Tuesday, June 3, 2014

Bacaan Ringan "AKSI AKSI PANGGUNG PARA VOKALIS GROUP CADAS ERA 70-AN - PART 4"

http://massandry.blogspot.com
10. Aksi Panggung Deddy Stanzah & Superkid
Memang tidak dapat disangkal setiap personil Superkid memiliki kemampuan diatas rata rata hingga pantas mereka disebut Superkid!. Deddy Stanzah showmanship-nya sangat mengagumkan dia dapat berkomunikasi dengan penonton dengan menggunakan yel-yel bahasa Inggris yang sangat fasih nyaris seperti bule  yang mana disambut oleh para penonton dengan kata-kata “Yes,Yes, Kemon ..Tancap Ded ! ” ungkap mereka dengan rasa tidak sabar mendengarkan coletahnya Deddy Stanzah yang menggunakan bahasa Inggris terus dimana sebagian anak anak muda saat itu tidak faham akan artinya. Deddy Dores yang sangat hidup stage act- nya baik waktu bermain guitar maupun keyboard apalagi dengan hadirnya Gito Rollies sebagai bintang tamu yang menyanyikan  lagu Rock ‘n Rock Bird  berduet dengan Deddy Stanzah membuat penonton menjadi histeris.

Atraksi yang menjadi trademark-nya Superkid adalah hampir disetiap pertunjukannya mereka memulai dengan menembakan dry ice ke drum set-nya Jelly Tobing disusul dengan tembakan lampu warna warni dari lighting system yang apik disertai dengan  kepalan tangan yang disilangkan oleh Deddy Stanzah untuk menyapa penonton dengan bahasa Inggris yang fasih.

Pada kurun waktu 1976-1977 benar benar merupakan era keemasan Superkid, dimana-mana para remaja di seantero Indonesia terkena wabah Superkid apalagi di Bandung dan Jawa Barat serta Jakarta.Mereka menjadi sangat penasaran untuk menyaksikan penampilan group band garapannya  Denny Sabri  yang penuh dengan sensasi itu.

Keunggulan utama Superkid ini memang terletak pada gaya panggung Deddy Stanzah yang memikat disamping accent Inggrisnya yang nyaris seperti bule belum lagi gaya main gitar Deddy Dores yang dalam aksinya kerap menghantam guitar yang dimainkannya ke sound system hingga berantakan atau membanting-bantingnya hingga patah berkeping-keping belum lagi bila dia bersolo keyboard dimana Deddy menjungkir balikan keyboard dengan ganasnya model Keith Emerson hingga membuat penonton menjadi berteriak-teriak bahkan para gadis yang menonton menjerit-jerit histeris.

Sedangkan Jelly tidak kalah “gokil”nya di setiap show Superkid dia selalu meng hamtamkan stick drum-nya kederetan drum yang mengelilinginya sampai stick itu patah- patah bahkan drum yang dia mainkan tidak jarang sampai jebol !. Diantara kesuksesan ada pula nasib na’as yang dialami Trio rock Bandung ini  seperti dalam pertunjukan yang dilakukan oleh  Superkid dan SAS.

Dalam konser ini sempat terjadi kekacauan, Superkid nyaris dilempari kayu  dari potongan- potongan kursi yang rusak. Kekacauan ini timbul karena penonton di bagian belakang tidak dapat lagi melihat wajah-wajah pemain dari Superkid. Dan saat na’as lainnya mereka alami pula umpamanya sewaktu show  perdana mereka di TIM pada tahun pertengahan tahun 1976 setelah menyanyikan lagu lagu hot lalu Deddy Stanzah dengan guitar akustik dan harmonikanya membawakan lagu “Just Once More” dimana jidatnya saat itu nyaris benjol kena timpukan para penonton yang tidak menyukai lagu yang dinyanyikan oleh Deddy yang sepertinya  mencla mencle yang bukan lagu  cadas  seperti yang inginkan kawula muda yang menonton malam itu.

