Monday, June 30, 2014

Bacaan Ringan "PERANAN MEDIA MASA BAGI PERKEMBANGAN MUSIK ROCK TAHUN 70 AN - PART 3"

http://massandry.blogspot.com
Perusahaan rekaman banyak yang menginginkan kaset dari produser rekaman untuk promosi. Radio kedua adalah Radio Monalisa yang mengutamakan pemutaran lagu-lagu pop Barat. Akan tetapi, studio radio ini juga mempunyai koleksi lagu-lagu berbahasa Indonesia. Menurut pengasuh acara di Monalisa, radio swasta yang dianggap top oleh perusahaan rekaman akan mendapat kiriman lagu-lagu dari perusahaan rekaman.

Radio ketiga adalah radio Prambors di Jakarta yang mulai beroperasi pada tahun 1967. Pemancar radio seperti ini dioperasikan oleh anak-anak muda yang menjadikannya sebagai penyalur hobby. Selain Radio Prambors, di Jakarta juga banyak bermunculan pemancar radio seperti TU 47, Mr Pleasant, dan beberapa nama unik lainnya yang rata-rata belum memiliki izin resmi. Prambors yang berada di sekitar Menteng baru memiliki izin resmi sebagai radio swasta niaga pada tahun 1971. Radio yang dibentuk oleh anak-anak muda di seputar Jalan Prambanan, Mendut, dan Borobudur bisa dianggap membentuk selera musik anak muda saat itu. Mereka menyiarkan lagu-lagu yang mereka gemari, yakni lagu Barat.

Radio yang menyapa pendengarnya dengan sebutan kawula muda ini menjalin hubungan akrab di antara anak muda karena memutar lagu-lagu dari grup musik The Rolling Stone, Pink Floyd, Black Sabbath, Led Zeppelin, dan sebagainya. Radio ini melayani selera anak-anak muda, diibaratkan apabila telinga kita jika sehari saja terus-menerus mendengar radio tersebut, yang didengar adalah suara teriakan-teriakan keras dari kelompok musik keras, ciri ini yang menandai Radio Prambors. Radio Elshinta dengan Riel sebagai pembawa acaranya mengisi acara yang sedang didengar oleh anak-anak muda yang gemar pada musik hiburan. Cara pengungkapan Riel dengan acaranya “dari artis untuk artis” banyak didengar oleh anak-anak muda yang gemar bermain musik dalam band pop.

Seperti halnya dengan kota-kota lainnya di tanah air, di Bandung pun berdiri pemancar radio amatir dan di antaranya yang banyak dikenal adalah YG, Mara 27, Mercy 73, Falcon, Sableng, Bongkeng, Blue Angel, dan sebagainya. Satu di antaranya yang cukup populer khususnya di kalangan para muda-mudi kota kembang adalah Young Generation – Studio Pusat atau disingkat YG Siaran radio Young Generation dapat ditangkap di seluruh daerah kabupaten Bandung, Garut, Sukabumi, dan Bogor. Selain nama-nama itu, di kota Bandung juga ada pemancar radio amatir yang cukup banyak mendapat penggemar, yaitu radio Flippies Psychedelic. Radio ini ketika kali pertama mengudara hampir semua lagu-lagu yang diputarnya adalah lagu-lagu berirama psyhedelic. Siaran radio ini dapat ditangkap tidak hanya oleh masyarakat Bandung saja, tetapi sampai Tanjung Karang, Makassar, dan kota lainnya di luar pulau Jawa. Radio Siaran di Kota Malang yang menjadi corong musik rock antara lain adalah Radio TT 77 dengan penyiar Djoni Mamisa, Radio Senaputra dengan Ovan Tobing, serta Radio KDS 8, dengan penyiarnya yang bernama Husni.