Skip to main content

Bacaan Ringan "PERJALANAN HIDUP UCOK AKA DAN PARA PECINTANYA - PART 4"

http://massandry.blogspot.com
FIRASAT buruk Ucok akhirnya terbukti. Farida Yasmin, istri sirinya, yang diorbitkan menjadi bintang film sukses era 1970-an, tak pernah kembali. Hilang bak ditelan bumi. Ucok makin terpukul karena ayah kandungnya, Ismail Harahap, pemilik Apotek Kaliasin di Surabaya itu, pun meninggal dunia.

Berbagai usaha dilakukan untuk menemukan Farida, tapi hasilnya nol besar. "Aku benar-benar hancur. Tak ada lagi semangat hidup. Tak ada gairah untuk menatap hari esok. Yang ada hanya kedukaan, nestapa, dan entah apa lagi. Hidupku sudah tidak ada artinya apa-apa lagi," aku Ucok AKA seperti dikutip Siti Nasyiah dalam buku biografi Ucok yang akan segera terbit.

Suatu ketika aktor dan sutradara Ratno Timoer memberinya alamat dukun tua di pedalaman Kalimantan. Pemeran utama Si Buta dari Goa Hantu itu menyuruh Ucok menemui dukun tersebut. "Dia itu spesialis mencari orang-orang hilang," ucap Ratno. 

Kemudian ada teman lain, namanya Hendra Cipta, menyarankan Ucok pergi ke daerah Banten. Di sana konon ada kiai yang bisa dimintai tolong berbagai macam keperluan. Ucok akhirnya memilih ke Banten dibanding Kalimantan.

Oleh kiai di Banten, Ucok diminta melakukan ritual jalan kaki dari Banten hingga Banyuwangi. Ini agar bisa bertemu dengan Farida serta dua anaknya. Bayangkan, betapa jauh jarak yang harus ditempuh dari ujung barat ke ujung timur Pulau Jawa itu. "Aku juga tidak diperbolehkan naik kendaraan apa pun," kenangnya. 

Sempat dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Grogol, Ucok semakin hancur begitu mendengar kabar Yasmin Yuniarti Farida, istrinya, kawin lagi dengan pengusaha kaya. Karena jalan normal sudah tak efektif, dia menjalankan tirakat menyendiri di makam Sunan Gunung Jati. Di situ dia mengaku didatangi wanita cantik yang mirip Farida. 

Si gadis belia itu memperkenalkan diri sebagai Imlah. "Aku pikir ini hanya mimpi atau khayalan. Eh, nggak tahunya aku benar-benar bertemu dengan gadis itu," ujar Ucok suatu ketika. Perkenalan dengan Imlah berlangsung pada 3 Februari 1984. Gadis itu ternyata anak Kiai Zakaria Satria dari Cirebon. 

Tidak lama setelah perkenalan ajaib itu, Ucok melamar dan menikahi Imlah di depan orang tuanya secara resmi. Waktu itu Ucok berusia 44 tahun, sedangkan Imlah 29 tahun. Kiai Zakaria meminta Ucok bersama istrinya Imlah kembali ke pondok pesantren milik sang kiai. "Aku yang biasa hidup mengembara, jadi terarah di pesantren. Hidupku berada di tengah ratusan santri."

Sayang, masalah baru timbul ketika keduanya tinggal seatap. Pandangan dan gaya hidup mereka bertolak belakang. Imlah tidak suka dengan berbagai atribut rocker yang biasa dikenakan Ucok atau poster-poster musisi rock yang dipajang di kamar. Nah, semua atribut rocker itu diturunkan dan dibuang Imlah yang santri itu. 

"Akhirnya, aku sadar kalau kami memang tidak bisa bersatu. Aku pamit baik-baik dan berpisah. Rumah tanggaku dengan Imlah hanya berjalan enam bulan saja," ujar Ucok.

Lepas dari lingkungan keluarga Kiai Zakaria, Ucok kembali menjadi rocker yang nyentrik. Hanya bedanya, Ucok yang sekarang telah dibekali ilmu agama dan terbiasa tirakatan. Tawaran show kembali datang meskipun AKA sudah bubar. Tiga rekannya di AKA--Sjech Abidin, Soenata Tanjung, dan Arthur Kaunang--sudah membentuk SAS Group yang ternyata sukses besar.

Maka, kali ini Ucok bekerja sama dengan promotor musik asal Bandung, Joe Jauhari. Ucok diperkenalkan dengan Sri Lea, gadis manis yang tak lain adik Joe Jauhari. Kebetulan Sri Lea ini juga pemain gitar. Ucok kemudian membentuk band baru bernama Passport. "Kami mendapat kontrak main di Malaysia," katanya.

