Saturday, December 20, 2014

Bacaan Ringan "LEGENDA PARA SAMURAI - MINAMOTO NO YOROTOMO - PART 2"

http://massandry.blogspot.com
Pertempuran melawan Yoshinaka
Di musim semi tahun 1183, Minamoto no Yukiie yang berdiam di Matsuda, Provinsi Sagami meminta pembagian wilayah kekuasaan dari Yoritomo. Permintaan tersebut ditolak, dan Yukiie lari berlindung kepada Minamoto no Yoshinaka di Shinano. Akibat fitnah yang disampaikan Takeda Nobumitsu, Yoritomo memutuskan untuk menyingkirkan Yoshinaka. Sekitar 2 ribu prajurit berkuda Yoshinaka yang menunggu di Echigo tidak mampu mengatasi serangan 100 ribu prajurit berkuda Yoritomo. Sadar posisinya yang lemah, Yoshinaka mundur ke Echigo dan mengirim surat pernyataan setia kepada Yoritomo. Sebagai jawaban, Yoritomo mengutus Amano Tōkage dan Okazaki Yoshizane untuk menyampaikan permintaan agar menyerahkan Yukiie atau Yoshitaka putra sulungnya. Yoshinaka memilih untuk mengirimkan Yoshitaka yang masih berusia 11 tahun. Di Kamakura, Yoshitaka diasuh Yoritomo dan dinikahkan dengan Putri Ō, putri sulungnya yang masih kecil.

Setelah berdamai dengan Yoritomo, Yoshinaka dibantu Yukiie melanjutkan pertempuran demi pertempuran melawan klan Taira dan menang. Pada bulan Juli 1183, Kyoto jatuh dan klan Taira terusir ke provinsi sebelah barat. Mantan kaisar Go-Shirakawa memberi mandat kepada Yoshinaka untuk menghabisi klan Taira. Kekejaman di luar batas oleh pasukan Yoshinaka membuat penduduk Kyoto dan kalangan istana meminta bantuan Yoritomo untuk menguasai Kyoto. Mantan kaisar Go-Shirakawa menugaskan Yoshinaka pergi memburu klan Taira di provinsi sebelah barat, supaya Kyoto dapat dijaga pasukan Yoritomo. Permintaan bantuan ditolak Yoritomo dengan alasan Kamakura sedang dalam bahaya diserang Fujiwara no Hidehira dan Satake Takayoshi. Dengan terusirnya klan Taira, pihak istana memulihkan jabatan Yoritomo yang dicabut setelah Pemberontakan Heiji.

Yoshinaka cemas dengan kemungkinan Kyoto direbut Yoritomo, sehingga langsung kembali ke Kyoto setelah kalah dalam pertempuran melawan klan Taira. Setibanya di Kyoto, Yoshinaka meminta mandat kaisar untuk membunuh Yoritomo tapi tidak diizinkan. Atas perintah Yoritomo, pasukan klan Minamoto di bawah pimpinan Yoshitsune sudah sampai di Provinsi Ōmi. Yoshinaka menyerbu istana, dan Kaisar Go-Shirakawa ditahan agar mau mengeluarkan mandat untuk menyingkirkan Yoritomo. Pada bulan Januari 1184, Yoshinaka diangkat sebagai Seii Taishogun. Selanjutnya di bulan Februari 1184, beberapa puluh ribu prajurit berkuda yang dipimpin Noriyori dan Yoshitsune bergerak menuju Kyoto. Yoshinaka berusaha mengatasi pasukan Yoshitsune dan tewas terbunuh di Awazu, Provinsi Ōmi.

