (putranya), dan Kinoshita Yoritsugu. Dalam pertempuran itu, Kobayakawa Hideaki yang diposisikan tidak jauh darinya di atas Gunung Matsuo tidak bergerak padahal Mitsunari beberapa kali memerintahkannya bergerak. Yoshitsugu mulai curiga, maka dia memerintahkan pasukannya mengatur posisi bersiap menghadapi kemungkinan serangan bokongan. Dan memang benar, begitu terdengar beberapa kali tembakan dari posisi Ieyasu, Kobayakawa menyerbu turun ke bawah gunung ke posisinya. Pembelotan ini disusul pula oleh Akaza Naoyasu, Ogawa Suketada, Kutsuki Mototsuna, dan Wakizaka Yasuharu sehingga total pasukan yang membelot mencapai lebih dari 20.000.

Pasukan Yoshitsugu bertempur dengan para pembelot, di beberapa titik mereka berhasil menghalau pasukan Kobayakawa, namun pada akhirnya mereka kalah jumlah dan kekuatan di pihaknya semakin menyusut. Yoshitsugu bertanya pada bawahannya, Yuasa Goro, “Apakah kita kalah ?” Ketika bawahannya itu mengkonfirmasi kekalahan mereka, dia menyuruhnya untuk memenggal kepalanya dan menguburkannya di suatu tempat agar tidak diambil musuh sebagai piala kemenangan.

Popular posts from this blog

Bacaan Dewasa "FAKTA KEHIDUPAN SEKSUAL REMAJA JEPANG"

http://massandry.blogspot.com Inilah beberapa alasan Negeri Sakura itu melegalkan JAV Sex di Jepang sudah bukan hal yang tabu bagi kita, apalagi budaya sex yang bisa terbilang ekstrem di tengah-tengah bangsa yang menjunjung tinggi kesopanan ini. Siapa sih yang tidak tahu kalau bangsa Jepang terkenal sopan? Namun tak sedikit pula yang tahu budaya sex Jepang yang ekstrim.
Berikut kisahnya: 
1. Di salah satu kuil di Tokyo, ada sebuah gerbang merah yang jadi simbol sakral penduduk disana. Ternyata, di arena setelah kita melewati gerbang merah tersebut adalah area ritual bagi perempuan disana yang ingin melepas keperawanannya. 

2. Tahu shinkansen? Di kereta api super cepat ini ternyata tersedia gerbong khusus buat perempuan. Di gerbong ini, perempuan diberikan kebebasan untuk ngapain tanpa harus keganggu ama cowo- cowo yang ada disana. Konon kabarnya cowo Jepang sering ngelakuin tindakan asusila di kereta api. (bahkan beberapa syuting film porno memakai latar belakang kereta api sinkansen …

Bacaan Ringan "PROFIL LENGKAP WARKOP DKI "

http://massandry.blogspot.com
PROFIL: WAHYU SARDONO (DONO - WARKOP)
Drs. H. Wahjoe Sardono lebih dikenal dengan Dono Warkop lahir di Solo 30 September 1951 adalah aktor dan pelawak Indonesia yang bertinggi badan 167 cm serta beragama Islam. Ia juga dikenal sebagai aktor pada akhir 1970-an, tahun 1980-an dan era 1990-an. Dono meninggal pada 30 Desember 2001 akibat Kanker Paru-Paru.
Pendidikan:  Fakultas Ilmu Sosial - Jurusan Sosiologi, Universitas Indonesia 
Karir: Penyiar Radio Prambors (1974-1980)  Asisten Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI (1974- 1980)  Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI 
Alamat Rumah: Jalan Pulo Asem Utara 13/18, Jakarta Timur. 

Kabut tebal menyelimuti dunia perlawakan Indonesia. Ahad dini hari 30 Desember 2001 sekitar pukul 00.50 WIB, Drs H.Wahyu Sardono alias Dono Warkop, menghembus napas terakhirnya di kamar no 11 Paviliun Ignatius rumah sakit St Carollus Salemba Jakarta Pusat. Dia meninggal dengan tenang, disamping sahabatnya, Indr…

Bacaan Ringan "SABUNG AYAM MAULANA HASANUDDIN vs PRABU PUCUK UMUN"

http://massandry.blogspot.com Setelah kedua belah pihak telah bersepakat, dan telah menyiapkan ayam yang akan disabungkan, maka di hari itu, pada 11 Rabiul Awal tahun 888 Hijriah, orang-orang dari istana Pakuan Banten Girang dan para adjar dan pandita di Gunung Pulosari telah berkumpul untuk menyaksikan pertandingan sabung ayam antara Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana alias Prabu Pucuk Umun. Saat itu, ayam keduanya saling mematuk, menghantam, mencabik, atau sesekali menghindari serangan lawannya, sebelum saling menyerang satu sama lain, yang diiringi oleh sorak-sorai para pendukung Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana secara bergantian atau pun bersamaan.
Saat itu, semua yang hadir dan menyaksikan adu tanding kesumat itu merasa takjub dan heran ketika kedua ayam yang sama gagah dan perkasanya belum menandakan ada yang akan kalah di tengah arena. Bila ayam yang satu terpantik atau terjangkar oleh ayam yang lainnya, maka para pendukungnya akan bersorak gembira, da…