Orang tua Sri Lea kelabakan lantaran anak gadisnya dibawa ke sejumlah kota di Malaysia untuk konser rock. Maka, Ucok yang berstatus 'duda' diminta segera menikahi Sri Lea di Bandung. "Yah, aku kemudian menikah resmi dengan Sri Lea tahun 1986," sambungnya.

Lagi-lagi, Ucok gagal membina rumah tangga. Pasangan suami-istri sesama musisi rock ini bertahan dua tahun. Mereka bercerai pada 1988. "Aku dan Sri Lea tidak ada kecocokan lagi," ucapnya enteng.

Popular posts from this blog

Bacaan Ringan "PROFIL LENGKAP WARKOP DKI "

http://massandry.blogspot.com
PROFIL: WAHYU SARDONO (DONO - WARKOP)
Drs. H. Wahjoe Sardono lebih dikenal dengan Dono Warkop lahir di Solo 30 September 1951 adalah aktor dan pelawak Indonesia yang bertinggi badan 167 cm serta beragama Islam. Ia juga dikenal sebagai aktor pada akhir 1970-an, tahun 1980-an dan era 1990-an. Dono meninggal pada 30 Desember 2001 akibat Kanker Paru-Paru.
Pendidikan:  Fakultas Ilmu Sosial - Jurusan Sosiologi, Universitas Indonesia 
Karir: Penyiar Radio Prambors (1974-1980)  Asisten Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI (1974- 1980)  Dosen Jurusan Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial UI 
Alamat Rumah: Jalan Pulo Asem Utara 13/18, Jakarta Timur. 

Kabut tebal menyelimuti dunia perlawakan Indonesia. Ahad dini hari 30 Desember 2001 sekitar pukul 00.50 WIB, Drs H.Wahyu Sardono alias Dono Warkop, menghembus napas terakhirnya di kamar no 11 Paviliun Ignatius rumah sakit St Carollus Salemba Jakarta Pusat. Dia meninggal dengan tenang, disamping sahabatnya, Indr…

Bacaan Dewasa "FAKTA KEHIDUPAN SEKSUAL REMAJA JEPANG"

http://massandry.blogspot.com Inilah beberapa alasan Negeri Sakura itu melegalkan JAV Sex di Jepang sudah bukan hal yang tabu bagi kita, apalagi budaya sex yang bisa terbilang ekstrem di tengah-tengah bangsa yang menjunjung tinggi kesopanan ini. Siapa sih yang tidak tahu kalau bangsa Jepang terkenal sopan? Namun tak sedikit pula yang tahu budaya sex Jepang yang ekstrim.
Berikut kisahnya: 
1. Di salah satu kuil di Tokyo, ada sebuah gerbang merah yang jadi simbol sakral penduduk disana. Ternyata, di arena setelah kita melewati gerbang merah tersebut adalah area ritual bagi perempuan disana yang ingin melepas keperawanannya. 

2. Tahu shinkansen? Di kereta api super cepat ini ternyata tersedia gerbong khusus buat perempuan. Di gerbong ini, perempuan diberikan kebebasan untuk ngapain tanpa harus keganggu ama cowo- cowo yang ada disana. Konon kabarnya cowo Jepang sering ngelakuin tindakan asusila di kereta api. (bahkan beberapa syuting film porno memakai latar belakang kereta api sinkansen …

Bacaan Ringan "SABUNG AYAM MAULANA HASANUDDIN vs PRABU PUCUK UMUN"

http://massandry.blogspot.com Setelah kedua belah pihak telah bersepakat, dan telah menyiapkan ayam yang akan disabungkan, maka di hari itu, pada 11 Rabiul Awal tahun 888 Hijriah, orang-orang dari istana Pakuan Banten Girang dan para adjar dan pandita di Gunung Pulosari telah berkumpul untuk menyaksikan pertandingan sabung ayam antara Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana alias Prabu Pucuk Umun. Saat itu, ayam keduanya saling mematuk, menghantam, mencabik, atau sesekali menghindari serangan lawannya, sebelum saling menyerang satu sama lain, yang diiringi oleh sorak-sorai para pendukung Maulana Hasanuddin dan Ragamulya Surya Kencana secara bergantian atau pun bersamaan.
Saat itu, semua yang hadir dan menyaksikan adu tanding kesumat itu merasa takjub dan heran ketika kedua ayam yang sama gagah dan perkasanya belum menandakan ada yang akan kalah di tengah arena. Bila ayam yang satu terpantik atau terjangkar oleh ayam yang lainnya, maka para pendukungnya akan bersorak gembira, da…