Setelah Yoshinaka tewas, Yoritomo menyusun rencana untuk membunuh Yoshitaka (putra Yoshinaka) yang dikawinkan dengan Putri Ō. Rencana tersebut dibocorkan istrinya, dan Yoshitaka dengan menyamar sebagai wanita melarikan diri dari Kamakura. Pasukan dikirim untuk mengejar Yoshitaka, dan pengejaran berakhir dengan tewasnya Yoshitaka di Provinsi Musashi. Putri Ō menjadi sangat sedih dan ibunya, Hōjō Masako menghukum mati prajurit yang membunuh menantunya. Sepeninggal suami, Putri Ō terus larut dalam kesedihan dan meninggal pada usia 20 tahun.

Kehancuran klan Taira
Pasukan Minamoto yang dipimpin Yoshitsune dan Noriyori mengalahkan pasukan Taira dalam Pertempuran Ichi no Tani di Provinsi Settsu di bulan Maret 1184. Taira no Shigehira ditawan dan dibawa pulang ke Kyoto. Yoritomo masih belum puas dan mengeluarkan surat perintah kepada samurai di Shikoku dan Kyushu untuk menghancurkan sisa klan Taira yang melarikan diri ke Shikoku.

Pada 6 Agustus 1184, Yoshitsune yang sedang berada di Kyoto menerima kenaikan jabatan dan gelar dari istana tanpa seizin Yoritomo. Yoritomo menjadi marah dan mencopot Yoshitsune dari jabatan komandan pasukan. Pada 8 Agustus 1184, Noriyori memimpin pasukan Minamoto berangkat dari Kamakura. Di dalamnya bergabung pengikut klan Minamoto, seperti Hōjō Yoshitoki, Ashikaga Yoshikane, Chiba Tsunetane, Miura Yoshizumi, Ōyama Tomomitsu, Hiki Yoshikazu, Wada Yoshimori, dan Amano Tōkage.

Di bulan berikutnya, 6 Oktober 1184, Keshogunan Kamakura membuka kantor pemerintahan yang pertama. Kantor administrasi ini disebut Kumonjo dan dikepalai Ōe Hiromoto. Setelah berganti nama menjadi Mandokoro, kantor ini mengurusi pemerintahan dan keuangan. Pada 20 Oktober 1184, Keshogunan Kamakura membuka kantor pengadilan (Monchūjo) yang dikepalai Miyoshi no Yasunobu. Pejabat tingkat menengah ke bawah makin bertambah jumlahnya di Keshogunan Kamakura, antara lain politisi terkenal seperti Nikaidō Yukimasa dan Taira no Moritoki.

Pada 6 Januari 1185, Yoritomo menerima surat permintaan tambahan perbekalan dan kapal dari Noriyori yang sedang bertugas mengamankan Kyushu. Yoritomo mengirim surat balasan yang memerintahkan agar Noriyori tidak menggerakkan pasukan dan berbaik hati pada samurai setempat. Selain itu, Yoritomo mengirimkan surat kepada kelompok samurai di Provinsi Tsukushi agar membantu Noriyori menghancurkan klan Taira. Sementara itu, 10 Januari 1185, Yoshitsune diberangkatkan juga ke Yashima di Provinsi Sanuki dengan tujuan menyerang basis klan Taira. Setelah samurai dari Kyushu datang membawa perbekalan dan kapal-kapal pada tanggal 26 Januari 1185, Noriyori menyeberang dari Provinsi Sūo ke Provinsi Bungo.

Pada 22 Maret 1185, pasukan Yoshitsune mengusir pasukan klan Taira ke tengah laut dalam Pertempuran Yashima. Pertempuran Dan no Ura (25 April 1185) menandai tamatnya klan Taira. Semua pimpinan klan Taira tewas atau ditawan. Taira no Munemori dan Taira no Noriko ditawan, sedangkan Kaisar Antoku mati tenggelam. Atas keberhasilan menangkap Munemori, Yoritomo menerima kenaikan pangkat dari istana.

