Saturday, December 20, 2014

Bacaan Ringan "LEGENDA PARA SAMURAI - CHOSOKABE MOTOCHIKA - PART 2"

http://massandry.blogspot.com
Tahun berikutnya (1582), Motochika berada dalam keadaan genting. Nobunaga mengutus putra ketiganya, Kanbe Nobutaka sebagai komandan pasukan gabungan untuk menaklukkan Shikoku. Motochika akhirnya lepas dari bahaya setelah Nobunaga tewas dalam Insiden Honnoji dan dibubarkannya pasukan gabungan pimpinan Nobutaka. Masih pada tahun yang sama, Motochika kembali bertempur melawan Sogō Masayasu musuh lamanya. Setelah Masayasu takluk dalam Pertempuran Sungai Nakatomi, Provinsi Awa dan Sanuki seluruhnya berada di bawah kekuasaan klan Chōsokabe.

Tahun berikutnya dalam Pertempuran Shizugatake (1583), Motochika bertempur melawan Toyotomi Hideyoshi. Motochika menjadikan bekas pengikut Nobunaga, Shibata Katsuie sebagai sekutu. Motochika juga berada di pihak Oda Nobukatsu dan Tokugawa Ieyasu sewaktu melawan Hideyoshi dalam Pertempuran Komaki dan Nagakute tahun 1584. Pasukan di bawah pimpinan Sengoku Hidehisa yang dikirim Hideyoshi berhasil dihancurkan.

Pada tahun 1585, Provinsi Iyo berada dalam kekuasaan Motochika setelah berhasil ditundukkannya Saionji Kinhiro dan Kōno Michinao. Namun ambisi Motochika sebagai penguasa seluruh wilayah Shikoku tidak pernah terwujud. Kekuasaan pusat sudah berada di tangan Toyotomi Hideyoshi yang menjadi pengganti Nobunaga. Hideyoshi sudah menyiapkan pasukan dalam jumlah besar untuk menyerang Shikoku.

Invasi Shikoku
Penyerbuan ke Shikoku dilakukan Hideyoshi pada tahun 1585. Lebih dari seratus ribu prajurit dikirimnya dengan pimpinan adiknya sendiri, Hashiba Hidenaga. Setelah mempertimbangkan kekuatan militernya berada jauh di bawah kekuatan militer musuh, Motochika mengajak Hideyoshi untuk berdamai dengan iming-iming Provinsi Iyo. Usul tersebut ditolak mentah-mentah oleh Hideyoshi. Pasukan yang dipimpin Ukita Hideie mendarat di Sanuki sementara Kobayakawa Takakage dan Kikkawa Motonaga mendaratkan pasukan di Iyo. Hashiba Hidenaga dan Hashiba Hidetsugu secara bersamaan mendaratkan pasukan di Awa.

Dimulai dari Tosa, satu demi satu benteng pertahanan Motochika jatuh ke tangan musuh. Ketika garis depan pertempuran sudah berada di Provinsi Awa, dan jalan menuju Istana Hakuchi yang menjadi markasnya sudah terbuka, Motochika menyerah. Saran untuk menyerah merupakan usul pengikutnya, Tani Tadasumi yang tidak setuju berperang melawan Hideyoshi. Provinsi Awa, Sanuki, dan Iyo diserahkan kepada Hideyoshi. Setelah bersumpah setia kepada Hideyoshi, Motochika tetap berhak menguasai Provinsi Tosa.

Sebagai pengikut Toyotomi
Pada tahun 1586, Motochika bersama putra pewarisnya, Chōsokabe Nobuchika berangkat membantu ekspedisi Penaklukan Kyushu yang dilancarkan Hideyoshi. Kepergian keduanya ke Provinsi Bungo untuk menolong klan Ōtomo dari kepungan klan Shimazu yang ingin menguasai seluruh Kyushu. Dalam Pertempuran Sungai Hetsugi yang terjadi akhir tahun 1586, komandan pasukan gabungan Shikoku, Jenderal Sengoku Hidehisa mengabaikan perintah mundur dari Motochika dan Sogō Masayasu. Pasukan Shimazu menghantam pasukan gabungan dari Shikoku hingga lari cerai-berai. Di tengah kacaunya pertempuran, Nobuchika tewas. Pertempuran berakhir dengan terusirnya klan Ōtomo, dan jatuhnya Provinsi Bungo ke tangan klan Shimazu.

Pada tahun 1588, markas klan Chōsokabe dipindahkan ke Istana Ōtakasa. Kedudukan sebagai pewaris klan direbutkan kedua putra angkatnya, Kagawa Chikakazu dan Tsuno Chikatada. Motochika justru memilih untuk mewariskan jabatan kepala klan kepada putra ke-4, Chōsokabe Morichika. Keputusan tersebut ditentang oleh pengikut yang juga kerabatnya, Hieyama Chikaoki dan keponakan yang bernama Kira Chikazane. Motochika memerintahkan keduanya untuk melakukan seppuku demi memuluskan jalan bagi Morichika sebagai kepala klan.

Pada tahun 1590, bersama angkatan laut klan Chōsokabe yang dipimpinnya sendiri, Motochika membantu pihak Hideyoshi dalam peristiwa Penyerbuan Odawara. Dibantu lebih dari seratus orang kurir dan belasan perahu, seekor ikan paus dipersembahkannya ke Istana Osaka. Hideyoshi dan penduduk kota Osaka menjadi terkejut. Paus yang panjangnya lebih dari 16 meter tersebut sebelumnya ditemukan terdampar di Teluk Orado, Provinsi Tosa. Pada akhir tahun, Motochika kembali ke markasnya di Istana Urato, Tosa.

Motochika dan pasukannya juga ikut serta ketika Hideyoshi melakukan invasi ke Joseon tahun 1592. Pada tahun 1596, Hideyoshi menugaskan Motochika untuk menyelesaikan kasus kapal San Felipe dari Spanyol yang kandas di pantai Provinsi Tosa.

Di bidang administrasi dan hukum, Motochika memerintahkan sensus kepemilikan tanah di Provinsi Tosa yang berlangsung dari tahun 1587 hingga 1598. Ia juga terus dikenang berkat sebuah undang-undang lokal zaman Sengoku, Seratus Pasal Chōsokabe Motochika yang ditetapkan di Tosa tahun 1597.

Akhir hayat
Setelah tutup usianya Toyotomi Hideyoshi pada tahun 1598, Jepang dilanda ketidakstabilan politik. Sebagai bukti kesetiaannya terhadap Ieyasu, Motochika antara lain memenjarakan putra ke-3, Tsuno Chikatada.

Motochika baru saja pindah ke Fushimi, Kyoto ketika jatuh sakit pada bulan April 1599. Walaupun sudah berusaha diobati, Chōsokabe Motochika, 61 tahun, tutup usia pada tanggal 19 Mei 1599. Putra pewarisnya, Morichika memihak Ishida Mitsunari dalam Pertempuran Sekigahara hingga akhirnya klan Chōsokabe kehilangan hak atas Provinsi Tosa.

Menurut cerita turun temurun, makam Motochika berada di kota Kōchi, Prefektur Kōchi.