Monday, June 30, 2014

Bacaan Ringan "KIPRAH HIDUP SEORANG "UCOK HARAHAP" - PART 2"

http://massandry.blogspot.com
Istilah Underground digunakan majalah musik dan gaya hidup pionir asal Bandung itu untuk mengidentifikasi band-band yang memainkan musik keras dengan gaya yang lebih `liar’ dan `ekstrem’ untuk ukuran jamannya. Padahal kalau mau jujur, lagu-lagu yang dimainkan band- band tersebut di atas bukanlah lagu karya mereka sendiri, melainkan milik band-band luar negeri macam Deep Purple, Jefferson Airplane, Black Sabbath, Genesis, Led Zeppelin, Kansas, Rolling Stones hingga ELP. Tradisi yang kontraproduktif ini kemudian mencatat sejarah namanya sempat mengharum di pentas nasional

Berbicara mengenai konteks jaman ketika kali pertama istilah musik Underground itu tercipta pada dekade 1970-an, dikatakan bahwa Underground adalah suatu gerakan seni rock yang muncul di penghujung dasawarsa 1960-an. Underground hadir sebagai jawaban untuk musik yang mempunyai dua konteks, yaitu musik yang melawan arus komersial dan musik yang berani melakukan eksperimen bunyi dengan suara gegap gempita. Konotasi Underground menjadi semacam perlawanan terhadap trend musik yang berkembang pada saat itu.

Underground merujuk pada jenis musik hingar-bingar yang dibarengi dengan berbagai atribut nonmusikal, seperti rambut gondrong, pakaian awut-awutan, serta atraksi panggung yang teatrikal dan sensasional. Tidak berbeda dengan gaya Glamour Rock (istilah yang diciptakan oleh media cetak ketika itu) yang melanda musisi-musisi rock Indonesia. Ciri-ciri yang menonjol dari mode ini bisa dilihat dari tubuh yang sengaja dibiarkan kena angin, dada di tattoo, dilukis dengan cat minyak yang berwarna-warni. Pipi dicoreng-coreng atau diberi pewarna, rambut dibiarkan terurai ke muka sampai bahu Mode ini dapat dilihat dari band Ternchem dari Solo, dalam pertunjukannya di Surabaya, seluruh pemain-pemainnya dicat dan memakai Eye Shadow, Band God Bless dalam pertunjukan musik Summer 28, seluruh pemainnya juga dicat dan berpakaian unik-unik dengan begitu dengan warna-wana aneh itulah mereka berhasil memancing penonton untuk meresapi musik yang dimainkannya

Istilah underground dalam khasanah musik populer di Indonesia diperkenalkan pertama kali oleh majalah Aktuil. Istilah ini biasanya diidentikkan dengan grup band rock. Selain karena jenis musiknya, grup band rock kerap kali menyajikan aksi-aksi dan gaya panggung yang tidak umum dalam pertunjukan musiknya.. Band-band tersebut menghususkan dirinya dalam lagu-lagu yang keras, baik dalam pengungkapan orkestrasinya maupun dalam susunan melodinya yang memang menjauhi aliran nada-nada yang manis.

Tidak cukup banyak grup mengklaim dirinya sebagai pemusik underground itu atau dikalim oleh media dan Grup AKA merupakan penganut musik aliran ini walaupun masih dalam tahap experimen. AKA mengikuti aliran underground karena aliran musik ini sesuai dengan jiwa dan corak dari masing-masing personilnya. Akan tetapi untuk menyesuaikan dengan publik atau penonton, dalam setiap pertunjukannya AKA tidak harus selalu menyajikan musik underground saja. Menurut pengertian AKA, musik underground sendiri adalah musik yang diciptakan oleh musisi yang luar biasa, sebab di dalam underground terlebur segala macam aliran musik. AKA juga sanggup memainkan aransemen mulai dari keroncong sampai musik jazz yang berat atau menampilkan orcestra symphoni. Dengan nada merendah AKA memang menganut underground atau “ngandergrond”, tetapi AKA bukan atau belum merupakan band top underground di Indonesia.

