Thursday, June 5, 2014

Bacaan Ringan "DUA PULUH LIMA MUSISI DAN GROUP PALING BERPENGARUH DI INDONESIA - PART 2"

http://massandry.blogspot.com
8. Fariz RM (5 Januari 1959)
Multiinstrumentalis, Penyanyi, Penulis Lirik yang menelurkan 15 Album solo dan 58 album kolaborasi, dengan berbagai formasi band. Tapi, bukan produktivitasnya yang menjadikan Fariz salah satu sosok penting perjalanan music pop Indonesia. Konsep pemikirannya dianggap ikut memoles wajah music kita. Maka, tak ada yang risih untuk mengakui bahwa bule, panggilan akrabnya, memang seorang jenius.
Album Fenomenal : Sakura (1980), Panggung Perak (1981), Living In The Western World (1988)
Lagu Terbaik : Samura, Barcelona, Nada Kasih (Duet dengan Neno Warisman)
Pengaruh : Dewa, KLa Project, Jikustik, Base Jam

9. Godbless
Salah satu grup hard rock tertia di Indonesia yang resminya belum bubar, tapi eksistensinya sekarang samar-samar. Menjadi opening act ketika Deep Purple manggung pertama kali di Jakarta, 1975. Band yang dimotori Ahmad Albar (vocal), Ian Antono (gitar) ini menjadi patron kelompok-kelompok rock yang terbentuk belakangan-terutama “alumnus” Festival Rock yang rutin diselenggarakan oleh Log Zhelebour.
Album Fenomenal : Cermin (1982), Semut-Semut Hitam (1987).
Lagu Terbaik : Huma Di Atas Bukit (dari film Laela Majemun, 1976), Semut Hitam, Rumah Kita.
Pengaruh : Grass Rock, Edane, Boomerang, Jamrud.

10. Gombloh (23 Juli 1950 – 9 Januari 1988)
Lahir dengan nama Sudjarwo Sumarsono, pentolan grup Balada Lemon Trees (bersama Leo Kristi & Franky Sahilatua) ini mendadak menjadi pop icon setelah lagu solonya “Kugadaikan Cintaku” yang genit-lucu meledak di pertengahan tahun 80-an. Namun Gombloh yang juga piawai enulis syair tentang lingkungan hidup, akan terus dikenang berkat lagu kebangsaan informal yang diciptakannya “Kebyar & Kebyar” dengan kekuatan syair yang sulit dicari tandingannya: Indonesia, Merah Darahku, Putih Tulangku…..
Album Fenomenal : Kebyar & Kebyar
Lagu Terbaik : Kebyar & Kebyar, Ranu Pane, Kugadaikan Cintaku.
Pengaruh : Tyas Drastistiana, Ully Sigar Rusadi, Lab Musik Jakarta.

11. Guest Band
Inilah salah satu meteor dalam orbit music Indonesia. Terlihat sesaat, sebelum menghilang. Kelompok ini Cuma menghasilkan album mini berjudul “Tak Kan”. Tapi jejak yang ditinggalkannya amat berarti bagi perkembangan music Rap, R&B, serta Hip-Hop. Dalam salah satu lagunya, “It’s Gonna Get Better”, terdapat nama yang sekarang dikenal sebagai pelopor Rap local: Iwa K. Sebagai mantan personel  Guest seperti Tori, Nti, Yudis, mendirikan Gust Music yang mengkhususkan pada produksi album Rap dan R&B.
Pengaruh : Iwa K, Melly Manuhutu, Sania, Dewi Sandra.

12. Harry Roesli (10 September 1951 – 11 Desember 2004)
Raja plesetan, jagoan kritik dengan syair-syair konyol setajam belati. Bahkan di depan mantan presiden Abdurrahman Wahid di hari kemerdekaan tahun 2001 lalu, Harry dengan entengnya mengimprovisasi lagu Garuda Pancasila. Toh meskipun harus minta maaf di media massa, prestise doctor music jebolan Hilversum, Belanda & motor DKSB (Depot Kreasi Seni Bandung) ini tak berkurang sedikitpun. Apalagi ia juga jago menulis kolom.
Album Fenomenal : Titik Api (1976), Opera Ken Arok (1977), Gadis Plastik (1978).
Pengaruh : DKSB, Doel Sumbang, Java Jive, Protonema.

13. Ian Antono (29 Oktober 1950)
Dewa gitar yang telah menggarap tak kurang dari 125 album dari berbagai jenis music, termasuk dangdut. Kelompok Gong 2000 yang dibentuknya setelah cabut dari Godbless memperlihatkan kedekatannya pada kultur Bali. Selain sebagai gitaris, Ian juga diakui sebagai piƱata music yang bertangan dingin. Sejumlah rocker papan atas Indonesia pernah mengalami polesannya, bahkan juga untuk musisi sekelas Iwan Fals.
Karya Fenomenal : Jarum Neraka (1985), 1910 (1988), Mata Dewa (1989).
Pengaruh : (lagu) Niky Astria, Grass Rock, U’Camp, Ikang Fauzy, Iwan Fals. (style gitar) Eddy Kemput, Rdane, Totok Tewel.

14. Indra Lesmana (28 Maret 1966)
Pernah dijuluki anak ajaib oleh Chick Corea, Indra Lesmana sangat gigih mempertahankan eksistensi music jazz Indonesia. Sukses komersial diperolehnya lewat album solo Aku Ingin, yang justru terlepas dari konteks jazz. Album ini Nampak Cuma merupakan persinggahan karirnya. Karena setelah itu dia tancap lagi di jalur music yang telah membesarkan namanya dengan label baru : Reborn. Sebagai penata music, Indra piawai mengeksplorasi potensi vocal penyanyi yang ditanganinya.
Album Fenomenal : Children Of Fantasy (1981), Woman And Children First (1983).
Lagu Terbaik : Aku Ingin (1990), Bulan Asia (1990).
Pengaruh : Titi DJ, Shopia Latjuba.

15. Iwa K (25 Oktober 1970)
Jangan ngomong music Rap kalo lupa nyebut namanya. Iwa merilis album ketika rap masih merupakan “daerah tak bertuan” disini. Terobosan cowok berambut cepak yang sering menjadi presenter acara olahraga ini akhirnya melempengkan jalan masuknya artis R&B serta Hip-Hop ke Studio rekaman.
Album Fenomenal : Kramotak, Topeng.
Lagu Terbaik : Bebas, Batman Kasarung.
Pengaruh : Black, Sweet Martabak, Neo, Denada.

16. Iwan Fals (3 September 1961)
Amerika punya Bob Dylan, Indonesia punya Iwan Fals. Pahlawan bagi orang-orang yang terpinggirkan. Dialah bintang yang berani bersuara kritis sebelum Era Reformasi (whatever it means!) dimulai. Iwan Cuma butuh gitar bolong untuk dapat membakar emosi penonton selapangan bola. Raib sekitar delapan tahun dari kehidupan panggung dan rekaman tak menjadikan pamornya anjlok. Sekarang dia “Presiden” OI (Orang Indonesia), yayasan yang dibentuknya dengan anggota terserak di seantero tanah air. Julukan terbaru Asian Hero vers majalah Time.
Album Fenomenal : Sarjana Muda (1978) 1910 (1988), Mata Dewa (1989).
Lagu Terbaik : Umar Bakri, Surat Buat Wakil Rakyat, Buku Ini Aku Pinjam, Mata Dewa.
Pengaruh : Slank, Padi, Dik Doank.