Saturday, December 20, 2014

Bacaan Ringan "LEGENDA PARA SAMURAI - CHOSOKABE MOTOCHIKA - PART 1"

http://massandry.blogspot.com
Chōsokabe Motochika adalah samurai dari zaman Sengoku hingga zaman Azuchi Momoyama. Sengoku daimyō dari Provinsi Tosa. Klan Chōsokabe berasal dari keturunan klan Hata yang leluhurnya adalah keturunan kaisar Shi Huang Di dari Dinasti Qin.

Setelah menjadi kepala klan Chōsokabe generasi ke-21, Motochika memulai karier sebagai kokujin di Provinsi Tosa hingga diangkat sebagai daimyo. Istrinya adalah putri Ishigai Mitsumasa yang bernama Nana (adik lain bapak dari Saitō Toshimitsu, penasehat bagi Akechi Mitsuhide).

Motochika menjadi penguasa Shikoku setelah menaklukkan klan Miyoshi dari Awa, klan Sogō dari Sanuki, dan klan Kōno dari Iyo. Kedudukannya sebagai penguasa Shikoku merupakan ancaman bagi Oda Nobunaga. Setelah ditaklukkan Toyotomi Hideyoshi, Motochika hingga akhir hayatnya mengabdi sebagai pengikut Hideyoshi.

Pengangkatan sebagai kepala klan
Dilahirkan tahun 1539 di Istana Okō, ayah Motochika bernama Chōsokabe Kunichika yang menjabat kepala klan Chōsokabe generasi ke-20. Klan Chōsokabe mengabdi kepada klan Ichijō yang bermarkas di Nakamura, bagian barat Provinsi Tosa. Ibunya yang bernama Shōhō adalah putri dari klan Saitō asal Provinsi Mino.

Motochika sudah berumur 22 tahun, usia yang tergolong lambat bagi samurai, ketika pertama kali terjun ke medan perang. Pertempuran pertama adalah Pertempuran Nagahama pada tahun 1560. Lawannya adalah klan Motoyama yang menjadi penguasa Istana Asakura di Tosa. Bulan berikutnya, setelah sang ayah tutup usia, Motochika diangkat sebagai kepala klan Chōsokabe generasi ke-21.

Pemersatu Provinsi Tosa
Kekuatan militer Motochika bertambah kuat berkat didukung kelompok prajurit Ichiryō Gusoku yang di masa damai berprofesi sebagai petani. Motochika bersama pasukan klan Ichijō kembali menyerang Istana Asakura pada tahun 1562. Pernikahan Motochika dengan Nana, putri Ishigai Yoritoki berlangsung tahun 1563. Masih pada tahun yang sama, adiknya yang bernama Chikasada diangkat sebagai pewaris klan Kira. Sewaktu sang ayah masih hidup, adik laki-laki Motochika yang bernama Chikayasu sebelumnya juga diangkat menjadi pewaris klan Kōsokabe. Musuh Chikayasu adalah Aki Kunitora yang menguasai Tosa bagian timur.

Pada tahun 1568, Motochika menghancurkan klan Motoyama yang sudah lama menjadi musuh klan Chōsokabe. Tahun berikutnya merupakan giliran klan Aki yang dihancurkan dalam Pertempuran Yaru 1569. Selanjutnya pada tahun 1571, Motochika menaklukkan klan Tsuno yang merupakan pengikut klan Ichijō. Putra ketiga, Chikatada dikirimnya untuk dijadikan putra angkat klan Tsuno. Pada tahun 1574, Motochika mengusir Ichijō Kanesada yang menjabat kepala klan Ichijō. Setelah Kanesada melarikan diri ke Provinsi Bungo, kekuasaan klan Chōsokabe mencakup hampir seluruh wilayah Tosa. Sewaktu berada di Provinsi Bungo, Kanesada menerima bantuan dari klan Ōtomo. Tahun berikutnya (1575), Kanesada datang menyerang untuk merebut kembali wilayah kekuasaannya. Dalam Pertempuran Sungai Shimanto, Motochika sempat terdesak, tapi berhasil ditolong oleh Kira Chikasada adiknya. Kanesada dan pasukannya berhasil ditaklukkan, dan seluruh Provinsi Tosa menjadi milik klan Chōsokabe.

Pemersatu Shikoku
Setelah bersekutu dengan Oda Nobunaga yang menguasai pemerintah pusat, Motochika berusaha memperluas kekuasaan dengan melakukan invasi ke Provinsi Iyo, Provinsi Awa, dan Provinsi Sanuki. Pada waktu itu, kekuatan militer klan Miyoshi di Awa dan Sanuki sudah mulai lemah. Klan Miyoshi yang disegani di wilayah Kinai sebelumnya sudah kalah berperang melawan Oda Nobunaga. Walaupun demikian, pengikut klan Miyoshi yang masih tersisa, antara lain Sogō Masayasu dan Miyoshi Yasunaga masih melakukan perlawanan. Usaha Motochika mempersatukan Shikoku juga tidak mengalami kemajuan. Adik Motochika, Kira Chikasada meninggal dalam usia muda pada tahun 1576.

Kekuatan klan Miyoshi akhirnya melemah setelah Miyoshi Nagaharu tewas di medan perang pada tahun 1577. Keadaan tersebut dimanfaatkan Motochika dengan menyerang Awa dan Sanuki. Pada tahun 1578, Motochika mengirimkan putra keduanya, Chikakazu untuk dijadikan putra angkat oleh klan Kagawa. Dua tahun kemudian (1580), Provinsi Awa dan Provinsi Sanuki berada dalam penguasaan Motochika. Namun usaha Motochika menyatukan Shikoku terhenti di Provinsi Iyo. Pengikutnya yang bernama Hisatake Chikanobu tewas sewaktu menyerbu Istana Okamoto di Iyo.

Nobunaga tidak senang dengan ambisi Motochika untuk mempersatukan Shikoku. Pada tahun 1580, Motochika diminta tunduk di bawah kekuasaan Nobunaga dengan imbalan pengakuan atas wilayah kekuasaan di Tosa dan Awa. Permintaan tersebut ditolak Motochika yang menjadikan dirinya musuh Nobunaga. Pada tahun 1581, Sogō Masayasu menyerbu masuk ke wilayah kekuasaan Motochika setelah mendapat bantuan dari Nobunaga.