Saturday, December 20, 2014

Bacaan Ringan "DESA DESA PARA NINJA"

http://massandry.blogspot.com
Iga-ryu (harfiah "Sekolah Iga") adalah sebuah sekolah ninjutsu. Desa ini menjadi salah satu dari dua sekolah ninja yang paling terkenal di Jepang, bersama dengan Koga-ryu. Iga-ryu yang berasal dari Provinsi Iga di daerah sekitar kota Iga dan Ueno (kota Iga modern di Prefektur Mie). Iga-mono adalah sinonim untuk sebutan bagi ninja Iga.

Sejak periode Nara, distrik/desa Iga telah banyak memberi dukungan, dalam suplai kayu, untuk jisha ( istilah generik dari bentuk agama dan suku di Jepang). Namun dalam periode Kamakura, pengaruh Jisha menyusut sementara Shugo (gubernur) dan Jito (administrator manor) tumbuh dominan. Hal ini mempengaruhi juga keadaan di Iga dan pada saat itu kebutuhan akan prajuritlah yang paling utama. Lalu kemudian orang2 di Iga mulai mengembangkan pelatihan2 untuk seorang prajurit dengan taktik gerilya dan ketrampilan khusus. Sekolah Koga-ryu dimulai dengan cara yang sama.

Selama periode Muromachi awal, orang-orang dari Iga menjadi independen dari tuan feodal mereka dan mendirikan semacam republik - Iga Sokoku Ikki dalam bahasa Jepang. Iga-mono pertama kali muncul dalam catatan sejarah pada 1487 ketika Shogun Ashikaga Yoshihisa menyerang Rokkaku Takayori, daimyo Provinsi Omi selatan dari klan Rokkaku. Baik ninja Iga dan Koga bertempur di pihak Rokkaku, membantu dari serangan Shogun.

Pada tahun 1579, putra panglima perang Oda Nobunaga, Oda Nobukatsu melancarkan serangan kepada Republik Iga, namun mengalami kegagalan. Tahun 1581, Oda Nobunaga turun tangan sendiri menyerang Iga dari enam arah dengan kekuatan 40 sampai 60 ribu orang, dengan rasio kekuatan 10 berbanding satu, dan banyak membunuh ninja Iga dan keluarga mereka. Iga hanya bisa mempertahankan dua benteng ketika Nobunaga mengumumkan gencatan senjata dan membiarkan beberapa ninja melarikan diri.

Pada 1582, selama kekacauan setelah kematian Oda Nobunaga, Hattori Hanzo disarankan Tokugawa Ieyasu untuk melarikan diri dari Mikawa ke daerah Koga dan Iga. Ieyasu, ketika ia menjadi shogun, ninja digunakan untuk menjaga Edo Castle - markas besar Keshogunan Tokugawa - dan untuk memasok intelijen. Dia menggunakan 200 orang dari Iga-ryu di lingkungan Yotsuya Edo (Tokyo). 

Putera Hattori Hanzo, Hattori Mazanari, mengepalai benteng Iga tapi terbukti tidak sesukses ayahnya. Pada 1606, orang-orang Iga memberontak karena perlakuan kasar. Mereka terus melayani Keshogunan Tokugawa sampai Yoshimune (memerintah 1716-1745) menghentikan semua ninja dari jaringan intelijen dan menggantikan mereka dengan orang-orang dari provinsi Kii.

Ninja Iga dilatih menyamar, melarikan diri, bersembunyi, penggunaan bahan peledak, obat-obatan dan racun, pertempuran bersenjata, dan banyak metode persenjataan. Mereka menggunakan kait untuk memanjat dan diduga mempunyai metode dan cara khusus untuk berjalan di atas air dengan menggunakan sepatu khusus ( saat ini ditampilkan di museum ninja Iga Ryu).

Ninja dari Iga-ryu terbagi menjadi tiga kelas: ninja kelas atas (J┼Źnin), ninja tengah (Chunin) dan ninja rendah (Genin).