Wednesday, December 24, 2014

Bacaan Ringan "LEGENDA PARA SAMURAI - HIMURA KENSHIN AKA HITOKIRI BATTOSAI""

http://massandry.blogspot.com
Himura Kenshin "Hitokiri Battosai"

A. Sejarah
Kenshin dilahirkan dari keluarga petani dan diberikan nama shinta, setelah kehilangan kedua orang tuanya di umur 7 tahun dia dijual sebagai budak. dalam perjalanan ke kota kawanan perompak menyerang karavan tsb, perompak membunuh semua penduduk desa kecuali shinta karena diselamatkan oleh seijuro dan mengganti namanya menjadi Kenshin (Ken - pedang; Shin - Hati ). setelah beberapa tahun dibawah bimbingan seijuro dia ingin melindungi orang2 dan akhirnya melarikan diri dari gurunya dan latihan yang seharusnya masih dijalaninya.

kemampuan berpedangnya menarik perhatian Katsura Kogoro, pemimpin Choshu klan. Kenshin akhirnya dikirim ke kyoto untuk menjadi seorang pembunuh, dalam 6 bulan dia membunuh lebih dari 100 orang dan dikenal sebagai Hitokiri Battosai. dia bertemu dengan Yukishiro Tomoe dan saling jatuh cinta. akhirnya mereka berdua menikah dan pergi untuk hidup sebagai penduduk biasa.

suatu ketika tomoe bertemu dengan pemimpin dari Yaminobu yang ingin menggunakan kelemahan kenshin untuk mengalahkannya. keshin yang mendengar tomoe akan diculik segera bergegas mencarinya, di tengah jalan dia dikepung oleh ninja kiriman pemimpin Yaminobu dan membuat dia terluka. ketika dia sampai dan akhirnya bertarung melawan pemimpin itu, sayangnya dia kewalahan. karena putus asa untuk mengalahkan lawannya, kenshin menebaskan pedangnya tidak terarah dan akhirnya dia menebas tomoe dengan pemimpin tersebut. tomoe melompat disaat terakhir untuk menolong kenshin dari luka yang fatal. secara tidak terduga pisau tomoe terlempar keudara dan tidak sengaja mengenai pipi kenshin dan membuat bekas luka berbentuk X.

B. Teknik
Kenshin mempelajari teknik Hiten Mitsurugi-ryu (Flying Heaven Honorable Sword Style). dengan menggabungkan Battojutsu skill dia bisa menggunakan Shinsoku (God Speed) yang memungkinkan dirinya untuk lebih cepat menebaskan pedangnya dibandingkan lawannya.

Ketika perang di Kyoto dia mempelajari teknik Kuzu-ryusen (Nine-headed Dragon Strike). rahasia teknik ini terletak pada penambahan gerakan menggunakan kaki kiri yang menambah kecepatan serangan pedang untuk menebas.