Album-album Superkid yang yang banyak menggunakakan bahasa Inggris yaitu :

Trouble Maker dan Dezember Break. .Mereka memiliki lagu-lagu andalan yang sering mereka nyanyikan dipanggung antara lain: Trouble Maker, Sixty Years On, How, Blue Light City ,Futher In The Sea, I Saw Her Standing There, Southtern Woman, Foot Stomping Music,Tommy, Come back To Me, My Iggy, Living On The Jet Plane, Just Once More,  City of  Devil , People dll.

11. Aksi  Panggung Vokalis Usuf Alwi & group band Hooker Man
Inilah group band cadas dari Tanjung Priok yang dicukongi oleh Walikota Jakarta Utara  yang oleh banyak anak anak muda dan pengamat musik di pertengahan era 70-an disebut sebut sebagai specialist-nya Deep Purple.

Kehandalan foramsi Hookerman jilid dua ini diuji pada bulan Agustus tahun 1976  group band yang diisi oleh mantan anak anakdari group band  X Ray ini terdiri dari Zali (guitar),Harry Minggus (bass), Djoni (drum),  Pungky (keyboard) dan  Usup Alwi (vocal )  yang mana walaupun suaranya tidak pernah sampai 4 oktaf namun gaya panggungnya asyik untuk dilihat bahkan nyaris mengundang gelak tawa penonton karena dia bernyanyi dan jingkrak jingkrak dipanggung dengan PD abis Malam itu Hookerman naik panggung sebagai  pendamping tour show perdana group band kelas wahid dari Bandung Superkid di TIM Jakarta dimana saat itu mereka tampil menakjubkan dengan kostum ala Queen mereka menggebrak TIM dengan membabat  lagu Burn-nya Deep Purple yang sontak mendapat tepuk tangan riuh dari penonton terutama ketika melihat gaya Usup Alwi sang vokalis yang tongkrongan dan tampangnya mirip bule nyaris seperti David Coverdale dimana pada  malam itu dia pede abizz dengan tampil all out  yang mana hal itu menimbulkan kelucuan tersendiri hingga para penonton banyak yang tertawa terbahak bahak(termasuk penulis) melihat aksi Usup yang nyaris tidak terkontrol itu namun nampaknya presepsi Usup berbeda, dia menganggap penonton tambah tertarik akan penampilannya itu  maka tambah “syur”lah dia beraksi di panggung Theatre Terbuka TIM tersebut tapi Usup masih tetap dapat sambutan meriah dari penonton yang  rata rata ingin menyaksikan pertunjukan perdana Superkid di TIM malam itu.

Saat na’as dialami oleh anak anak Priok ini dimana selepas sukses menyanyikan beberapa lagu Deep Purple malam itu,Usup Alwi sang vokalis memberitahukan penonton bahwa untuk lagu berikutnya adalah lagu yang berjudul “Sabun Maya” yang mana dia memasukan jari teluncuknya kedalam genggaman tangan kirinya yang maksudnya bermasturbasi  dan sontak penonton meresa jengah sehingga mereka berteriak teriak menyuruh Hookerman turun.Teriakan-teriakan itu kemudian meningkat menjadi tindakan-tindakan yang brutal dari penonton dimana batu,sepatu dan sandal beterbangan kearah Usup Alwi karena saat itu bagi anak anak muda Jakarta ungkapan itu masih dianggap tabu rock yes, pornography no !.

Sesungguhnya Hookerman pantas di acungkan jempol karena kemampuan bermusik mereka sangat bagus belum lagi gaya Harry Minggus yang menarik dan mantab-nya permainan drum Djoni yang memang mantab dan asyik untuk dilihat serta dinikmati maka jadilah Hookerman sebagai band yang pantas dan patut diperhitungkan pada era pertengahan tahun 1970-an itu. 

