Tuesday, June 3, 2014

Bacaan Ringan "MUSIK DAN MUSISI 70-AN DALAM LINTASAN SEJARAH - PART 1"

http://massandry.blogspot.com

By MH Alfie Syahrine
Group band Musik Pada Jaman Orde Lama
Pada saat Bung Karna masih memegang jabatan sebagai Presiden RI  terkesan ada  kecenderungan memakai nama Indonesia untuk group band lokal saat itu dikarenakan mungkin mereka takut pada penguasa Orde Lama yang saat itu sangat anti Barat terutama pada periode tahun 1950-an hingga menjelang akhir 60-an, maka dapat dilihat nama nama band yang ada asli menggunakan nama Indonesia seperti ; band  Panca Nada, Band Arulan, Orkes Bayu, Band  Zaenal Combo,Orkes Suita Rama,Orkes Simanalagi,Orkes Gaya Remaja, Orkes Irama Nada, Orkes Nada Kentjana,Orkes Prima Nada,Orkes Tjandra Kirana,Orkes Seni Maya, Orkes Mustika Rama,Orkes Sahabat Lama,Orkes Suwita Rama, Band Eka Sapta, Band Ayodhia, Band Medenasz,Orkes Rachman A, Band Diselina, Band Quarta Nada, Band Bina Ria dll hingga awal kedatangan era Orba dengan bermunculannya band-band seperti :

Band Parwita Junior,Band Aria,Band Aria Junior, Band Darma Putra Kostrad, Band Elektrika,The Memory, De Prinz,The Brims (Brimoresta),D’Hand,The’Matador,Band Halpers, Koes Plus, Pandjaitan Bersaudara , Usman Bersaudara atau Kembar Group. No Koes,Madesya Group,Ivo’s Group,Band Vista,Band D’Mecy ,The Rhythm Boy’s dll

 Awal Mula Kemunculan  group band  Dan Musik Cadas  Di Indonesia     
Musik cadas pada era 1970-an memang tidak terpisahkan dari fenomena munculnya group band musik anak-anak muda selepas tumbangnya Orde Lama, pintu modernisasi dibuka lebar- lebar oleh rezim Orde Baru dan orientasi musik anak-anak muda kita mulai kearah Barat yang banyak membawakan musik cadas terutama dari Inggris yang  merupakan sarang dan barometernya musik cadas dunia saat itu yang mana di era Orde Lama musik macam ini sangat dilarang keras oleh Presiden Soekarno karena dianggap musik barat tidak sesuai budaya bangsa Indonesia, sehingga semua yang berbau rock’n roll harus diritul/diberangus sebagai contoh Koes Bersaudara saja kena kebijakan anti Barat itu dikarenakan mereka menyanyi dengan gaya The Beatles yang mana mereka dijebloskan ke hotel prodeo yaitu penjara Glodok. Setelah Bung Karno tidak lagi menjabat sebagai presiden maka segera saja bermunculan group band group band yang meniru group band  musik cadas dari luar negeri.

Penggunaan Nama- Nama group band Cadas Indonesia Dekade 1970-an 
Dalam blantika musik Indonesia, khususnya untuk nama group band biasanya dianggap penting, karena mempunyai arti simbolis serta sekaligus dapat mencerminkan jenis musik yang dimainkan. Selain itu, nama biasanya menandakan group band musik itu dilahirkan pada periode tertentu. Dekade 1970-an sedang gencar-gencarnya muncul gelombang musik cadas maka group band group band cadas-pun bermunculan di Indonesia dengan nama yang tidak meng-Indonesia lagi sesuai trend yang ada di Barat.

Nama-nama group band cadas Indonesia dekade 1970-an  umumnya menggunakan bahasa Inggris karena penggunaan bahasa Indonesia untuk nama group band cadas di negeri ini sering dianggap “culun” atau “udik” alias kampungan. Para pemusik lebih sering memberi nama group band-nya dengan nama bahasa Inggris. Mereka beranggapan dengan nama “cas-cis-cus” itu untuk nama group band musiknya akan terkesan lebih garang dan mentereng seperti group band Suprkid dengan master andalannya Deddy Sutansyah dimana kemudian namanya-pun dia ubah pula menjadi Deddy Stanzah.

Mereka inilah generasi pertama pemusik cadas Indonesia yang penuh bakat dan inovatif, disamping itu mereka-pun di besarkan namanya oleh  Majalah Aktuil  yang sejak  era 1967-an mengkhususkan diri sebagai  pioneer majalah musik dan gaya hidup remaja perkotaan itu .Banyak  group band saat itu yang muncul antara lain:

Giant Step,  Freedom of Rhapsodia,Bentoel & Mickey Michael Merkelbach The Rollies,,The Rhythm Kings,Golden Wings,C’Blues,God Bless, Young Gipsy, AKA, SAS, The Templars, Superkid, Freedom, Shark Move, Menstril’s,Great Session,The Amateur,Destroyer,Lime Stone,Voodoo Child,Mama Clan’s, Freemen, Reg Time, Silver Train, Free Men, Black Spades,Ireka,The Rhadows,Chekinks, Equator Child,Double Zero,Ternchem Stallion,Lizard,Paramour, Big Brothers,ODALF, Sea Men, Fancy, Zonk, Savoy Rhythm, Provist (Progressive Student), Diablo Band, The Players, Happiness, Thippiest, Comets, DD (Djogo Dolok), Jack C’llons, C’Blues, Memphis (yang kemudian menjadi Man Face), Delimas, Bani Adam Band,G’Brill, Batu Karang, Red&White, Topics & Company, The Rollies, Philosophy Gang Of Harry Roesli, Paramour, Finishing Touch, Freedom ,Lizard, Big Brothers,Brotherhood ,Speed King,Oegle Eyes dll