Gaya panggung musik rock di Indonesia sudah meniru grup musik Barat sejak kemunculannya pada akhir tahun 1960-an dan salah satu grup band yang sering melakukan aksi ‘gila’ dalam pertunjukan panggung musiknya adalah AKA. AKA dengan vokalisnya Ucok Harahap semejak tahun 1969 sudah mulai merintis teori kijang dengan memperlihatkan gaya-gaya sinting dan gila. AKA menampilkan satu atraksi yang waktu itu belum pernah diintrodusir oleh grup manapun seperti coitus interaptus, teatral ala kebiasaan suku Indian kuno, peti mati dan tiang gantungan Seperti yang pernah diperbuatnya, ia membawakan permainan kesurupan dalam lagu Sex Machine dan yang amat sering mendemonstrasikan atraksi-atraksi kesurupan dengan rela dicambuk badannya.

Menyanyi sambil berlari-lari, bermain organ sambil memanjat ke sana dan ke sini dan ia pun bersedia dimasukkan ke dalam peti mati sebagai pelengkap atraksi panggungnya. Konsep performance yang terkesan raw seperti ini memang telah direncanakan sebelumnya sebagai sebuah hiburan tersendiri bagi audiences yang datang dari berbagai pelosok daerah. Komposisi hiburan panggung AKA sendiri kurang lebih 60% adalah musik sementara 40% adalah performance. Walaupun performance seperti ini seringkali dimaksudkan untuk menutupi ketakutan dan demam panggung Ucok AKA sendiri

Kerancakan Ucok dengan AKA-nya dapat terlihat dalam pertunjukan musiknya selama dua malam pada tanggal 9 dan 10 November 1973, AKA untuk pertama kalinya tampil dalam konser di TIM. Walaupun belum bisa disebut sebagai penampil musik bawah tanah yang sebenarnya, mereka memang sudah sepatutnya ditempatkan pada urutan pertama dalam deretan pemusik heavy rock and sound. Ucok AKA dalam pertunjukan diatas panggung menyambut para penonton cukup dengan sikap lengan keatas, tanpa ada secercah senyuman. Komunikasinya dengan penonton tidak begitu harmonis. Ucok hanya memperlihatkan kebolehannya saja, di samping raut mukanya yang keras dan jarang sekali tersenyum dan baginya tidak perlu berbasa-basi dan itu merupakan prinsip Ucok yang konon untuk mendapatkan predikat musisi yang disegani.

Dalam salah satu aksi pertunjukan musiknya, Ucok beraksi sambil membawa lagu yang berjudul Sex Machine, ia seakan-akan kesurupan dan memeragakan adegan bersenggama dengan salah satu alat musiknya. Kemudian dia keluar dari panggung, memanjat tembok dan ke atas genteng. Ketika muncul lagi di pentas, ia langsung buka baju. Membiarkan dirinya “dihajar” dua algojo, kakinya diikat dan digantung. Setelah “ditusuk” dengan pedang, ia dimasukkan ke dalam peti mati.

Di panggung ia mengenakan kostum semi ketat dan memang tidak padat disangkal bahwa tingkahnya di atas panggung Ucok Harahap tercatat sebagai yang paling gila diantaa musisi rock yang berkiprah di masanya. Ia sering kali muncul dengan goyangan-goyangan seperti seseorang yang sedang bersenggema. Adegan menggantung diri atau masuk ke dalam peti mati. AKA band memang gemar menampilkan aksi-aksi Ucok Harahap yang sensasional seperti Alice Cooper. Alice Cooper adalah musisi yang berasal dari Amerika yang setiap kali dalam pementasan musiknya selalu menghadirkan atraksi teatrikal di atas panggung, misalnya masuk dalam peti mati atau diikat di tiang gantungan, selain itu Alice Cooper dalam pertunjukannya juga menggunakan ular sebagai pelengkap aksi teatrikalnnya.