Almarhum Denny Sabrie secara khusus pernah memuji mereka selepas mendampingi Superkid di TIM sebagai sebuah group band cadas  yang penuh semangat, berkali-kali Hookerman mendampingi God Bless dan Superkid sebagai  group band  pembuka di Theater Terbuka TIM pada awal dan pertengahan tahun 70’an. Yaya Muktyo pernah diajak membantu penampilan Hookerman walaupun bukan sebagai drummer tetap dia hanya diminta membantu Hookerman dalam shownya di Bandung dan TIM. Setelah itu Hookerman mengalami bongkar pasang kembali dan setelah itu Hookerman pun menghilang tanpa terdengar lagi beritanya, namun nama Usup Alwi, Zali, Djoni, Pungky  dan Harry Minggus masih tetap dikenang oleh para kawula muda era 1970-an terutama yang rajin datang ke Theater  Terbuka TIM untuk menonton pagelaran – pagelaran musik cadas saat itu.

12. Aksi Panggung Carel Simon & Golden Wing 
Inilah group band cadas dari Palembang yang awalnya dicukong oleh sebuah pabrik kecap yang bernama “Tong Hong” di mana sang Boss membelikan  peralatan musik untuk Golden Wing dan merekrut Fit Kien dan Karel Cassidy alias Carel Simon yang mana dikemudian hari ternyata bernama Kasim Kasidi .Dalam suatu pertunjukan satu panggung dengan group band cadas dari Bandung Freedom Carel beratraksi seakan dia disalib diatas pentas dan atraksinya itu ternyata mendapat sambutan dari penonton Palembang yang didominasi oleh kaula muda dimana mereka merasa bangga memiliki group band lokal yang bisa menyaingi  group band super  dari kota kembang itu.

What Goes Up Must Come Down
Itulah hukum alam yang berlaku, setelah berjaya sejak mulainya Orde Baru pada akhirnya toh musik cadas di Tanah Air harus menerima kenyataan dimana di akhir tahun tujuhpuluhan para pengusung musik cadas harus legowo merelakan era kejayaan  mereka harus berakhir dengan munculnya era musik Disco dan New Wave di dunia dan Tanah Air sehingga musik cadas  nyaris hilang dan terlupakan.

Nama nama seperti Benny Soebardja,Albert Warnerin, Debby Nasution, Guntur Simatupang,Triawan Munaf, Sunatha Tanjung, Syeh Jefry Abidin,Iqbql Taher, Rizaldi Siagian, Joe Santos, Bernard Pirnadi dll para kampiun musik cadas era tujuhuluhan di Negeri ini nyaris tidak dikenal lagi oleh generasi masa kini. Sungguh sangat menyesakkan dada karena bila mereka ditanyakan tentang para penyanyi Barat dari mulai era tahun 60-an hingga 90-an mereka dengan serta merta  dan dengan fasihnya dapat menjawab dengan tepat … sebuah ironi memang!.

Kini yang dikenal hanyalah tinggal Yockie Suryoprayogo saja atau Deddy Dores  saja namun mereka dikenal bukan sebagai sebagai kampiun musik cadas yang garang diatas panggung akan tetapi sebagai penyanyi dan pengarang lagu pop , kalaupun ada hanya tinggal Achmad Albar atau Donny Fatah  saja yang masih dikenal itu pun oleh para penggemar mereka saja (Godbless).

Di era tahun 2000-an ini nampaknya greget musik  cadas mulai timbul kembali dengan kembalinya para group band cadas dunia yang mengadakan reuni kembali seperti Asia,Genesis, Yes, UK, Triumvirat, King Crimson ELP dll  kondisi ini menyebabkan turun gunungnya para kampiun cadas era tujuhpuluhan dahulu  walaupun rambut, kumis atau pun janggut mereka sudah memutih akan tetapi mereka tetap bersemangat untuk menjaga eksistensi musik cadas & Prog di bumi persada tercinta ini dan ….memang nampaknya  Rock Will Never Die ,  Horas Inang !! (dari berbagai sumber)

http://gwmusic.wordpress.com/2012/01/31/musik-dan-musisi-70an-dalam-lintasan-sejarah/