Pengusiran Yoshitsune
Di bulan April 1185, Yoritomo menerima surat dari Kajiwara Kagetoki yang ditugaskan mendampingi Yoshitsune. Kagetoki menulis fitnah bahwa Yoshitsune berkali-kali menegaskan bahwa kesuksesan menghancurkan klan Taira adalah semata-mata berkat jasanya seorang diri. Di bulan berikutnya (Mei 1185), Yoshitsune dan pasukannya sampai di Provinsi Sagami untuk mengantar pasangan bapak-anak Taira Munemori yang menjadi tawanan. Namun Yoshitsune tidak diizinkan memasuki kota Kamakura, dan hanya para tawanan yang diizinkan memasuki kota. Setelah bertemu dengan Munemori, Yoritomo tetap tidak mengizinkan Yoshitsune memasuki Kamakura. Pada 9 Juni 1185, Yoshitsune diperintahkan kembali ke Kyoto dengan membawa Taira no Shigehira dan bapak-anak Taira no Munemori. Yoshitsune sangat kecewa dan berpidato di hadapan pasukan, "Untuk semua yang dendam dengan Yoritomo, kau harus berpihak padaku." Pidato Yoshitsune disampaikan kepada Yoritomo yang langsung menyita semua wilayah kekuasaan adiknya.

Pada 4 Agustus 1185, Yoritomo memerintahkan Sasaki Sadatsuna untuk membunuh Yukiie yang berada di pihak Yoshinaka. Memasuki bulan September 1185, Yoritomo mengutus Kajiwara Kagesue untuk menyelidiki Yoshitsune yang sedang berada di Kyoto. Perintah membunuh Yukiie ditolak Yoshitsune yang sedang sakit kelelahan dan tidak ingin membunuh sesama klan Minamoto. Setelah mendengar kabar dari Kagetsue, Yoritomo menganggap Yoshitsune melawan perintah, dan mengutus Tosanobō Shōshun untuk menghabisinya. Sebaliknya, Yoshitsune sudah meminta mantan Kaisar Go-Shirakawa agar mengeluarkan mandat kaisar untuk membunuh Yoritomo.

Pada 17 Oktober 1185, Tosanobō Shōshun menyerbu kediaman Yoshitsune di Kyoto dengan membawa sekitar 60 prajurit berkuda. Penyerbuan gagal karena sudah ditunggu-tunggu Yoshitsune yang dibantu tambahan prajurit dari Yukiie. Tosanobō Shōshun ditawan dan mengaku bertindak atas perintah Yoritomo. Yoshitsune sekali lagi menemui mantan Kaisar Go-Shirakawa, dan setelah didesak mau mengeluarkan mandat untuk menyingkirkan kakaknya. Walaupun mengetahui dirinya sedang diincar, Yoritomo meneruskan persiapan upacara Hōyō untuk memperingati hari meninggalnya ayah Yoshitsune dan Yoritomo. Upacara tersebut membuat Yoshitsune tidak berhasil mengumpulkan pengikutnya, karena sebagian di antaranya menghadiri upacara di kediaman Yoritomo. Sebaliknya, Yoritomo yang berangkat dari Kamakura untuk menghabisi Yoshitsune. Ketika pasukan Yoritomo sudah menyeberangi Sungai Kisegawa di Provinsi Suruga pada 1 November 1185, Yoshitsune dan pasukannya melarikan diri dari Kyoto. Perintah penangkapan Yoshitsune dan Yukiie diumumkan ke seluruh provinsi. Pada 12 Mei 1185, Yukiie dibunuh setelah lokasi persembunyian di Provinsi Izumi terbongkar.

Pada 29 Juli tahun yang sama, Yoritomo memerintahkan pengikutnya untuk membunuh bayi laki-laki Shizuka Gozen dengan Yoshitsune. Pengikut Yoritomo membuang bayi Shizuka Gozen di Yuigaura, Kamakura. Pada waktu itu, Yoshitsune berhasil sampai di Provinsi Ōshū dan meminta perlindungan dari Fujiwara no Hidehira.