Thursday, June 5, 2014

Bacaan Ringan "DUA PULUH LIMA MUSISI DAN GROUP PALING BERPENGARUH DI INDONESIA - PART 3"

http://massandry.blogspot.com
17. Jack Lesmana (18 Oktober 1930 – 17 Juli 1988)
Ketika waktu dan kondisi tak bersahabat untuk perkembangan music jazz di tanah air, jack memboyong keluarganya ke Australia, menanamkan dedikasi dan disiplin, penghargaan dan kesetiaan profesi. Kembali ke tanah air, Jack menularkan ilmu & pengalamannya lewat sekolah music Farabi (di era 80-an, sekarang dibawah komando Dwiki Dharmawan). “Peninggalan” lainnya yang berharga, dua anak yang tak kalah professional, Indra & Mira.
Album Fenomenal : Jangger Bali, Jazz Masa Lalu Dan Kini, Luka.
Pengaruh : Margie Segers, Rien Jamain, Indra Lesmana, Dewa Budjana, Tohpati.

18. Koes Plus
Ngomongin music pop Indonesia tanpa menyebut grup satu ini bisa-bisa kualat. Inilah sumbu ledak industry rekaman. Sempat mendekam di penjara karena dianggap antek kapitalis oleh Bung Karno, di kecam sebagai pabrik music cemen, tapi sejarah menempatkannya sebagai tonggak music Indonesia. Kalau tempo hari sempat muncul demam album dengan stempel Pop Jawa & Pop Melayu, merekalah pelopornya. Kini hanya tinggal Yon Koeswoyo (vocal, gitar) dan Murry (drum) yang masih tersisa dari formasi asli.
Album Fenomenal : Dheg Dheg Plas, Bunga Di Tepi Jalan.
Lagu Fenomenal : Cintamu Telah Berlalu, Kembali Ke Jakarta, Kolam Susu, Muda-Mudi, Nusantara (serial).
Pengaruh : Junior, Naif, Romeo.

19. Melly Goeslaw (7 januari 1974)
Sebelum melly menulis lirik, perempuan hanya sebagai obyek dalam music Indonesia, sejak jaman Ismail Marzuki hingga Titiek Puspa. Kemudian datang Melly, membalikkan angle, bahwa perempuan bisa juga berselingkuh lebih dulu, tidak setia-yah, namanya juga manusia. Ternyata banyak yang suka, hingga para penyanyi musti sabar antre untuk bisa nyicipi hasil karyanya. Beberapa diantaranya ikut melambungkan nama besar , sebut saja Krisdayanti (Menghitung Hari), Rossa (Tegar), Eric (Ada Apa Dengan Cinta), hingga penyanyi Malaysia, Fauziah Latif.
Lagu Fenomenal : Salah, Bunda.
Pengaruh : Eric, Coklat.

20. Nicky Astria (18 Oktober 1967)
Sampai tahun 1984, album rekaman rock praktis dianggap proyek rugi. Seabrek penyanyi maupun grup band cadas, yang garang di atas panggung, dipastikan bakal “letoy” berhadapan dengan produser. Lalu dia menggebrak lewat album Jarum Neraka yang terjual diatas 300.000 keping. Angka yang fantastis buat ukuran waktu itu, dan menjadikan rekaman rock terlaris yang pertama. Setelah itu tren penyanyi rock cewekpun menjamur.
Album Fenomenal : Jarum Neraka (1984), Tangan-Tangan Setan (1985), Negeri Khayalan (1993).
Lagu Terbaik : Jarum Neraka, Bias Sinar, Mengapa, Misteri Cinta.
Pengaruh : Mel Shandy, Yossy Lucky, Cut Irna, Nike Ardila, Anggun (periode awal karier, dengan nama Anggun Cipta Sasmi).

21. Pas
Bagi pemusik baru dengan segumpal idealism, bisa punya album rekaman Cuma ada dalam mimpi. Pintu kea rah sana digembok rapat oleh para produser. Pokoknya nehi buat pemusik egois. Pas kemudian menggempur tembok angkuh itu lewat  system indie label (penjualan langsung secara door to door), terutama lewat kegigihan manajer pertamanya mendiang Samuel Marudut. Gerakan do it your self itu sekarang menjadi senjata pamungkas para pemusik underground yang ogah didikte kreativitasnya.
Album Fenomenal : Four Through The SAP (1993), In (No) Sensation (1995).
Lagu Terbaik : Impresi, Bocah, Kesepian Kita (duet dengan Tere).

22. Rhoma Irama (11 Desember 1947)
Kiprah monumentalnya terjadi ketika Rhoma memadukan dangdut dengan rock. Di tangannya, dangdut tidak lagi didominasi suara table (instrument tradisional India), tetapi raungan gitar ala Deep Purple. Popularitasnya menyeberang sampai ke negeri Matahari Terbit. Ketika langkahnya rame-rame diikuti, dia malah tampil dengan konsep bernafaskan religi, dan menjadikan music sebagai sarana untuk menyampaikan syair Islam. Satu dari sangat sedikitnya musisi Indonesia yang mendapat tempat di www.allmusic.com.
Album Fenomenal : Begadang, Darah Muda, Rupiah, 135.000.000, Penasaran.
Pengaruh : para penyanyi dangdut sejak era 70-an.

23. Rinto Harahab (10 Maret 1949)
Mantan personel The Mercy’s ini adalah penerima penghargaan internasional sebagai penulis lagu produktif. Beberapa di antaranya berhasil mencetak nama besar : Iis Sugiharto (Jangan Sakiti Hatinya), Betharia Sonatha (Kau Tercipta Untukku), Christine Panjaitan (Sudah Kubilang), Nur Afni Octavia (Bila Kau Seorang Diri). Belakangan, Rinto lebih aktif sebagai pengusaha yang dekat dengan klan Cendana.
Lagu Terbaik : Ayah, Benci Tapi Rindu.
Pengaruh : Obbie Messakh, Pance Pondaag, Tommy J. Pisa.

24. Slank
Satu dari sedikit grup music yang berhasil melahirkan komunitas musisi. Mereka mengobrak-abrik bahasa Indonesia yang baku lewat lirik-lirik slengean. Secara musical tak ragu berkolaborasi dengan musisi segala umur dan jenis music seperti Joshua, DJ Anton, sampai Haddad Alwi. Fans clubnya, biasa disebut Slankers, tersebar disekitar 50 kota dengan ribuan anggota tetap yang umumnya militant.
Album Fenomenal : Suit-Suit He…He…(Gadis Sexy) (1989), kampungan (1991), Generasi Biru (1993).
Lagu Terbaik : Maafkan, Mawar Merah, Kamu Harus Pulang, Balik-Balikin.
Pengaruh : Imanez, Kidnap Katrina, Oppie, BIP.

25. Titiek Puspa (1 Nopember 1937)
Seluruh hidupnya diabadikan untuk mencipta lagu. Produktivitasnya begitu meluap sewaktu Mus Mualim, sang suami, masih hidup di sampingnya. Tante Titiek, begitu musisi muda biasanya memanggilnya, sangat piawai memilih karakter penyanyi untuk lagu ciptaannya. Simak saja : Bimbi (New Rollies), Jatuh Cinta (Eddie Silitonga), Bing (Grace Simon), Apanya Dong (Euis Darliah), Sendiri Lagi (Bimbo). Termasuk karya kolaborasi dengan James F. Sundah dan grup rock kondang, Scorpion, “You Came Into My Life”.
Karya Fenomenal : Minah Gadis Dusun, Kupu-Kupu Malam